NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20. PAGI YANG HEBOH

Pagi di kediaman Ravens biasanya dimulai dengan keteraturan yang nyaris sakral, lonceng kecil di dapur berbunyi, tirai-tirai dibuka serempak, dan para pelayan bergerak dalam irama yang sudah mereka hafal sejak bertahun-tahun lalu.

Namun pagi ini berbeda.

Terasa ... hidup.

Seorang pelayan perempuan yang ditugaskan membangunkan Duchess baru saja menaiki tangga menuju sayap timur. Tangannya sudah terangkat untuk mengetuk pintu kamar Liora, ketika suara dari dalam membuatnya berhenti.

Suara pria.

Bukan suara asing, mustahil keliru.

Pelayan itu membeku.

Pintu kamar sedikit terbuka, barangkali karena lupa dikunci. Dengan ragu, ia mengintip. Dan apa yang ia lihat membuat matanya melebar, jantungnya melompat kegirangan.

Duke Alaric Ravens ada di sana.

Pria itu duduk di tepi ranjang, tubuhnya sedikit membungkuk ke depan. Tangannya mengusap pinggang Liora dengan gerakan pelan dan penuh perhatian, seolah takut sentuhan itu melukai.

Liora sendiri meringis kecil, wajahnya berkerut menahan rasa tidak nyaman, bibirnya mengoceh pelan, kata-kata setengah sadar tentang malam yang jelas tidak perlu diterjemahkan.

"Pelan, sakit di situ," gumam Liora, suaranya serak dan mengantuk.

"Maaf," jawab Alaric rendah. "Aku seharusnya lebih berhati-hati semalam."

Pelayan itu menutup mulutnya agar tidak berseru.

Ia tidak butuh penjelasan.

Seluruh kediaman tidak butuh penjelasan.

Berita itu menyebar seperti api yang menyentuh jerami kering.

Duke telah menghabiskan malam di kamar Duchess.

Malam pertama mereka yang tertunda ... akhirnya terjadi.

Lorong-lorong yang biasanya hening kini dipenuhi bisik-bisik tertahan, senyum-senyum yang tak bisa disembunyikan, dan langkah kaki yang terasa lebih ringan. Para pelayan saling bertukar pandang penuh arti, beberapa hampir berlari kecil karena terlalu bersemangat.

"Sudah?"

"Sudah."

"Akhirnya."

"Syukurlah."

Bahkan kepala pelayan yang terkenal kaku itu tampak menghela napas lega.

Dan tentu saja, Sasa mendengar kabar itu paling cepat.

Pelayan muda itu hampir melompat kegirangan saat ditugaskan kembali ke kamar Liora pagi itu. Ketika ia masuk membawa nampan teh hangat dan ramuan pereda nyeri, senyumnya tak bisa disembunyikan, bahkan terlalu cerah untuk ukuran pagi hari.

Liora berbaring lemah, punggungnya bersandar pada tumpukan bantal. Tubuhnya terasa pegal, seolah seluruh sendi protes bersamaan. Ia hampir tidak sanggup bangun, bahkan untuk duduk tegak.

Namun yang paling mengganggunya adalah suasana.

Sasa terlalu ceria.

Terlalu.

Sasa menata nampan dengan gerakan ringan, bersenandung kecil, matanya berbinar seolah baru saja memenangkan lotre kerajaan.

"Sasa," panggil Liora akhirnya, suaranya pelan namun curiga. "Kenapa kau ... senang sekali?"

Sasa berhenti sejenak, lalu menoleh dengan senyum yang makin lebar.

"Nyonya tidak merasakannya?" kata Sasa riang. "Hari ini kediaman ini seperti disinari matahari dua kali lipat!"

Liora mengernyit. "Sepertinya semua orang terlihat bahagia. Apa terjadi sesuatu?"

Sasa menepuk tangannya sendiri, nyaris tak bisa menahan diri.

"Tentu saja, Nyonya!" seru Sasa. "Bagaimana mungkin kami tidak bahagia? Nyonya dan Tuan Duke akhirnya resmi sepenuhnya menjadi suami istri karena telah menyelesaikan malam pertama kalian yang tertunda! Kami semua bahagia!"

Wajah Liora memanas dalam sekejap.

"Apa-" Ia tersedak kata-katanya sendiri, lalu refleks menarik bantal dan menutup wajahnya rapat-rapat. "Kenapa ... kenapa semua orang jadi antusias?"

Sasa tertawa kecil, suara tawanya jujur dan hangat. "Karena kami ikut senang, Nyonya. Selamat ya."

