-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 : perginya semua pelayan
“Sayang~”
Sherly mengangkat wajahnya, melihat Jeremy datang membawakan dua bungkus makanan untuk dirinya. Sherly tersenyum, dia lalu membereskan beberapa kertas dokumen dari atas mejanya, dan dimasukkan ke laci.
Jeremy yang sudah berada di depannya, dia menaruh dua kantong plastik di depan Sherly, sembari tersenyum.
“Ini, aku bawakan makanan untukmu.” Ujar Jeremy dengan lembut, Sherly tersenyum senang, dia tadi memang belum sempat sarapan, karena bangun kesiangan, jadilah dia melewatkan makan paginya.
Dan Jeremy tadi sudah berpesan akan membelikannya makanan, saat keluar. Sherly tidak tahu ke mana Jeremy pergi sebelumnya, lelaki itu tadi hanya berpesan, ingin pergi sebentar menemui seseorang, dan ya Sherly juga tidak mau terlalu menekan Jeremy, jadilah dia hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.
Sherly membuka salah satu plastik, dan melihat sebuah kotak, saat dibuka Sherly menatap spaghetti dengan irisan potongan daging, dan saus berwarna merah. Sherly terlihat sangat senang, dia meraih garpu yang juga tersedia di dalam plastik, dan menikmati makanan itu.
Jeremy yang sudah duduk di sebelah Sherly tersenyum senang, melihat wanita di sebelahnya makan dengan sangat lahap.
“Kau suka ??”
Sherly menganggukkan kepalanya, “Ini sangatlah enak.” Ujar Sherly dengan senang, mengunyah makanan di mulutnya. Jeremy meraih tissue dengan tangannya dan kemudian menjulurkan tangannya tepat ke depan.
“Pelan-pelan, aku tidak akan merebut makananmu.” Ujar Jeremy mengelap bagian sudut bibir Sherly yang berantakan terkena saus.
Sherly benar-benar tidak belajar dari kesalahannya, dulu pertama bertemu Jeremy di mall, dia juga makan belepotan, dan saat ini pun juga. Tapi Sherly benar-benar merasa sangat kelaparan, jadilah dia makan dengan terburu-buru, ditambah rasa makanan yang sangat enak membuat Sherly seakan melupakan dunia sejenak.
Setelah selesai menghabiskan makanan, Sherly membereskan kembali kotak makanan itu, dan memasukkannya ke dalam plastik. Saat hendak berdiri untuk membuang sampah..
“Tidak perlu berdiri, buang saja di kotak sampah di sebelah mejamu.”
“Eh ?? Tapi ini sisa makanan, apa tidak masalah ??”
“Tidak apa, aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.”
Sherly kemudian menaruh plastik itu pada tempat sampah di sebelahnya. Lalu duduk menghadap ke arah Jeremy, yang sepertinya memiliki kabar penting saat ini. Lelaki di depannya tersenyum dengan senang.
“Dua hari, akan ada jadwal ke pengadilan, mengurus perceraianmu dengan Vincent.” Ujar Jeremy dengan senang, membuat Sherly mulai paham.
Pantas saja, dia terlihat sangat senang. Rupanya aku bisa bercerai lebih cepat dengan Vincent batin Sherly tertawa kecil di dalam hatinya.
Sherly tidak masalah sebenarnya, masalah perceraian ini. Tapi yang menjadi tanda tanya, kenapa Vincent secepat itu menyetujui perceraian ini ?? Sherly berpikir akan ada drama besar, tapi ternyata semudah ini ?? Ya sudahlah, toh Sherly ya juga tidak mencintai Vincent, hanya sekedar penasaran saja.
“Itu artinya, aku besok harus datang ??”
“Tentu saja, bersama denganku. Kau tidak masalah, kan bertemu dengannya ??” Tanya Jeremy saat melihat ekspresi berbeda Sherly, ada perasaan bingung, apakah Sherly masih takut bertemu dengan Vincent ??
“Tidak, aku tidak takut.. Hanya sedikit tidak paham, apalagi aku baru pertama mengalami perceraian..” Ujar Sherly terkekeh malu, Jeremy menganggukkan kepalanya.
“Jangan khawatir, aku akan memberitahumu nanti, sekarang fokus saja pada pekerjaanmu.” Ujar Jeremy dengan lembut, Sherly tersenyum senang, dia sangat suka mendengarkan suara dari Jeremy saat berbicara padanya. Baru kali ini, Sherly merasakan rasanya di cintai begitu dalam.
Tanpa Sherly sadari, Jeremy menyeringai licik di dalam hatinya.
