Yuk follow ig nya othor
@lady.nuree
__
Di khianati oleh teman dan kekasih nya, lalu menikah dengan CEO tempat nya bekerja. Yuma, dia pikir keputusan nya menikah adalah hal baik, tapi ternyata di balik janji suci itu ada balas dendam yang tengah di rencanakan oleh sang CEO.
Yuma, gadis 25thn itu sangat tidak beruntung dengan hidup nya. Dia bercerai di saat tengah mengandung dan hal itu tanpa dirinya tahu, begitupun dengan yang lain nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
Mama Ella yang mendengar pun segera duduk di samping Yuma, dia menyingkap selimut. Alangkah terkejut nya dia melihat memar dan tanda merah di tangan Yuma juga leher nya. Mama Ella pun melihat bibir Yuma berdarah.
" Apa yang kau lakukan pada gadis ini Daniel ?! ". Ekspresi wajah mamah Ella begitu kecewa.
" Kau tahu, ternyata gadis yang Shen ceritakan adalah gadis yang sama dengan gadis yang kami temui di pemakaman tuan Zhao. Gadis ini adalah gadis yang mama inginkan menjadi menantu mama, tapi harapan itu mungkin hanya angan saat ini ?!." Ucap Mama Ella.
Papa Chen telah mendapat informasi dari anak buahnya mengenai siapa wanita yang telah membuat putra nya sedikit demi sedikit tersenyum.
Saat dia mengetahui siapa dia, mama Ella pun ikut senang karena dia wanita yang sama. Seorang anak laki-laki yang Yuma gendong pun mereka tahu jika dia hanyalah adik nya.
" Karena wanita itu kan ? dia kembali mencari mu kembali dan ingin mendekati mu ! ". Ucap Mama Ella.
" Ma ". Seru Daniel.
" Sampai kapan kau akan terus seperti ini Daniel ? karena emosi mu, ada gadis yang tersakiti dan terluka ". Suara mama Ella semakin meninggi dan seketika mata Yuma pun terbuka.
" Kaka ". Panggil Dokter Arya. Semua orang mengalihkan tatapan mereka pada Yuma.
" Nona ". Lembut mama Ella.
" Siapa kalian ? ". Ujar Yuma beranjak duduk dengan kasar. Pandangan nya menatap sekeliling dan terkunci pada Daniel yang menatapnya sendu.
" Pergi, pergi kau ". Teriak Yuma histeris sembari menangis. Mata nya merah dan juga urat nya terlihat menonjol.
" Pergi hikss,, hikss, pergi kau !". Tunjuk Yuma kasar kepada Daniel.
" Yuma ini aku Shen, lihatlah aku Shen! ". Shen mencoba menenangkan Yuma. Mama Ella pun ikut menenangkan Yuma.
" Sayang tenanglah,, sstt, sstt, tenanglah ". Mama Ella dengan tidak takut nya memeluk Yuma.
" Pergi, kau pergi ". Yuma masih berteriak histeris menunjuk kasar ke arah Daniel.
" Daniel ayo ikut papa ". Ucap papa Chen, Shen pun ikut ke luar, sedangkan Arya dia menenangkan Yuma dengan menyuntikkan cairan pada lengan nya.
" Tenanglah ". Belai mama Ella masih menitihkan air mata.
" Kakak biarkan dia istirahat, ayo kita ke luar ". Ucap Arya. Arya adalah adik kandung dari mama Ella. Saat mama Ella melahirkan Daniel, usia Arya baru saja berusia delapan bulan waktu itu, lebih dulu Arya.
" Arya bagaimana ini, dia tidak akan trauma kan ?! ". Sendu mama Ella.
" Kita lihat saja nanti kak, aku belum bisa memprediksi nya ". Ucap Arya.
Mama Ella dan juga Arya ke luar dan bergabung bersama Daniel. Papa Chen dan juga Shen hanya terdiam, duduk pun berjauhan.
" Ma bagaimana dengan nya ? ". Tanya Daniel beranjak berdiri.
" Mama tidak tahu ".
" Kalian pulanglah, aku akan menjaga nya di sini, aku akan berusaha membuat Yuma tidak lagi marah kepada ku ". Tutur Daniel.
" Tidak, mama tidak akan membiarkan kau tinggal di sini ". Tolak mama Ella dengan permintaan Daniel.
" Ma, sekali ini percayalah kepada ku, aku janji ini untuk terakhir kali nya ". Ucap Daniel.
" Daniel, papa minta jaga dia. Dia itu gadis baik-baik ! Papa tahu bagaimana hidup nya selama ini dari informasi yang papa dapat ". Ucap papa Chen.
" Jika kau tidak bisa maka jauhi dia ". Ucap papa Chen kembali.
" Aku juga pernah mengingatkan mu bukan kak ? Apa kau lupa dengan perkataan ku ? ". Timpal Shen.
