NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 ~ Menggantikan Kak Amira

Apa yang ada dalam pikiran kamu, Raina? Sehingga menyiapkan sarapan untuk Marvin setiap pagi, padahal suaminya tidak sama sekali pernah menoleh padanya atau mencicipi masakannya. Tapi, Raina hanya berpikir jika Amira mungkin ingin dia juga mengurus suaminya seperti yang akan dia lakukan jika menikah dengan Marvin.

"Nona, Tuan Marvin sudah pergi, dan tidak akan memakan sarapan yang Nona buat" ucap Mbak Eni, merasa kasihan dengan Nona mudanya yang terus berusaha, tapi hanya sia-sia.

Raina tersenyum, dia menyimpan masakan terakhir yang dia buat. "Tidak papa Mbak, ayo kita makan bersama saja sarapannya. Mungkin suatu saat Kak Marvin akan mau memakan masakanku"

Mbak Eni duduk bersama Raina, mereka selalu menghabiskan makanan yang Raina buat untuk Marvin. "Kenapa Nona berusaha keras untuk menjadi istri yang sebenarnya, jika Tuan Muda saja tidak pernah menganggap keberadaan Nona ada"

"Mbak, seandainya kecelakaan itu tidak merenggut nyawa Kak Amira, mungkin aku tidak akan berada disini. Aku sekarang menjadi orang yang menggantikan dia, termasuk menjadi istrinya Kak Marvin"

"Tapi, itu 'kan bukan salah Nona. Itu hanya kecelakaan, dan tidak ada yang mau kecelakaan itu terjadi"

"Tapi semuanya karena Kak Amira pergi bersamaku. Aku yang membawa sial atas kecelakaan yang terjadi, Mbak" Suaranya merendah, pecah dengan tangisan yang tercekat di tenggorokan.

Kata 'anak pembawa sial' selalu menjadi boomerang baginya. Ketika semua masalah muncul karena kehadirannya, membuat Raina sudah terbiasa untuk menyalahkan dirinya sendiri akan semua hal yang terjadi, meski dia juga tidak pernah mau hal itu terjadi.

Selesai sarapan, Raina pergi bekerja dengan menggunakan motornya. Satu bayangan yang selalu buram, namun beruntung masih ada bayangan yang jelas saat dia mengendarai motor seperti ini.

Sampai di Lobby Perusahaan, Raina selalu mengingat pertama kali dia masuk ke dalam Perusahaan ini, karena di bantu oleh Kak Amira. Ketika lulus kuliah, Kak Amira langsung merekomendasikan Raina untuk bekerja di Kantor Marvin. Dan sekarang, Raina merasa cukup menyesal, karena ini mungkin akan menjadikan boomerang dan masalah baru dalam hidupnya.

"Eh Raina, bagaimana rasanya jadi Nyonya Marvin Anderson? Pasti bahagia sekali ya, hari ini untuk apa datang kesini?"

Raina tersenyum pada rekan kerja yang seolah sengaja ingin mengejeknya dalam hal ini. "Aku tetap bekerja disini, tidak ada yang berubah dalam hidupku. Karena aku menikah juga hanya untuk menggantikan Kakakku"

Raina langsung berlalu pergi tanpa ingin menghiraukan karyawan yang lain. Dia berjalan cepat dengan menundukan wajahnya. Tidak ingin bertegur sapa dengan siapapun yang sudah pasti hanya akan merendahkannya atas pernikahan yang terjadi diantara dirinya dan Marvin yang seharusnya menjadi Kakak Iparnya.

Bruk.. Tanpa sengaja Raina menabrak seseorang yang baru keluar dari lift. Dia juga terkejut, dan langsung mendongak.

"Ma-maaf Tuan, sa-saya tidak sengaja" ucap Raina dengan menunduk dalam setelah tahu siapa orang yang tidak sengaja dia tabrak.

"Dasar tidak berguna!"

Raina hanya diam, ketika Marvin berjalan melewatinya dan menyenggol tubuhnya dengan kasar. Semua orang berada disana, menjadikan kejadian ini sebagai tontonan gratis.

"Wah, istri yang tak di anggap ternyata"

"Lagian Tuan Marvin mana mau sama anak ha*ram itu jika bukan karena Nona Amira meninggal"

"Dan penyebab meninggalnya adalah dia"

Raina segera berlari dari sana, sudah tidak tahan dengan pembicaraan orang-orang yang menyudutkannya. Dia pergi ke toilet Kantor, terduduk di kloset yang tertutup, menangis sejadi-jadinya disana.

