Seorang wanita bernama Arabella Gwenevieve berusia 22 tahun.. Hidupnya begitu kelam setelah dijual oleh kedua orang tuanya dan menikah dengan seorang pria yang dijodohkan dengannya.. Namun pernikahan tersebut hanya berlangsung selama beberapa bulan dan suaminya kembali mencampakkannya.. Hidupnya berubah setelah bertemu dengan seorang mafia yang sangat kejam dan di takuti di kota tersebut..
penasaran seperti apa kisahnya?
Ikuti Kisah nya terus.. jgn lupa like and vote sebanyak banyaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yaya genza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Daripada hidup di jalanan tanpa tujuan, lebih baik kau menjadi gundikku. Makanan, pakaian, tempat tinggal. Kau akan memiliki semuanya. Kau tidak akan kekurangan apapun jika kau bersedia menjadi milikku. " kata Charles dengan santai.
"Tidak, aku tidak mau.! " bantah Arabella.
"Kau hanya perlu mengandung untukku, kau bahkan tidak perlu bekerja lagi. "
"Dari banyaknya gadis cantik di luar sana, kenapa kau menginginkan aku.? " tanya Arabella heran.
"Karena kau mirip dengan valery. " Jawaban Charles seketika membuat Arabella terdiam. Matanya menatap Charles dengan kebingungan.
"Siapa dia.? "
"Jangan banyak bertanya.! "
"Kenapa kau tidak menikah dengannya saja.! "
"Tidak bisa. Karena dia sudah lama mati. "
Mendengar itu, Arabella semakin tidak terima.
"Kau menginginkan aku hanya karena aku mirip dengan teman masa kecilmu.? K.. Kau benar benar tidak waras.! " umpatnya.
"Dan kau perempuan naif.! "
"Pria aneh.! "
"Kapan kau akan menyerah untuk melarikan diri dariku.? "
"Sampai aku berhasil. "
"Kalau begitu kau harus berusaha lebih keras lagi. "
"Tentu saja. Aku tidak akan menyerah. Aku akan..hmpp... "
Arabella tak diizinkan menyelesaikan kalimatnya. Charles langsung membungkamnya. Rahangnya bahkan direngkuh agar tidak bergerak.
Tubuh Arabella seketika menegang, ia terpana merasakan ketegasan serangan Charles di mulutnya. Begitu tegas, mendominasi, sampai ia tidak bisa bernafas dengan benar.
"Mmmph.!. "
Setelah beberapa lama, Charles melepaskan diri agar Arabella bisa mengais oksigen.
"Mulut kecilmu itu harus di hukum.! " Ucap Charles menyeringai.
Ia menikmati bagaimana nafas itu turun naik dengan wajah memerah.
"Masih mau melawanku.? "
"Tentu saja. Kau. . Hmmppt.! " Sekali lagi Charles menyerang Arabella.
Arabella berusaha keras untuk melawan, mendorong d a d a Charles sekuat tenaga, tapi pria itu seperti batu cadas di pegunungan, tak tergoyahkan.
Nafasnya tertahan, dan tubuhnya gemetar hebat antara marah, takut, dan perasaan yang tak mampu ia definisikan. Ketika akhirnya Charles melepaskan diri, Arabella tersengal, matanya di penuhi air mata. Ia menampar pipi Charles dengan keras.
Plakk!
"Dasar pria tak tahu malu.! " Serunya, suaranya bergetar oleh emosi.
Charles hanya menatapnya. Wajahnya tidak menunjukkan rasa sakit atau marah. Ia justru tersenyum kecil, senyum dingin yang membuat darah Arabella mendidih.
"Kau terlalu keras kepala Arabella. Tapi aku menyukainya. Itu membuat permainan ini semakin menarik. " Katanya dengan nada santai.
"Permainan.?!! " Arabella hampir berteriak.
"Kau pikir hidupku ini mainan mu? Aku bukan boneka, Charles.! Aku manusia. Dan aku tidak akan pernah tunduk padamu.! "
Charles memiringkan kepalanya sedikit, seperti sedang mempertimbangkan ucapannya.
"Kau benar. Kau bukan boneka. Kau lebih seperti kucing liar, selalu mencakar dan mencoba melarikan diri, tapi tahukah kau apa yang dilakukan pemilik kucing liar.? Ya, mereka akan menjinakkannya.! "
Mendengar itu, Arabella darahnya membeku. Charles tidak hanya mengancam kebebasannya, tapi juga martabatnya.
"Aku tidak akan pernah menjadi milikmu, Charles.! Tidak peduli seberapa keras kau mencoba. "
Charles tidak meresponnya langsung. Ia hanya menatapnya, matanya yang dingin seperti mencoba menembus jiwa Arabella.
