NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 11 untuk kesekian kalinya mengalah

"Lo yakin, ngga sih kalau lo mau pacaran sama aura? " Tanya irsyad tetiba kala. Mereka sedang istirahat latihan di Gym, dewa yang sedang meneguk air mineral pun. Menoleh ke arah lelaki yang sedang mengelap, keringatnya dengan handuk kecil milik nya sendiri,

"Gue, cuman merasa bersalah aja bagaimanapun rumor. Itu karena gue! Apalagi dia sampe, di Hina dan di putusin sama pacarnya gue yakin. Pasti selepas ini, rumor itu bakal menyebar luas lagi! " Jelas dewa dengan suara penuh keyakinan. Irsyad mangut-mangut mendengar nya, " Ya mau, ngga mau lo pacaran sama Aura!. Kalau kaya gitu lo punya hak mutlak untuk melindungi nya, dan lo bisa putuskan dia saat kita udah, lulus hanya memastikan dia. Aman dari banyak nya bullying! " Celetuk alex sembari mengangkat barbel. Dadanya turun naik kala, mengangkat barbel lima kilogram tersebut,

Irsyad, terdiam mendengarnya lalu ia kembali mengambil barbel dua puluh kilogram, menanggung beratnya barbel tersebut. Dewa memicingkan matanya kala, melihat irsyad yang Sedang mengangkat barbel nan berat tersebut, " Astaga, irsyad kenapa kamu mengangkat barbel yang berat sekali?. Putus cinta kau? " Cibir dewa namun tidak di gubris oleh irsyad yang langsung, melanjutkan mengangkat beban tersebut. Dewa pun langsung menyusul, mengangkat barbel juga seperti teman-temannya lalu.

Latihan, di Gym sudah selesai. Yang lainnya langsung bergegas pulang kecuali irsyad ia tidak langsung pulang melainkan, pergi ke tempat les balet Bunga. Sebelum turun dari mobil irsyad mengirim beberapa pesan ke Bunga,

Bunga 🤍

𝘋𝘦𝘬! , 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘭𝘦𝘵?

𝘔𝘢𝘶 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵? 𝘏𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘭𝘰𝘩 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢!

𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶, 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘵𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢!

𝘛𝘢𝘱𝘪 , 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘢𝘱 𝘬𝘰𝘬 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵!

Irsyad, menghela napas panjang saat melihat pesan nya. Yang belum dibaca oleh bunga, gadis yang sudah dia dekati lebih dari saat mereka masih kecil. Ia sangat tahu lika liku kehidupan bunga,

Irsyad, menyipitkan matanya kala melihat motor sport yang sangat. Ia kenali dan di depan studio balet sana ada bunga, yang sudah memakai mantel hujan melambai. Ke Seorang lelaki tampan langsung mendekati bunga yang di depan studio balet, " Bang dewa! "Pekik bunga membuat lelaki tersebut turun dari motor kesayangannya. Ia berbalut mantel hujan, " Maaf, udah nunggu lama? "Ujar dewa sembari memasangkan helm di kepala bunga, yang menatapnya dalam.

Kedua mata mereka bertatap penuh kasih, senyuman manis terukir di bibir mereka. Hati mereka berdetak bersama, seperti dua instrumen yang memainkan melodi cinta yang indah. Senyuman itu menghangatkan dirinya, membuatnya merasa seperti berada di surga.

Senyuman itu melelehkan hati mereka , membuatnya merasa seperti mereka bisa mengatasi semua masalah, seperti mereka bisa menghadapi apa saja bersama. Mereka tahu bahwa cinta mereka adalah kekuatan yang tak terkalahkan, bahwa cinta mereka akan selalu ada.

Bunga, langsung memutuskan kontak mata mereka yang bisa di bilang lumayan. Lama sekali dewa, langsung mengerjap berulang kali matanya. " Ayo, naik kita pulang sebelum pulang kita singgah makan! " Ujar dewa seraya menarik pergelangan tangan bunga, membuat bunga terhanyut diantara sejuta ke bahagiaan pipinya merona. Jantungnya berdetak kencang kakinya seperti jelly, ia mempercepat langkahnya agar. Sama seperti dewa

"Naik! " Perintah dewa saat mesin motor. Sudah menyala dengan ragu, bunga menaiki motor tersebut entah mengapa. Baru kali ini dia merasa salah tingkah, karena ulah sahabat kecilnya tersebut. Dewa mengambil tangan bunga lalu melingkar kan nya, di pingang nya Membuat, rona merah muda muncul di pipi gadis tersebut. Hujan tidak membuat tubuhnya dingin melainkan, hangat

Irsyad, meremas kemudi ketika melihat kedua sahabatnya bermesraan. Hatinya sangat sakit sekali untuk ke sejuta kalinya hatinya terasa sakit sekali, melihat hal tersaji untuk ke sekian kalinya di depan matanya. "Kalau, itu yang buat kamu bahagia kenapa. Hati ini tidak rela bunga?, bahagialah!.. Kamu sudah terlalu sakit untuk terluka! " Ucapnya sembari menyalakan mesin mobil. Dengan luka yang masih menganga di hati nya pastinya,

***

*"𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘮𝘶, 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢"*

-𝘉𝘪𝘥𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪-

*" *𝘊𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘮𝘶* :)

-aura-

*" Tuhan, jika nanti aku jatuh cinta lagi, izinkan aku mencintai seseorang yang berhak untuk ku miliki, sebab patah hati bukan episode yang menyenangkan untuk terus ku ulang.

-irsyad-

“Cinta dalam diam itu seperti doa yang tak bersuara.

Ia tidak menuntut balasan,

hanya berharap Tuhan menjaga yang dicintai,

meski bukan untuknya.”

...

So?, kalau cinta perjuangkan ya!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!