Raina mengusap air matanya, ketika mata sebelah kiri dia usap dengan tangannya, maka semuanya menjadi gelap gulita. Raina hanya bisa semakin terisak dengan hal itu.

Suara ketukan keras di pintu membuatnya terkejut, Raina berdiri dan membuka pintu toilet itu. Tertegun melihat tiga orang perempuan yang ada di depannya sekarang.

"Hai Raina yang selalu di dahulukan oleh Pak Hadi karena kamu adalah saudara Nona Amira. Tapi sekarang, Nona Amira sudah tidak ada, dan Tuan Marvin juga sudah tidak peduli padamu"

"Jadi, saatnya kita balas semua kekesalan kami selama ini"

Tubuh Raina bergetar, bahkan tangannya sudah berkeringat dingin. Raina mundur untuk masuk kembali ke dalam toilet, namun ketika tangannya ingin menutup pintu, sesorang berambut pendek sudah lebih dulu menahannya. Mendorong Raina hingga terjatuh di atas kloset yang tertutup.

Satu wanita berambut panjang yang sengaja di gerai, mencengkram kuat dagu Raina. "Mulai sekarang, kau harus mengerjakan apa yang kami suruh. Karena kamu bukan lagi anak emas Pak Hadi"

"Kak, tolong lepasin aku. Jangan kayak gini, Kak"

"Haha.. Lepaskan? Tidak mungkin, karena kau sudah terlalu besar kepala selama ini"

Seseorang masuk dengan membawa satu ember air pel dan menyiram tubuh Raina. Bau dan kotor langsung menempel di kemeja putihnya. Raina menangis, dia memohon ampun, tapi tidak ada yang mendengar. Berusaha untuk melarikan diri, tapi tangannya yang sudah menggapai pintu, malah ditahan dan akhirnya pintu di tutup kencang menjepit tangannya.

"Arghhh..."

Teriakan penuh kesakitan itu sama sekali tidak mereka hiraukan. Karena ternyata di balik pintu toilet, sudah tertempel tulisan toilet rusak. Hingga tidak ada lagi yang datang masuk.

*

Raina membersihkan seadanya pakaiannya ini, membenarkan rambutnya yang acak-acakan. Air mata terus mengalir tanpa bisa dia tahan. Jemari tangannya memerah karena terjepit pintu. Raina memperbaiki penampilannya, meski bekas kotor di bajunya tetap terlihat, namun tidak separah tadi. Menyemprotkan banyak parfum untuk menyamarkan baunya.

"Ini adalah awal dari semuanya, kamu pasti kuat Raina"

Raina pergi mengambil obat, mengobati sendiri tangannya dan memasang perban seadanya. Sebelum pergi ke tempat kerjanya.

"Raina, kenapa kamu?" tanya Pak Hadi, kepala devisi di sini.

Raina menggeleng pelan, jika dia bercerita maka orang-orang yang tadi berbuat seperti ini padanya, akan semakin menjadi. Raina memilih untuk tutup mulut.

"Tidak sengaja kecipratan air saat di jalan tadi, Pak"

"Tunggu Raina" Pak Hadi menahan tangan Raina yang sudah ingin pergi. Melihat tangan kirinya yang di perban seadanya. "Tangan kamu kenapa?" tatapan Pak Hadi penuh curiga, seolah dia tahu jika Raina sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Tidak papa Pak, hanya tidak sengaja terjepit pintu"

"Raina, kalau ada perundungan disini, kamu bicara pada saya biar saya urus. Di Kantor ini tidak ada yang boleh melakukan perundungan terhadap siapapun!" tekan Pak Hadi, sengaja agar semua orang disana mendengar ucapannya.

Raina menatap pada orang-orang yang tadi melakukan ini padanya, dia hanya menunduk dan tidak berani melaporkan apapun. Karena tahu, ini akan semakin menyiksanya jika dia berani melaporkan semuanya.

"Tidak Pak, ini benar-benar kecelakaan di rumah. Tidak sengaja terjepit pintu"

Raina sudah terbiasa untuk diam, memendam semuanya sudah menjadi hal yang biasa dia lakukan selama ini.

Bersambung

Pada nabung bab, gue sleding ya🦶

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!