NovelToon NovelToon
Mengubah Cinta Masa Lalu

Mengubah Cinta Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:442.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sia Masya

Aku yang dikhianati sahabat dan suamiku kembali ke masa lalu. Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mereka lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sia Masya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27(Pov Dinda)

Kami berempat kembali ke kelas bersama-sama.

"Tumben Leo kamu mau ke kantin?" Tanya Sita penasaran. Sebenarnya ia ingin menanyakan di kantin, hanya saja semua anak memperhatikan kami dengan pandangan sinis. Jadinya malah makan nggak nyaman, bicara pun sama.

"Kan yang ngajakin aku kalian."

"Tapi kamu menolak. Lagian bukan kami yang mau. Dinda yang pengen ngajak kamu." Kata Loly.

"Ngomong-ngomong anak-anak tadi pada kenapa sih. Kerjaan mereka cuma liatin meja kita terus. Hilang deh nafsu makanku. Mereka tahu nggak sih kalau kita risih di lihatin begitu." Kata Sita tidak senang.

"Mereka bukan menatap kita, tapi Leo." Kata Loly. Aku melihat Leo yang hanya diam dan tidak begitu peduli. Segitu tidak sukanya mereka sama Leo.

Kami tiba di depan kelas di saat lonceng tanda berakhirnya istirahat jam pertama berbunyi.

Bu Intan masuk ke dalam kelas dan menyuruh kami untuk mengumpulkan tugas bahasa Inggris. Siswa yang tidak mengerjakan nya mendapat hukuman berdiri di depan kelas dengan satu kaki selama jam pelajaran. Yang membuat terkejut seisi kelas ialah dimana Leo ikut mengumpulkan tugasnya. Biasanya dia akan tidur disaat anak-anak lain mengumpulkan tugas mereka. Sungguh sebuah keajaiban. Tapi syukurlah jika dia berubah. Bukankah ini hal yang bagus.

Di saat bu Intan menjelaskan materi di depan, aku merasa seperti sedang diperhatikan Leo. Aku melihat sekilas bahwa tatapan nya itu memiliki makna lain. Bahkan sebutir air mata terlihat jelas mengalir di pipi. Dia segera memalingkan wajahnya dan mengurung di bawah kedua lengannya. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?

Pada jam istirahat ketiga, saat akan menuju kantin, aku melihat Leo yang berjalan ke arah taman belakang. Aku menyusulnya karena ingin menanyakan perihal dirinya yang menangis. Mungkin saja dia memiliki masalah di keluarga nya dan berusaha menutup diri. Namun saat tiba di taman aku tidak dapat menemukan Leo. Aku mencarinya di sekitar berharap menemukan jejaknya. Aku terkejut saat seseorang menarik tubuhku ke samping dan memelukku dengan erat. Aku berusaha melepaskan pelukan itu, namun tenaganya bahkan lebih besar dari ku.

"Maaf...,maaf. Aku minta maaf." Suara Leo bergetar. Aku dapat merasakan air matanya yang membasahi pundakku. Aku nggak mengerti sebenarnya apa yang terjadi padanya. Apa yang membuatnya begitu sedih. Aku mengelus punggungnya membiarkan dia meluapkan segala emosi nya.

"Kamu kenapa?" Tanyaku dengan hati-hati.

Leo segera melepaskan pelukkan nya, mungkin dia baru menyadari kalau sedang memelukku.

"Aku nggak sengaja, maaf."

"Nggak apa-apa kok. Jika kamu ada masalah kamu boleh cerita."

"Bukan apa-apa. Aku hanya merindukan seseorang. Aku minta maaf karena membuatmu nggak nyaman." Leo menyeka air mata di pipinya. Ia mengatur napasnya agar kembali normal.

"Aku yakin kamu pasti punya masalah. Hanya saja kamu nggak mau cerita kan. Tapi aku nggak bakalan memaksamu."

"Beneran. Aku nggak bohong. Ini karena aku merindukan seseorang dan tanpa sengaja aku melampiaskan nya ke kamu."

"Kamu nggak perlu sungkan sama aku. Kita kan teman."

"Memangnya kamu mau berteman dengan orang seperti aku?"

"Apa masalahnya? Jangan pernah meremehkan dirimu sendiri, oke. Kamu juga berhak untuk berteman dengan semua orang. Buat mereka yang selalu menghina mu, mereka itu hanyalah sampah yang nggak selevel sama kamu."

Leo tertawa mendengar perkataanku.

"Aku serius mengatakannya. Kamu malah ketawa." Aku sedikit kesal.

"Maaf... maaf. Ini spontan saja. Aku nggak bermaksud kok. Tapi kata-kata mu barusan lumayan berani juga. Jika mereka mendengar mu bisa-bisa kamu dilabrak oleh mereka."

"Biarin, aku nggak takut."

"Kamu memang nggak perlu takut, karena aku akan melindungi mu jika mereka melakukan hal itu. Jadi kita beneran teman nih?"

