Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.Guci Antik
HAPPY READING!!!
.
.
.
Gunawan menelpon salah satu ahli barang antik kenalannya untuk datang ke rumah. Tidak sampai setengah jam, pria itu sudah tiba di mansion keluarga Pranoto.
“Aku ingin tahu apakah guci ini antik atau bukan. Kamu bisa membuktikannya kepadaku, bukan?” ucap Gunawan tenang.
“Tentu saja, Pak. Saya bisa,” jawab pria tersebut. Ia langsung memeriksa guci itu dan tangannya berhenti pada bagian yang sama dengan yang disentuh Raline saat mengatakan guci itu palsu.
Kania dan Farel tampak tegang. Wajah mereka menegang, menunggu penilaian yang seakan akan menentukan nasib.
“Kania, kamu yakin kan itu barang antik? ATM dan semua fasilitasku dipertaruhkan di sini,” bisik Farel lirih pada adiknya.
“Tentu saja, Kak. Aku yakin perempuan kampung itu hanya sok tahu,” jawab Kania penuh percaya diri meski matanya bergerak gelisah.
Di sisi lain, dari lantai atas, Raka memperhatikan keributan itu sejak tadi dari kursi rodanya. Sorot matanya tajam, namun ada kilatan kagum ketika melihat ketenangan Raline.
“Dilihat dari tekstur dan warnanya, guci ini jelas-jelas bukan guci antik. Ini hanya guci biasa yang banyak dijual di luar sana,” jelas ahli itu tenang.
Kania dan Farel sontak panik, wajah mereka memucat. Sementara Raline hanya tersenyum tipis .
“Tidak mungkin! Kamu pasti salah, Pak! Cepat cek kembali!” panik Kania, suaranya bergetar.
“Benar! Ini jelas-jelas terlihat seperti guci antik!” saut Farel, mencoba menyangkal fakta yang bahkan tak sanggup ia yakini sendiri.
“Saya sudah memeriksanya dengan jeli dan sangat hati-hati. Saya bisa menjamin penuturan saya akurat,” jawab pria itu mantap.
Kania dan Farel sontak terduduk lemas di sofa ruang tamu. Dunia mereka seolah runtuh dalam sekejap. Harga diri, fasilitas, kenyamanan semuanya terancam.
“Sudah jelas, kan? Sekarang, Kania dan Farel, kalian harus meminta maaf kepada Raline,” ucap Gunawan tegas.
Kania dan Farel hanya menatap Raline dengan tatapan penuh benci dan gengsi.
“Tidak mungkin. Aku tidak akan meminta maaf kepada gadis kampung itu,” ucap Kania dingin. Farel pun sama sekali tidak membuka mulut untuk meminta maaf.
“Meskipun begitu, konsekuensi yang sudah kita sepakati tetap berjalan. Dan jangan lupa, Kania, kamu harus memutuskan pacar penipumu itu. Mama tidak sudi punya calon menantu penipu seperti dia!” tegas Ratna, suaranya dingin namun berwibawa.
“Pak Santoso, bekukan semua ATM dan kartu kredit Kania dan Farel. Jangan lupa ambil kunci mobil mereka berdua dan tahan selama satu bulan ini,” perintah Gunawan lantang pada asisten pribadinya.
“Siap, Pak.”
“Pa…” Farel dan Kania hampir bersamaan memanggil, memasang wajah memelas.
“Kesepakatan tetaplah kesepakatan!” tegas Gunawan tak bergeming.
“Ini semua karena ulahmu, Kania! Sekarang bagaimana aku akan pergi ke kantor?” gerutu Farel kesal.
“Mana aku tahu, Kak!”
“Pokoknya, Kakak juga tidak setuju dengan hubunganmu dan pria penipu itu. Putuskan dia! Atau Kakak sendiri yang akan mendatanginya ke kampusmu!” tegas Farel, lalu beranjak pergi.
“Kakak!” teriak Kania, bergegas mengejar.
Dari lantai atas, Raka menyaksikan semuanya. Tatapannya berhenti pada Raline.
“Kepintarannya boleh juga,” gumamnya pelan, kemudian merogoh ponselnya menekan nomor seseorang untuk ia hubungi .
"Halo ,aku ingin kamu menyelidiki Raline kusumawardani yang menjadi istriku. Aku ingin kamu mencari tahu sedetailnya tentang dia.Aku rasa dia bukan orang sembarangan." ucap Raka yang kemudian langsung mematikan telfonnya sebelum orang tersebut menjawab perintahnya.Raka pun kemudian menekan tombol kursi rodanya dan kembali masuk ke kamarnya.
“Raline, maafkan kelakuan Farel dan Kania, ya,” ucap Ratna lembut.
“Tidak masalah, Ma. Nantinya aku juga akan terbiasa dengan sikap mereka,” jawab Raline dengan senyum tipis ada luka, ada ketegaran.
