***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Main Kuda Kudaan Di Mobil
Rea berjalan mondar mandir di ruang tamu, tak henti menatap jam dinding, raut wajah nya di penuhi kecemasan, sudah satu jam sejak Dean mengantar Jule pergi ke klinik, tapi tidak ada kabar sama sekali, hati nya resah, takut kalau luka yang di derita pelayan nya itu parah.
Mbak Citra yang dari tadi memperhatikan hanya bisa meremas tangannya sendiri, dalam hati nya dia merasa bersalah, dia tau semua ini hanya lah sandiwara Jule dan entah bagaimana diri nya ikut terseret di dalam nya, dia tidak tega berbohong ke pada Rea, tapi juga tak punya keberanian untuk melawan perintah Jule mau pun Dean.
" Apa tidak sebaik nya nyonya istirahat saja ?? ." ucap mbak citra akhir nya suara nya lembut namun canggung. " nanti kalau tuan sama Jule sudah pulang, pasti tuan akan membangun kn nyonya." ucap mbak citra yang merasa kasihan kepada majikan nya.
Rea menggeleng cepat . " enggak mbak, sebelum aku tau kabar dari mas Dean aku belum bisa tenang. " kata nya dengan nada lelah. " kalau mbak citra mau istirahat dulu silahkan saja, aku tunggu di sini dulu."
Mbak Citra menatap Rea dengan iba, sosok mudah yang baru saja menikah itu sangat tulus dan polos, tidak tau bahwa kepercayaan nya itu sedang di uji dengan ke bohongan orang orang di sekitarnya, dia menarik napas panjang lalu hanya bisa mengangguk pelan.
" Baik nyonya." katanya lirih. " tapi kalau ada apa apa panggil saya ya."
Rea mengangguk lalu kembali menatap jendela yang gelap di luar sana,
suara mobil yang melintas hanya akan membuat nya semakin gelisah, dalam hati nya, dia hanya akan berdoa lirih semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi malam ini.
Beberapa menit berlalu Rea masih menunggu di ruang tamu dengan raut wajah cemas, mata nya menatap ponsel yang dari tadi tak kunjung ada kabar dari Dean, setiap detik terasa begitu lambat dan perasaan khawatir nya semakin menumpuk, dia benar benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada Jule atau pun suami nya.
Namun tanpa dia ketahui orang yang dia khawatir kan itu sedang berduaan beradu mesra di dalam mobil.
Di tempat lain, suasana yang seharusnya di penuhi tanggung jawab justru berubah menjadi ketegangan dan godaan yang tak seharusnya terjadi.
Dean menatap lurus ke depan, pikiran nya kalut, dia tau Rea sedang menunggu nya di rumah, tapi bayangan Jule yang terus menekan dan mengancamnya sulit untuk membuat pikiran nya jernih.
Disaat Rea sibuk menunggu dengan hati yang tulus dan penuh doa, Dean justru terjebak dalam situasi yang membuatnya semakin jauh dari sang istri, seolah lupa bahwa ada seorang wanita yang menunggu nya dengan cemas, berharap semoga suami nya pulang membawa kabar baik.
" Hentikan Jule, kalau sampai ada orang yang memergoki kita di sini, kita bisa di arak." ucap Dean saat Jule sudah melepas celana dalam nya yang sedang dia kenakan, namun melihat ekspresi dan senyum nakal Jule, Dean mulai terbuai.
Apa lagi saat Jule mengeluarkan senjata perang Dean dan memasukannya ke dalam mulut nya itu, membuat Dean melupakan segala nya, lupa di mana dia sekarang, lupa status nya dan lupa istri nya di rumah.
Jule mengulum senjata kebanggan Dean, memaju mundurkan mulut nya dengan cepat, sesekali dia menekan benda besar dan panjang itu sampai mentok ke tenggorokan nya,
Dan itu sukses membuat Dean memekik dan menarik kasar sambut Jule.
