(WARISAN MUTIARA HITAM SEASON 4)
Chen Kai kini telah menapakkan kaki di Sembilan Surga, namun kisahnya di Alam Bawah belum sepenuhnya usai. Ia mempercayakan Wilayah Selatan ke tangan Chen Ling, Zhuge Ming, dan Gui. Sepuluh ribu prajurit elit yang berhutang nyawa padanya kini berdiri tegak sebagai benteng yang tak tergoyahkan.
Sebuah petualangan baru telah menanti. Sembilan Surga bukanlah surga penuh kedamaian seperti bayangan orang awam; itu adalah medan perang kuno para Kaisar Agung, tempat di mana Mutiara Hitam menjadi incaran seluruh Dewa.
Di Sembilan Surga, hukum duniawi tak lagi berlaku. Di sana, yang berkuasa hanyalah Kehendak Mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak di Menara Kuali
Malam di Kota Awan Putih tidak pernah benar-benar sunyi, namun di Distrik Selatan, suasana kegembiraan yang meluap terasa seperti aliran arus listrik di udara. Sorak-sorai rakyat jelata yang baru saja menyaksikan "kemenangan" atas tirani Sekte Kuali Awan masih bergema di lorong-lorong sempit Gang Kabut Hitam. Namun, bagi Chen Kai, kebisingan itu hanyalah gangguan latar belakang yang harus ia tapis.
Di dalam bengkel tua yang kini telah disulap menjadi Kedai Obat Bayangan yang kokoh, Chen Kai duduk bersila. Cahaya dari Mutiara Hitam di Dantiannya berdenyut lebih stabil. Penyatuan lima fragmen dari dunia bawah mulai memberikan resonansi yang lebih dalam dengan Esensi Dewa di atmosfer Sembilan Surga.
"Tuan," suara Mo Yan memecah keheningan. Alkemis pelarian itu membungkuk dalam, matanya kini dipenuhi dengan pengabdian yang tulus. "Distrik Selatan secara resmi telah berhenti membayar pajak esensi kepada sekte. Namun, kita harus waspada. Patriark Kuali Langit bukanlah pria yang membiarkan duri di dagingnya tumbuh tanpa mencoba mencabutnya."
Chen Kai membuka matanya. Pupil dengan lingkaran emasnya berkilat tajam. "Dia tidak akan menyerang secara fisik dalam waktu dekat. Reputasinya sedang dipertaruhkan. Dia akan mencoba mencekik kita melalui pasokan bahan mentah atau mengirim pembunuh senyap yang tidak memiliki identitas resmi."
"Maka dari itu, kita harus bergerak lebih cepat," lanjut Chen Kai. "Katakan padaku, bagaimana struktur keamanan di Paviliun Penyulingan Awan?"
Mo Yan mengambil selembar perkamen kulit binatang dan membentangkannya di meja. "Paviliun itu adalah jantung teknis dari Sekte Kuali Awan. Ia memiliki tiga tingkat. Tingkat dasar adalah pasar alkimia resmi. Tingkat kedua adalah tempat penyulingan untuk para murid elit. Dan tingkat ketiga..."
Mo Yan menunjuk ke puncak menara yang digambarkan dengan tinta perak. "Itu adalah Arsip Kuali. Di sanalah 'Catatan' yang Anda cari disimpan. Tempat itu dijaga oleh formasi Jaring Napas Dewa. Jika seseorang yang tidak memiliki frekuensi jiwa yang terdaftar melangkah ke sana, alarm akan langsung berdering di seluruh kota."
"Jaring Napas Dewa..." suara Kaisar Yao bergema di batin Chen Kai, membawa nada nostalgia yang pahit. "Itu adalah variasi murahan dari formasi yang kuciptakan untuk menjaga gudang obat pribadiku di Surga Kedelapan. Chen Kai, kau tidak bisa menembusnya hanya dengan kekuatan fisik. Kau butuh 'Kunci Frekuensi' atau kau harus memanipulasi ruang untuk melompatinya."
"Bisakah aku menggunakan Hukum Ruang untuk masuk?" tanya Chen Kai dalam hati.
"Bisa, tapi tekanan dimensi di sekitar arsip itu sangat padat. Kau berada di Ranah Dewa Awal Tahap Awal; memaksakan lompatan ruang di sana seperti mencoba menembus dinding baja dengan kepala. Kau harus menyelaraskan raga dewa mu hingga setidaknya mencapai Tahap Menengah untuk meminimalkan fluktuasi energi," Yao memperingatkan.
Chen Kai menghela napas panjang. Penyelarasan sel-sel tubuhnya saat ini baru mencapai penyempurnaan di ambang batas Tahap Awal. Dia butuh katalis.
"Mo Yan," panggil Chen Kai. "Adakah bahan di kota ini yang bisa mempercepat pemadatan Esensi Dewa ke dalam tulang? Sesuatu yang lebih kuat dari Pil Pemurni Hampa."
Mo Yan berpikir sejenak, lalu matanya membelalak. "Ada satu, Tuan. Embun Kristal Surga. Ia hanya terbentuk di bawah Kuali Utama di Paviliun Penyulingan saat ritual penyulingan bulanan berlangsung. Kebetulan, ritual itu akan diadakan dua malam lagi."
"Ritual itu terbuka untuk umum sebagai demonstrasi keagungan sekte," tambah Ah-Gou yang baru saja masuk membawa laporan situasi jalanan. "Tapi hanya mereka yang memiliki lencana Alkemis Terdaftar yang bisa mendekati area kuali."
Chen Kai menyeringai tipis. "Lencana Alkemis... Aku rasa sudah saatnya 'Xiao Fan' menunjukkan bakat alkimianya kepada dunia."
"Mo Yan, siapkan tungku cadangan. Besok, aku akan meracik satu butir pil yang akan memaksa Sekte Kuali Awan memberikan lencana itu padaku tanpa bertanya."
Malam itu, di tengah kegelapan Distrik Selatan, Sang Raja yang menyamar mulai memanaskan kualinya. Ia tidak lagi menggunakan api Qi yang encer, melainkan memampatkan Esensi Dewa menjadi lidah api putih yang murni. Setiap detak jantungnya seirama dengan putaran Mutiara Hitam, menempa takdir baru di tanah para dewa.
Perjalanan menuju puncak Sembilan Surga bukan lagi tentang pelarian, melainkan tentang infiltrasi ke jantung musuh, satu butir pil pada satu waktu.
dan semoga kedepannya lebih bagus lagi
Kai.... sikat semua dewa2 palsu nya
BTW.... pasti dewa2 Asli nya jadi tahanan mereka ya ?.......... 💪💪💪💪