NovelToon NovelToon
Dendam Dua Jiwa [Mafia Cantik Di Tubuh Gadis Lugu]

Dendam Dua Jiwa [Mafia Cantik Di Tubuh Gadis Lugu]

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Dendam dua jiwa.

Jiwa seorang mafia cantik berhati dingin, memiliki kehebatan dan kecerdasan yang tak tertandingi, namun akhirnya hancur dan berakhir dengan mengenaskan karena pengkhianatan kekasih dan sahabatnya.

Jiwa yang satu adalah jiwa seorang gadis lugu yang lemah, yang rapuh, yang berlumur kesedihan dan penderitaan.

Hingga akhirnya juga mati dalam kesedihan dan keputus asaan dan rasa kecewa yang mendalam. Dia mati akibat kelicikan dan penindasan yang dilakukan oleh adik angkatnya.

Hingga akhirnya dua jiwa itu menyatu dalam satu tubuh lemah; jiwa yang penuh amarah dan kecewa, dan jiwa yang penuh kesedihan dan putus asa, sehingga melahirkan dendam membara. Dendam dua jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. Bertemu dengan Geng Dita

Annabella berharap di hari keduanya masuk sekolah --pasca koma-- keadaan tetap damai-damai saja, tetap tenang-tenang saja. Tidak ada para siswa brengsek semisal geng Reinald maupun geng Rangga yang mengusik ketenangannya.

Di rumah juga tadi keadaan terkondusif untuk sementara. Karena Darren dan Arden berikut Nikita dimasukkan rumah sakit tadi malam.

Sementara Abraham Winata, Nyonya Chalinda serta putri pertama Winata menjaga mereka di rumah sakit sampai belum pulang hingga pagi tadi saat Annabella berangkat sekolah.

Begitu keterangan dari Bibi Lastri saat Annabella menanyakannya.

Setidaknya untuk sementara Abraham Winata dan keluarganya tidak merecokinya karena mengurus anak mereka yang telah dibuat babak belur olehnya.

Seperti biasa Annabella sudah sampai di gerbang sekolah dengan motor sportnya yang gagah dan mewah sebelum jam 7 pagi. Rutinitas itu sudah biasa Annabella --yang dulu-- lakukan.

Ternyata Friska juga sudah datang jam segitu, dan menunggunya di depan gerbang sekolah.

Perlu diketahui bahwa Friska adalah anak orang kaya. Lebih tepatnya putri pengusaha kaya. Dia ke sekolah diantar jemput oleh supir pribadi.

"Udah lama, Is?" sapa Annabella lembut dan kalem, penuh persahabatan saat dia dan motornya sudah sampai di dekat Friska berdiri.

"Belum juga sih," sahut Friska seraya tersenyum ceria.

"Naik yuk!" Annabella menyuruh Friska naik ke motornya.

Dengan senang hati tanpa ragu sedikitpun Friska membonceng di belakang Annabella. Namun, berhubung dia baru pertama kali naik motor sport, jadi dia sedikit kesulitan saat menaikinya. Tapi akhirnya bisa juga.

Tak lama kemudian, motor sport biru itu kembali berjalan pelan menyusuri area pelataran sekolah elit itu menuju parkiran.

"Kamu baru pertama kali naik motor sport ya, Iska?" tanya Annabella, tepatnya jiwa Fiorella dengan memakai mulut Annabella, dengan nada biasa.

Fiorella sama sekali tidak mengetahui hal ihwal tentang Friska ini, tentu. Jiwa Annabella memberi tahu kepadanya terkait Friska hanya informasi mendasar dan yang penting-penting saja.

Hal-hal kecil dan sepele tentang pribadi Friska, jiwa Annabella belum memberitahukannya. Karena jiwa Annabella yang dulu juga tidak tahu banyak tentang Friska.

Pula seolah-olah jiwa Annabella membiarkan saja jiwa Fiorella berinteraksi dengan Friska tanpa harus menunggu informasi darinya.

"Hehehe..., belum, Bella," sahut Friska seraya terkekeh malu-malu, tanpa curiga kalau yang bertanya itu bukanlah Annabella yang dia kenal dulu.

Memang antara mereka berdua juga dulunya tidak terlalu saling mengenal tentang hal ihwal pribadi masing-masing, meski mereka selalu satu kelas dari kelas10 hingga kelas 12 ini.

"Lagi pula aku belum bisa mengendarai motor sendiri," tutur Friska mengungkapkan. "Aku takut jatuh...."

