Perjodohan yang sudah berlangsung selama 8 tahun, akhirnya kini berakhir dengan sebuah pernikahan. Ya, Jamie Shaga Richardo akhirnya resmi telah menikahi Sheana Zaen Xavier, putri dari Levi dan Lucia. Namun, dibalik pernikahan itu siapa sangka Jamie menyembunyikan sebuah rahasia besar dari semua orang.
Bahkan tidak hanya rahasia itu yang harus Shea hadapi dalam kehidupan pernikahannya? Akan tetapi, pihak lain yang sudah lama mengincar keluarga Richardo dan banyaknya rahasia dalam keluarga itu akan menjadi jalan terjal bagi pernikahan Shea dan Jamie?
Apakah Shea akan mampu bertahan dengan pernikahannya? Lalu rahasia apakah yang Jamie dan keluarga Richardo sembunyikan? Sheana Zaen Xavier yang akan mengungkap semuanya satu persatu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Panggil Aku Kakak!
“Lihat, dia sepertinya mencoba melarikan diri!” Lysa menunjuk pada Nigel yang sudah masuk ke dalam mobilnya meninggalkan para anak buahnya begitu saja.
“Aku yang akan mengejarnya! Kalian tetap di sini dan pastikan Tuan dan Nyonya muda baik-baik saja,” ujar Hugo yang segera masuk ke dalam mobil untuk mengejar Nigel yang mencoba melarikan diri.
Zef dan Lysa hanya terdiam melihat Hugo yang langsung tancap gas mengejar musuh. Perhatian Zef, Lysa dan yang lainnya kembali teralihkan pada pertarungan Shea dan James yang sudah mulai terlihat hasilnya. Dimana kini hanya tersisa beberapa orang saja yang harus mereka bereskan.
Terlihat jelas bahwa Shea memiliki hasil yang lebih unggul dari James dari taruhan tersebut.
Pertarungan masih terus berlangsung, walaupun sudah terlihat jelas bahwa pertarungan akan dimenangkan oleh pasangan Shea dan Jamie atau lebih tepatnya James. Tinggal tersisa dua musuh yang tersisa, dimana Shea dan James mengakhirinya dengan serangan telak di waktu yang bersamaan.
“Selesai! Dan sepertinya aku lebih unggul darimu,” ujar Shea menatap puas pada James yang kalah dalam taruhan mereka.
“Kau hanya beruntung,” balas James yang terpaksa mengakui kekalahannya, “Baiklah, katakan apa yang kau inginkan dariku sebagai pemenang dari taruhan kali ini,” sambungnya.
“Awalnya aku sudah memikirkan hal lain, tapi melihatmu yang terobsesi ingin menjadikan diriku sebagai budakmu, maka kita lakukan kebalikannya saja,” jawab Shea dengan senyuman kemenangannya.
“Apa maksudmu … Kau ingin menjadikan aku, James yang hebat sebagai budakmu, begitu?” James memperjelas keinginan Shea.
“Tentu saja—”
“Jangan harap! Aku akan mengabulkan apapun permintaanmu, tapi tidak dengan menjadi budakmu.” James segera memotong ucapan Shea dan menolak keras apa yang Shea inginkan sebagai hadiah dari taruhan mereka.
Duagh ….
Shea memang tidak bereaksi pada penolakan James, tapi dibalik sikap diamnya itu dia langsung menendang salah satu kali James dengan sangat kuat hingga membuatnya langsung jatuh berlutut dihadapannya. Tidak hanya itu, Shea juga langsung mencengkeram kerah baju yang James kenakan saat itu memaksanya untuk bertatapan mata secara langsung dengan matanya.
“Apakah kau berniat mengingkari taruhan yang sudah kita sepakati sebelumnya? Tidak masalah, tidak mau menjadi budakku maka aku bisa menjadikanmu samsak tinjuku setiap kali kita bertemu,” ujar Shea memberikan sebuah ancaman.
“Yakh, bukankah kau bilang Jamie adalah suamimu? Apa kau tega menjadikan wajah tampan suamimu ini menjadi samsak tinju. Aku bisa mengabulkan apapun permintaanmu tapi tidak—”
“Tidak masalah!” potong Shea dengan seringai penuh arti yang dia tunjukan pada James yang membuatnya seketika terdiam, “Lagipula itu berlaku hanya untukmu, James! Bukan Jamie, Suamiku!” lanjut Shea menegaskan.
Ekspresi wajah Shea saat mengatakan itu sungguh terlihat sangat serius yang berhasil membuat James menengguk ludahnya sendiri untuk mengalihkan perasaan terintimidasinya. Seorang James, pria terhebat dan terkuat di Negara Z tidak berkutik sama sekali dihadapan seorang Shea Zaen Xavier.
Lysa sendiri bahkan tidak dapat mempercayai apa yang tengah dia saksikan saat ini. Sosok James, kepribadian lain Jamie yang memiliki sikap arogan, seenaknya sendiri dan berperilaku brutal yang suka membunuh siapapun yang berani menyinggungnya. Sosok yang membuatnya dan juga Hugo serta pengawal lainnya kewalahan menghadapinya kini tunduk di tangan istrinya sendiri.
