NovelToon NovelToon
Kadus Idaman

Kadus Idaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Harem / Romansa pedesaan
Popularitas:49.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Di usianya yang sudah 26 tahun, Arya masih betah menganggur. Cita-citanya bekerja di kantor besar bahkan menjadi CEO, tidak menjadi kenyataan. Bukan itu saja, tiga kali pula pria itu gagal mendaftar sebagai CPNS.

Ketika di kampungnya diadakan pemilihan Kepala Dusun baru, dengan penuh percaya diri, Arya mencalonkan diri. Tidak disangka, pria itu terpilih secara aklamasi.

Kehidupan Arya berubah drastis semenjak menjabat sebagai Kadus. Pria itu kerap dibuat pusing dengan ulah warganya sendiri yang terkadang membuatnya darah tinggi sampai turun bero.

Selain pusing mengurus warga, Arya juga dibuat pusing ketika harus memilih tiga wanita muda yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya.

Ada Arini, dokter muda yang menjadi alasan Arya menjadi Kadus. Lalu ada Azizah, gadis manis dan Solehah anak Haji Somad. Terakhir ada Arum, janda beranak satu yang cantik dan seksi.

Yang mau follow akun sosmed ku
IG : Ichageul956
FB : Khairunnisa (Ichageul)
TikTok : Ichageul21

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raja Gombal

Dengan diantar Arya, Airin mulai berkeliling kampung Sukawangi. Sambil berjalan, Airin menikmati pemandangan kampung Sukawangi yang indah. Dari kejauhan nampak dua gunung yang mengapit, yakni Gunung Gede dan Gunung Pangrango.

“Kampung Sukawangi kayanya paling besar di antara kampung yang lain ya, Kang.”

“Iya. Dulu kampung Sekarwangi yang paling besar. Sampai ada 8 RW. Akhirnya dimekarkan menjadi desa Padawangi. Desa Sekarwangi membawahi 5 RW, sementara desa Padawangi yang paling kecil, hanya 3 RW dan tidak punya Kadus.”

Dengan lancar Arya menerangkan silsilah desa yang baru diketahuinya tiga hari lalu. Itu juga karena diceritakan oleh Abahnya.

“Kalau kampung Sukawangi ada berapa RW?”

“Ada 6 RW. Di kampung ini juga terletak curug yang keindahannya ngga kalah dari curug-curug lain yang duluan viral. Namanya curug Halimun. Disebut curug Halimun karena daerah sekitar curug sering diselimuti kabut. Kapan-kapan aku ajak ke sana.”

Keduanya terus melangkah menyusuri jalanan kampung. Kadus yang baru terpilih itu membawa dokter muda tersebut ke rumah Bu Aminah. Di sana banyak berkumpul ibu-ibu yang membuat kerajinan dari bambu, seperti boboko, tampah atau keranjang.

“Wilujeng enjing (selamat pagi) Ibu-ibu anu gareulis (cantik),” sapa Arya.

“Eh ada Pak Kadus. Ayo duduk, Pak. Mau minum apa?”

“Apa aja, Bu. Kopi boleh tapi gulanya dikit aja. Takut diabetes, soalnya di samping saya udah ada yang manis melebihi gula,” ujar Arya seraya melirik Airin yang berdiri di sampingnya.

Mendengar ucapan Arya, sontak membuat wajah Airin. Apalagi semua Ibu yang ada di sana langsung melihat padanya.

“Ieu the kabogohna (pacarnya) Pak Kadus?”

“Eh bukan Bu. Ini dokter Airin. Dia dokter baru yang bertugas di klinik desa. Tapi kalau Ibu-ibu mau mendoakan saya jadi pacarnya dokter Airin, dengan senang hati saya aminkan.”

“Uhuy! Terima aja, dok. Pak Kadus kan ganteng.”

“Kalau jadian gelarnya nambah jadi Bu Dokter Kadus.”

“Hihihi..”

Kembali wajah Airin memerah. Sementara Arya semakin jumawa dan percaya diri saja mendengar dukungan untuk dirinya.

Melihat Airin yang nampak malu-malu sedikit membuat Arya berpikir kalau dokter muda itu juga menyimpan rasa padanya.

“Eh ayo duduk dulu, Pak Kadus, Bu dokter.”

Bu Aminah membawakan dua kursi plastik untuk kedua tamunya. Arya membenarkan letak kursi lebih dulu, baru kemudian mempersilakan Airin untuk duduk.

“Bu dokter mau minum apa?”

“Apa aja, Bu.”

