NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Tanggungjawab besar

...Cerita ini dimulai ketika terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa sepasang suami istri dalam insiden itu ....

.............

Didalam ruangan ICU Hans bergegas menghampiri Pak Bobby yang terus memanggilnya .

" Ada apa Pak?" tanya Hans mengelus kepala Ayra yang terus menangis memeluk Papa setelah beberapa jam yang lalu Mama nya tidak sanggup bertahan hingga meninggalkan Ayra untuk selamanya .

" Rasanya Saya sudah tidak sanggup bertahan lebih lama , Saya titip Ayra, sama kamu ya, tidak ada orang lain, yang bisa saya percaya selain kamu " ucap Pak Bobby

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya Pak Bobby mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

Perlahan tubuh Pak Bobby mulai mendingin hingga akhirnya dokter menyatakan dia telah tiada .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

" Om, Semuanya udah pergi , hiks " tangis histeris Ayra ketika dia kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu yang sama .

" Hiks, Ayra udah nggak punya , siapa-siapa lagi Om " tangis Ayra menatap Papa nya yang kini terbaring tak bernyawa .

" Kamu masih punya Om Sayang, Om berjanji akan menjaga dan menyayangi kamu sama seperti Papa dan Mama kamu menyayangi Om " ucap Hans mengusap air mata di pipi gadis kecil itu dengan seulas senyum .

" Udah nggak boleh nangis , tuhan tau kalau Ayra anak yang kuat jadi harus ikhlas, Ayra harus ikhlas dan sabar agar Mama dan Papa bisa pergi dengan tenang " nasehat Hans yang sebenarnya sama hancurnya dengan Ayra ketika dia harus kehilangan keluarga yang dia sayang untuk yang kedua kalinya .

" Ayra sayang mereka kan , jadi ikhlas jangan buat mereka pergi dengan sedih " Hans berjongkok agar sejajar dengan Ayra yang masih menangis sesenggukan.

" Papa sama Mama pergi karena Ayra nakal ya Om, Mereka udah nggak sayang Ayra lagi makanya mereka pergi , ninggalin Ayra sendiri " tangis gadis kecil yang merasa orang tuanya tidak lagi sayang padanya hingga pergi meninggalkan nya .

" Tidak sayang, mereka sangat menyayangi kamu tapi mereka pergi karena memang udah waktunya, jadi Ayra harus ikhlas" Hans memeluk gadis kecil itu sambil mengusap air mata .

Ayra masih terlalu kecil dan polos untuk memahami semuanya, namun apa boleh buat takdir tidak berpihak padanya kini Ayra sendirian setelah kepergian kedua orang tuanya.

" Tidak ada yang perlu kamu takutkan, Om berjanji akan selalu ada untuk kamu , pegang janji Om" ucap Hans mengangkat kelingking nya sambil mengusap air matanya.

" Om janji ya nggak bakalan ninggalin aku juga " tangis Ayra menautkan kelingking mereka.

" Iya Om janji " Ayra memeluk leher Hans .

" Udah jangan nangis lagi , sekarang kita akan mengurus pemakaman Mama dan Papa , Ayra harus menjadi bagian dari setiap proses nya , karena ini hari terakhir Ayra bisa lihat Papa dan Mama " ucap Hans menggendong Ayra keluar ruangan ICU .

" Kenapa sih Om , tuhan selalu ambil semua orang yang Ayra sayang, dulu Ayra sayang nenek tuhan juga ambil bahkan dia sudah mengambil kakek lebih dulu sebelum Ayra bisa lahir" ucapan sendu Ayra yang duduk di paha diri Hans di lorong rumah sakit .

Hans mengelus kepala gadis kecil yang masih berusia 8 tahun itu dan memeluk nya .

" Tuhan mengambil orang-orang yang kita cintai karena tuhan itu lebih mencintai mereka dibandingkan kita " ucap Hans mencoba berdamai dengan keadaan yang mungkin sedang tidak berpihak padanya.

" Terus , kenapa tuhan nggak ambil Ayra juga Om, tuhan nggak sayang Ayra ya?" tanya Ayra dengan tatapan polosnya.

" Tuhan meminta Ayra untuk kuat dan tetap hidup untuk mewujudkan semua keinginan Papa dan Mama karena Ayla anak yang baik jadi tuhan yakin Ayra bisa mewujudkan semuanya dan jadi anak yang sukses " ucap Hans .

" Beneran gitu Om?" tanya Ayra mengusap air matanya yang diangguki Hans .

" Iya, Ayo kita mandikan Papa dan Mama untuk terakhir kalinya" ucap Hans mengatakan hal itu sambil menahan air mata.

" Ayo Om, besok kan Ayra sudah nggak bisa lihat mereka lagi , Ayra pengen peluk dan cium mereka sampai puas" kata Ayra berlari masuk kedalam ruang ICU ingin melihat lagi wajah orang tuanya.

Hans , bodyguard dan juga beberapa pelayan mengusap air mata mereka mendengar Ayra yang masih sangat kecil bahkan belum mengerti semuanya sudah ditinggalkan kedua orang tuanya untuk selamanya .

..........

