NovelToon NovelToon
Bloody Marriage

Bloody Marriage

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Balas dendam. / Mafia / Balas Dendam / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alianna Zeena

Kenyataan menyakitkan, amarah mengalahkan kasih dan cinta. Enrique Norman Derullo dengan segala egonya, meninggikan amarah dan merendahkan mata hati. Pemimpin klan El Sinaloa itu enggan mengakui, bahwa seseorang yang ingin dia sakiti adalah penentu hidup dan matinya.

Silahkan baca Part 1 untuk melihat deskripsi dan gambaran novel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alianna Zeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bloody Marriage 27

Vote sebelum membaca😘

.

.

"Kau bisa pergi besok malam, Malia."

Pagi kedua yang membuat Malia tidak bisa tidur sepanjang malam. "Kenapa aku tidak boleh ke Acapulco sekarang, Marc?"

"Hujan lebat sedang terjadi, kau lihat bukan ada badai?"

Malia mengerucutkan bibirnya, dia menarik napas dalam. Memakan sarapan pun tidak membuatnya bernapsu, padahal kenyataannya Malia tidak makan dari semalam. "Apakah ada cara bagaimana aku bisa menghubungi Norman?"

"Kau tahu tempat ini tidak ada signal. Untuk Norman, aku memberitahumu bahwa dia sedang ada pekerjaan bukan?"

"Aku hanya heran kenapa dia tidak memberitahuku."

"Kau tidur setelah pulang dari teluk," ucapan Marc membuat Malia terdiam. Karena kenyataanya memang begitu.

Mengakhiri sarapannya, Marc mengisyaratkan pada pelayan untuk membereskan sisa makannya.

"Kalau kau tidak ingin makan, jangan menghalangi pelayan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka."

"Sí, Marc."

"Dan juga, jangan masuk ke dalam basement, tempat itu licin untukmu, Malia."

"Sí."

Malia benar-benar merasa hampa, tidak ada lagi yang membuatnya tertawa, tidak ada teman yang menemaninya. Menatap hampa, para pelayan yang membereskan makanan di depannya terasa sangat cepat. 

"Señora, ada yang bisa aku bantu?"

Malia menarik napas dalam. "Sí, tolong siapkan peralatan melukisku di halaman belakang."

"Diluar sedang hujan, Señora."

"Seharusnya kau tidak bodoh, aku tidak akan melukis di bagian yang hujan. Cari tempat yang teduh."

Pelayan yang sebelumnya selalu memasang wajah datar itu tertegun. Dia menyipitkan matanya sebelum menatap kesal Malia yang berjalan ke arah belakang rumah, dengan menyeret kakinya penuh kesulitan. 

Pelayan itu berguman, "Dasar wanita cacat."

Sementara Malia memilih menyeka air mata, kehilangan Norman membuatnya sedih. Tidak ada kata-kata manis lagi seperti sebelum mereka menikah, Norman dingin meskipun tetap memperhatikan. Dan kini dia pergi tanpa berkata apapun.

Malia benar-benar bosan berada di sini, tidak ada yang bisa dia lakukan selain tidur, makan, membaca, menonton dan memerintah. 

"Ini barang yang anda inginkan, Señora."

"Sí."

Malia belum ahli dalam melukis, tapi dia melakukan yang terbaik. Ingin melukis imajinasinya. 

"Bisa kau ambilkan tissue?" Pinta Malia pada pelayan yang sedang membersihkan kaca.

"Sí, Señora."

Menatap hujan yang lebat, Malia benar-benar mengkhawatirkan suaminya. Merindukannya, dan selalu ingin bersamanya. Karena tujuannya menikah dengan Norman untuk membuat semuanya lebih baik, membuat dirinya merasa hidup kembali.

"Ini, Señora."

"Kenapa kau ambilkan tissue basah ini? Aku butuh yang kering."

"Tidak ada, hanya ada ini di kamar anda, Señora."

"Aku tidak menyuruhmu mengambilnya dari kamarku." Malia memijat keningnya. "Astaga, biar aku saja yang melakukannya."

Tangannya meraih tongkat, Malia pergi dengan kesal sambil menyeret kaki kirinya. 

Pelayan di sana geram, dia tidak tahu apa yang terjadi tapi dia tahu kedatangan Malia tidak disambut baik di sini. Berpuluh tahun bekerja pada Marc, pelayan itu tahu Malia bukanlah teman di sini. Yang membuatnya yakin untuk melakukan hal buruk. Pelayan itu mencoret sketsa yang telah Malia buat dengan kuas bercat hijau.

Pelayan itu tersenyum. "Señora, kau tidak di sambut baik di sini," ucapnya kemudian menendang kanvas itu hingga membuat lukisan itu tengkurap.

Malia yang masih melangkah mencari tissue, dia berjalan menuju lobi depan rumah. 

Saat manik cokelatnya mendapati tissue yang dicari, Malia mendapati ada ponsel disebelahnya. Dan ketika dia menyentuh ponsel itu, hal yang membuatnya kaget adalah sesuatu yang dia cari. "Kenapa ponsel ini memiliki signal? Kenapa milikku tidak?"

***

Norman menatap matahari terbenam lewat jendela kamar Dania, masih dengan tatapan dan harapan yang sama pada sang mentari.

Ketika jemari lentik itu menyentuh punggungnya, Norman menegang. Bukan hanya rasa sakit yang dirasakannya, tapi juga rasa ketidaksukaan dirinya saat orang lain menyentuh tubuhnya.

Norman berbalik, dia menahan tangan Dania untuk tidak melakukannya lagi. "Hentikan itu, jangan sentuh."