" Ahhhh ... Ahhhhh... Ahhh apa yang kamu lakukan Jule." ucap Dean, namun seperti nya pria itu menikmati apa yang di lakukan oleh Jule, bahkan sesekali dia menekan kepala Jule dengan kuat.
" Arghhhhhh hentikan Jule." Dean benar benar munafik, tadi saja dia menolak, tapi saat Jule melakukan aksi nya dia pasrah dan menikmati nya.
Puas menikmati senjata kebanggan Dean dan membuat pria itu kehilangan kendali, dia langsung naik ke atas pangkuan Dean menggenggam benda besar dan panjang itu memasukan ke dalam milik nya.
" Arghhhhhh Dean sayang, milikmu sangat besar dan nikmat." ucap Jule saat benda besar dan panjang itu sudah melesat masuk di dalam miliknya.
Begitu juga dengan Dean dia memejam kan matanya dan mendongak, saat senjatanya masuk ke dalam inti tubuh Jule.
" Ahhhhh ahhh Ouhhhh Jule, kamu benar benar gila !!." ucap Dean, namun dia malah meremas bongkahan bokong Jule dengan gemas.
" Aku sudah bilang pada mu sayang, kamu tidak akan pernah lepas dari ku, maaf karena aku tadi mengganggu acara malam pertama mu dengan istri mu yang bodoh itu !!!! Tapi aku janji akan menebus nya semalam ini, aku akan memuaskan mu sampai kamu tidak menginginkan istri mu lagi." ucap Jule sambil tersenyum puas.
Seperti biasa Dean tidak akan pernah menolak dengan apa yang di suguhkan oleh jule dan lupa segala nya, mobil itu terlihat bergoyang seiring gerakan tubuh Jule yang semakin lama semakin cepat di atas tubuh Dean.
Bahkan mereka sempat berganti posisi, Jule membelakangi Dean, sedangkan Dean mengambil kendali, pria itu memompa tubuh Jule dari belakang, membuat suara jeritan dan desahan mereka menggema di dalam mobil.
" Ahhh Jule kamu membuatku gila." ucap Dean sambil menghentakkan pinggul nya maju mundur dengan cepat.
Jule tersenyum puas, dia tau sejak 1 tahun yang lalu Dean tidak pernah bisa menolaknya , pria itu terlalu lemah kalau menyangkut nafsu nya, dia gampang banget terpikat hanya melihat senyum nakal dan suara lembut Jule yang membuatnya tergila gila.
" Arghhhhhh Dean sayang lebih cepat!!! Aku mau keluar." teriak Jule sambil mendongakkan kepalanya, ke dua tangan nya mencengkram jok mobil, sedangkan Dean memompa nya dari belakang.
" Ahhhh ahhh arghhhhhh Jule aku juga keluar ." teriak Dean sambil menghentakkan pinggul nya dengan cepat dan dalam, pria itu menyemburkan larva panasnya di dalam inti tubuh Jule.
Dean mencabut senjata perangnya lalu menjatuhkan diri duduk di jok mobil itu dengan tubuh polos, begitu juga dengan Jule dia menyandarkan tubuh polosnya ke jok mobil dengan kepala mendongak, Jule tersenyum puas rencana menggagalkan acara malam pertama Dean dan Rea berhasil.
****
sedangkan di rumah nya Rea masih gelisah , sesekali mata nya menatap jam dinding di ruang tamu, jarum pendek sudah menuju ke angkat satu dini hari, namun ponsel suami nya masih belum bisa di hubungi sama sekali.
Padahal Dean dan Jule berangkat sejak pukul sepuluh malam, tapi kenapa sampai sekarang, pukul satu dini hari, mereka belum juga pulang ??? Belum ada kabar?? Bahkan satu pesan pun tidak ada.
" Apa luka nya parah ?? Kenapa mereka belum pulang ?? ." gumam Rea di dalam hati.