Terus saja dua sahabat yang seperti baru kenalan itu saling ngobrol ini itu, saling mengakrabkan diri. Sampai pun menuju kantin sekolah setelah dari parkiran, mereka terus saja asyik saling ngobrol.

Kebetulan suasana sekolah masih tergolong sepi pada jam segini. Para siswa belum ramai yang datang. Apalagi siswa-siswa pemalas, jam segini jangan harap mereka sudah masuk sekolah.

Sementara itu keadaan masih tetap tenang-tenang saja, masih aman-aman saja. Annabella dan Friska masih aman-aman saja saling ngobrol hingga mereka telah keluar dari kantin menuju kelas mereka.

Namun begitu mereka telah sampai di tangga, dan hendak menapaki anak tangga untuk naik ke lantai dua, terdengar seruan keras dari arah belakang mereka yang lebih pantas sebuah bentakan.

"Bella, berhenti!"

★☆★☆

Tentu saja baik Annabella maupun Friska segera mengurungkan niat untuk naik ke lantai atas demi mengindahkan orang yang memanggil dengan suara kasar itu.

Sejenak Annabella dengan Friska saling pandang. Friska tampak sedikit terkejut panik, sedangkan Annabella masih tampak biasa, hanya sedikit heran saja.

Beberapa detik berikutnya kedua gadis cantik itu serta-merta membalikkan badan, menghadap ke arah suara orang yang memanggil itu. Ternyata di situ sudah berdiri 4 orang cewek cantik-cantik.

Tampak Friska semakin terkejut panik, bahkan sekarang ditambah rasa khawatir dan gelisah. Jelas tergambar di wajah cupunya raut ketakutan. Karena dia cukup mengenal siapa keempat cewek yang memanggil mereka itu.

Sedangkan Annabella --jiwa Fiorella-- masih tampak biasa saja, tenang dan kelem, bahkan dia tidak tahu siapa keempat cewek itu, bahkan lebih tidak tahu lagi gadis yang memanggilnya dengan suara bentakan seperti tadi.

Tapi detik berikutnya jiwa Annabella membisikkan dalam pikiran Fiorella kalau gadis yang memanggil dengan suara kasar itu bernama Anindita, kelas 12 A jurusan IPS, satu tingkat dengan Annabella, tapi beda jurusan dan tentu saja beda ruang kelas.

Sedangkan ketiga cewek lainnya adalah teman kelas sekaligus teman geng Anindita. Yang mana mereka itu dikenal dengan geng Dita.

Menurut keterangan jiwa Annabella, geng Dita juga kumpulan cewek ahli bela diri yang cukup handal. Kehebatan mereka dalam ilmu bela diri disetarakan dengan siswa-siswa populer di PAS 1 ini semisal geng Rangga dan gen Reinald.

Tapi belum sampai menyamai kehebatan dan kepopuleran seorang Kenzie Raditya, seorang Ketua Osis di PAS 1.

Sebenarnya geng Dita bukanlah kumpulan cewek pembully, meski terkesan angkuh dan sombong, bahkan terkadang bertindak arogan. Tapi geng Dita sering menganiaya Annabella karena kaitannya dengan Nikita.

Nikita memberitahukan berita dusta kepada Anindita bahwa Annabella menindasnya di rumah. Anindita percaya begitu saja dan ikut menganiaya Annabella, meski dia sudah ditindas di rumah.

Perlu diketahui, Anindita ini termasuk dari keluarga Winata. Itu artinya Anindita adalah sepupu angkat Nikita. Juga berarti sepupu Annabella.

Hanya saja dulu --sewaktu Annabella masih hidup-- dia belum tahu sama sekali kalau dia bersepupu dengan Anindita. Barulah sekarang setelah dia menjadi jiwa yang layaknya sebuah sistem, dia dapat mengetahuinya.

Tentu kali ini Anindita hendak berurusan dengan Annabella tentu saja kaitannya dengan Nikita. Ular betina bermuka dua itu tentu sudah melaporkan tentang kelakuan Annabella semalam kepada Anindita.

Dan sekarang Anindita hendak bertindak, sok menjadi pahlawan bagi Nikita untuk menindas Annabella.

Coba saja....!

Anindita melangkah dengan cepat bersama ketiga sahabatnya; Anggie, Lolita, dan Chika, menghampiri Annabella yang masih bersama Friska. Sedangkan Annabella tetap tenang, dan tak lupa menenangkan sahabatnya juga jika tidak akan terjadi apa-apa dengannya.

