NovelToon NovelToon
Kultivator Yang Menantang Waktu

Kultivator Yang Menantang Waktu

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Psikopat / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan kutukan yang memakan usia, Boqin Tianzun terpaksa menempuh jalan berdarah demi melawan waktu yang kian menipis. Di tengah pengkhianatan keluarga dan dunia yang memuja kekuatan, ia merajut rencana keji untuk merangkak ke puncak tertinggi.

​Bagi sang iblis berbakat, nyawa hanyalah pion catur dan cinta hanyalah teknik manipulasi, kecuali untuk satu jiwa yang tersisa. Di ambang batas kematian, ia bersumpah akan menaklukkan takdir dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Racun dalam Sutra

​Boqin Tianzun, dalam identitasnya sebagai Qin Mo, kini resmi menjadi pelayan pribadi di Paviliun Ungu milik Han Ruoli. Di mata semua orang, ia hanyalah pemuda tampan yang beruntung karena menjadi mainan favorit sang Nona Muda. Namun, di balik pintu paviliun yang tertutup, Boqin sedang memutar roda kehancuran.

​Boqin tidak bersikap menjilat. Ia justru bersikap sedikit dingin dan misterius di depan Han Ruoli. Ia tahu tipe wanita seperti Ruoli: semakin sulit didapatkan, semakin ia akan terobsesi.

​"Qin Mo, bawakan aku teh Embuni Pagi." perintah Ruoli sambil bersandar malas di kursinya.

​Boqin membawakannya, namun saat menyajikannya, ia dengan sengaja menyentuh titik meridian di pergelangan tangan Ruoli sekejap saja—sebuah teknik Getaran Jiwa yang sangat halus. Teknik ini membuat Ruoli merasa sangat nyaman dan ketagihan saat berada di dekat Boqin, seolah-olah hanya Qin Mo yang bisa menenangkan energi Qi-nya.

​"Kau... kau memiliki tangan yang hangat, Qin Mo." gumam Ruoli, wajahnya sedikit merona.

​"Hanya kebetulan, Nona Muda." jawab Boqin dengan suara datar, tanpa sedikit pun rasa kagum di matanya.

​Dalam hatinya, Boqin tersenyum. Ia mulai membuat Ruoli bergantung secara emosional dan fisik padanya. Ia mulai membisikkan saran-saran kecil yang tampak tulus namun sebenarnya bertujuan untuk mengadu domba Ruoli dengan kakak-kakak lelakinya yang juga memperebutkan takhta pemimpin sekte.

​Setiap malam, saat Ruoli tertidur di bawah pengaruh aroma terapi yang diam-diam telah dicampur Boqin dengan bubuk pelemas energi, Boqin menyelinap keluar.

​Ia tidak pergi ke gudang senjata. Targetnya adalah Formasi Matahari Agung—jantung pertahanan sekte yang melindungi seluruh gunung. Sebagai mantan kultivator tingkat tinggi, Boqin tahu bahwa merusak formasi secara kasar akan memicu alarm.

​Maka, ia menggunakan teknik Ulat Sutra Penghancur. Ia menanamkan energi Qi merah gelapnya yang sangat tipis ke dalam titik-titik simpul formasi. Energi ini tidak merusak sekarang, tapi akan bertindak seperti kanker; ia akan memakan energi formasi sedikit demi sedikit.

"​Dalam tiga bulan, formasi ini akan terlihat kokoh dari luar, namun akan hancur hanya dengan satu sentuhan saat aku menginginkannya." batin Boqin sambil berdiri di atas menara pusat.

​Boqin juga mulai menyebarkan rumor melalui para pelayan lain. Ia menggunakan kemampuannya untuk meniru suara dan tulisan tangan.

​Ia mengirimkan surat kaleng kepada kakak kedua Ruoli, Han Feng, yang berisi bukti palsu bahwa Ruoli berencana meracuni ayahnya demi merebut kekuasaan lebih awal. Di saat yang sama, ia meyakinkan Ruoli bahwa Han Feng sedang menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisinya.

​"Nona Muda, saya tidak sengaja mendengar percakapan di taman," bisik Boqin suatu sore dengan wajah cemas. "Tuan Muda Kedua tampak sangat tidak senang dengan kasih sayang yang diberikan Pemimpin Sekte kepadamu. Anda harus waspada."

​Ruoli yang sudah terobsesi dan sangat mempercayai Boqin langsung meledak amarahnya. "Kakak Kedua berani?! Aku akan memastikan Ayah menarik semua sumber daya kultivasinya!"

​Di rumah danau, klon Boqin sedang mengajari Sua Mei menulis kaligrafi. Tangan mereka bersentuhan, menciptakan suasana yang begitu damai hingga seolah-olah waktu berhenti.

​"Tulisanmu sangat indah, Boqin." puji Sua Mei dengan tawa kecil.

​"Karena kau yang melihatnya, Mei." jawab klon itu.

​Di tempat yang jauh, Boqin yang asli merasakan kebahagiaan klonnya melalui koneksi jiwa. Itu adalah pengingat baginya: Semua kekacauan, darah, dan pengkhianatan yang ia lakukan di Sekte Matahari Suci hanyalah pagar untuk melindungi kebahagiaan sederhana ini.

​Boqin menatap langit malam dari balkon paviliun Ruoli. Satu per satu, pion-pion ini akan jatuh. Dan saat Matahari Suci padam, tidak akan ada lagi yang bisa mengancam rumah kecil kita, Mei.

1
Aldrianto M. Lasut
ini yg bikin cerita gak menarik memanfaat kan wanita yg telah membantu dgn licik..
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Zan Apexion
lanjut
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Epi Cendrawati
bagus alur ceritaya
Agen One: Wah, terima kasih loh🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Agen One: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Nanik S
lanjutkan
Agen One: siappppp
total 1 replies
Nanik S
Cuuuuuuuuusst
Agen One: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Nanik S
Licik dan kejam
Agen One: 💀💀💀💀💀💀
total 1 replies
Nanik S
God Job
Agen One: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
y@y@
💥👍🏼🌟👍🏼💥
Agen One: Gassss
total 1 replies
Nanik S
Dendam lama
Nanik S
Kejam dan sadis
Nanik S
Sui Mei... teman satu satunya yang membuatnya bersemangat
Agen One
Manipulatif dan strategi
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren cekali ceritanya Tor
Nanik S
Kata yang halus tapi mematikan
Nanik S
Jangan terlena Boqin
Agen One: gak akan, justru sebaliknya💪
total 1 replies
Nanik S
Song Yi... mau bikin umpan malah termakan umpan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!