NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Selamanya bersamamu. Itulah janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Mara nanar menatap chat dari Gama. Tertera kata Nyocot disana. Seketika air mata terasa panas menetes kedua pipi. Ingatannya kembali melayang pada dua tahun yang lalu saat Xeline mengalami bullying saat di sekolah asrama. Rasa sesak tetiba menghampiri Mara saat ingatan tentang bullying berada di pikirannya

Mara mengirim pesan pada Gama.

BTW, kamu namanya siapa? Nanti saya akan mengatakan permasalahan bullying verbal ini ke wali kelas Xeline dan menunjukkan bukti tangkap layar ini Kepada beliau. Saya ingin bertanya sama kanu. Saya ingin ketemu denganmu dan membicarakan masalah ini. Kira-kira mana kita bisa bertemu? Saya ingin bertemu kamu saat ini juga. Mohon balas WA saya ya

Mara melakukan panggilan telepon pada Gama, namun tidak diangkat.

Mara mengirimkan sebuah pesan wa

Halo Mas. Mohon telepon saya diangkat ya

Ada balasan WA dari Gama.

Bu ini aku Bhima. Aku membalas chat Ibu dari nomor Gama karena saat ini aku sedang tidak membawa ponsel. Bu aku minta tolong, jangan bawa-bawa masalah dan mengunggahnya ke status WA. Maaf kalau bisa, kalau ada masalah terutama yang menyangkut dengan Xeline, jangan chat orang lain. Silakan Ibu chat ke nomorku saja. Ini aku balas chat ibu, temanku saja nggak tahu. Saya mohon maaf atas nama teman saya bila teman ada salah. Aku bukan membela teman. Tapi saya minta, jangan gini Bu. Nanti takutnya Xeline jadi nggak punya temen

Mara melihat chat dari Bhima dengan seksama.

"Anak ini tetap saja seperti dulu. Selalu minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah ia perbuat," batin Mara.

Ada pesan lagi dari nomer Gama

Bu, ini aku yang chat. Aku Bhima. Bukan Gama yang chat

Ada wa lagi

Bu saya mohon tolong balas chat saya. Bu, saya mohon tolong hapus status ibu di WA. Ini temanku Gama sudah kunasehati agar tidak mengulangi masalah itu lagi. Bu, kumohon balas chat ku please.

Mara membalas

Xeline nggak punya temen juga nggak papa kok. Orang temennya juga pembully semua

Balasan dari nomer Gama

Bu tolong ini, aku Bhima. Aku minta maaf atas nama temanku. Untuk masalah ini, aku mohon Ibu chat di nomorku saja. Please. Ya udah gitu aja

Mara membalas

Jangan dibiasakan minta maaf atas kesalahan orang lain. Lha wong temanmu yang melakukan kesalahan saja, yang sudah membully anak saya tidak memiliki rasa bersalah dan tidak berkeinginan untuk meminta maaf ke saya

Balasan wa dari Gama

Bu aku mohon. Sudahi permasalahan ini. Tolong ibu hapus status wa-nya daripada nanti masalahnya semakin lama akan semakin tambah banyak dan melebar kemana-mana. Bila Ibu terlalu over protektif sama Xeline, semua temannya akan hilang semua. Aku nggak mau dia nggak punya temen lagi. Toh sudah ada aku. Bila ada permasalahan, apapun itu masalahnya, Ibu bisa ngomong ke aku. Sudah ya Bu. Ini aku masih kerja kelompok

Mara membalas

Saya memang over protektif pada anak saya karena tidak ada yang melindungi dia selain saya ibunya. Bila bukan saya, siapa lagi yang akan melindunginya? Apa saya harus berharap pada orang lain untuk melindungi anak saya? Tolong suruh temanmu angkat teleponku sekarang Apa perlu aku datangi ke lokasi sekarang

Balasan dari nomer Gama

Jangan bu. Kumohon. Aku sudah menasehati Gama. Katanya dia nggak akan mengulanginya lagi

Mara membalas

Makanya temanmu suruh angkat telepon dari saya

Balasan dari nomer Gama

Jangan Bu. Tolong bu. Sudah cukup

Mara membalas

Aku nggak suka kalau seperti ini

Nomer Gama membalas

Aku sudah disuruh Gama untuk menyampaikan permintaan maaf. Tolong ibu stop dulu Masalah ini. Aku sudah bilang sama ibu. Ada aku. Biar aku yang ngomong tentang masalah ini sama Gama. Apa Ibu tidak percaya sama aku?