Ratna dan Gunawan saling berpandangan, lalu tersenyum mendengar jawaban itu.
“Baiklah, Mama akan mengantarkanmu ke kamar Raka,” ucap Ratna sambil menggandeng lengan menantunya, sementara para maid sudah mengangkat barang-barang Raline untuk dibawa ke kamar Raka.
____
Ceklek.
Raline masuk ke dalam kamar Raka, diikuti oleh Ratna dan beberapa maid.
“Sayang, ini Raline, istri kamu,” ucap Ratna memperkenalkan Raline kepada Raka.
“Dia bukan istriku, Ma. Aku menandatangani surat pernikahan itu karena permintaan Mama,” ucap Raka dingin, tanpa sedikit pun menoleh.
"Ternyata dia sama saja. Tidak berubah. Masih seperti kulkas dua pintu, "batin Raline, merasakan hawa dingin yang langsung menusuk dari sikap pria itu.
“Raka, jangan bicara seperti itu. Bagaimanapun juga, sekarang Raline adalah istri sah kamu,” jelas Ratna, berusaha menegur lembut. Namun Raka tak menggubris; ia justru menggerakkan kursi rodanya menuju balkon yang terbuka lebar, meninggalkan Ratna dan Raline yang masih berdiri di dekat pintu.
“Sudah, Ma. Biar Raline yang mencoba bicara dengan Mas Raka,” ucap Raline pelan. Ratna mengangguk lemah.
“Baiklah kalau begitu, Mama tinggal dulu. Kamu tolong bujuk dia, ya. Walaupun sikapnya dingin dan agak kasar, Raka itu sebenarnya berhati lembut dan sangat baik,” ucap Ratna sebelum keluar dan menutup pintu kamar anaknya.
Sunyi sejenak.
Raline menatap punggung Raka yang duduk di kursi rodanya, memandang ke luar. Di sana terbentang taman yang cantik, tapi dinginnya hati pria itu terasa jauh lebih menusuk dibanding angin yang menerobos dari balkon.
"Huh… aku harus bisa memasang kesabaran setebal mungkin untuk menghadapi Raka. Pria ini tidak gampang diluluhkan. Sepertinya aku harus menggunakan segala macam trik agar aku tetap berada di rumah ini dan menjadi bagian keluarga Pranoto. Aku sama sekali tidak ingin kembali ke kampung itu, atau dinikahkan lagi oleh ayah yang tidak bertanggung jawab itu, "batin Raline.
"Lagipula aku harus membalaskan dendamku kepada suami brengsek itu, juga sahabat yang ternyata tidak lebih dari seorang gundik murahan, "batinnya kembali membara.
"Lihat saja. Begitu aku bergabung di perusahaan Pranoto Corporation, aku akan membalas kalian. Aku pastikan setiap bagian dari diriku yang sudah hancur akan mendapatkan keadilannya yang setimpal, "tekadnya mengeras.
"Tapi sebelum itu, tentu saja aku harus meluluhkan kulkas dua pintu ini lebih dulu. Karena dialah kunci satu-satunya agar aku bisa bergabung di perusahaan Pranoto, "batin Raline, sebelum akhirnya melangkah mendekat, berdiri di hadapan Raka.
“Halo suamiku, kamu sedang memandangi apa? Bolehkah aku ikut dan bergabung denganmu? Mungkin… kita perlu cerita dan mengobrol santai di sini,” ucap Raline, mencoba merayu dengan suara selembut mungkin.
“Keluarlah. Aku tidak suka ada orang asing di dekatku,” ketus Raka, tanpa sekalipun menoleh ke arahnya.
"Orang asing? "Raline menghela napas, lalu tanpa ragu memutar kursi roda Raka hingga mereka saling berhadapan.
Ia mengangkat buku nikah tepat di depan wajah Raka. “Aku bukan orang asing untukmu. Aku adalah istri sahmu. Apa kamu lupa, Tuan Raka Mahesa Pranoto? Kamu sudah menandatangani ini semua, hingga pernikahan kita tercatat di negara ini,” jelas Raline tegas.
“Meskipun satu negara mengakuimu sebagai istriku, aku sama sekali tidak menganggapmu itu istriku. Jadi jangan bermimpi jika kamu akan aku perlakukan layaknya istri,” ketus Raka, suaranya dingin seperti es. Ia lalu menggerakkan kursi rodanya dan keluar dari kamar, meninggalkan Raline begitu saja.
“Aiisss… aku belum selesai berbicara, tapi dia langsung kabur begitu saja,” ucap Raline sambil menarik napas panjang, mencoba membangkitkan sisa kesabarannya.
.
.
.
💐💐💐Bersambung.💐💐💐
Aduh Raka padahal tadi udah kagum sama Raline , Nggak usah kulkas - kulkasan deh langsung gas aja🤣
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