NovelToon NovelToon
Tergoda Janda Kembang

Tergoda Janda Kembang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Janda / Crazy Rich/Konglomerat / Aliansi Pernikahan / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Setelah mengetahui pengkhianatan sang kekasih, serta ada masalah di pabriknya, Rayyan memutuskan untuk healing sejenak ke sebuah desa, tempat salah seorang sahabatnya berada.

Tapi, nasib justru mempermainkannya. Rayyan terjebak dalam sebuah kondisi, yang mana ia harus menikahi Lilis, seorang janda kembang.

Suatu hari, Rayyan pamit harus kembali ke Ibu Kota demi menyelesaikan urusannya. Tapi lama waktu berlalu, Rayyan tak kunjung kembali, hingga Lilis makin gelisah menanti.

Bagaimanakah lika-liku perjalanan mereka selanjutnya?

Apakah Rayyan akan tetap mempertahankan Lilis sebagai istri, dan menetap di desa tersebut?

Lantas apa yang sebenarnya terjadi pada Rayyan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok di Saat yang Salah.

#10

“Upin Ipin?” gumam Rayyan, tiba-tiba Rayyan tertawa lebar seorang diri, beberapa saat setelah meninggalkan rumah Bu Siti dan Nanang. Untung saja lampu jalan di desa sangat minim, dan kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit, jadi tak ada yang melihat tawanya saat ini. Jika ada yang melihat, pasti mereka mengira Rayyan sedikit tak waras. 

Jalanan desa mulai sunyi, terutama sekali  selepas magrib, dan saat ini Rayyan menyusuri jalan utama desa setelah sholat isya’, wajar kalau suasananya benar-benar sepi. Jika tak ada cahaya serta suara orang di tiap rumah, mungkin sudah layak disebut desa tak berpenghuni. 

Rayyan menambah kecepatan motornya, tujuannya adalah peternakan, karena sore tadi ia lupa meletakkan pakan di kandang kambing-kambingnya. Khawatir dengan para kambingnya, maka Rayyan rela kembali ke sana saat ini. 

Udara sejuk yang terasa beberapa saat lalu, kini bertambah dingin, terlebih, Rayyan hanya mengenakan kaos lengan pendek dan celana santai sebatas lutut. 

Beberapa saat kemudian, pria itu pun tiba di tempat tujuannya, masih ada cahaya lampu di warung kecil milik Lilis, “Apakah lampunya sengaja dinyalakan setiap kali di tinggal?” Rayyan kembali menggumam. 

Pria itu pun menghentikan motor di dekat pagar peternakan, ia terkejut, karena pagar dalam kondisi terbuka. Seingat Rayyan, kunci pagar dipegang para pekerja, agar mereka bisa langsung kerja keesokan harinya, tanpa menunggu dirinya atau Nanang datang ke sana. 

Tapi ini? Siapa yang pulang terakhir? Kenapa tak ada yang bertanggung jawab? 

Gubrak! 

“Tolo—” 

Suara jeritan itu terputus tiba-tiba, persis dari arah pondok kecil yang ada di dalam area peternakan. Tempat menginap, penjaga ternak sebelum Rayyan membeli tempat tersebut. 

Rayyan melangkah cepat, menghampiri tempat itu, ia semakin curiga, karena mendengar suara benda bergesek tapi cukup aneh. Ada suara jeritan tertahan, ditambah deru nafas seperti orang yang baru saja berlarian kesana kemari. 

Kedua tangan Rayyan reflek meraba saku celana pendeknya, ia mencari ponsel, karena saat ini ia butuh senter. Sayangnya, benda pipih persegi panjang itu pun tertinggal di rumah. Ah, benar-benar bukan waktu yang tepat. 

“To—” 

Sekali lagi, Rayyan mendengar suara tersebut, sangat putus asa, namun, kata-katanya kembali terputus di tengah. 

Untunglah, bulan sedang bulat sempurna, jadi masih ada penerangan dari alam semesta. 

“Bismillah, Ya, Allah, aku memohon perlindungan-Mu.” 

Setelah mengucap kalimat tersebut, Rayyan majin mempercepat langkahnya, merasa sebagai pemilik tempat ini, Rayyan pun tak ingin ada kejadian tak diinginkan terjadi di sana. 

Semakin lama, suaranya semakin jelas, kini Rayyan juga mendengar suara pria. 

“Diam, dan nikmati saja belaianku— malam ini kamu milikku, Lis. Sudah lama aku mendambakan tubuh molekmu.”