Mara menatap chat itu dengan seksama.

Kembali ada chat dari nomer Gama

Selamat malam Bu aku sudah dibilangin sama Bhima Maaf aku nggak akan mengulangi mengatakan kata itu lagi aku minta maaf aku Gama

Ada chat lagi dari wa Gama

Bu, saya Gama. Saya mohon maaf. Saya nggak sengaja wa seperti itu di grup. Saya tahu saya salah karena saya nggak save nomornya Xeline. Jadi saya nggak tahu kalau itu Xeline. Apalagi dia pakai PP anime cowok. Aku mengira dia cowok. Tolong hapus status WA ibu ya. Aku tadi sudah dibilangin sama Bhima. Aku juga sudah berjanji nggak akan mengulangi lagi

Mara sangat mengenali bahasa chat dari Bhima. Ia begitu paham bahwa chat di atas bukanlah chat dari Gama. Tapi dari Bhima. Mara pernah sekilas bertemu dengan Gama. Dari wajahnya saja. Mara bisa sudah memperkirakan bagaimana sifat aslinya.

Mara membalas chat itu seolah-olah ia sedang mengirim chat pada Gama.

Maksudmu apa ya ngapain anak saya nyocot gitu? Xeline salah apa sama kamu hingga kamu bersikap seperti itu sama anak saya? Terus kalau pp-nya cowok, kamu juga bebas itu berkata hal yang tidak sopan pada cowok juga? Xeline mungkin akan diam saja saat dikatain apapun, tapi saya sebagai ibunya, saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Ibu mana yang akan terima bila anaknya tidak bersalah, tapi dikatain yang tidak sopan

Balasan dari wa Gama

Iya bu. Saya mengaku salah. Jangan diperpanjang permasalahannya. Sudah ya Bu. Tolong dimaafkan saya juga nggak tahu

Mara mengernyit membaca chat Gama

Apa maksudmu nggak tahu? Terus yang nulis chat nyocot itu siapa? Hantu kah? Dedemit kah?

Balasan dari Wa Gama

Bu, saya akan minta maaf sendiri ke Xeline. Saya minta maaf saya sudah mengaku salah. Tolong Bu chat ini jangan ibu buat sebagai status WA Bu. Tolong terima Maaf saya

Balasan dari Mara

Kamu nggak pernah tahu setrauma apa saya sama bullying? Kamu juga nggak tahu se ketrigger apa saya bila ada bullying kembali terjadi pada anak saya. Saat saya mengetahui Xeline dibully dan tidak mati di asrama saja, saya sudah sangat bersyukur sekali. Proses healing pasca bullying, untuk konsultasi kr psikolog agar Xeline segera mendapatkan konseling juga nggak mudah. Menghadapi anak yang sering tidak masuk sekolah karena masih memiliki trauma bullying juga bukanlah hal yang mudah. Semua proses juga nggak gampang.

Chat dari Wa Gama

Aku sudah ibu maafkan?

Nomer Gama menelpon Mara. Tapi saat diangkat, ia mereject.

Kalau mau telepon telepon saja. Nggak usah cuma Misscall. Apa kamu cuma punya mental cemen?

Balasan dari wa Gama

Aku minta maaf. Aku takut Ibu jadikan status WA. Tolong jangan Ibu posting di status WA. Please

Mara membalas

Kamu malu toh perkataan tidak sopanmu saya jadikan status WA? Wong kamu ngatain anak saya saja enggak malu kok? Terus saya post di WA tentang kesalahan kamu kamu sendiri, kok malu?

wa gama membalas

Maaf Bu. Aku nggak sengaja. Ibu tanya Bhima nanti pas sudah pulang kerja kelompok. Soalnya dia nggak bawa HP

Mara melihat ke arah dinding. Jarum jam sudah m menunjukkan pukul sembilan malam. Mara memperkirakan Bhima sudah pulang dari kerja kelompoknya. Bila ia mengirim chat, Mara sudah memperkirakan pastilah Gama yang akan membalas. Bukan Bhima

Mara mengirim sebuah pesan pada Gama

Nggak sengaja wa dengan kata nyocot. Aneh

Mara mengirim pesan kembali

Lucu yang salah siapa yang minta maaf siapa

Gama membalas

Semua yang wa tadi itu Bhima Bukan Aku

Duaaarrrrrr

Seperi terjadi ledakan besar di kepalanya. Kecurigaan Mara akhirnya terjawab. Semua chat di atas memang chat dari Bhima. Bukan Gama.

Saatnya Mara bertindak.

1
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!