“Ceu Iroh, tolong buatkan kopi buat Pak Kadus dan teh manis buat bu dokter.”

Sementara Ceu Iroh sedang membuatkan minuman, Arya langsung mengatakan niat kedatangan mereka.

“Begini Ibu-ibu yang cantik. Kedatangan saya mengantar dokter Airin mau mengabarkan kalau sekarang klinik Desa buka setiap Senin sampai Sabtu, dari jam delapan sampai empat sore. Tapi kalau ada yang butuh pertolongan mendadak, bisa langsung aja ke kontrakannya di samping rumah Ceu Romlah. Rumah kontrakan Pak Apip. Benar kan dokter?” Arya melihat pada Airin seraya melemparkan senyuman.

“Iya, Kang.”

“Dan sekarang kalau Ibu-ibu tidak keberatan, dokter Airin mau melakukan pemeriksaan. Gratis ya, Bu Ibu.”

Arya sengaja menyebutkan kata gratis, khawatir kalau mereka menolak karena menganggap harus membayar.

Mendengar kata gratis, tentu saja membuat para Ibu bersemangat. Mereka langsung mengantri untuk diperiksa. Arya memberikan kursinya sebagai tempat duduk pasien dadakan.

Airin mengeluarkan peralatan medisnya berupa stetoskop dan alat pengukur tensi. Dengan bersemangat dia mulai memeriksa wanita yang rata-rata usianya sudah di atas 40 tahun.

“Ibu ada keluhan ngga?” tanya Airin pada Bu Emi, yang paling tua di antara yang lain.

“Badan saya sering gatal-gatal, dok.”

“Apa Ibu punya gula?”

“Ai dokter ngaledek. Gula mah punya. Bukan cuma gula, terigu, kopi, beras juga ada.”

Airin terdiam sejenak. Ingin rasanya dia tertawa tapi sebisa mungkin ditahannya. Entah si Ibu yang salah menangkap atau dia yang salah bertanya.

“Maksud saya, gula darah Ibu tinggi ngga? Salah satu gejala diabetes itu kulit gatal-gatal.”

“Oh gitu, saya ngga tahu, dok. Belum cek gula darah juga.”

“Besok Ibu bisa ke klinik desa? Saya cek gula darah Ibu besok. kalau sekarang saya ngga bawa alatnya.”

“Iya, dok.”

Usai memerika Emi, bergantian Airin memeriksa yang lainnya. Sampai akhirnya memeriksa Ibu Aminah, pemilik rumah yang didatanginya.

“Bu Aminah tekanan darahnya tinggi. Kurangi makan yang asin, kurangi makan gorengan, coba dipadu dengan olahraga setiap hari supaya tensi bisa terjaga stabil. Cukup jogging aja, ngga usah olahraga yang berat. Ini saya berikan obat penurun tekanan darah. Diminum satu kali sehari. Perhatikan jam minumnya, harus sama setiap harinya ya, Bu. supaya khasiat obatnya bisa bekerja maksimal.”

“Iya, dok. Kalau obatnya habis, bisa beli langsung atau harus resep dokter?”

“Bisa beli langsung, Bu. Harganya murah kok.”

“Terima kasih, dok.”

“Perbanyak makan yang rebusan ya, Bu.”

“Siap.”

Bu Aminah adalah orang terakhir yang menjalani pemeriksaan. Sebelum pergi, Airin mengingatkan pada Ibu yang harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menemuinya di klinik desa besok.

“Terima kasih ya, Kang Arya.”

“Sama-sama, dok. Cuma nganterin aja, apa yang repot.”

“Kang Arya mau kembali ke bale dusun?”

“Ngga, aku mau ke balai desa, mau ketemu Pak Sekdes, ambil seragam sama atribut.”

“Wah pasti gagah ya kalau udah pakai seragam.”

“Tenang aja, besok pagi aku bakal ke klinik.”

“Mau ngapain?”

“Mau setor wajah biar kamu ngga penasaran penampilan ku kalau pakai seragam gimana. Takutnya kamu membayangkan sampai ngga bisa tidur.”

Airin hanya tersenyum seraya menundukkan kepalanya. Tidak disangka pria yang baru dikenalnya seminggu yang lalu ternyata pandai menggombal.

Melihat reaksi Airin yang malu-malu meong semakin membuat Arya percaya diri. Tidak sia-sia dirinya mencalonkan diri jadi Kadus. Ternyata jabatannya sekarang benar-benar membuka peluangnya bersama dengan dokter cantik itu.

