NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Tanggungjawab besar

...Cerita ini dimulai ketika terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa sepasang suami istri dalam insiden itu ....

.............

Didalam ruangan ICU Hans bergegas menghampiri Pak Bobby yang terus memanggilnya .

" Ada apa Pak?" tanya Hans mengelus kepala Ayra yang terus menangis memeluk Papa setelah beberapa jam yang lalu Mama nya tidak sanggup bertahan hingga meninggalkan Ayra untuk selamanya .

" Rasanya Saya sudah tidak sanggup bertahan lebih lama , Saya titip Ayra, sama kamu ya, tidak ada orang lain, yang bisa saya percaya selain kamu " ucap Pak Bobby

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya Pak Bobby mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

Perlahan tubuh Pak Bobby mulai mendingin hingga akhirnya dokter menyatakan dia telah tiada .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

" Om, Semuanya udah pergi , hiks " tangis histeris Ayra ketika dia kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu yang sama .

" Hiks, Ayra udah nggak punya , siapa-siapa lagi Om " tangis Ayra menatap Papa nya yang kini terbaring tak bernyawa .

" Kamu masih punya Om Sayang, Om berjanji akan menjaga dan menyayangi kamu sama seperti Papa dan Mama kamu menyayangi Om " ucap Hans mengusap air mata di pipi gadis kecil itu dengan seulas senyum .

" Udah nggak boleh nangis , tuhan tau kalau Ayra anak yang kuat jadi harus ikhlas, Ayra harus ikhlas dan sabar agar Mama dan Papa bisa pergi dengan tenang " nasehat Hans yang sebenarnya sama hancurnya dengan Ayra ketika dia harus kehilangan keluarga yang dia sayang untuk yang kedua kalinya .

" Ayra sayang mereka kan , jadi ikhlas jangan buat mereka pergi dengan sedih " Hans berjongkok agar sejajar dengan Ayra yang masih menangis sesenggukan.

" Papa sama Mama pergi karena Ayra nakal ya Om, Mereka udah nggak sayang Ayra lagi makanya mereka pergi , ninggalin Ayra sendiri " tangis gadis kecil yang merasa orang tuanya tidak lagi sayang padanya hingga pergi meninggalkan nya .

" Tidak sayang, mereka sangat menyayangi kamu tapi mereka pergi karena memang udah waktunya, jadi Ayra harus ikhlas" Hans memeluk gadis kecil itu sambil mengusap air mata .

Ayra masih terlalu kecil dan polos untuk memahami semuanya, namun apa boleh buat takdir tidak berpihak padanya kini Ayra sendirian setelah kepergian kedua orang tuanya.

" Tidak ada yang perlu kamu takutkan, Om berjanji akan selalu ada untuk kamu , pegang janji Om" ucap Hans mengangkat kelingking nya sambil mengusap air matanya.

" Om janji ya nggak bakalan ninggalin aku juga " tangis Ayra menautkan kelingking mereka.

" Iya Om janji " Ayra memeluk leher Hans .

" Udah jangan nangis lagi , sekarang kita akan mengurus pemakaman Mama dan Papa , Ayra harus menjadi bagian dari setiap proses nya , karena ini hari terakhir Ayra bisa lihat Papa dan Mama " ucap Hans menggendong Ayra keluar ruangan ICU .

" Kenapa sih Om , tuhan selalu ambil semua orang yang Ayra sayang, dulu Ayra sayang nenek tuhan juga ambil bahkan dia sudah mengambil kakek lebih dulu sebelum Ayra bisa lahir" ucapan sendu Ayra yang duduk di paha diri Hans di lorong rumah sakit .

Hans mengelus kepala gadis kecil yang masih berusia 8 tahun itu dan memeluk nya .

" Tuhan mengambil orang-orang yang kita cintai karena tuhan itu lebih mencintai mereka dibandingkan kita " ucap Hans mencoba berdamai dengan keadaan yang mungkin sedang tidak berpihak padanya.

" Terus , kenapa tuhan nggak ambil Ayra juga Om, tuhan nggak sayang Ayra ya?" tanya Ayra dengan tatapan polosnya.

" Tuhan meminta Ayra untuk kuat dan tetap hidup untuk mewujudkan semua keinginan Papa dan Mama karena Ayla anak yang baik jadi tuhan yakin Ayra bisa mewujudkan semuanya dan jadi anak yang sukses " ucap Hans .

" Beneran gitu Om?" tanya Ayra mengusap air matanya yang diangguki Hans .

" Iya, Ayo kita mandikan Papa dan Mama untuk terakhir kalinya" ucap Hans mengatakan hal itu sambil menahan air mata.

" Ayo Om, besok kan Ayra sudah nggak bisa lihat mereka lagi , Ayra pengen peluk dan cium mereka sampai puas" kata Ayra berlari masuk kedalam ruang ICU ingin melihat lagi wajah orang tuanya.

Hans , bodyguard dan juga beberapa pelayan mengusap air mata mereka mendengar Ayra yang masih sangat kecil bahkan belum mengerti semuanya sudah ditinggalkan kedua orang tuanya untuk selamanya .

..........

Tidak ada yang bisa Ayra lakukan selain menangis menatap jenazah Papa dan Mama perlahan mulai hilang tertutup tanah di pemakaman.

" Sayang " Hans memeluk gadis kecil yang sudah berdiri dengan goyang itu .

" Sekarang Papa dan Mama benar-benar udah pergi Om, Ayra nggak bakal bisa lihat mereka lagi " tatapan kosong Ayra memandang kedua pusara di hadapan nya .

" Ayra masih bisa lihat mereka, jika Ayra jadi anak yang baik maka mereka akan selalu datang dalam mimpi " ucap Hans memanggil beberapa pelayan meminta mereka membawa Ayra pergi .

Hans duduk mengelus pusara pak Bobby dan istrinya dengan air mata yang sudah tak tertahankan .

" Terimakasih pak Bobby , Bu Maya , sudah membesarkan Hans " ucap Hans dengan suara bergetar teringat 15 tahun yang lalu pak Bobby dan istrinya membawanya pulang kerumah mereka setelah melihat Hans yang hidup pilu di jalanan .

" Kalian adalah orang baik yang menyayangi Hans dengan tulus , dan , Hans berjanji akan merawat putri kalian seperti kalian merawat Hans " ucap Hans yang merasa berhutang budi dan akan menjaga Ayra .

...........

" Pak Hans " panggil seseorang.

" Iya " Hans mengusap air matanya menatap pengacara pak Bobby yang datang menghampiri nya .

" Saya ingin bicara dengan pak Hans , mengenai Nona Ayra dan juga beberapa wasiat pak Bobby " ucap pengacara itu yang diangguki Hans .

" Kita bicara dirumah " ucap Hans mengelus pusara pak Bobby dan Istrinya lalu segera pergi .

Sesampai dirumah .

" Begini pak Hans sebelum pak Bobby meninggal beliau memintaku menulis surat wasiat dan beberapa ketentuan yang sudah dia tanda tangani sehingga hak itu menjaga mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat " jelas pengacara itu .

" Baiklah, Pelayan bawa Ayra kesini " perintah Hans dan meminta Ayla duduk disebelahnya.

" Poin pertama, pak Hans dinyatakan sebagai wali dari nona Ayra dimana Pak Hans berhak mengambil dan membuat keputusan yang berkaitan dengan nona Ayra secara penuh " poin pertama yang dibacakan pengacara itu itu membuat Hans menghela nafas seolah tanggungjawab besar berada dipundak

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!