NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia?

    Malam ini acara yang di tunggu akhirnya datang Malam pertunangan mbak Sofia dengan lelaki bernama Morgan, anak dari salah satu pengusaha terkenal di Surabaya.

    Aku datang bersama bu Zahira dan juga mbak Nayla. Kami memasuki lobi hotel tempat acara di laksanakan. Suasana di sini tidak terlalu ramai. Tapi saat memasuki aula, suasana terasa berbeda. Para tamu berdatangan dengan senyum merekah. Bagaimana tidak, tempat ini di sulap bak istana. Dengan dekorasi yang mewah dan elegan. Tepat di depan pintu masuk lurus ke depan ada panggung yang tak terlalu luas tapi pin si tara sedemikian rupa hingga terlihat sangat indah. Dengan aneka hiasan yang terpadu sempurna. Aku terkesima, sangat takjub. seperti mimpi bisa berada di dini apa lagi ika jadi mbak Sofia, mimpi pun tak kan berani. Aku jadi merasa kerdil si sini. Di antara para manusia yang terpandang. Padahal ini baru tunangan, bagaimana nikahan nya nanti.

      " Mbak, kita kayak salah datang ya? ". Aku menyenggol lengan mbak Nayla yang sepertinya sama takjub nya dengan ku.

     " Kayaknya iya deh Ra... Semua tamunya orang gede semua. Nah kita.,.. Tapi maklum si, kan ini yang punya acara juga bukan orang sembarangan*. Mbak Nayla menanggapi. Masih dengan ekspresi takjub nya.

     " Ini acara penting, Acaranya orang berada. pantesan aja gaun nya pun meminta yang seperti itu". Aku pun menanggapi.

     " Yuk kita masuk". Ajak bu Zahira yang melihat kami hanya diam di ambang pintu masuk.

  Kami pun melangkah masuk mengikuti bu Zahira. Di hadapan kami, mbak Sofia datang menyambut. Menyalami para tamu yang datang satu persatu. Dengan wajah yang cantik dan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Di sisi lain, seorang lelaki pun melakukan hal yang sama. Dia lah calon tunangan mbak Sofia. Wajah tegas dan kulit bersih di tambah hidungnya yang mancung, sangat serasi dengan mbak Sofia.

   "Yuk!.. " bu Zahira maju lebih dulu.

Tepat si hadapan mbak Sofia aku tertegun. Dia angat cantik. Gaun warna pastel yang di lengkapi sedikit payet di bagian pingang ini sangat cocok di badan nya. Sangat cocok dengan wajah ayu nya.

" Hai... Bu Zahira Nayla dan Amara... Selamat datang

"Terima kasih sudah datang dan beribu ribu terima kasih untuk gaun ini. Aku sangat suka."

Dia tersenyum manis sambil membalikkan badan untuk menunjukan kalau gaun itu sangat cocok dengan nya.

"Mbak cantik banget".aku memujinya.

" Terima kasih".

" Silahkan masuk dan selamat menikmati pestanya. Aku harus menyambut tamu yang lain".

Benar saja. si belakang kami sudah berdiri beberapa orang yang sudah mengantri untuk masuk.

Kami pun masuk dan berjalan menuju kursi yang sudah si sediakan. Mencoba menikmati suasana walau merasa agak canggung.

" Kalian jangan canggung gitu dong... biasa aja.. si sini nggak akan ada yang menghiraukan kita kecuali Sofia. Jadi santai aja dan nikmati pestanya" bu Zahira mencoba membuat kami nyaman.

" Ini beneran bu kaya tersesat di dunia lain. Rasanya sangat asing". aku menjawab.

" Bener tuh.. kaya orang tersesat". Mbak Nayla juga setuju.

"Kalian bisa aja".

" Ya kan aku belum pernah di keadaan seperti ini bu". Aku malu malu mengakui.

" Betul.. sebelum ini biarpun ada orang yang pesan gaun di butik kita nggak pernah sekalipun mengundang kita di acaranya. Walaupun mereka juga para orang kaya".

" Memang benar. Saya pun agak kaget saat di undang. Tapi kan kita harus memenuhi undangan dong".

Aku mengangguk kan kepala tanda setuju. Aku pun mencoba santai menikmati acara. Aku masih mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Masih begitu senang menyaksikan keindahan ini. Hingga di kejauhan aku melihat seorang yang sangat ku kenal memasuki tempat acara. Seorang lelaki yang selama hampir setahun ini mewarnai setiap hari ku. Dia datang bersama seorang wanita paruh baya di sebelah kiri nya, mungkin itu ibunya, dan seorang wanita muda di sebelah kanan nya, entah siapa dia. Wanita muda ini merangkul lengan laki laki itu. Dia lah Adit bersama entah siapa. Aku mengerutkan dahi. Apa mungkin adiknya. Tapi setahuku adiknya ada di luar kota. Mungkin dia sedang pulang ke kota ini.. Aku membuang jauh jauh segala pikiran yang mengganggu. Mencoba tetap fokus pada acara ini. Walau tak bisa di pungkiri bahwa yang aku lihat itu sangat mengganggu ku.