Tidak ada yang bisa Ayra lakukan selain menangis menatap jenazah Papa dan Mama perlahan mulai hilang tertutup tanah di pemakaman.

" Sayang " Hans memeluk gadis kecil yang sudah berdiri dengan goyang itu .

" Sekarang Papa dan Mama benar-benar udah pergi Om, Ayra nggak bakal bisa lihat mereka lagi " tatapan kosong Ayra memandang kedua pusara di hadapan nya .

" Ayra masih bisa lihat mereka, jika Ayra jadi anak yang baik maka mereka akan selalu datang dalam mimpi " ucap Hans memanggil beberapa pelayan meminta mereka membawa Ayra pergi .

Hans duduk mengelus pusara pak Bobby dan istrinya dengan air mata yang sudah tak tertahankan .

" Terimakasih pak Bobby , Bu Maya , sudah membesarkan Hans " ucap Hans dengan suara bergetar teringat 15 tahun yang lalu pak Bobby dan istrinya membawanya pulang kerumah mereka setelah melihat Hans yang hidup pilu di jalanan .

" Kalian adalah orang baik yang menyayangi Hans dengan tulus , dan , Hans berjanji akan merawat putri kalian seperti kalian merawat Hans " ucap Hans yang merasa berhutang budi dan akan menjaga Ayra .

...........

" Pak Hans " panggil seseorang.

" Iya " Hans mengusap air matanya menatap pengacara pak Bobby yang datang menghampiri nya .

" Saya ingin bicara dengan pak Hans , mengenai Nona Ayra dan juga beberapa wasiat pak Bobby " ucap pengacara itu yang diangguki Hans .

" Kita bicara dirumah " ucap Hans mengelus pusara pak Bobby dan Istrinya lalu segera pergi .

Sesampai dirumah .

" Begini pak Hans sebelum pak Bobby meninggal beliau memintaku menulis surat wasiat dan beberapa ketentuan yang sudah dia tanda tangani sehingga hak itu menjaga mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat " jelas pengacara itu .

" Baiklah, Pelayan bawa Ayra kesini " perintah Hans dan meminta Ayla duduk disebelahnya.

" Poin pertama, pak Hans dinyatakan sebagai wali dari nona Ayra dimana Pak Hans berhak mengambil dan membuat keputusan yang berkaitan dengan nona Ayra secara penuh " poin pertama yang dibacakan pengacara itu itu membuat Hans menghela nafas seolah tanggungjawab besar berada dipundak

1
Widia Aldiev
berlagak ketus,judes endingnya nanti bucin akut sama Hans kamu Ayra...jika sesuatu yg buruk terjadi pada Hans kamu akan menyesalinya Ayra 🤣🤣🤣
Yel
ayra udh yuk gengsi nya 🤣 pgn liat ayra bucin
Choirul Anam
sudah menunggu 3hari kok GK up tor kenapa
Widia Aldiev
lanjut Pepet terus Hans sampe Ayra hamil lagi 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
udahan dong gengsinya Ayra kasihan Zoe baru ketemu papanya...kembali bersatu aja sama Hans membina rumahtangga yg sakinah mawaddah wa Rohmah ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
ayo Hans taklukkan Ayra yg manjanya amit" jabang bayi
Widia Aldiev
Alhamdulillah akhirnya Hans ketemu Zoe juga 😭😭😭
D_wiwied
tahaaan om, ya emang gitu cewek tu om.. dia yg usir kamu dia pula yg merasa tersakiti saat ditinggalkan, kamu harus paham om kalo cewe ditanya apa dan jawabnya apa artinya itu bisa sebaliknya, wes gitu aja pokoknya intinya ribet banget😁😆🤣🤣
Yel
author jgn cepet2 end ya 😭 manja2 sebagai pasangan nya msih kurang huhu. maaf request 🙏
D_wiwied
akhirnya Zoe bertemu dg baba nya 😆
Widia Aldiev
Ayra itu cinta mati sama Hans hanya saja dia gengsi setinggi gunung Semeru buat ngaku di depan Hans 😌 sampai kapan Hans tidak tahu jika ada Zoe di antara mereka
Yel
ga sabar nunggu part ayra manja sm hans pas udh balikan 😭
Widia Aldiev
waaaaaaah Hans bikin Ayra cemburu nih...kenapa jadi drama kamu Hans tidak tahukah Ayra sudah melahirkan anak kamu hasil dari menyemai benih satu malamnya denganmu 🤧🤧
Marini Suhendar
wah..seru nih
Miss Typo
ngamuk gak Hans nanti 😁
Widia Aldiev
emang gacor banget benihmu Hans lihatlah tumbuh menjadi Zoe 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
usia 20th kok masih kekanakan 😌😌
Widia Aldiev
awok awoooook bener bener hot hot rock ini mah mana bacanya pas pagi hari di bulan puasa lagi 🤣🤣🤣 tersenut senut q yg baca makasih kak author ❤️❤️❤️
Widia Aldiev: eh iya ya 🤦😅😅
total 2 replies
Marini Suhendar
wah...sebelum pergi udah nitip saham dulu ya hans ..jd dech hans junior#Tebak" aj ya thor🤭
D_wiwied
keduanya sama-sama slg merindu..
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!