"Lukamu perlu diobati lagi, Norman. Kau harus membuka bajumu."

"Lukanya sudah kering."

"Benarkah? Biarkan aku melihat."

Norman tidak menjawab.

"Biarkan aku melihat, atau kau akan pulang dengan keadaan terluka? Lalu Malia melihatnya dan bertanya-tanya padamu?"

Norman melepaskan tangan Dania dengan mendorongnya pelan memberi isyarat agar menjauh. "Buatlah makan malam."

"Kau akan tetap di sini?"

"Kau ingin aku pergi atau tetap di sini?" 

Dania tertawa kecil, dia mengecup bibir Norman tanpa menyentuh tubuhnya. Segera membuat makan malam untuk kekasihnya.

Sementara Norman, kembali menatap matahari yang akhirnya bersinar setelah seharian hujan.

"Kau ingin makan apa, Norman?"

Bimbang yang dirasakannya saat ini, melihat Dania perhatian padanya dan selalu bersamanya meskipun yang diberikan Norman hanyalah kesakitan. Dia datang mendekat, duduk di ruang makan. "Apa yang akan kau buat?"

"Noodle aku pikir, aku mendapatkannya dari Dennis beberapa hari yang lalu."

"Kalian sedekat itu?"

"Kami bekerja di bar yang sama, Dennis selalu mengawasi."

Norman mengangguk paham.

"Kenapa kau tidak langsung menemui anak buahmu?" Dania berbalik. "Yang semua orang tahu, Dennis adalah pemilik El Sinaloa, kenapa kau tidak menyingkirkan pemikiran itu?"

"Penguasa sesungguhnya hanya diam dan melihat, Dania. Namun, satu jentikan jarinya berbahaya. Aku tidak perlu melakukan pertemuan-pertemuan dengan para manusia pemerintahan. Jika aku melakukannya, mereka tidak akan bekerja padaku."

Dania tertawa. "Yups, you're the boss. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Marc dan Malia?"

Norman bungkam.

"Kapan dia akan memulainya?"

Norman kembali bungkam, sesuatu dalam hatinya menggerakan agar segera pergi dari tempat ini dan pulang. Namun Norman tidak ingin kembali mengingat kesakitan yang diberikan Marc.

"Apa yang kau pikirkan Norman?"

"Aku perlu menyalurkan amarahku," ucapnya sambil menyalakan rokok.

Dania mengerti, dia berhenti memasak. "Aku bisa melakukannya untukmu."

"Tidak, aku tidak mau dirimu."

Dania mengepalkan tangan, sebelum Norman kembali, dia menahan tangan kekasihnya agar tetap disini. "Akan aku hubungi wanita lain, aku kenal wanita bernama Kate yang bekerja di barmu, dia lihai di ranjang."

"Apa dia ta--"

"Dia sudah terbiasa dengan rasa sakit. Tetaplah di sini, akan aku panggil dia."

Norman yang sedang merokok menatap manik Dania, memberi isyarat yang membuat Dania bernapas lega.

Dia segera mengambil ponselnya. "Hallo, Kate. Bisakah kau datang? Ada pria yang ingin bermain denganmu, dia akan memberimu lima kali lipat."

Dania memilih seperti ini, daripada Norman pergi darinya, apalagi untuk Malia.

---

**Love

ig : @Alzena2108**

1
syalala
gila.. udah December 2025, tapi gue masih aja kesini ngecek kelanjutannya..
Cakittt banget di ghosting penulis favorit </3

Dear beloved Author, Zee. Hope u find your happiness. Even tho it's mean that this Novel will be stuck forever in this part 😭💔
Nur Amina
2025 kesini lg😑
Leslie Arief
ini apa ada edisi cetak yg uda tamat sperti la senorita edisi cetak? mohon info ya
Noppy Monica: ga ada mba. penulisnya udah hiatus sama sekali udah ga mau update kelanjutan novel ini
total 1 replies
Nunung Suwandari
kak Zee ayok kembali kalaupun pindah tolong kasih kami notif 😔
fi aja
baguss
trueNetizen
cerita Louis ko jadi komedi 😄, tp aku suka
Dwi Nasrul
sdh bbrp th lwt n jauh² kemari msh jg gantung gni crta nya....kapan kelar nya cobak???
sayur_kubuk
rawwwaww....
anggap aja Auman singa macan dan harimau wkwkwk
Dian Ariestia
mampir kesini di tahun 2025 ,tp ternyata Masi gantung dan belum ada kelanjutan ,are you okey kak Zee ?
Nayy
10 bunga,vote tapi jangan kelamaan up nya yaa
Nayy
up up up
Nayy
up up up kak
Meliana Siregar
perfect
Meliana Siregar
Tak terduga
☘️⃟🆑🍾⃝🎐⃟ͧC͠ʜᴀᷫғͧɪᷠɪ̽ɴⷡᴛᷧ͜ᴀͤ
ternyata dari dulu smpai sekarang masih menggantung cerita noorman dan maia... kak zee sambung lagi dong, kangen berat aku
ian: dsnini tidak ada kabar,di Ig juga tidak siapalah yang kenal sama zee
total 1 replies
Ana Akhwat
Akhir yang tidak jelas
Pipit Andayani
thor kt nya mau d lanjut d sini tp msh stuck aja ...
Nayy
sweruuuu....deg deg ser
ini subscribe kedua untuk genre mafia setelah only 200 day mr.mafia
good...segera up
Nayy
cuuus lanjut up
Nayy
thorrrr.....😭😭😭😭 kenapa bawang nya kebanyakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!