NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan Akhyar

"Tidak ada yang serius kan, dok?" Pak Hanung dengan takutnya mengingat Alma putri satu-satunya.

"Tapi hampir saja kandungannya mengalami keguguran. Jadi setelah ini, pasien akan saya beri vitamin dan penguat kandungan."

"Alma hamil?" Lirih ibu Olivia agaknya terkejut.

"Tapi sudah di cek betul, janin dalam kandungan anak saya tidak ada masalah kan, dok?"

"Semoga kedepannya tidak ada, bapak. Kalian sudah bisa jenguk pasien. Nanti setelah kalian selesaikan administrasi di bagian sana, pasien bisa pulang." Sembari menunjuk bagian administrasi.

Pak Hanung mengangguk paham.

Mereka berempat kemudian masuk ke dalam ruangan yang bertirai hijau muda itu. Tampak Alma sudah sadar dan bertanya dia berada dimana.

"Kamu di rumah sakit. Kamu hamil, sayang?" Jawab ibu Olivia dengan lembut dan mengelus-elus kening Alma.

Alma manggut pelan. Pak Hanung juga ikut senang.

"Papa tadi coba hubungi Armand. Tapi panggilan dialihkan. Regi dan Zahrin yang bawa kamu kesini. Kemana mbak yang di rumah? Mengapa sampai seceroboh ini di rumah tidak ada orang?" Pak Hanung mengeluhkan.

"Mbak, izin pah, jadi tidak masuk hari ini. Ini Alma sudah tidak kerasan di sini. Alma lapar, pah. Alma mau pulang." Rengeknya ke papa nya bahkan tidak bercerita kepergian Armand ke Amerika. "Kak, mbak, terimakasih ya, udah bawa aku ke rumah sakit." Imbuhnya.

"Sama-sama." Jawab Regi bersamaan dengan Zahrin yang menganggukkan kepalanya. Zahrin yang kemudian mengajak suaminya pamit duluan, mengingat Regi juga butuh istirahat. Lagi pula pasti sebentar lagi Alma juga akan dijemput oleh Armand.

Setibanya di rumah, Zahrin menyuruh Regi minum obat lalu istirahat. Mengecek bekas jahitan dalam perut bawah kanan nya yang Zahrin takut kalau terjadi apa-apa.

"Aku nggak apa-apa, Rin." Regi yang meyakinkan istrinya tengah sibuk mengganti perban di bagian perut kanan bawah. Namun setelahnya menahan sakit kala perban di ganti dan ternyata ada sedikit darah merembes yang mungkin jahitan belumlah terlalu kuat namun Regi bersikukuh untuk memapah Alma yang dimana membutuhkan tenaga ekstra.

Buliran jernih dari kelopak mata Zahrin jatuh, Isak samar tangis nya terdengar yang membuat Regi merengkuh istrinya. "Aku tuh heran sama kamu, sama mama. Aku tuh nggak ngerti lho, kenapa kamu segitunya dalam menolong Alma. Menyelamatkan nyawa Alma sampai-sampai kamu yang harus menderita seperti ini. Itu berarti kamu lebih cinta sama Alma ketimbang dirimu sendiri, ketimbang aku, ketimbang Arsyad dan Arsyla." Zahrin dengan ketidakterimaan nya.

Regi mengelus-elus puncak kepala istrinya yang berbalut kerudung abu-abu terang itu. Mengecup keningnya, supaya Zahrin lebih tenang dan tidak mengungkit hal itu lagi.

Namun tidak pada Zahrin yang masih larut dalam emosinya. Mengingat hal yang baru saja terjadi terkait Alma padahal yang jelas-jelas perut kanan bawah Regi sakit, suaminya masih bela-belain memapah Alma dengan sekuat tenaga padahal sekarang kesakitan. Zahrin ingin marah, tapi dia memilih mengalah. Melupakan kejadian tadi dan menyelesaikan membalut perban di bekas luka. Menyiapkan makan siang Regi dan memberikan obat-obatan yang sudah waktunya diminum. Zahrin menyuruh suaminya istirahat dan berpamitan menjemput Arsyad dan Arsyla.