Liora mengintip dari balik bantal. Pipinya memerah, matanya melebar malu. "Ini memalukan."

"Tidak sama sekali," bantah Sasa lembut. "Ini membahagiakan."

Liora mendengus pelan, lalu menghela napas panjang. "Tolong ... jangan ceritakan lebih jauh."

Sasa tersenyum penuh pengertian. "Tenang, Nyonya. Kami hanya akan bersorak dalam hati."

Di sisi lain kediaman, jauh dari hiruk-pikuk yang sama sekali tidak disadari Liora, suasana jauh lebih tenang.

Bangunan Kesehatan Ravens berdiri sedikit terpisah, dikelilingi taman herbal yang tertata rapi. Aroma daun kering dan akar-akaran memenuhi udara.

Alaric duduk berhadapan dengan Aldren, sementara Gideon berdiri santai di dekat jendela.

Aldren menyuguhkan teh hangat, lalu duduk sambil tersenyum tipis. "Kau tahu betul bagaimana cara membuat kastilmu heboh."

Alaric mengangkat cangkirnya, wajahnya tenang. "Aku tidak melakukan apa pun."

Gideon terkekeh. "Kau tidak tahu bagaimana reaksi para pelayan saat tahu kau menghabiskan malam dengan Duchess. Mereka hampir membuat festival karenamu."

Aldren tertawa kecil. "Kau membuat Duchess kesulitan pagi ini."

Alaric tersipu sedikit, menyingkirkan pandangannya. "Berhentilah membahas itu."

Tawa kecil kembali terdengar, tawa yang jarang sekali mereka bagikan, karena jarang pula Alaric menunjukkan sisi seperti ini.

Alaric berdeham, lalu wajahnya kembali serius. "Bagaimana kelanjutan penawar racun untuk Liora?"

Aldren mengangguk. "Aku hampir mengumpulkan semua yang kubutuhkan. Tinggal satu bahan lagi."

"Apa itu?" tanya Alaric cepat.

"Daun Veridorn Aegis," jawab Aldren. "Tanaman langka. Tumbuh di daerah pegunungan dekat perbatasan wilayah timur, dekat wilayah para monster."

Gideon mengernyit. "Tidak ada di pedagang kita?"

"Mereka kesulitan menemukannya," jawab Aldren. "Dan tanaman itu tidak bisa dibudidayakan sembarangan."

Alaric menautkan jarinya. "Haruskah aku yang turun langsung mencarinya?"

"Tidak perlu," sela Gideon tenang. "Aku sudah menyuruh orangku. Perkiraan kembali sekitar satu minggu. Lebih pasti dibanding menunggu pedagang."

Alaric mengangguk. "Baiklah."

Alaric terdiam sejenak, lalu bertanya lagi, lebih pelan namun tegas, "Bagaimana kondisi Liora sejauh ini?"

Aldren tersenyum. "Nyonya Duchess sangat kooperatif. Disiplin menjalani pemeriksaan, diet, olahraga, dan rajin meminum teh herbal. Keadaannya cukup baik."

"Cukup baik?" ulang Alaric.

"Jujur," lanjut Aldren, "aku terkejut. Racun itu dikonsumsi cukup lama, namun organ dalamnya belum menunjukkan kerusakan serius. Ketahanan tubuhnya sangat baik. Atau ... mungkin ia pernah meminum penawar lain sebelumnya. Aku akan menanyakan itu padanya nanti."

Gideon menyahut, "Soal racun penggemuk itu, aku sudah menemukan sumbernya. Countess mendapatkannya dari pasar gelap wilayah timur, milik Baron Varell Durness. Di sana juga ada pelelangan ilegal dan jual beli budak."

Wajah Alaric mengeras. "Kerajaan telah melarang perbudakan sejak Kaisar naik tahta."

"Orang-orang gila uang tidak peduli aturan," jawab Gideon dingin.

Aldren mendengus. "Tikus busuk ada di mana-mana. Seharusnya mereka dijadikan makanan monster saja."

Alaric tersenyum dingin. "Ide bagus. Setidaknya hidup mereka pernah berguna.”"

"Berburu?" tanya Gideon.

"Tentu," jawab Alaric tanpa ragu. "Sepertinya perburuan kali ini akan menghasilkan banyak mangsa."

Tiba-tiba pintu bangunan kesehatan terbuka dengan kasar.

Seorang pelayan berlari masuk, wajahnya pucat pasi.

"Tabib Aldren?!"

Aldren langsung berdiri. "Ada apa?"