"Iya. Jika kamu butuh bantuan ku katakan saja."

"Benarkah. Apapun itu?"

"Apapun itu, asal bukan hal yang aneh-aneh."

"Baiklah. Ngomong-ngomong ada perlu apa kamu mengikuti ku?"

"Aku mengikuti mu karena khawatir. Aku melihatmu menangis tadi makanya aku ikuti kamu ke sini. Tapi bukankah kita impas, kamu pernah memergoki ku sedang menangis dan sekarang kamu yang aku pergoki."

"Hahaha, baiklah. Aku anggap impas. Makasih ya karena sudah peduli sama aku." Aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum padanya.

"Kalau gitu aku balik duluan ke kelas ya." Aku pergi meninggalkan Leo seorang diri di taman itu.

Aku segera menemui Sita dan Loly yang sedang asik ngerumpi dengan anak-anak lain.

"Kamu dari mana?" Tanya Sita saat aku bergabung dan duduk di samping nya.

"Aku ada urusan."

"Pasti ketemuan sama cowok." Sontak anak-anak bersorak padaku setelah mendengar perkataan Loly. "Ciecieeeeee"

"Nggak ada. Aku memang ada urusan di luar, nggak ketemu sama siapa-siapa."

"Eh Dinda, kamu sedang apa sama Leo di taman belakang?" Tanya Amar yang baru saja masuk ke kelas dalam kelas.

"Leo? Dinda sudah pandai merahasiakan hubungan nya. Barusan bilang nggak ketemu siapa-siapa, tapi ternyata sama Leo. Dinda, apa jangan-jangan kamu sama Leo..." Loly menggodaku.

"Jangan mikir yang aneh-aneh." Aku mematikan api semangatnya itu.

"Ya tadi aku memang bertemu dengannya dan kami membahas hal lain, bukan seperti yang kalian pikirkan. Jadi jangan salah paham."

"Kami nggak percaya."

"Terserah kalian mau percaya atau tidak."

"Benar kata Dinda, kami nggak ada hubungan apa-apa, jadi kalian jangan berasumsi yang tidak-tidak." Kata Leo yang mungkin mendengar pembicaraan kami. Leo berjalan ke mejanya dengan wajah yang dingin. Seperti biasa, ia mengambil posisi tidur di mejanya. Berkat kedatangan Leo, anak-anak mulai berhenti menggosip tentang kami berdua.

1
Nana Niez
ini konsepnya gimana sih,,
Nana Niez
lhow gimana sih,, bukannya km yg mati ketabrak dinda,, kok jdi lex
RenSya: Makasihh udah mau berkomentar. Sebenarnya di kehidupan lampau, kejadian itu adalah pertemuan pertama Lex dan Dinda. Di saat lampau Dinda pernah menolongnya, dan mereka menjadi dekat karena hal itu. Dan niatnya Dinda tidak ingin menolongnya, namun karena bayangan kematian Lex yang muncul, dia merasa tidak tega. Jadi itu cuman bayangan Dinda saja ya, Lex tidak jadi mati, baik di kehidupan saat ini maupun kehidupan lampau. Karena Dinda menyelamatkan nya🥰

Mohon dukungannya mbak🙏
total 1 replies
Nana Niez
aq sempet berpikir jgn jgn leo hantu,,, hihihi😁😁😁😁ternyata anak baru
Nana Niez
hadeh sekali,, knp g lgs maen dobrak atau sewa detektif katanya orang kaya
Risna Murni
leo yg nabrak ya
Winny Anpooh
Luar biasa
Annida Annida
bagus, lanjut thor
Tatun Tania
Luar biasa
papua
lanjut
D_Mayanti
Luar biasa
Maria Magdalena Indarti
bagus
Maria Magdalena Indarti
semangat
Maria Magdalena Indarti
semangat Dinda buat hidupmu bahagia
Endang Supriati
lagian msh sma aja pacaran! sekolah aja yg bener!! terus kuliah sampai selesai.
ansk perempuan klu pacaran RUSAKKKK.
Alfaris Crispy
aku yg tingginya 165..bb 65..udah kaya samsak.. apalagi yg 150 udah kaya bola... thor tambah lg pengetahuan nya...biar makin updol..novelnya
RenSya: Diterima masukannya
Maaf jika banyak kurangnya🙏
total 1 replies
paty
emang di kehidupan sebelumnya dinda tdk ingat dg leo
paty
dinda dr awal lo sdh dibohongi sm lex n gak tau jg knp lex nikahi lo
Nurlaili hasanah Laili
kelanjutan ceritanya kmana y...alex sama alice
RenSya: Makasih sudah mau berkomentar
Di sini Dinda tidak ingin terlibat lagi dengan masa lalunya.
Dia tidak ingin punya hubungan lagi dengan Lex maupun Alice.
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
duh kasian bgt...
Ni Ketut Patmiari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!