Di sekolah Arsyad dan Arsyla.

Tepatnya dibawah pohon asam Jawa, terdapat bangku kayu panjang di beberapa sisi membentuk mengotaki si pohon asam Jawa tersebut. Tampak Arsyad dan Arsyla berikut Akhyar sudah duduk disana dengan pembicaraan seriusnya. Akhyar jujur sedih, kala harus mengatakan kebohongan yang harus dia susun untuk tidak bertemu malaikat-malaikat kecil disamping kanan dan kirinya itu. Akhyar merangkul keduanya. Menautkan tangan keduanya biarpun jujur Akhyar berat bicara seserius ini kepada mereka. Gelak tawa canda mereka, Arsyad dengan tangan yang sibuk memakan cimol nya dan Arsyla dengan kembang gula ditangannya, membuat Akhyar mengulur waktu menunggu anak-anak menghabiskan jajan sekolahnya itu. "Em, ada yang papa A mau sampaikan, tapi jujur papa A sedih sih ini." Ucapnya lama agak terbata-bata.

Arsyad dan Arsyla bergantian menatap Akhyar dengan wajah serius.

"Kalau itu buat kita sedih, ya nggak usah disampaikan, papa A." Jawab Arsyla ringan.

"Em, tapi harus disampaikan. Dan papa A janji, setelah tugas di luar kota papa A selesai. Papa A akan menemui kalian lagi seperti ini." Akhyar agak ragu-ragu namun harus dia sampaikan.

"Sebentar, sebentar! Jadi papa A mau pergi ke luar kota?" Tanya Arsyla mulai paham namun belum sepenuhnya mengerti. "Yaudah, kan keluar kotanya sebentar dan pasti kita akan bertemu lagi." Imbuhnya.

Arsyad menimpali manggut-manggut seolah paham.

"Em, jadi begini, papa A ada tugas keluar kota dalam waktu yang cukup lama. Jadi, papa A tidak bisa memastikan kapan papa A akan seperti biasanya yang kita lakukan. Misal setiap pagi papa A selalu menunggu kalian diantar mommy atau pun Daddy kalian, atau sebaliknya seperti siang ini. Papa A belum tentu ada buat kalian seperti siang ini dalam waktu yang, papa A sendiri juga tidak bisa memastikan kita akan bertemu seperti siang ini." Meskipun awalnya agak ragu, namun Akhyar berusaha menjabarkan ke Arsyad dn Arsyla.

Seketika keduanya terdiam. Wajah keduanya pun turut muram. Keduanya menunduk sedih, sesekali bergantian memandangi Akhyar tanpa jawaban.

Akhyar kemudian memeluk keduanya sangat erat. Dulu sudah pernah dia coba namun agak berat. Arsyad dan Arsyla biarpun tidak darah dagingnya, ikatan mereka sangatlah kuat. Akhyar yang kemudian mengecup kening mereka secara bergantian. Akhyar dapat menangkap banyak kesedihan diwajah keduanya. Arsyla bahkan sempat terisak-isak dan Akhyar menyeka buliran jernih di kedua sisi pipinya. Berusaha menenangkan keduanya. Menjanjikan pertemuan ketiganya kembali setelah urusan pekerjaan Akhyar selesai. Hati Akhyar bahkan tidak siap. Agenda setiap harinya harus berubah. Jadwal telepon sekedar menanyakan jam kepulangan sekolah, rupanya harus dia hapus dari alarm di telepon genggamnya. Akhyar berusaha mengajak keduanya bercanda dan membuat Arsyad dan Arsyla tersenyum kembali. Namun sayang, Zahrin yang sedari tadi melihat ketiganya dari dalam mobil dan sempat ikut sedih melihat ketiganya dari kejauhan, sudah datang dan membawa keduanya berpamitan dengan Akhyar.

