Warning
_________
untuk pembacaku, editor, penerbit yang terhormat mari kita akan membaca warning ini jangan enggak.
-Blood ****
-Vibes jumpscare
-Dapat menyebabkan trauma
-Tutup mata
-Jangan baca sendirian bareng temen.
jika kamu mengalami/kena Homophobia atau bisa disebut ketakutan terbesar terhadap darah, abisitu anda demam, Trauma tinggi, dan serangan jantung, silahkan menghubungi psikiater, psikologi, atau dokter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisa__Angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 I'm laughing i'm dying
Di kantin
Rafi memesan es bola bola Nutrijell dan Queenzy memesan Kue dongkal
Akhirnya mereka duduk di kantin dan mereka berbicara atau ngobrol seadanya
"Btw kamu bagaimana hari ini?!" -tanya Queenzy
Queenzy curiga dengan Rafi karena ia terus melihat Rafi serasa curiga bahkan ia tidak bisa melihat apa yang Rafi rasakan
"Loh kok kamu kenapa?!" -Tanya Queenzy
Rafi pun berkedip mata dan ia langsung berkata
"oh gak apa apa kok" -ucap si Rafi
Saat mau latihan eskul
Pada hari itu mereka sedang membaca Qur'an tapi Rafi yang sudah mencapai ayat 157 dan halaman 86 juga melirik boneka aksara di depan papan tulis..
Suatu hari pas mulai pelajaran di pondok
Hari ini adalah pelajaran PKN gurunya adalah Pak Eyang
"Pagi anak anak" -ucap si Guru PKN dengan lembut
"Pagi pak" -Tutur Santri
"Hari ini kita akan belajar PKN, buka halaman III"
Para Santri Tidak ambigu mengurai taman Bab 1 halaman XIII.
"Jadi begini anak anak materinya nah baiklah Bapak akan menjelaskannya"
"Pernahkah anda melihat burung Garuda?!" -Berita pak Eyang
Pembimbing sedang menjelaskan materi ini dengan tidak main main. Meskipun begitu, Rafi malah menatap boneka Aksara dan menatap boneka itu dengan sangat curiga.
Padahal Boneka Natalie ada di meja belakang Deket tembok barangkali Natalie sedang mengamat amati Rafi di depan.
Pada keesokan harinya
Puas perian ini Rafi terus terang menjalankan nahwu dan Sharaf (Bahasa arab) berusaha untuk menghadapi kesulitan yang luar biasa.
Saat ingin ke kamar sendirian, menutup pintu, tiba tiba Lampu begitu mati tanpa ada siapa siapa.
Internet masih hidup, ada saklar lampu, dan Juga gak ada orang sama sekali. Bayangin ini begitu saja malahan.
"L- loh?! Kok bisa gitu sih?!"
Namun, tak ada orang sama sekali yang mendengarnya sampai - sampai.
Rafi pun melihat boneka itu dan boneka itu secara tidak sadar tersenyum bahkan lampu dari boneka itu berkedip kedip.
Boneka itu mendekati perlahan sampai sampai Rafi merinding akhirnya Rafi berteriak
"Aaaaah!!!!!"
Di sebuah ruangan kamar 03 suara itu secara keseluruhan terdengar akhirnya
Sampai sampai Eart membuka pintu itu secara secepatnya akhirnya ya begitu
"Kamu kenapa?!" -Tanya si Eart
Pada hari itu Rafi pun merinding. namun, ketika melihat orang lain kesurupan ia malah........Berada di belakang Eart karena benar benar takut.
Tania yang benar benar kesurupan, kepalanya menghadap balik ke belakang akhirnya dia terbang dan benda benda itu semua melayang.
"Aaaaaah!!!!!!!!!!!!!" -Kata Eart dan Rafi berteriak
Semua santri pun takut terhadap kesurupan ini akhirnya ya begitu
"Mengapa kamu sedang ada disini?!" -Tanya si Tania suara si Aksella.
Eart pun ketakutan sementara Rafi seperti mendengar dan mengenal seseorang yang merasukinya.
"Tunggu itu kan suara?!" -rafi di dalam hati dengan terkejut
Tania itu akhirnya tersenyum, matanya putih semua, mulut keluar cairan darah, dan Juga mengeluarkan bola bola sihir merah, melayang juga.
Dan ustad itu langsung ke kamar 03 dengan secepatnya akhirnya membaca Ayat Kursi.
"allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm"
Lalu Rafi pun menemukan sebuah cara untuk mengusir setan yang ada di dalam tubuh si Tania. Akhirnya ia melemparkan sebuah botol dan Tania pun tertidur dan kembali sadar (Barang barang akhirnya tidak melayang lagi).