NovelToon NovelToon
Memoar Patah Hati

Memoar Patah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:94.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Olive Sparkly

Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.

Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.

Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.

Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27. Anantha?

Happy reading....

Reza sudah kembali dari rumah sakit, ia memaksa untuk pulang dan akhirnya diperbolehkan untuk melanjutkan perawatan dirumah. Mami Sintia selalu menjaga putra bungsunya, menyiapkan segala keperluannya, dan mengajaknya mengobrol.

Luka diperutnya tidaklah parah, tapi luka hatinya akibat kehilangan sosok yang dicintainya seperti selalu membasah. Tatapannya kosong, dia lemah. Sangat terlihat lemah.

Wajah tampannya yang banyak memikat para mahasiswi di kampisnya pun pucat pasi, ditambah tatapan sendunya menyelimuti kegamangan hatinya.

Sintia mencoba memberinya banyak pengertian, menguatkan bahkan meyakinkan bahwa Ainun baik baik saja. Sang ibu sangat mengerti hati putranya yang sedang goyah, perlahan seperti manusia bernyawa tanpa arti.

"Sayang, makan dulu supnya mumpung masih hangat." Ucap Sintia menyendokkan sup dan meniup perlahan menghalau uap panas. Reza menggeleng.

"Nak, ayo makan dulu," Sintia membujuknya sekali lagi, tapi Reza masih menolak.

"Katanya kamu mau ikut cari Ainun, makan aja susah gimana mau kuat cari calon menantu mami." Bujuknya sekali lagi.

Reza menoleh ke arah ibunya, "Apakah mami serius?"

"Serius yang mana?" Tanya Sintia pura pura tak mengerti.

Reza menundukkan kepalanya, takut semua yang didengarnya hanyalah halusinasinya saja. Meskipun benar adanya, apakah mungkin?

"Za, sayang..?"

"Iya, mih. Reza akan makan," Reza mengambil mangkuk yang dipegang Sintia, memakannya sampai habis tak bersisa.

.

Di suatu kafe, Rezi sedang berbincang dengan Vino, mereka sedang menunggu seseorang. Vino tidak terlalu dekat dengan Rezi yang cenderung menyendiri dan sukar untuk didekati. Mereka hanya sekedar saling kenal saja.

"Vin, apakah tidak terlalu berbahaya kita masuk ke arena mereka?" Tanya Vino yang masih meragukan beberapa rencana yang mereka susun.

"Kita berdoa saja, menurut informasi di Villa itu hanya ada sekitar sepuluh sampai lima belas pengawal. Polisi akan sangat mudah jika tau titik mana saja yang tidak terlalu rentan untuk diterobos." Jelas Rezi.

"Aku dengar, pemilik Villa itu adalah seorang pengusaha besar, tapi juga seorang mafia." Tukas Vino memelankan suaranya.

"Itu dia sudah datang," tunjuk Rezi pada seseorang yang datang membawa tas.

"Selamat siang pak Rezi," Sapa nya pada Rezi.

"Siang Robby, ini rekanku Vino." Mereka berjabat tangan bergantian.

"Silahkan duduk," Rezi mempersilahkan.

"Terima kasih."

Ketiganya kini sudah terduduk, di sebalik kaca yang tembus terlihat hiruk pikuk jalanan. Robby mengeluarkan laptopnya mebuka beberapa file dan video.

Robby adalah teman kuliah Rezi, dia bekerja di intel kepolisian diibukota. Ia sangat ahli teknologi, bisa meretas dan melacak keberadaan seseorang hanya berbekal sebuah foto. Koneksinya sangat cepat, sampai sampai banyak mafia yang menawarinya pekerjaan, tapi dia menolaknya. Ia lebih memilih pwkerjaan yang lebih mulia.

Kealhiannya dalam melacak pun sangat bisa diandalkan, jika melacak seseorang dengan bantuan elektronik baginya itu terlalu mudah. Ia hanya berbekal sebuah foto yang jelas untuk mengetahui keberadaan tergetnya.

Bagaimana caranya? Author masih memikirkannya. hehehe

Robby menunjukkan sebuah Video dari CCTV jalanan. Ia meretas setiap CCTV yang menyala di sepanjang jalan. Memperhatikan setiap mobil dan mencatat setiap no platnya. Menelusuri tempat tujuan dan apa yang ada didalam nya.

