Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.
Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.
Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Kebangkitan Sang Legenda
Darah terus menetes dari bahu Xiao Chen yang koyak, menciptakan genangan merah keunguan di atas salju puncak gunung. Kaisar Langit Qin berdiri di hadapannya, pedang emasnya bersinar dengan keanggunan yang mematikan.
"Mati dengan tenanglah, wahai hantu dari masa lalu," ucap Qin. Ia mengayunkan pedangnya, bermaksud memenggal kepala Xiao Chen untuk mengakhiri teror ini selamanya.
Namun, tepat sebelum bilah energi itu menyentuh lehernya, tangan kanan Xiao Chen bergerak secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan Qin.
Desis...
Asap hitam keluar dari titik di mana kulit mereka bersentuhan. Qin terbelalak. Ia merasakan energi emasnya tidak lagi terpantul, melainkan... terhisap.
"Kau bicara tentang hukum alam, Qin," suara Xiao Chen terdengar bukan lagi seperti suara manusia, melainkan bisikan ribuan arwah yang mendesis dari dalam jurang. "Tapi kau lupa... hukum alam yang paling dasar adalah pembusukan."
Xiao Chen mengangkat wajahnya. Matanya kini benar-benar hitam pekat tanpa ada bagian putih sedikit pun. Seluruh pembuluh darah di wajahnya menonjol, mengalirkan cairan ungu gelap yang bercahaya.
"Seni Terlarang Puncak: Reinkarnasi Inti Racun!"
Xiao Chen melakukan hal yang mustahil. Ia meledakkan Inti Inti Bumi di dalam tubuhnya sendiri, mengubah seluruh basis kultivasinya menjadi energi mentah yang tidak stabil. Di saat yang sama, ia menarik kembali seluruh racun yang pernah ia sebarkan di Kota Wuhe dan sepanjang jembatan, menyatukannya ke dalam dirinya.
Tubuh Xiao Chen memancarkan tekanan yang begitu dahsyat hingga langit yang tadinya terbelah menjadi emas dan ungu, kini sepenuhnya tertutup oleh kegelapan total.
"Apa yang kau lakukan?! Kau akan menghancurkan dirimu sendiri!" teriak Qin panik. Ia mencoba menarik tangannya, namun cengkeraman Xiao Chen seperti klem baja yang berkarat.
"Jika aku harus menjadi iblis untuk memusnahkan dewa palsu sepertimu... maka biarlah dunia ini membusuk bersamaku," bisik Xiao Chen.
Tiba-tiba, Bai yang tadinya terkapar di tebing, melesat kembali dan masuk ke dalam luka terbuka di bahu Xiao Chen. Ular itu menyatu dengan darah tuannya, memberikan sisa-sisa esensi es utara untuk menstabilkan suhu tubuh Xiao Chen yang hampir meledak.
Xiao Chen mengulurkan tangan kirinya yang gemetar ke arah dada Qin. "Ini adalah racun yang kubentuk dari sepuluh tahun kesunyian, sepuluh tahun dendam, dan sepuluh tahun kebencian. Pemusnah Kehidupan: Jari Kesunyian Abadi!"
Satu jari Xiao Chen menyentuh pelindung jantung Qin.
Seketika, gelombang energi hitam yang sangat halus merambat. Tidak ada ledakan besar, tidak ada suara dentuman. Yang ada hanyalah kesunyian yang mencekam saat seluruh energi emas di tubuh Qin mulai layu. Rambut Qin yang hitam berubah menjadi putih dalam hitungan detik. Kulitnya keriput, dan matanya mulai kehilangan cahaya.
"T-tidak mungkin... Aku adalah Raja Roh! Aku abadi!" Qin berteriak, namun suaranya terdengar seperti kakek tua yang sekarat.
"Di hadapan racun sejati, tidak ada yang abadi," ucap Xiao Chen dingin.
Xiao Chen mendorong jarinya lebih dalam. Seluruh bangunan utama Aliansi di belakang mereka mulai runtuh, bukan karena dipukul, melainkan karena strukturnya membusuk seketika seolah-olah telah melewati waktu seribu tahun hanya dalam semenit.
BOOM!
Energi Raja Roh milik Qin meledak ke dalam, melahap dirinya sendiri. Kaisar Langit Qin, sosok paling berkuasa di wilayah pusat, perlahan-lahan hancur menjadi abu hitam yang diterbangkan angin gunung. Bahkan jiwanya pun tidak tersisa untuk bereinkarnasi; racun Xiao Chen telah menghapus keberadaannya dari sejarah dunia persilatan.
Keheningan total menyelimuti Puncak Awan Putih. Xiao Chen berdiri tegak di tengah puing-puing Aliansi yang kini telah rata dengan tanah. Luka-lukanya mulai tertutup oleh lapisan sisik perak tipis—warisan dari pengorbanan Bai yang kini tertidur di dalam nadinya.
Ia membuka bukunya yang sempat jatuh. Halaman terakhir yang kosong kini secara otomatis terisi oleh tinta emas yang menghitam, menuliskan sebuah nama besar: Kaisar Langit Qin.
Xiao Chen menoleh ke arah kaki gunung, di mana ribuan pendekar dari faksi lain sedang menonton dengan gemetar dari kejauhan. Mereka melihat sosok yang berdiri di atas puncak tertinggi, bukan sebagai iblis, bukan sebagai pembunuh, melainkan sebagai penguasa baru atas maut itu sendiri.
Mulai hari itu, tidak ada lagi yang berani menyebutnya sebagai "Arsitek Maut" atau "Bocah Petani".
Dunia persilatan kini tunduk pada satu gelar tunggal yang akan tertulis dalam sejarah selama ribuan tahun ke depan: Sang Legenda Pendekar Racun.
Ia telah melampaui batas manusia, mencapai ranah yang belum pernah terjamah oleh siapa pun sebelumnya. Xiao Chen menatap langit malam yang kini cerah kembali, namun bintang-bintang seolah tunduk padanya. Dendamnya telah tuntas, namun perjalanannya sebagai penguasa racun sejati baru saja dimulai.
"Ibu... Ayah..." bisik Xiao Chen sambil menatap buku di tangannya. "Buku ini tidak lagi kosong."
Dengan langkah tenang, Sang Legenda berjalan turun dari gunung, meninggalkan kehancuran di belakangnya dan membawa masa depan yang penuh kengerian bagi siapa saja yang berani bermain-main dengan keadilan.
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi
MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.
👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.