Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1: MAHKOTA DUSTA DI ATAS PELAMINAN
BAB 1: MAHKOTA DUSTA DI ATAS PELAMINAN
Malam di Shimla seharusnya menjadi puncak dari segala mimpi indah yang pernah dirajut oleh Aarohi. Udara pegunungan yang dingin menusuk hingga ke pori-pori, namun di dalam Mansion Raisinghania yang berdiri megah di atas bukit, suasana terasa hangat—hampir menyesakkan—oleh ribuan lilin aromaterapi dan hiasan bunga mawar putih yang melambangkan kesucian. Wangi melati dan kayu cendana memenuhi udara, menciptakan atmosfer kemewahan yang tak tertandingi.
Aarohi berdiri sendirian di depan cermin besar setinggi langit-langit di kamar utama. Ia menatap pantulan dirinya yang tampak asing namun mempesona. Gadis di dalam cermin itu mengenakan lehenga pengantin berwarna merah darah dengan sulaman benang emas yang rumit, melambangkan keberuntungan dan status barunya. Di lehernya, melingkar kalung berlian senilai miliaran rupee—pemberian Deep Raj Singh, pria yang baru saja mengucapkan sumpah pernikahan bersamanya beberapa jam yang lalu.
Aarohi menyentuh pipinya dengan jemari yang gemetar. Ia merasa seperti sedang berada dalam mimpi yang terlalu indah untuk menjadi nyata. Memorinya berputar ke belakang, pada masa-masa sulitnya sebagai seorang gadis yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan kecil yang lembap. Dari sana, kini ia menjadi nyonya di rumah paling mewah di kota ini. Ia teringat bagaimana Deep menatapnya tadi saat di altar; tatapan yang penuh perlindungan, seolah-olah Aarohi adalah permata paling berharga di dunia yang harus dijaga dari tangan-tangan kotor.
"Kau adalah milikku sekarang, Aarohi. Selamanya. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi," bisikan Deep di telinganya tadi masih terngiang, mengirimkan desir aneh sekaligus hangat di jantungnya.
Namun, di tengah gelombang kebahagiaan itu, ada rasa sesak yang tak kasat mata. Sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di Mansion Raisinghania, Aarohi merasa seolah ada ribuan mata yang mengawasinya dari balik bayang-bayang pilar marmer yang kokoh. Lorong-lorong rumah ini terasa terlalu luas, terlalu sunyi, dan menyimpan rahasia yang tidak bisa ia raba.
Aarohi berbalik ketika mendengar suara derit pintu kamar utama yang terbuka perlahan. Jantungnya berdegup kencang. Ia mengira itu adalah Deep, suaminya, yang datang untuk memulai malam pertama mereka. Namun, ruangan itu tetap sunyi. Hanya suara gesekan tirai sutra yang tertiup angin dingin dari jendela yang sedikit terbuka.
"Deep? Kau di sana?" panggil Aarohi lembut. Suaranya tenggelam dalam kemegahan ruangan.
Ia melangkah menuju balkon, namun langkahnya terhenti ketika melihat sebuah pintu rahasia di balik lemari besar yang sedikit terbuka. Keingintahuan membawanya mendekat. Di sana, di dalam ruang kerja pribadi Deep yang tersembunyi, ia melihat pemandangan yang menghancurkan seluruh dunianya dalam hitungan detik.
Deep tidak sendirian. Ia sedang memeluk seorang wanita. Dan yang membuat jantung Aarohi seolah berhenti berdetak adalah wajah wanita itu. serupa
Lutut Aarohi terasa lemas. Mahkota kecil di kepalanya terasa berat seperti beban berton-ton. Ia baru menyadari bahwa pernikahan ini bukanlah tentang cinta, melainkan sebuah konspirasi gelap. Ia dinikahi bukan untuk dicintai, tapi untuk dikambinghitamkan atas dosa-dosa wanita lain yang memiliki wajah serupa dengannya.
Tiba-tiba, Deep menyadari kehadiran Aarohi di ambang pintu. Pria itu berbalik, wajahnya yang semula penuh pesona kini berubah menjadi topeng iblis yang dingin. Tidak ada penyesalan di matanya. Hanya ada kepuasan yang bengis.
"Kau sudah mendengar semuanya, Aarohi? Bagus. Itu akan memudahkan segalanya," ucap Deep sambil melangkah maju, memojokkan Aarohi ke dinding dingin.
"Kenapa, Deep? Kenapa kau melakukan ini padaku?" tangis Aarohi pecah, air matanya merusak riasan pengantinnya yang indah. "Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku!"
Deep tertawa pendek, sebuah tawa yang merobek jiwa Aarohi. "Cinta adalah kelemahan, dan kau adalah orang yang lemah. Tara adalah wanita yang kucintai, dia adalah belahan jiwaku yang sebenarnya. Dan demi kebebasannya, aku rela mengorbankan seribu wanita tidak berguna sepertimu."
Di luar, suara sirine polisi mulai terdengar meraung-raung, membelah keheningan malam di Shimla yang beku. Lampu merah dan biru mulai berpendar di kaca-kaca jendela mansion, menandakan bahwa "perangkap" itu sudah tertutup rapat.
Deep dan Tara saling melempar senyum kemenangan, seolah mereka baru saja memenangkan sebuah trofi. Sementara itu, Aarohi hanya bisa terpaku, memegangi dadanya yang sesak. Ia menyadari bahwa malam ini, mahkota pengantin yang ia kenakan dengan bangga kini berubah menjadi mahkota duri yang akan menyeretnya ke dalam neraka penjara—atau bahkan kematian.
Namun, di dalam kehancuran total itu, sesuatu yang lain mulai bangkit. Rasa sakit yang luar biasa berubah menjadi kobaran api yang membakar sisa-sisa keluguannya. Air mata Aarohi berhenti mengalir, digantikan oleh tatapan tajam yang belum pernah ia miliki sebelumnya.
Dendam itu mulai tumbuh subur di dalam hatinya yang hancur. Di tengah keputusasaannya saat polisi mendobrak pintu dan memborgol tangannya, sebuah janji gelap terucap dalam batinnya:
Jika aku selamat dari malam ini, aku akan kembali. Aku akan menghancurkan setiap pilar di rumah ini, dan aku akan memastikan wajah yang kau puja ini menjadi mimpi buruk terakhir bagi kalian berdua. Kalian memberikan aku mahkota duri, maka aku akan membalasnya dengan pedang keadilan yang paling tajam.
Malam itu, di bawah langit Shimla yang bersalju, Aarohi bukan lagi gadis yatim piatu yang malang. Ia telah mati, dan seorang pembalas dendam baru saja lahir.
Purna."