Pekerjaan ini tidaklah dilakukan sendiri, ia pun membutuhkan anak buah untuk memantau beberapa titik.

"Mobil inilah yang membawa teman kalian, kami sudah melacak dan memantau secara signifikan." Ucap Robby pada kedua pria didepannya.

Mereka pun akhirnya menyusun rencana secara detile dan gamblang. Disertai kode kode yang hanya mereka bertiga yang tahu.

.

Setelah menyelesaikan makan siangnya, Ainun meminta untuk diambilkan mukena. Karena sejak kejadian penculikan sama sekali ia tidak melaksanakan sholat. Dari Semenjak malam tadi, ia yang pingsan sampai bangun kesiangan. Yang artinya ia telah melewati dua waktu sholatnya.

Dika yang kebingungan pun keluar menemui pelayan didapur untuk meminta persediaan mukena. Untung saja salah satu pelayan wanita itu memiliki mukena, sehingga ia tidak perlu repot mencarinya kemana mana.

Dika kembali ke kamar tamu, mebawa mukena milik pelayan tadi. Sungguh untuk bertanya hal ini pada majikannya pun rasanya tidak mungkin. Mengingat Nyonya Besarnya adalah seorang mafia. Dan yaa.. sepertinya memang tidak punya. Meski Dia terlahir muslim.

"Ini mukena yang anda pinta nona," ucap Dika mengulurkan mukena kearah Ainun.

"Terima kasih" jawab Ainun ketus.

"Kau keluarlah, aku tidak nyaman jika sholat ku diperhatikan seseorang" usir Ainun pada Dika yang masih tetap berdiri didepannya.

Dika akhirnya mengalah, mendapati anak nyonya besarnya ini memintanya untuk keluar. Ia pun akhirnya hanya berdiri dibalik pintu.

Hati dika mencelos mendengar kata sholat, sudah berapa tahun ia melupakannya? Bahkan mengingat Tuhannya pun ia lupa sedari kapan. Sepertinya semenjak dia direkrut menjadi bodyguard di keluarga Anders.

Lima belas menit kemudian, setelah dirasa cukup Dika kembali masuk kedalam kamar tamu, memastikan Ainun masih dalam pengawasannya.

Ia membuka perlahan pintu, dan kemudian masuk. Dika mendapati Ainun yang tengah tertidur pulas diatas sejadah, dengan mukena yang masih melekat di tubuhnya. Ini bukan pingsan melainkan tidur, terlihat dari gestur wajahnya dan tarikan nafasnya yang lembut.

Huffft.. Dia tertidur, kenapa tidak tidur diatas saja?

Sepertinya kegiatan menangis nya yang mencuri semua energinya membuatnya lelah, ditambah perutnya yang sudah terisi penuh membuat mengantuk.

Dika bingung mengambil sikap, apakah ia akan menggendongnya untuk memindahkannya ke ranjang atau membiarkannya tertidur di sana atau membangunkannya.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi, jika ia membiarkan gadis itu tetap tidur diatas sajadah, maka jika itu ketahuan Nyonya besarnya habislah dia. Tapi itu kan jika ketahuan, jika tidak ya tidak akan mungkin.

Jika menggendongnya pun Hasilnya akan tetap sama jika Ainun tersadar.

Dika membelokkan kakinya hendak keluar, tapi hati nuraninya berontak menolak untuk mengabaikan gadis itu.

Dengan berat hati ia mendekat, dan mengguncang sedikit bahu Ainun, tapi tidak ada pergerakan ia menaruh telunjuknya didekat lubang hidungnya, masih bernafas. ah konyol sekali.

Gadis ini dalam keadaan sadar saja bisa berakting pingsan, tidurnya saja seperti orang pingsan. Keluhnya.

Ia mengangkat tubuh Ainun tanpa membuka mukenanya, membawanya keranjang. Dikuar ekspektasi, ainun tetap tertidur.

Huuuh... terlihat kecil tapi badannya berat sekali, gerutunya.

Dika kemudian keluar kamar, ia hendak menuju dapur, kini perutnya yang minta diisi. Selalu menjaga dan melayani pun lelah, ia juga manusia biasa, yang butuh asupan gizi dan istirahat cukup.

Rekha melirik jam di pergelangan tangannya, ia sudah melewati makan siangnya. Ia pun mengajak Bara makan bersama di meja makan.

"Dioooon!" Panggil Rekha.

"Iya Nyonya," jawabnya sambil sedikit berlari mendekat.