Suara itu disertai seringai tawa penuh nafsu kemenangan. 

Rayyan tak bisa lagi tinggal diam, orang itu pasti bermaksud berbuat asusila pada Lilis. 

Brak! 

Sekuat tenaga Rayyan mendobrak pintu pondok kecil tersebut. “Bajingan!” maki Rayyan pada pria yang kini tengah mengungkung tubuh Lilis. 

Bugh! 

Jika hanya urusan menendang, Rayyan cukup mahir. Maka pria itu segera menendang kepala pria itu, hingga ia terjengkang kebelakang. 

“Djiamp***!” Pria itu mengumpat kasar karena gagal melakukan aksinya, padahal nafsunya sudah diubun-ubun, karena sudah ditahan sejak tadi siang. 

Sementara Lilis kini terisak di sudut gelap ruangan tersebut. 

Pria itu gegas berdiri, lalu mendorong tubuh Rayyan, hingga Rayyan terdorong ke belakang. “Akh!” pekik Rayyan ketika merasakan nyeri pada punggungnya yang menabrak dinding dari bambu tersebut. 

Sementara itu, pria durjana itu lari tunggang langgang, sebelum para warga menghajarnya ramai-ramai. Rayyan bermaksud mengejar pria itu, tapi gelap malam seolah menyembunyikan kepergian pria itu dengan sempurna. 

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Rayyan, sementara nafasnya masih terengah-engah. “Duh, mana lagi lampunya?” 

“Jangan!” teriak Lilis memohon. “Pria itu merobek pakaianku, jadi sekarang—”

Lilis tak mampu melanjutkan kalimatnya, suaranya masih gemetar ketakutan, setelah dirinya hampir menerima pelecehan. 

“Apa di warung ada pakaian ganti?” tanya Rayyan. 

Lilis menggeleng dalam gelap, “Tak ada. Karena aku tak pernah menginap di warung.” 

“Lalu, kenapa sampai hampir larut begini kamu belum pulang?” 

"Karena— karena—” Sejenak Lilis ragu mengatakannya, “karena ibuku bermaksud menjadikan aku istri keempat dari pria berusia hampir 50 tahun.” 

“Hah?! What the fff—” 

Hampir saja Rayyan ikut mengumpat geram, kenapa nasib Lilis begitu malang? Setelah di cerai suaminya, ibunya sudah kebelet menikahkan wanita itu kembali, bahkan tak tanggung-tanggung, calon suaminya seorang pria beristri 3 dan usianya nyaris setengah abad. 

Apakah Lilis tidak begitu berharga bagi ibunya?

Rayyan menjerit dan mengumpat dalam hatinya. 

Tanpa pikir panjang, Rayyan melepas kaos longgar yang ia kenakan. “Pakailah kaosku dulu, baru aku nyalakan lampunya.” Rayyan menyodorkan kaos tersebut pada Lilis. 

“Lalu, kamu pakai baju apa?”

“Laki-laki tak ada masalah bila tak memakai atasan. Tapi perempuan?” 

Alasan Rayyan cukup masuk akal, hingga Lilis pun memakai benda tersebut tanpa pikir panjang lagi. Wanita itu meraba sekitar, mencari kerudung instan yang tadi dilempar asal oleh pria yang bermaksud jahat padanya. 

Setelah menemukan apa yang ia cari, Lilis buru-buru memakai benda tersebut untuk menutupi kepalanya. 

“Ah, ini dia saklar lampunya,” gumam Rayyan, akhirnya menemukan benda yang berfungsi sebagai tombol ajaib yang akan menyalakan penerangan di ruangan tersebut. 

Klek! 

Penerangan menyala, nampak Lilis kembali meringkuk memeluk kedua lututnya sendiri, tak jauh dari tempat Lilis, kaos yang wanita itu kenakan sebelum kejadian naas menimpanya. Kaos yang warnanya sudah lusuh tersebut, sudah terbelah menjadi dua di bagian depan.

Ada juga robekan di bagian belakang, pertanda bahwa Lilis sempat mencoba melarikan diri, Namun gagal. 

Rayyan menghela nafas, sebenarnya ia pun malu karena tubuh bagian atasnya terekspos begitu saja. Seolah sengaja di pamerkan, padahal tak six pack juga bentuknya, hanya saja masih proporsional dengan usianya yang masih muda. 

“Ayo, kamu harus pulang,” kata Rayyan. 

“Tidak mau.” Lilis kembali menggeleng. 

