Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA
Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH
Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.
Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.
"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Selamanya bersamamu. Itulah janjiku padamu."
Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Mara nanar menatap chat dari Gama. Tertera kata Nyocot disana. Seketika air mata terasa panas menetes kedua pipi. Ingatannya kembali melayang pada dua tahun yang lalu saat Xeline mengalami bullying saat di sekolah asrama. Rasa sesak tetiba menghampiri Mara saat ingatan tentang bullying berada di pikirannya
Mara mengirim pesan pada Gama.
BTW, kamu namanya siapa? Nanti saya akan mengatakan permasalahan bullying verbal ini ke wali kelas Xeline dan menunjukkan bukti tangkap layar ini Kepada beliau. Saya ingin bertanya sama kanu. Saya ingin ketemu denganmu dan membicarakan masalah ini. Kira-kira mana kita bisa bertemu? Saya ingin bertemu kamu saat ini juga. Mohon balas WA saya ya
Mara melakukan panggilan telepon pada Gama, namun tidak diangkat.
Mara mengirimkan sebuah pesan wa
Halo Mas. Mohon telepon saya diangkat ya
Ada balasan WA dari Gama.
Bu ini aku Bhima. Aku membalas chat Ibu dari nomor Gama karena saat ini aku sedang tidak membawa ponsel. Bu aku minta tolong, jangan bawa-bawa masalah dan mengunggahnya ke status WA. Maaf kalau bisa, kalau ada masalah terutama yang menyangkut dengan Xeline, jangan chat orang lain. Silakan Ibu chat ke nomorku saja. Ini aku balas chat ibu, temanku saja nggak tahu. Saya mohon maaf atas nama teman saya bila teman ada salah. Aku bukan membela teman. Tapi saya minta, jangan gini Bu. Nanti takutnya Xeline jadi nggak punya temen
Mara melihat chat dari Bhima dengan seksama.
"Anak ini tetap saja seperti dulu. Selalu minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah ia perbuat," batin Mara.
Ada pesan lagi dari nomer Gama
Bu, ini aku yang chat. Aku Bhima. Bukan Gama yang chat
Ada wa lagi
Bu saya mohon tolong balas chat saya. Bu, saya mohon tolong hapus status ibu di WA. Ini temanku Gama sudah kunasehati agar tidak mengulangi masalah itu lagi. Bu, kumohon balas chat ku please.
Mara membalas
Xeline nggak punya temen juga nggak papa kok. Orang temennya juga pembully semua
Balasan dari nomer Gama
Bu tolong ini, aku Bhima. Aku minta maaf atas nama temanku. Untuk masalah ini, aku mohon Ibu chat di nomorku saja. Please. Ya udah gitu aja
Mara membalas
Jangan dibiasakan minta maaf atas kesalahan orang lain. Lha wong temanmu yang melakukan kesalahan saja, yang sudah membully anak saya tidak memiliki rasa bersalah dan tidak berkeinginan untuk meminta maaf ke saya
Balasan wa dari Gama
Bu aku mohon. Sudahi permasalahan ini. Tolong ibu hapus status wa-nya daripada nanti masalahnya semakin lama akan semakin tambah banyak dan melebar kemana-mana. Bila Ibu terlalu over protektif sama Xeline, semua temannya akan hilang semua. Aku nggak mau dia nggak punya temen lagi. Toh sudah ada aku. Bila ada permasalahan, apapun itu masalahnya, Ibu bisa ngomong ke aku. Sudah ya Bu. Ini aku masih kerja kelompok
Mara membalas
Saya memang over protektif pada anak saya karena tidak ada yang melindungi dia selain saya ibunya. Bila bukan saya, siapa lagi yang akan melindunginya? Apa saya harus berharap pada orang lain untuk melindungi anak saya? Tolong suruh temanmu angkat teleponku sekarang Apa perlu aku datangi ke lokasi sekarang
Balasan dari nomer Gama
Jangan bu. Kumohon. Aku sudah menasehati Gama. Katanya dia nggak akan mengulanginya lagi
Mara membalas
Makanya temanmu suruh angkat telepon dari saya
Balasan dari nomer Gama
Jangan Bu. Tolong bu. Sudah cukup
Mara membalas
Aku nggak suka kalau seperti ini
Nomer Gama membalas
Aku sudah disuruh Gama untuk menyampaikan permintaan maaf. Tolong ibu stop dulu Masalah ini. Aku sudah bilang sama ibu. Ada aku. Biar aku yang ngomong tentang masalah ini sama Gama. Apa Ibu tidak percaya sama aku?