Tersenyumlah sayang~ Karena saat ini, aku sedang menjalankan rencanaku untuk menghancurkan Vincent yang telah menyakitimu batin Jeremy terkekeh licik. Dia ingin membahagiakan wanita cantik di depannya, dan menghabisi siapapun yang berani menyakitinya, terlebih Vincent.
...
“Halo, Mom.. Ada apa ??”
Vincent terkejut, saat di tengah pekerjaannya, tiba-tiba dirinya mendapatkan telepon dari ibunya, Cath. Hingga terdengar suara sedikit khawatir dari arah seberang.
“Vincent.. Apakah.. Apakah para pelayan tidak mengatakan apapun padamu ??”
“Tidak, apakah ada masalah di rumah ??”
“Ya, tiba-tiba saja, seluruh pelayan memberitahu jika mereka hanya bisa bekerja malam ini saja, karena besok mereka sudah tidak bisa bekerja lagi disini.”
Vincent terkejut dengan perkataan itu, ada apa ini ?? Semua pelayan, mengundurkan diri secara bersamaan.
“A.. Apakah mereka tidak mengatakan apapun padamu ??”
“Sebagian dari mereka ingin mengundurkan diri karena di suruh pulang ke rumah oleh orang tua mereka, sebagian ingin melanjutkan pendidikan. Bagaimana ini Vincent ??! Bagaimana dengan Aluna disini ??”
Vincent memijat keningnya, “Aku akan pulang lebih awal dan mengurus semuanya.”
“Baiklah, maaf mengganggu pekerjaanmu. Oh iya, juga satpam yang berjaga di depan rumah.”
“Maksudmu Milo ??”
“Dia juga mengundurkan diri, karena ingin mencari pekerjaan yang lebih dekat dengan rumah orang tuanya.”
Lengkap sudah penderitaan Vincent, mencari pelayan sebegitu banyak sangat susah. Terlebih para pelayan itu, adalah perempuan dengan banyak talenta, mereka bisa memasak masakan yang enak, bahkan mereka bisa mengatasi masalah apapun di rumah. Tapi.. Mereka semua mendadak mengundurkan diri secara bersamaan ?!
“Aku akan mengurus nanti, aku banyak pekerjaan.” Ujar Vincent dengan singkat.
“Baiklah, kalau begitu..”
Telepon di matikan, Vincent menaruh handphonenya di atas meja. Tangannya mengusap kasar bagian rambutnya, masalah apalagi ini.. Aluna sedang hamil membutuhkan banyak pelayan, tapi kini mereka semua keluar, bahkan Milo ?! Ya Tuhan !!
Tanpa Vincent sadari, Damiel ruangannya sedang bertelepon dengan seseorang.
“Karena tugasmu sudah selesai, maka kau bisa keluar dari rumah itu..”
“Baik Tuan..”
Damiel mematikan saluran teleponnya, dan tersenyum miring. Otaknya merencanakan banyak sekali, rencana yang harus dia susun untuk merebut Sherly dari tangan Jeremy.
“Setelah ini, aku akan memastikan Sherly, wanita cantik itu jatuh ke tanganku.” Ujar Damiel menaruh handphone ke atas mejanya.
...
“Jadi, ada masalah apa ini ?? Kenapa kalian tiba-tiba mengundurkan diri secara bersama-sama ??”
Vincent memilih menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat, dan pulang lebih awal untuk bisa mengurusi permasalahan yang ada di rumah. Aluna, duduk di sebelahnya, juga Cath ada di sana. Para pelayan itu tersenyum kecil, lalu Virly membuka suaranya mewakili seluruh pelayan lainnya.
“Maafkan kami, karena mendadak Tuan Vincent. Kebetulan kami mendapatkan kabar dari orang tua kami, juga secara mendadak. Ada yang mendapat panggilan orang tuanya masuk rumah sakit, dan beberapa harus pulang ke rumah orang tua. Kami bisa memberikan bukti, berupa pesan dari orang tua kami, juga anda ingin memeriksanya.” Ujar Virly membawa handphone miliknya, begitu pula pelayan lainnya, Vincent mengangkat tangannya.
“Tidak perlu, baiklah aku percaya. Jadi kapan kalian akan pulang ??”
“Malam ini, Tuan.” Ujar Virly, membuat Vincent mengusapkan wajahnya secara kasar. Belum berhenti disitu, Milo tiba-tiba muncul, dan dengan sopan dia menundukkan tubuhnya.
“Tuan Vincent, mohon maaf. Saya di haruskan kembali pulang sore ini, maaf jika berkesan mendadak, karena orang tua saya sakit dan mengharuskan saya mencari pekerjaan yang lebih dekat dengan rumah orang tua.” Ujar Milo menundukkan tubuhnya dengan sopan, membuat Vincent kembali menghela nafasnya berat.
🌟🌟🌟🌟
..