Dia masih duduk di ruang tamu menunggu dengan hati yang resah, sementara itu tanpa dia ketahui suami nya dan pelayan kesayangan nya sedang bermain kuda kudaan di dalam mobil.
" Ayok kita pergi dari sini, kita harus pergi ke rumah sakit untuk membalut luka mu, pasti Rea sedang menungguku di rumah, aku tidak mau dia sampai curiga dengan hubungan kita." ucap Dean sambil menggunakan kaos nya dengan cepat.
" Kenapa takut sekali sih, kamu kn suami, seharus nya kamu lebih tegas pada nya supaya istri mu tau diri." balas Jule dengan nada kesalnya.
Dean menghela napas berat. " apa yang harus ku tegaskan??? Dia tidak pernah melakukan apapun yang salah, jangan ngomong sembarangan Jule." ucapnya jelas tak terima pada ucapan prempuan itu.
" Jangan pergi dulu, satu kali lgi." ucap Jule dengan suara lembut namun memaksa, membuat rahang Dean menegang.
" Sudah cukup." desis Dean geram. " jangan menempatkan ku di posisi yang semakin berat, aku sudah menuruti keinginan mu, dan sekarang ayok ke rumah sakit, setelah itu kita pulang." tanpa menunggu jawaban Dean segera turun dari kursi penumpang, diikuti oleh Jule yang terdiam menahan kecewa , dia lalu masuk ke kursi pengemudi dan menjalankan mesin.
Dean mengantar Jule ke rumah sakit untuk membersihkan luka di keningnya, luka yang sebenarnya tidak terlalu parah, setelah itu berniat segera pulang, dalam hati Dean, Rea pasti menunggunya di rumah dengan hati penuh gelisah.
Waktu sudah menunjukan pukul 03:00 ketika Dean akhir nya sampai dirumah, dari luar dia bisa melihat lampu ruang tamu masih menyala terang, hati nya langsung terasa sesak, dia yakin Rea pasti menunggu nya dengan cemas.
Langkah nya cepat saat membuka pintu rumah, di ikuti oleh Jule yang berjalan di belakangnya, begitu masuk, pandangan nya langsung menuju pada sosok Rea yang tertidur di ruang tamu, tubuh nya tampak lelah, kepalanya bersandar pada sandaran kursi ruang tamu.
Dean meremas ujung kaosnya erat erat, ada penyesalan yang mengendap di dadanya, dia tau seharus nya tak membiarkan semua ini terjadi, tapi apa daya dia sendiri benar benar tidak bisa menolak Jule.
Dengan langkah perlahan, dean mendekati Rea, tangan nya terulur dengan lembut mengelus pucuk kepala Rea.
" Bangun dek, maaf ya mas sudah membuat kamu menunggu lama." ucap Dean lembut.
Rea terbangun matanya langsung terbuka lebar. " kalian sudah pulang ??? ." tanya nya dengan cepat, pandangan nya langsung beralih menatap Jule." bagaimana keadaanmu."
" Tidak apa apa nyonya, saya sudah di obati oleh dokter, cuma butuh istirahat saja." jawab Jule singkat sambil menunduk " permisi, saya mau ke kamar."
Tanpa menunggu tanggapan, Jule langsung pergi meninggal kan mereka berdua.
Dean hanya bisa mengepalkan tangan nya kuat kuat, dia tau betul Jule sengaja bersikap dingin di hadapan Rea.
Rea menatap suaminya tajam, pandangan nya turun, memperhatikan penampilan Dean yang berantakan, kaos nya kusut, rambut acak acakan dan wajah nya lelah.
" Ya sudah, kalau kalian baik baik saja, aku ngantuk mau ke kamar dulu." ucap Rea datar, sebelum berbalik meninggal kan Dean yang masih berdiri kaku di tempat nya, tenggelam dalam rasa bersalah dan kebisuan dini hari.