" Aku ingat ". Sahut Daniel.
" Lalu kenapa kak ? ". Kesal Shen.
" Aku juga baru sadar aku ada di sini, aku tidak tahu jika pulang ke apartemen Yuma ". Daniel berbicara sembari menunduk merasa ini benar lah salah nya. Minuman beralkohol itu benar-benar membuat Daniel tidak sadar.
" Sudah Shen ". Lerai papa Chen.
" Tapi pa, kaka ipar ku begitu histeris tadi, itu artinya apa yang di lakukan oleh Daniel benar-benar membuat kaka ipar ku ketakutan pa ! ". Tunjuk Shen pada Daniel.
Arya hanya mendengar kan dan memperhatikan mereka semua dengan seksama. Dia berusaha mencerna amarah mereka apalagi Shen yang terus memanggil Yuma dengan sebutan kaka ipar.
" Ayo kita pulang, besok kita ke sini lagi. Arya kau menginap lah di rumah kaka malam ini agar besok bisa datang bersama ke sini !". Ucap papa Chen. Mama Ella tidak bicara apapun, dia lebih dulu meninggalkan putra nya diikuti oleh Shen.
" Jaga dia ". Tepuk Dokter Arya pada bahu Daniel.
Daniel kembali ke kamar Yuma dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya yang di bawa oleh mama Ella. Tidak membutuhkan waktu lama, Daniel telah mengganti pakaian nya dan mendekati Yuma yang terbaring.
...**...
Saat perjalanan pulang dari rumah Yuma waktu itu. Daniel mendapat telpon dari Xena, dia sakit dan kini telah berada di apartemennya di area perhotelan berbintang.
Daniel pergi naik taksi dan menyuruh Shen untuk pulang lebih dulu waktu itu. Daniel segera pergi ke sana, saat dirinya sampai dan masuk ke dalam apartemen Xena. Daniel mematung menangkap keberadaan Xena yang memang telah terbaring di atas ranjang.
" Daniel aku merindukan mu ". Xena beranjak dari tempat tidur nya dengan wajah yang begitu pucat pasi.
" Xena ". Seru Daniel saat Xena memeluk nya lembut.
" Ayo kembali ke ranjang mu, istirahatlah ". Daniel memapah Xena dengan perlahan dan begitu lembut
" Aku merindukan mu Daniel, maaf kan aku, maaf maaf ". Xena menangis mencengkram selimut yang kini telah menutupi setengah tubuh nya.
" Istirahatlah, aku akan menunggu mu sampai kau tertidur ". Ucap Daniel. Xena meraih tangan tangan Daniel karena sedari tadi dia tidak menatap mata nya.
" Maaf kan aku Daniel, aku salah telah meninggalkan mu. Tapi aku pergi pun untuk cita-cita ku juga, maafkan aku ". Tutur Xena.
" Cita-cita yang mana ? aku tidak ingin membahas hal yang sudah berlalu, karena itu sudah aku lupakan ". Ucap Daniel.
" Lalu bagaimana dengan aku ? apa kau sudah melupakan aku Daniel ? itu tidak mungkin bukan?, buktinya sekarang kau berada di samping ku saat aku menghubungi mu ". Ucap Xena.
" Jangan salah paham, aku datang karena di sini kau sudah tidak punya siapa-siapa. Tidak seperti di luar negeri !". Sindir Daniel.
" Di sana pun aku tidak memiliki siapa-siapa, aku hanya bekerja di sana ". Ucap Xena.
" Sudah lah, kau tidak perlu menjelaskan karena itu sudah tidak berlaku lagi ". Seru Daniel. " Tidurlah, aku masih ada urusan ". Ucap Daniel.
" Kau temani aku tidur, aku ingin kau memeluk ku ". Pinta Xena.
" Jangan macam-macam jika kau masih ingin aku berada di sini ". Tekan Daniel. Xena mencebik kesal karena Daniel sama sekali tidak berubah, tidak bisa di ajak tidur bersama apalagi di ajak berhubungan.
Xena akhirnya tertidur dengan lelap, Daniel pun memutuskan untuk pergi. Daniel bukan nya pulang, dia memilih untuk menenangkan dirinya. Alkohol jarang menyentuh tenggorokan Daniel namun saat ini dia memutuskan untuk masuk ke dalam bar.
Bar itu buka 24 jam dan Daniel berada di sana sampai pagi, sampai dia tertidur bersidakep di atas meja. Saat bangun pun dia kembali meminum alkohol, tidak ada yang menghentikan nya saat itu.
Tubuh Daniel ambruk, pegawai bar memesan taksi untuk mengantar Daniel pulang. Saat taksi datang, Daniel di bawah alam sadar nya menyebutkan alamat di mana Yuma tinggal.