Zahrin, Arsyad dan Arsyla sudah membalik badan dan menuju mobil. Namun tidak lama Arsyad dn Arsyla lari kecil menuju Akhyar dan memeluknya kembali.

Akhyar sedih.

"Papa A janji segera selesaikan pekerjaan nya, ya! Supaya kita bisa berkumpul lagi seperti siang ini. Mommy selalu terlambat jemput kami. Ya, papa A!" Rengek Arsyad dan Arsyla bergantian dalam dekapan Akhyar.

Akhyar mengangguk. Akhyar bahkan tidak tahu sampai kapan mereka akan dibolehkan Zahrin berkumpul lagi. Akhyar menyuruh keduanya untuk segera pulang bersama mommynya. Arsyad dan Arsyla patuh, lalu masuk ke dalam mobil. Zahrin menghampiri Akhyar yang masih dengan ketidakrelaan nya.

"Aku minta maaf ya, mas." Singkat jelas padat tanpa basa-basi. Zahrin lalu pergi.

Didalam mobil perjalanan pulang ke rumah, keduanya tampak murung. Zahrin bahkan bertanya mau makan siang apa mereka. Keduanya tak menjawabnya dan mereka berdua memilih melamun.

Zahrin tidak memperpanjang pertanyaan nya. Dan sesampainya di rumah, Zahrin menyuruh keduanya ke bedroom untuk cium tangan daddy nya dan memberitahu daddy nya tentang hari ini apa yang terjadi di sekolah. Sengaja Zahrin lakukan itu, supaya mereka terbiasa tanpa kehadiran Akhyar.

"Lho, kok wajahnya ditekuk begitu?" Tanya Regi kepada anak-anaknya.

Keduanya menggeleng malas.

Regi mengajak mereka duduk di sebelahnya yang kemudian merangkul nya. "Cerita, cerita sama daddy mengapa kalian cemberut? Atau kalian dimarahi mommy?" Tanya Regi menerka-nerka namun hanya geleng-geleng kepala jawabannya. Ditambah dengan wajah malas bicara mereka yang dapat ditangkap Regi.

Butuh waktu lama Regi mencairkan suasana. Sampai dimana gelak tawa keduanya bersahutan terdengar dari bedroom saat Zahrin menyiapkan makan siang bersama.

Dilain tempat, sepulang Akhyar dari sekolah Arsyad dan Arsyla. Akhyar hampir menabrak seorang wanita. Wanita yang tengah menyebrang jalan itu berteriak histeris. Akhyar seketika sadar dan menginjak pedal rem mobilnya dan tak lupa istigfar mengingat banyak melamun sepanjang perjalanan. Mobil Akhyar terpelanting untung tidak ada korban jiwa. Untung juga jalanan tidak banyak kendaraan lewat di jam-jam tersebut. Wanita yang hampir dia tabrak terjatuh di aspal jalan. Banyak orang-orang mengerumuninya. Ada yang marah-marah dengan lontaran kata untuk lebih berhati-hati dan ada yang menyuruhnya tanggung jawab dan lain sebagainya. Degup jantung Akhyar begitu cepat saking takutnya. Takut terjadi hal-hal tidak diinginkan, tapi syukurlah wanita itu tidak apa-apa dan tidak ada cidera berarti. Akhyar juga bertanya pada si wanita itu jika dia hanya syok saja. Ada beberapa lecet dan wanita itu baik-baik saja. Beberapa orang memberi minum si wanita itu. Betapa terkejutnya Akhyar setelah memperhatikan betul si wanita itu. Keduanya bertukar tatap dengan sangat terkejut.

"Kamu." Keduanya yang heran mengapa bisa bertemu di kota itu.

Bersambung

.

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 😄😄😄trik marketing kak🤣🤣 supaya kakak juga baca yang sebelumnya dan semakin banyak novel penulis yang terbaca oleh pembaca yang alhasil kalau banyak yang koment suka dan baca penulis dapat cuan kak....hehehhehe🤣🤣😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!