Mara menatap chat itu dengan seksama.
Kembali ada chat dari nomer Gama
Selamat malam Bu aku sudah dibilangin sama Bhima Maaf aku nggak akan mengulangi mengatakan kata itu lagi aku minta maaf aku Gama
Ada chat lagi dari wa Gama
Bu, saya Gama. Saya mohon maaf. Saya nggak sengaja wa seperti itu di grup. Saya tahu saya salah karena saya nggak save nomornya Xeline. Jadi saya nggak tahu kalau itu Xeline. Apalagi dia pakai PP anime cowok. Aku mengira dia cowok. Tolong hapus status WA ibu ya. Aku tadi sudah dibilangin sama Bhima. Aku juga sudah berjanji nggak akan mengulangi lagi
Mara sangat mengenali bahasa chat dari Bhima. Ia begitu paham bahwa chat di atas bukanlah chat dari Gama. Tapi dari Bhima. Mara pernah sekilas bertemu dengan Gama. Dari wajahnya saja. Mara bisa sudah memperkirakan bagaimana sifat aslinya.
Mara membalas chat itu seolah-olah ia sedang mengirim chat pada Gama.
Maksudmu apa ya ngapain anak saya nyocot gitu? Xeline salah apa sama kamu hingga kamu bersikap seperti itu sama anak saya? Terus kalau pp-nya cowok, kamu juga bebas itu berkata hal yang tidak sopan pada cowok juga? Xeline mungkin akan diam saja saat dikatain apapun, tapi saya sebagai ibunya, saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Ibu mana yang akan terima bila anaknya tidak bersalah, tapi dikatain yang tidak sopan
Balasan dari wa Gama
Iya bu. Saya mengaku salah. Jangan diperpanjang permasalahannya. Sudah ya Bu. Tolong dimaafkan saya juga nggak tahu
Mara mengernyit membaca chat Gama
Apa maksudmu nggak tahu? Terus yang nulis chat nyocot itu siapa? Hantu kah? Dedemit kah?
Balasan dari Wa Gama
Bu, saya akan minta maaf sendiri ke Xeline. Saya minta maaf saya sudah mengaku salah. Tolong Bu chat ini jangan ibu buat sebagai status WA Bu. Tolong terima Maaf saya
Balasan dari Mara
Kamu nggak pernah tahu setrauma apa saya sama bullying? Kamu juga nggak tahu se ketrigger apa saya bila ada bullying kembali terjadi pada anak saya. Saat saya mengetahui Xeline dibully dan tidak mati di asrama saja, saya sudah sangat bersyukur sekali. Proses healing pasca bullying, untuk konsultasi kr psikolog agar Xeline segera mendapatkan konseling juga nggak mudah. Menghadapi anak yang sering tidak masuk sekolah karena masih memiliki trauma bullying juga bukanlah hal yang mudah. Semua proses juga nggak gampang.
Chat dari Wa Gama
Aku sudah ibu maafkan?
Nomer Gama menelpon Mara. Tapi saat diangkat, ia mereject.
Kalau mau telepon telepon saja. Nggak usah cuma Misscall. Apa kamu cuma punya mental cemen?
Balasan dari wa Gama
Aku minta maaf. Aku takut Ibu jadikan status WA. Tolong jangan Ibu posting di status WA. Please
Mara membalas
Kamu malu toh perkataan tidak sopanmu saya jadikan status WA? Wong kamu ngatain anak saya saja enggak malu kok? Terus saya post di WA tentang kesalahan kamu kamu sendiri, kok malu?
wa gama membalas
Maaf Bu. Aku nggak sengaja. Ibu tanya Bhima nanti pas sudah pulang kerja kelompok. Soalnya dia nggak bawa HP
Mara melihat ke arah dinding. Jarum jam sudah m menunjukkan pukul sembilan malam. Mara memperkirakan Bhima sudah pulang dari kerja kelompoknya. Bila ia mengirim chat, Mara sudah memperkirakan pastilah Gama yang akan membalas. Bukan Bhima
Mara mengirim sebuah pesan pada Gama
Nggak sengaja wa dengan kata nyocot. Aneh
Mara mengirim pesan kembali
Lucu yang salah siapa yang minta maaf siapa
Gama membalas
Semua yang wa tadi itu Bhima Bukan Aku
Duaaarrrrrr
Seperi terjadi ledakan besar di kepalanya. Kecurigaan Mara akhirnya terjawab. Semua chat di atas memang chat dari Bhima. Bukan Gama.
Saatnya Mara bertindak.