Begitu sampai di depan Annabella, Anindita dan ketiga temannya tidak langsung bicara meski kedua mata mereka melotot garang pada Annabella. Geng Dita seperti sedikit terkesima dengan penampilan Annabella yang baru.

Tapi itu tidak lama, karena setelah itu sudah terdengar suara Anindita bernada kasar, menegur tindakan Annabella terhadap Nikita.

"Kau sudah berani lagi menindas Niki, cewek cupu, bahkan kau menamparnya sampai pingsan! Apa kau nggak jera juga menerima hukuman dariku hah!?"

"Itu pantas didapatkannya," balas Annabella bernada santai dan tenang, bahkan melipat tangan di depan dada. "Bahkan dia mati pun, belum cukup menebus kesalahannya padaku selama ini...."

"Dasar cewek brengsek!" umpat Anindita bernada jengkel penuh amarah. "Jangan kira karena kau telah memiliki sedikit kepandaian sekarang, lantas aku takut padamu."

"Kali ini aku akan menghukummu lebih parah dari yang sudah-sudah!" lanjut Anindita jelas-jelas mengandung ancaman yang serius.

"Aku heran denganmu ini, Dita," kata Annabella tetap santai dan tenang, jelas tidak menghiraukan ancaman Anindita. "Aku kira kamu itu orang yang pintar, sama seperti papa dan mamamu...."

"Tapi nyatanya kamu itu sama bodohnya dengan keluarga Abraham yang mau saja dipermainkan oleh si Nikita brengsek itu," lanjutnya bernada sarkas.

"Brengsek! Kau sudah berani menghina aku bodoh, Bella!" Anindita sudah hampir kehilangan kendali.

"Kalau nggak mau dibilang orang bodoh, ya pintar-pintar lah dikit memahami situasi," tanggap Annabella santai saja, tak perduli dengan kemarahan Anindita dan gengnya yang sudah di ubun-ubun.

"Bella, jangan memancing kemarahan geng Dita!" tegur Friska menasehati. Sedangkan dia sudah mengkeret ketakutan.

"Kamu tenang saja, Iska! Mereka nggak bisa lagi macam-macam dengan kita," bujuk Annabella menenangkan.

"Bangsat! Kau sudah nggak tahan hendak menerima hukuman dariku, brengsek!"

Tidak bisa lagi Anindita menahan emosi dihina sebegitu rupa. Begitu juga dengan ketiga sahabatnya, jelas tidak menerima ketua mereka dihina oleh gadis cupu yang sok hebat itu.

Cewek yang bernama Annabella itu harus diberi pelajaran yang lebih keras. Harus..., pikir mereka serempak.

Selepas memuntahkan amarahnya, Anindita hendak menyerang Annabella. Namun Annabella tetap santai dan tenang saja. Bahkan kedua tangannya masih terlipat di depan dadanya yang menonjol.

Tapi belum juga serangan Anindita dapat terlaksana, sudah terdengar suara bariton yang penuh dengan ketenangan.

"Ada apa ini?"

★☆★☆★

1
Evi 060989
up
Adhie: siap kaka
👍👍👍
total 1 replies
MelodyStar
update :(
Adhie: siap, lagi dipersiapkan
total 1 replies
Evi 060989
up
Adhie: siap, lagi dipersiapkan...
total 1 replies
Evi 060989
up lg
Adhie: lagi dipersiapkan...
total 1 replies
MelodyStar
update☹️
MelodyStar
update☹️☹️ plis
Adhie: sorry, author lagi trobel kemarin
total 1 replies
Evi 060989
up lg thor
Evi 060989
up lg
kriwil
knp ga tampar anak pungut itu
Adhie: sudah ditampar 3 kali sampe pingsan
total 1 replies
Evi 060989
up lg
Adhie: siap...
total 1 replies
Zahra Nur
bunuh aja keluarga anjing tu
Adhie: aduh.... sadis kaka
total 1 replies
Anonymous
suke badas mantap lanjut thor👍
Adhie: terima kasih atas kunjungannya kaka
🙏🙏🙏
total 1 replies
Sonya Nada Atika
ini yg bikin malas....muter2 g jls...katanya kuat.
Adhie: makasi sudah mampir
🙏🙏🙏
total 1 replies
Aretha Shanum
males beh muter2
Adhie: makasih sudah mampir
total 1 replies
Adhie
maksudnya kenapa bella masih bertahan di kediaman winata?
bella menunggu momen di mana dia benar benar diusir oleh keluarga winata, baru dia mau keluar.
Aretha Shanum
kenapa harus bertahan disitu
Adhie: makasih sudah mampir kaka...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!