“Tapi kamu tahu sendiri, disini sepi jauh dari rumah warga, terlalu bahaya bagimu.”

“Tapi—”

“Setidaknya kamu aman di rumah, dan soal lamaran itu, utarakan dengan tegas perasaanmu, di hadapan pria itu! Jangan di depan ibumu!” 

Ide Rayyan cukup masuk akal, hingga Lilis pun mengangguk patuh. “Sekali lagi, terima kasih, M-mas,” ucap Lilis, ragu hendak memanggil Rayyan dengan sebutan apa. 

“Apa kamu tahu siapa pria tadi?” Sambil berjalan menyusuri lahan peternakan, Rayyan kembali bertanya. 

Lilis mengangguk, “Dia dari desa sebelah, dan ikut bersama rombongan yang menggarap peternakan ini—” 

“Namanya?” tak sabar Rayyan ingin tahu siapa pria tadi. 

“Karman, dia memang terkenal sering berulah sejak dulu.” 

Rayyan mengangguk, tiba-tiba ia melihat cahaya senter dari arah pagar beberapa pria menghampiri Rayyan dengan rasa curiga. Rupanya mereka adalah hansip yang sedang berkeliling desa, memantau keamanan lingkungan sekitar. 

Cahaya senter semakin mendekat, Rayyan mengangkat lengan guna menutupi pandangan matanya. Lalu hal tak terduga terjadi. 

“Sedang apa kalian? Berbuat mesum?”

“Ah, iya lihat saja dia tak berpakaian.” 

“Pak— kami bisa jelaskan ap—”

Para pria itu rak memberi Rayyan dan Lilis kesempatan untuk bicara. Lagi pula mau bicara apa, terbukti mereka sudah kepergok, keluar dari gubuk kecil yang jauh dari rumah warga. Apalagi yang mereka perbuat, pasti bermesraan, apalagi Lilis yang mengenakan kaos Rayyan membuat mereka semakin terpancing rasa curiga. 

“Pasti sudah kebelet, ya. Dosa, tau, gak!” 

“Apanya yang dosa, pak?! Kami tak melakukan apa-apa!” kata Lilis memohon. 

Malu sekali bila seluruh warga desa mendengar kejadian ini. 

1
Esther
waduh Rayyan langsung tancap gas....ditunggu cerita unboxingnya😂
Esther
Lilis disulap jadi semakin cantik...siap membikin Rayyan terpesona
Ayesaalmira
wah saking senengnya...
Bunda Idza
kejutan yang menyenangkan 🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
aawww... ada yg menjerit tp bukan bibirnya😂
Felycia R. Fernandez
rasakan,selama ini hidup hanya enak enakan,biar sekarang merasakan kerja seperti Lilis
Shee_👚
aduh giliran nya nambah bab pas lagi hot🔥🔥🔥🔥 malah di gantung kaya jemuran belum kering 🤣🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
awas mungkin ini ya kak
Shee_👚
Alhamdulillah lilis selamat dari niat buruk para istri-istri solehot🔥
Shee_👚
mampus g tuh, orang dah punya madu ampe 3 malah di suruh nambah lagi ap ya g murka itu istri 3🤣
Shee_👚
sabar mulu tanpa kerja ya rejeki juga minggat odah😒
Shee_👚
biat tau rasa gimana capenya nyari duwit, jangan cuma bisanya minta sama protes doank😏
🌷Vnyjkb🌷
tte rosa baikkk, pengertiannn,👍👍lilis otw bahagia nih,,, lilis layak menuai kebahagiaan,,, awassss ktmu si dio,,, tunjukkan pesonamu ,liss🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
yang sedang lelah,eh dapat vitamin😅😅😅
🌷Vnyjkb🌷
benerrr!! ini Sekolahan yg pAs buat mbee, klu blm sadarr yo kudu d PerLamaaa sekolahnya, biar cumlaude,🤣🤣
Nar Sih
surpraise untuk mu rayyan ,dri lilis untuk mu ,semgatt lepas rindu nya 😂😂
🌷Vnyjkb🌷
eeee, gak sadarrrr benerr,, km tu yg hrs d awas²,,, lilis korban mu dan ibumu,, gak tau diri amattt!!
Rahmawati
asek asek😂
🌷Vnyjkb🌷
itu juga yg terjadi pd Tubuh Lilis,,, nikmatilahhhh hari² tuaianmu odahhh🤣🤣sukuurrr!!!
Rahmawati
mantep nih bu Rosa.
setelah Rayyan liat apa akan langsung ehem ehem ya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!