Pelayan itu terengah, suaranya gemetar. "Tolong, Nyonya Duchess tiba-tiba muntah darah."

Dunia seakan berhenti.

Cangkir teh terlepas dari tangan Alaric dan pecah di lantai.

Wajahnya memucat.

Tanpa sepatah kata, tubuh Alaric bergerak lebih cepat daripada pikirannya. Ia sudah berlari keluar ruangan, mantelnya berkibar, langkahnya menggema penuh kepanikan.

Gideon menyusul tanpa ragu.

Satu kalimat itu menghancurkan pagi yang terlalu tenang.

Dan mengubah segalanya dalam sekejap.

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 😭😭😭
Lala Kusumah
yaaaaaa tamat, tapi gapapa happy ending, bahagianya 😍😍😍
tapi nanti ada cerita lanjutan anak-anak ya 🙏🙏🙏🫰🫰👍👍
Ir
sampai ketemu di next cerita calon bandit kerjaan 🤭🤭
Lala Kusumah
tegaaaanng pisan 🫣🫣😵‍💫😵‍💫
Jelita S
terimakasih thor atas ceritamu,,lnjut y cerita Elala🤣🤣
Miss Typo
keren 👍👍👍
Miss Typo
kok tau² tamat thor????
happy ending 👏👍

terimakasih thor 🙏, selalu sukses dgn karya-karyanya di novel dan tunggu cerita para bocil cadel juga Rowan 😍
Eli Rahma
ehhh,..beneran tamat nih thor..tp tar ada kelanjutanyya kan ..ttg para bocil..
Miss Typo
tunggu saat waktunya tiba Elara bisa mengendalikan sihir itu
Miss Typo
belum saatnya Elara menggunakan kekuatannya
Ir
hmm gampang ini mah kalo misal nya mau bikin Elara meratakan dunia pancing aja emosi nya pasti segel nya Arram bakalan hancur, jangan sampe aja di manfaatkan sama orang² jahat, sekarang tinggal Evan kak keajaiban apa yang Evan punya ga adil kalo Elara doang yang di spill 🤣🤣
Archiemorarty: Hahaha....Evan sama kayak bapak emaknya dia 🤭
total 1 replies
Jelita S
Lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚 𝐤𝐞 𝟔 𝐭𝐡𝐨𝐫? 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐚𝐮𝐫𝐚 ...

𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐠𝐚𝐢𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐫𝐬𝐛𝐭 𝐛𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 😁😁
Jelita S
wah msih lnjut rupanya sang penyihir hitam y
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐬𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧?? 😕😕😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐬𝐮𝐥𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐬 𝐧𝐠𝐨𝐛𝐫𝐨𝐥 𝐝𝐠𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬 𝐭𝐡𝐨𝐫😭😭 𝐭𝐩 𝐩𝐚𝐬 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐓𝐊 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐝𝐞 𝐝𝐢𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐥𝐡𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐥𝐬 𝐥𝐠 😕😕
total 2 replies
Ir
akhhh aku bari mau mikir monster selanjutnya Evan yang bikin kejutan, ternyata emak nya, ini dua bocil Alaric harus di ajarin mengendalikan diri ini, kalo engga hancur dunia
Archiemorarty: Baru tiga tahun udah duarrrr 🙄
total 1 replies
Ir
elara dapet ini pasti dari leluhur nya yang dulu² pasti kan, soalnya Alaric ga bisa sihir, Lior juga ga punya, kak pokoknya harus di jelasin sih dari mana Elara sama Evan dapet kekuatan itu
Archiemorarty: Ohoho...siap siap 🤭
total 1 replies
Miss Typo
di bab brpa tuh ya saat Alaric dan pasukannya menyerah monster hampir menyerah dan Liora datang bersama pasukannya membantu, trs ada anak yg bilang itu lho, bingung ngomongnya. matahari dan bulan kalau gak salah anak kembar Liora. berarti Elara matahari nya panas membara dengan sihir nya, apa Evan yg akan merendam nya saat Elara kehilangan kendali dari kekuatan sihirnya. aaahh gak tau lah 🤣
Archiemorarty: boleh boleh 🤭
total 3 replies
Miss Typo
berarti yg matahari Elara ya thor, wah kekuatan Elara keluar karna melihat kakaknya berdarah gak sadarkan diri karna monster itu, dan pas monster mendekat mau menyerang dia gak rela semua terluka seperti Rowan
Miss Typo: mantep nih 😁
total 2 replies
Jelita S
Liora selalu jdi penyelamat bagi keluarganya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!