“Apa aku tidak sedang tidak salah lihat sekarang?” gumam Lysa dengan tatapan tidak percayanya.
“Memang apa yang sedang kau lihat dan kau bayangkan saat ini, hingga kau berkata seperti itu?” tanya Zef yang tidak mengerti apa yang sedang Lysa coba bicarakan.
“Ya-Yang sedang berlutut dan tak berkutik di depan Nyonya muda saat ini, James bukan? Kepribadian lain Tuan muda Jamie? Apa Tuan muda Jamie sudah kembali menguasai tubuhnya?” cecar Lysa mencoba memastikan apa yang dia lihat itu.
“Melihat cara Shea memperlakukannya, sudah pasti dia bukan Jamie tapi kepribadiannya yang lain, James!” jawab Zef menilai dari perlakuan Shea.
“Woaah, Nyonya muda hebat sekali! Bukan hanya Tuan muda Jamie saja yang berhasil dibuatnya sampai bertekuk lutut, bahkan kepribadiannya yang lain juga sama tak berkutik di hadapannya,” ujar Lysa yang semakin mengagumi sosok Shea.
“Oke, baiklah! Aku bersedia menjadi budakmu mulai sekarang! Apakah kau sudah merasa puas, Hah?” Teriakan James kembali mengalihkan perhatian semua orang di sana.
“Aku sangat-sangat puas mendengarnya,” balas Shea kembali tersenyum penuh kemenangan, “Kalau begitu panggil aku ‘Kakak’ mulai sekarang!” lanjut Shea mengutarakan permintaan yang tak terduga, sekaligus sulit untuk James lakukan.
“Tidak mau! Kenapa aku harus memanggilmu dengan sebutan ‘Kakak’, sedangkan aku rasa usiamu jauh dibawah usiaku, bukan?” James kembali menolak dengan tegas.
“Jadi, kau ingin melawan perintah dari Tuanmu! Kau ingin aku pukuli sampai sekarat, Hah?” sentak Shea yang kembali dengan tatapan tajam dan raut wajah seriusnya, “Cepat panggil aku ‘Kakak’, kalau tidak aku akan memukulmu sebagai gantinya,” lanjutnya memberikan sedikit ancaman.
Jujur saja, pukulan Shea rasanya tidak main-main lagi. Meski tubuhnya terlihat kecil dan seperti wanita lemah, tapi James harus mengakui bahwa pukulannya setara dengan pukulan menggunakan palu besi. Sangat menyakitkan dan bahkan sampai pernah membuatnya jatuh pingsan saat itu juga.
Sudahlah, daripada dia dibuat pingsan lagi dengan sangat terpaksa James pun memanggil Shea, “Baiklah, Ka-kak!”
“Bwahahahaa ….”
Zef tak kuasa lagi menahan tawanya melihat kelakuan Shea dan James yang sangat lucu dan menggemaskan, apalagi saat James memanggil Shea yang seharusnya jauh lebih muda darinya dengan panggilan ‘Kakak’. Dan jangan lupakan raut wajah pasrah sekaligus polos itu saat mengatakannya, membuatnya terlihat semakin lucu hingga dia tak tahan untuk menertawakannya.
“Beraninya kau menertawakan aku, Hah?” geram James yang langsung berdiri, berjalan menghampiri Zef yang masih saja menertawakannya.
Jelas saja James merasa sangat tidak terima dengan apa yang Zef lakukan. Bagi James yang menganggap dirinya sebagai peria terhebat dan terkuat di negara Z, dikalahkan dalam taruhan dan harus tunduk di hadapan Shea saja sudah sangat memalukan. Dan sekarang dia malah ditertawakan tepat di depan matanya langsung.
Begitu semakin dekat dengan Zef, James sudah bersiap melayangkan tinjunya. Tepat di saat yang bersamaan, Aaron tiba-tiba muncul dan berteriak sambil mengumpat, “Bajingan sialan kau, ZEFIRO JAMESON!”
“Ya-yayaa … Tunggu dulu ….” Zef sudah terlihat sangat panik, apalagi tidak hanya James yang akan menghajarnya tapi Aaron juga berniat melakukan hal yang sama pada wajah tampannya.
Bugh ….
Suara pukulan yang sangat keras terdengar begitu jelas, dimana sebuah pukulan keras mendarat tepat di pipinya yang membuat orang yang menerima pukulan tersebut langsung jatuh tak sadarkan diri di detik berikutnya.
“JAMIE!!”
“TUAN MUDA!”
“Syukurlah, wajah tampanku masih selamat!” ucap Zef dengan wajah tak berdosanya, lain halnya dengan Aaron yang tampak terkejut dan kebingungan.
Bersambung ….
nah lo rasain Rega penderitaanmu,,, apalagi kau akan jadikan kambing hitam oleh saudara tirimu
Semangat terus Thor .