***

Tidak terasa seminggu sudah Arya menjalankan tugasnya sebagai Kadus. Sejauh ini semuanya lancar terkendali. Sampai tiba di mana dia mulai merasakan repotnya menjadi Kadus. Ini dimulai ketika Sulaiman, ketua RT 01 yang ada di RW 05 datang dengan membawa seorang warganya.

“Pak Kadus, ini Ibu Jubaedah. Ada yang mau dibicarakan dengan Pak Kadus,” ujar Sulaiman yang mengantarkan Jubaedah ke bale dusun.

“Silakan duduk, Bu Jubaedah, Pak Sulaiman.”

“Saya mau langsung pulang, Pak Kadus. Mangga Bu Jubaedah. Silakan langsung bicarakan saja permasalahannya dengan Pak Kadus.”

Buru-buru Sulaiman meninggalkan balai dusun. Seolah pria itu tidak mau terlibat lagi dalam urusan Jubaedah.

“Sebenarnya ada apa, Bu?”

“Abi (saya) geus teu kuat Pak Kadus. Cik tulungan abi. Abi teh kedah kumaha? (harus bagaimana?). Disabaran kalakah beuki jangar ka abina (Disabarin malah tambah pusing ke sayanya),” cerocos Jubaedah dengan kecepatan berbicara mencapai 80km/jam.

***

Si Arya kang gombal juga😏

Go Jubedah buat Arya pusing🤣

1
☘𝓡𝓳 IႶძiჁმ☘𝓡𝓳
eeh aapa tau Kadus nya mau bertanggung jawab 🫣😂
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
awas nyebur tuh 🤣
Maria Kibtiyah
ada lg aja nih yg bakal jd gombalan si arya
Cucun Sukmawati
widih cewek lagi aja nih Arya,,hari ini full program Arya semua y g ada sesi gombalan yg bikin pengen getok deh,,tapi kyknya besok ada lagi nih gombalan receh Arya🤣🤣🤣
Safitri Agus
lho bukannya perempuan ketiga itu Ceu Romlah ya 🤭
Febri Nayu
sopo maneh si arum
anonim
Warga kampung senang punya Kadus seperti Arya. Selesai kerja bakti, warga diajak makan bersama di balai dusun. Arya juga sangat senang melihat warga kampung bisa dekat dan akrab.

Warga masih makan, Arya memberi pengumuman tentang sampah yang harus dipilah-pilah menjadi tiga, setiap rumah menyiapkan tiga tempat sampah.

Pinter Arya cara penyampaiannya, hingga semua warga kampung mulai kompak dan bersedia mengikuti aturan.
choowie
siapa lagi nih
choowie
moal Aya Kadus NUcalutak kawas s arya😅
choowie
buat masyarakat berguna... kecuali buat ortunya bikin tandukan 😅
choowie
salahnya gak bilang sama kades mau bikin Chanel utube ar
anonim
Kades Wira main jitak kepala Arya, diprotes malah nge-gas 😁. Mau di bacok kau Arya... Arya...

Ternyata salah Arya bikin channel utube tentang jalan rusak, menyebut dan mention KDM. Pak Kades takut ditegur KDM.

Arya menjelaskan dengan gayanya yang sempat bikin kesal Pak Kades.

Harusnya yang jadi Kades, Arya saja. Pak Kades Wira panikan gara-gara channel utube Arya dia jadi lupa mulai th 2026 pembangunan jalan desa diambil alih sama provinsi.

Pak Kades jadi bangga punya bawahan memiliki ide cemerlang.

Ide Arya ada aja untuk kemajuan kampungnya. Mumpung Pak Kades ada, dia mau pengajuan dana.

Sekalian Pak Kades dia paksa untuk ikut kerja bakti.
Cindy
lanjut kak
Wanita Aries
muncul lagi satu wanita auto madu 3 ya arya🤣
Carlina Carlina
makin bingung aja si arya nih mau pilih yg mana🤦😂😂🤣🤣🤣🤣🤗🤗🤗
Carlina Carlina
aziza cantiq🥰🥰
Carlina Carlina
kenapa si arya d ketok pala nya sm wira thor🤭😂😂😂🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
keren lah Arya.dari bukan siapa2 yang awalnya ingin jadi kadus hanya karena ada wanita yang disukai,sekarang menjadi lebih bertanggung jawab dengan tugas yang di amanhkan padanya untuk membangun desanya jadi lebih baik
Ria alia
Eaaaaa siapakh wanita yg bernama arum ini, org baru kah atw ada masalalu dng arya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!