Alika tak pernah menyangka sebuah tragedi yang merugikannya akan membawa dia bertemu dengan seorang tentara tampan yang menyelamatkannya, cinta pandangan pertama langsung ia sematkan kepada tentara itu.
Tapi bagaimana bisa Alika mengatakan cinta pandangan pertama karena wajahnya saja Alika tidak pernah melihatnya karena wajah tentara tersebut tertutup oleh masker sehingga Alika sendiri tidak tahu tapi sudah mengatakan cinta padangan pertama hanya dengan melihat matanya saja dan belum tentu mereka akan bertemu kembali.
Bagaimanakah perasaan sang tentara apakah dia juga merasakan getaran pertama sama seperti Alika atau hanya berniat menolong karena Alika adalah korban yang harus di tolong??
Follow IG : Lala_syalala13
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25_Dasar Bucin
Ethan begitu menyesal karena melepaskan sang istri begitu saja padahal hati nya merasa ada yang aneh, ternyata memang benar ada sesuatu.
Cukup lama Alika tidak sadarkan diri hingga tiba-tiba tangannya bergerak membuat Ethan yang setia berada di samping Alika pun langsung terkejut.
"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Ethan dengan buru-buru apa lagi saat melihat Alika mulai membuka mata nya perlahan.
Ethan langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan sang istri, rasa haru dan juga terima kasih tak henti henti nya Ethan panjat kan.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Ethan setelah dokter memeriksa kondisi Alika.
"Kondisi dokter Alika sudah membaik, harus terus kami pantau." ucap dokter membuat hati Ethan sedikit lebih tenang.
Setelah itu dokter pun pergi dari sana dan Ethan langsung masuk dan melihat sang istri yang sudah membuka matanya melihat ke arah nya.
"Sayang." panggil Ethan menghampiri sang istri kemudian memeluknya begitu erat sekali.
"Mas." balas Alika merasa bersalah karena sudah merepotkan sang suami.
Ethan menangis di pelukan sang istri dan itu diketahui Alika dari baju rumah sakit nya yang basah karena air mata sang suami.
Selama ini baru kali ini Alika melihat sang suami menangis, rasanya dia bersalah sekali karena sudah membuat sang suami khawatir.
"Mas maafin aku ya karena sudah bikin mas khawatir." seru Alika membuat Ethan melepas kan pelukannya.
"Kamu gak salah sayang, mas yang terlalu ceroboh dan tidak bisa jaga kamu dengan baik." tutur Ethan.
"Enggak, mas udah sangat menjaga aku kok." ucap Alika.
Alika masih di rawat di rumah sakit daerah perbatasan karena kondisi nya masih belum stabil tadi, tapi Ethan akan membawa sang istri ke kota agar perawat untuk sang istri bisa lebih baik lagi.
Komandan Bagas juga sudah memberikan keringanan kepada Ethan yang seharus nya kembali lusa tapi hari ini dia sudah bisa kembali membuat Ethan langsung membawa Alika menuju ke rumah sakit di kota.
"Mas gak papa gak ikut ke barak?" tanya Alika saat mereka sudah berada di rumah sakit kota.
"Gak papa sayang, komandan sudah memberi izin." jawab Ethan.
Dan tak lama pintu terbuka menampakkan bunda Yunita dan ayah David, tak lama juga ada mama ayu dan papa William.
"Sayang." seru bunda Yunita begitu terkejut saat mendengar kabar kecelakaan sang anak.
"Bunda, ayah." balas Alika merasa bersalah karena sudah membuat ayah dan bunda nya khawatir.
"Sayang kamu gak papa?" tanya mama ayu menghampiri sang menantu.
"Alika gak papa kok ma, maaf sudah bikin kalian khawatir." tutur Alika merasa bersalah.
"Syukur lah kalau kamu gak apa-apa sayang, rasanya jantung mama sama papa mau copot waktu denger kabar bis kamu kecelakaan." ucap mama ayu dan di angguki oleh bunda Yunita.
Cukup lama para orang tua di sana, mereka lebih banyak bercerita sedangkan Ethan dan Alika hanya bisa mendengar nya saja.
"Lebih baik mama pulang deh ini udah malem." seru Ethan merasa waktu nya sang istri istirahat.
Mama ayu pun melihat jam di tangannya dan benar saja sudah mau jam delapan yang artinya sang menantu harus istirahat.
"Ya udah deh kalau gitu kita pamit pulang dulu, kamu jaga mantu mama dengan baik." tegas mama ayu.
"Iya ma."
"Sayang kamu pamit pulang dulu ya, kalau ada apa-apa hubungi mama atau papa, terus kalau suami kan nakal telepon aja mama." ucap mama ayu dan di angguki oleh Alika dengan senyum lucu menghiasi wajah nya.
"Dasar ganggu aja." seru Ethan setelah semuanya pergi dari sana dan hanya menyisakan Ethan dan Alika saja.
"Mas gak boleh gitu, terus kenapa kamu masih di sini?" tanya Alika membuat Ethan. Mendelikkan mata nya tidak suka.
"Ya mas di sini lah sayang temenin kamu." seru Ethan kemudian beranjak ke ranjang tempat Alika berada yang cukup luas karena memang dia ditempatkan di kamar VIP maklum lah Ethan terlalu khawatir sang istri tidak nyaman.
"Gimana ada yang sakit?" tanya Ethan saat sudah tidur di tempat tidur tersebut dengan Alika yang tidur di sampingnya.
Mereka begitu intim sekali, bahkan mungkin jika sang istri tidak sakit Ethan akan memakan sang istri sekarang juga.
"Udah enakan kok mas." ucap Alika membuat Ethan bersyukur.
Entah sudah berapa lama Ethan menanyakan keadaan sang istri yang terpenting dia begitu khawatir dengan kondisi nya.
"Mas takut sekali sayang apa lagi waktu denger kalau kamu terjun ke bawah karena terpeleset." seru Ethan menyelusup kan wajah nya ke ceruk leher sang istri membuat Alika merinding dibuatnya.
"Mas jangan gini." seru Alika merasa tidak nyaman.
"Biarkan sayang, ini begitu nyaman sekali." tutur Ethan kemudian mengh*sap leher sang istri hingga tertinggal bekas kebiruan di sana.
"Dasar bucin." seru kak Siska yang tiba-tiba sudah malam tapi malah berkunjung membuat Alika dan Ethan menoleh ke sumber suara.
"Ck ngapain sih kakak jam segini ke sini?!" protes Ethan karena jam besuk sudah habis.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh biar tambah semangat buat nulis nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13