Jodoh dadakan .....
Andira harus menerima jodoh yang diberikan oleh kedua orang tua angkat nya dengan terpaksa karena alasan kedua orang tua nya yang meminta balasan untuk kehidupan yang baik yang selama ini diberikan oleh kedua orang tua angkat nya, sehingga dengan terpaksa andira menerima nya.
Mereka menjalani pernikahan dengan status saja tanpa ada cinta karena si pria juga menikahi andira dengan terpaksa ,sampai suatu hari pria yang merupakan cinta pertama andira datang . Begitu juga dengan pria itu, kekasih nya yang lama pergi kembali lagi .
Akan kah pernikahan mereka berjalan dengan lancar atau berakhir dengan perceraian? yuk disimak .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan yang baru
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Malam ini Andira tidur bersama dengan nenek nya, mereka tidak tau akan bisa tidur bersama di sana atau tidak. Andira dan nenek nya juga sudah membereskan pakaian mereka ,hanya baju dan perlengkapan seadanya saja karena semua yang ada di rumah itu tidak layak untuk dibawa ke rumah keluarga Prasetyo.
Nenek nya Andira menatap cucu nya dengan tatapan lembut, dia menggenggam tangan Andira yang kecil. Sudah lama mereka selalu bersama ,tak pernah sekali pun Andira jauh darinya bahkan selalu ada saat dirinya membutuhkan bantuan kecil dari Andira.
Kini nenek nya tak tau kehidupan Andira akan lebih baik dari sekarang atau tidak, karena mendengar kalau Andira akan menjadi pewaris dari perusahaan milik keluarga Prasetyo pasti nya akan ada halangan rintangan yang membuat Andira berada di posisi itu .
Walaupun nenek nya tau kalau Prasetyo akan membantu nya, tapi kesenangan masa kanak kanak nya akan hilang. Andira pasti akan di sibukan dengan segala macam kegiatan sehingga mereka tidak akan bisa memiliki waktu bersama lagi seperti saat ini ,sebenar nya nenek nya hanya ingin seperti ini saja tapi usia nya sudah senja dan ngak mungkin dirinya bisa begitu saja membiarkan Andira berjuang sendiri dan tidak mendapatkan apa pun dari apa yang dia perjuangkan.
"Dira....ingat pesan nenek ,jika kamu lelah maka berhenti lah . Jangan memaksakan semua nya ,bersyukur atas apa yang terjadi. Nenek tau kamu belum mengerti mengenai apa yang nenek katakan ini, tapi percaya lah kalau kamu menjalani seruannya dengan ikhlas dan santai maka kebahagiaan mu akan terus menyertai mu " ucap nenek nya dengan mata yang berkaca kaca
"Nenek kenapa ? Pak prasetyo berjanji akan membawa nenek bersama ku ,aku juga akan berbuat baik dan menuruti semua yang di katakan oleh pak Prasetyo dan istri nya. Nenek jangan sedih ya ,pengobatan nenek juga akan di tanggung oleh mereka . Nenek akan sembuh " jawab Andira yang merasa kalau nenek nya sedang tidak baik baik saja
Nenek nya mengangguk, dia tersenyum dan memeluk tubuh kecil disamping nya ini . Jelas dia tak bisa menjelaskan semua nya pada Andira kecil, dia yakin suatu saat nanti Andira mengerti apa yang di katakan nya.
Walaupun pengobatan secanggih apa pun nanti nya, jika ajal sudah menjemput maka apa pun akan terasa percuma karena kekuasaan adalah milik Tuhan . Kita yang hidup akan mati, hanya saja kita harus menunggu saat nya tiba.
Andira memeluk tubuh nenek nya ,dia merasa kalau nenek nya tidak senang dengan kedatangan keluarga Prasetyo tapi jelas dia ingin yang terbaik untuk nenek nya . Mereka akan memberikan pengobatan yang selama ini tidak bisa Andira berikan untuk sang nenek, dia berharap nenek nya bisa selama nya bersama nya karena dirinya merasa separuh jiwa nya bersama sang nenek .
Pagi pun tiba, Andira berpamitan pada para tetangga dan berterima kasih pada mama nya Tiwi. Tiwi terus menangis ,dia sangat dekat dengan Andira walaupun pertemanan mereka sembunyi sembunyi tapi jelas dia menyayangi Andira seperti saudara.