"Kau pikir itu akan membuat pria penuh ambisi ini menyerah.? "
Sebelum Arabella dapat mengatakan apa apa, untuk yang ketiga kalinya hari itu. Charles menyerang Arabella, menekan b i b i r nya dengan tegas, dalam dan mendominasi.
Arabella kehabisan nafas karena Charles tak memberinya kesempatan untuk mengais oksigen. Pria itu m e l u m a t b i b i r nya, mendorong benda bertulang lunak masuk, memaksa Arabella menerimanya, gadis itu yakin dia sudah sesak dan kuku kukunya terbenam di bahu pria itu.
Beberapa saat kemudian, Charles melepaskan diri. Arabella sampai tersengal sengal hebat. Seperti gadis ya g baru saja selesai lari maraton.
"Jangan.! " Bisik Arabella ketika Charles kembali mendekatkan wajahnya.
Charles menekan b i b i r nya ke leher Arabella. Menye sa p nya dalam dalam hingga Arabella merasa sedikit pedih dan aneh. Ada ribuan kupu kupu yang menari di perutnya, membuat Arabella merasa kalap dan tak berdaya.
"Astaga.! Kau harus menghentikannya.! " Bathin Arabella.
Tetapi Arabella terhanyut oleh ledakan sensasi yang berputar putar di sekitar perut bagian bawahnya, pada mulut Charles yang panas dan lapar, pada cara pria itu menyentuhnya.
"Sadarlah, Arabella. " Bisik gadis itu.
Mencoba memaksa otaknya bekerja dengan baik, tetapi c i u m a n Charles, kehangatan pria itu membuat Arabella terbujuk.
"Bagaimana bisa kau menolaknya Arabella.? Akuilah, Charles terlalu tampan untuk ditolak. Sialan.! Kau tau dia sangat tampan, se k si, luar biasa jantan, dan kau ingin berbagi banyak hal dengannya.! "
Arabella berteriak dalam hati. Alam bawah sadarnya mencoba menyadarkan, tetapi tidak cukup kuat untuk membuatnya sepenuhnya kembali.
"Hentikan Arabella.! Hentikan Charles. ! Atau kau akan kalah.! Ingatlah, dia ba ji ngan menyeramkan.! "
Bukannya menghentikan pria itu, Arabella justru me nge rang.
"Mmm.. "
B i b i r Charles kini berpindah ke mulut Arabella. M e n g e c u p, sebelum m e l u m a t nya lagi. Arabella membuka mulut dan ia terkesiap merasakan benda tak bertulang Charles menyeruak masuk, menyapu dan me nye sap nya tanpa ragu.
"C.. charles... "
Arabella terengah engah kehabisan nafas, d a d a nya naik turun dengan cepat. Entah sejak kapan itu terjadi, tahu tahu saja kaki Arabella sudah tidak berpijak ke tanah lagi.
Arabella sepenuhnya melingkarkan kedua kakinya ke ping gul Charles yang kokoh. Punggungnya bersandar di batang pohon sementara mereka ber cum bu seolah olah mereka akan mati jika melepaskannya.
"Ini tidak benar! Turunkan aku.! "
Dengan susah payah Arabella mengembalikan kesadarannya. Dan entah bagaimana Charles menurunkan Arabella tanpa memaksa lebih. Pria itu mengapit dagu Arabella dangan dengan ibu jari dan telunjuk, bernafas kasar disana. Mata birunya berkilat kilat penuh penguasaan.
"Kau menyukainya hmm.? Kau sampai me nge ra ng. "
Wajah Arabella langsung memerah. Pria sialan ini sungguh mengujinya.
"Lepaskan aku.! " Arabella mendorong tubuh Charles menjauh.
Ia terhuyung ketika kakinya tersandung akar. Kegelapan sudah menyelimuti mereka dan mereka berada di suatu tempat di sekitar mansion.
"Genggam tanganku. " Kata Charles, Arabella menolak melakukannya, tetapi ia meraih bagian belakang kemeja Charles.
"Apa disini ada hantu.? "
Pertanyaan polos Arabella membuat alis Charles mengkerut. Tentu saja Arabella tidak dapat melihatnya, karena di sana gelap.
"Hantu? Mungkin saja. Aku pernah mengubur beberapa orang di sudut hutan ini untuk dijadikan pupuk. "
"P.. Pupuk.? "
Mendengar itu, Arabella langsung merapat ke dekat Charles. Seperti anak kecil yang ketakutan. Tak lama dari itu, Arabella menyadari sesuatu, bahwa Charles jauh lebih menakutkan daripada hantu.
HAPPY READING♥
Jangan Lupa Like, Komen, Subscribe Sayangku♥
kake nya Carles atau musuhnya tour