Mereka duduk di kursi depan panggung jauh dari tempatku duduk. Hal itu membuatku lebih leluasa mengamati mereka, sementara mereka tak akan melihatku. Aku benar benar mengamati dari jarak ini. Perpuan muda itu begitu manja pada Adit. Sementara Adit seperti biasa saja. Dia tidak menanggapi tapi juga tidak menolak. Hati ku memanas, tapi aku tetep mencoba berpikir jernih. Akan ku coba cari tahu siapa dia nanti, setelah acara ini selesai.

'Mohon perhatian hadirin semuanya'

Seorang pembawa acara berbicara di atas panggung. Suaranya yang lantang membuat semua tamu mengarahkan pandangan padanya.

'Selamat datang pada semua tamu. Selamat datang di acara pertunangan antara nona Sofia Anastasya Ramdani dan tuan Morgan Pratama Sudibyo. kini mari kita persilahkan pada keduanya untuk menaiki panggung'

plok plok plok

Tepuk tangan riuh menyambut sepasang manusia yang akan bertunangan. Aku melirik Adit yang juga terlihat antusias.

mbak Sofia menaiki panggung dengan anggun. Aku kembali takjub sekaligus bangga. Mbak Sofia telah berganti pakaian dengan gaun kedua. Gaun yang ku rancang sendiri dan juga gaun yang dia pilih untuk acara ini. Dia masih sangat cantik dengan gaun panjang warna maroon yang membuatnya lebih mencolok namun tetap lembut. Semakin terlihat auranya yang kuat. Aku tersenyum puas menyaksikan karyaku ini terlihat sempurna di kenakan oleh seorang Sofia.

Acara di mulai... Kedua manusia yang sedang berbahagia itu menyampaikan beberapa patah kata secara bergantian. Juga sambutan dari ayah mereka masing masing.

Puncak acara tiba, kini saatnya mereka memasangkan cincin di jari pasangan. Menandakan bahwa mereka telah sah bertunangan. Senyum mereka mengembangkan membuat para undangan ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.

Tepuk tangan menyambut kebahagiaan mereka. Membuat seluruh isi ruangan ini penuh dengan kehangatan. Sesekali aku melirik Adit. Rasa penasaran tak juga lenyap dari hatiku.

' Dit... lagi ngapain? '

Aku mencoba mengirim pesan pada Adit.

' Lagi nongkrong di rumah. kenapa kangen? '

Nongkrong katanya. Di rumah pula. Bohong banget.

' Sama siapa? kalo aku kangen apa kamu bisa datang sekarang?

Dia terlihat resah saat membalas pesanku.

'Sendiri doang. Beneran boleh datang? '

Bohong banget dia. Sejak kapan dia suka bohong. Atau jangan jangan wanita yang sedang bersamanya itu pacarnya. Duh kok hatiku makin panas ya...

' Duh kasian cuma sendirian. Ya udh deh kesini aja biar aku temenin'.

Coba dia akan menjawab apa. Ku lihat wajahnya seperti sedang berpikir. Mungkin sedang mencari alasan.

' Beneran nih... tapi udah malem ini .. Nggak enak sama keluarga kamu'.

Udah malam katanya. Aku melirik jam tangan dan jam menunjukan masih di angka 20:50. Padahal dia kalau ke rumah hanya akan pergi kalau jam sudah menunjukan pukul 10 malam.

'Biasanya juga kalau kesini pulangnya lebih malam dari sekarang? '

' Iya tapi ini aku masih di rumah. Kalaupun kesana, ntar ketemunya bentar banget. Mending besok aja ya... '

Aku kembali melirik Adit yang sedang ngobrol sama cewek itu sambil saling melempar senyum. Mamanya juga seperti bahagia banget melihat anaknya.

Ini pasti ada sesuatu di antara mereka. Aku harus mencari tahu sebelum melangkah lebih jauh lagi.

Akhirnya acara selesai. Kami menemukan mbak Sofia lagi sebelum pergi.

"Kami pamit dulu mbak". Dia yang sedang duduk berdua dengan sang tunangan pun menoleh.

" Ehh.. iya... terima kasih udah datang dan terima kasih banyak untuk gaun nya. Walaupun awalnya aku sangat kecewa karena gaun nya rusak, tapi kalian bisa membuatnya kembali. Bahkan lebih bagus. Aku sangat puas".

" Sama sama mbak.. kami senang jika kamu menyukainya" bu Zahira menjawab.

" Nanti untuk gaun pengantin tolong di buatkan lagi ya.. "

"Kami siap kapanpun kamu butuh".

Setelah pamit kami pun pergi. Tapi tepat saat kami keluar pintu, aku bertemu dengan Adit. Kami saling beradu pandang karena kaget. Dia terlihat memegang. Kemudian melepas tangan wanita itu dari lengan nya. Diam tak berkutik masih menatapku penuh kebimbangan.

Sementara aku mencoba tak peduli dengan adanya mereka. Aku tetap melangkah maju dengan mantap menuju mobil bu Zahira. Aku anggap mereka orang asing yang tak ku kenal walau di hati ku terasa perih.

Dan aku pulang dengan hati yang bertanya tanya tentang Adit dan Wanita itu..

"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!