"Lihat Anantha, apakah dia sudah baikan? jika sudah, aku ingin mengajaknya makan siang bersama." perintah Rekha pada asistannya.

"Anantha??" Dion kebingungan.

"Maksudku Ainun, gadia itu putriku." terang Rekha.

"Baik nyonya."

Dion menuju kamar tamu dan menemukan Dika di depan pintu kamarnya.

"Apakah dia sudah baikan?" tanya Dion pada Dika.

"Dia sudah baikan, tuan." Jawabnya singkat.

"Bilang padanya, nyonya besar meunggu nya untuk makan siang bersama diruang makan!" perintah Dion.

"Maaf tuan, beberapa menit yang lalu nona sudah makan siang, dan sekarang sedang tertidur" ucap Dika menerangkan.

Dion manganggukan kepalanya, "Baiklah," ia berlalu sambil menepuk bahu Dika

Dion memberitahukan bahwa Ainun tidak bisa makan siang bersama karena sudah makan, dan sekarang sedang tertidur.

Rekha hanya tersenyum, ia seperti sedang melihat bayi kecilnya yang setelah minum susu langsung tertidur.

"Baiklah, kau saja yang temani kami makan" ucap Rekha dibalas anggukan Dion.

Seandainya, dulu aku tidak terlalu egois. Mungkin Anantha akan sangat dekat denganku. Tapi tidak apa, sekarang waktunya hanya untukku. Aku akan memberikan semua yang kumiliki untuknya. Aku tidak akan melepaskannya lagi. Anantha sayang, maafkan mama.

Bonus Visual

Dik

Dika Mahendra, 23 tahun. Seorang Bodyguard keluarga Anders.

Ambara Anders, 35 tahun. Adik Rekha Anders.

To be continue

Seperti apa kelanjutan kisah Ainun?

Temukan jawabannya di up an selanjutnya yaaa....

Stay tune terus yaa yaa...

Author ucapkan banyak terima kasih sudah bersedia membaca tulisan ala rempeyek ini, dan sudah memberikan rate bintang limanya, like dan vote juga. Aku cinta kalian.... luvvv💗 Author jadi tambah semangat nulis...

Jangan lupa juga untuk selalu meninggalkan jejak dikolom komentar yaa... Kritik dan saran kalian sangat berarti untuk kemajuan ceritaku...

so, jangan pernah bosan yaa.. pantengin terus

Salam cinta Ainun dan Reza... luvvv

1
💞 lentik🥀💋
biasanya mata setajam elang lah ini setajam ular wkwkwk
anna
wah udah sah 😀😀😀
Fitri Hariani
ternyata ganti judul
Dian Anggraeni
Kupu kupu mampir dong di hatiku juga wkkk 😊👏👏👍👍👍
[AIANA]
di bab ini aku curiga kalau dika bukan anak angkat tp beneran anaknya rekha.
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
[AIANA]
di dua bab ini kejanggalannya adalah.

Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.

pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.

biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.

dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
[AIANA]
karakter reza terlalu gegabah dsn.
mlh jd ngeri.
Panah Aksara🌼
wah... happy ending.. salut pokoknya...👏👏kakak berhasil🖒

hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...

pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
Panah Aksara🌼
aku terkejut... kok gak nampak kak, ijab kabulnya... kan aku pengen lihat gimana ekspresi sang penganten... hehe
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
Panah Aksara🌼
mama Rekha sudah mulai memberikan lampu hijau, sepertinya🍃🍃
Panah Aksara🌼
part ini aku merinding kak.. Cinta mereka...❤❤ aduhai...
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
Zahra
plg suka kata" a 😁👻👻👻👻
Zahra
koq jdul nya gnti
aq smpe bingung cari 🥴🥴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Wah... Alhamdulillah...
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ad typo mengganggu, perahan.

terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???

sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
Never Home: sdh ku lepisi mbkyu....
hatur nuhun koreksinya...😚😚😚🙏
total 1 replies
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
"ucap seseorang di kini yang ...."
kurang enk d baca
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
akankah alangkah indahnya jikah hati saling terbukah tanpa mengingat lukah
[AIANA]
curhat jujur. aku baru sadar kalau judulnya ganti.

aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
[AIANA]
ini aku mau komen dikit.
CMIIW ya readers semua.

sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..

saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
bukan inginku bukan Pintamu
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!