"Kamu baik baik disana ya ,semoga kita bisa bertemu lagi " ucap Tiwi yang masih nangis di pelukan Andira, Andira juga ikut menangis karena dia tau kalau dirinya tidak akan bisa bertemu dengan Tiwi lagi. Mengingat rumah pak Prasetyo yang berada diluar kota, mereka akan naik pesawat kesana.
Semua berkas Andira sudah di siapkan oleh pak Prasetyo, dia langsung ke sekolah nya Andira dan ke kantor lurah terdekat untuk minta surat pindah. Pak prasetyo seperti sudah mengatur semua nya untuk Andira, sehingga supir pribadi pak Prasetyo langsung menjemput Andira di rumah nya
"Jangan lupakan aku ya Dira ? Simpan nomor aku ,kalau sudah ada ponsel mu. Jangan lupa hubungi aku " ucap Tiwi ,dia memberikan selembar kertas dan Andira pun mengambil nya.
Andira bisa melihat wajah nenek nya yang sedih ,mereka sudah lama tunggal di sana . Semenjak kedua orang tua andira meninggal, sejak saat itu para warga di lingkungan itu sering membantu mereka .
"Terima kasih untuk semua nya ,semoga kita bisa bertemu kembali di lain hari " ucap nenek nya andira dengan tulus, mereka pun masuk kedalam mobil saat tas dan koper milik andira dan nenek harus sudah dimasukkan ke dalam mobil .
Andira menatap jalanan di samping nya, dia memang masih anak anak tapi sudah mengerti bagaimana rasa nya kehilangan teman dan dia harus beradaptasi dengan kehidupan baru nya nanti dan dia yakin kalau tempat dia sekolah nanti bukan lah tempat yang biasa.
"Kamu harus bisa sabar nanti sayang ,jangan dengar kan apa pun yang di katakan oleh orang orang di sekeliling mu . Nenek yakin akan banyak orang yang iri dengan mu nanti, Jadi biarkan mereka bicara apa " ucap nenek nya andira dan Andira pun mengangguk
Tak lama mobil sampai di bandara internasional, disana sudah ada Pak prasetyo yang menunggu . Ini pertama kali nya Andira dan nenek nya naik pesawat ,Andira merasa senang karena dia bisa merasakan naik pesawat . Wajah nya terlihat senang, dia berjalan menggandeng tangan nenek nya dengan erat
"Kamu sudah siap sayang ? Apa butuh sesuatu ? Makanan apa minuman gitu ? Biar kita beli lebih dulu sambil menunggu " tanya nyonya Prasetyo dengan wajah bahagia
"Ngak usah bu" jawab Andira dengan pelan, dia terbiasa tidak meminta pada siapa pun walaupun sebenar nya dia butuh .
"Ck.....mulai sekarang kamu panggil saya mama dan papa pada pak Prasetyo, nama kamu pun sudah menjadi Andira Prasetyo sayang . Ngak apa apa kan ?" ucap Nyonya Prasetyo
"Ngak apa apa kok bu eh mama" jawab Andira dengan gugup
Nenek nya Andira menatap wajah kedua pasangan didepan nya yang sangat jelas kalau mereka menyukai andira, dia berharap bukan hanya sekedar saja tapi memang benar benar menyukai Andira apa ada nya .
Karena pesawat mereka harus menunggu satu jam lagi,nyonya Prasetyo pun memesan makanan dan minuman untuk mereka. Dia tau kalau Andira dan neneknya merasa segan dengan mereka, setelah semuanya selesai baru lah mereka berjalan menuju ruang tunggu hingga akhirnya mereka berangkat .
Hanya butuh beberapa jam akhirnya mereka sampai di kota yang terkenal metropolitan, Andira menatap sekeliling nya saat mobil membawa mereka menuju rumah keluarga Prasetyo dan akan menjadi rumah nya selama nya . Dia tersenyum memperhatikan gedung gedung tinggi yang ada di sepanjang jalanan , dia senang bisa menikmati nya .
Nenek nya ikut senang melihat Andira yang seperti itu, dia bersyukur karena ada orang baik yang mau mengangkat derajat mereka .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
semangat author 💪💪💪
semangat author 💪💪💪