NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / POV Pelakor / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Vey Vii

WARNING ***
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!

Menjadi istri kedua bukanlah cita-cita seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun bernama Anastasia.

Ia rela menggadaikan harga diri dan rahimnya pada seorang wanita mandul demi membiayai pengobatan ayahnya.

Paras tampan menawan penuh pesona seorang Benedict Albert membuat Ana sering kali tergoda. Akankah Anastasia bertahan dalam tekanan dan sikap egois istri pertama suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rosalie Kritis

Rosalie mengemudikan mobil dengan hati-hati, sementara Ana duduk di sampingnya tanpa banyak bicara. Jarak rumah Ana dan Rosalie tidak terlalu jauh, mereka hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai.

Setelah tiba di rumah, Ana membawa tasnya dan langsung menuju ke kamar. Tidak ada apapun yang ingin ia katakan pada Rosalie. Ana rasa semuanya sudah jelas, Rosalie adalah wanita serakah sekaligus egois, menginginkan segalanya selalu berpihak padanya tanpa peduli terhadap orang lain.

Melihat Ana berjalan menaiki anak tangga, Rosalie hanya berdiri mematung. Ia tahu bahwa sikapnya begitu keterlaluan, namun ia hanya tidak ingin kehilangan Ben, juga tidak kuasa melihat suaminya lebih sering menghabiskan waktunya untuk memikirkan wanita lain.

Di dunia ini, tidak ada satupun orang yang bisa mengerti perasaan Rosalie. Wanita itu memiliki segalanya, namun segalanya tidak berarti hanya karena satu hal yang tidak kunjung Tuhan anugerahkan padanya. Segalanya terasa sia-sia bahkan pernikahannya.

Salahkan jika wanita menginginkan kesempurnaan di dalam rumah tangganya? Suami yang baik dan setia, kehadiran buah hati dan hidup bergelimang harta?

Rosalie paham jika cara yang ia lakukan ini salah. Namun sebagai anak tunggal dan menantu dari keluarga terhormat, ia di tuntut untuk memberikan seorang keturunan sekaligus pewaris bagi keluarga besarnya.

Ben adalah anak pertama dari dua bersaudara, sementara adiknya masih meniti karir dan menjadi pengusaha mandiri di luar pulau. Tentunya hal itu membuat Rosalie semakin gelisah, ia adalah harapan besar bagi mertuanya. Bahkan jika mereka tahu kondisi Rosalie yang sebenarnya, mungkin mereka tidak segan-segan menendang menantu mandul sepertinya, atau terang-terangan menjodohkan anak sulung mereka dengan wanita lain.

Sekian lama, tidak satupun orang yang paham bagaimana perasaan wanita itu saat semua orang mencibirnya sebagai wanita mandul. Meski baru lima tahun menikah, namun tuntutan itu terus datang dan menghancurkan dirinya secara perlahan.

Di samping hilangnya keistimewaan diri sebagai seorang wanita, penyakit juga terus menerus menggerogoti tubuhnya. Rosalie tidak tahu, sejauh apa ia bisa bertahan dalam kondisi yang memilukan ini. Namun sebelum itu terjadi, wanita itu bersikeras untuk mewujudkan keinginannya.

Setelah Rosalie cukup lama berdiri untuk merenung, wanita itu berbalik dan hendak pergi. Namun tiba-tiba ia meringis sambil mencengkram kuat perut bagian bawahnya.

"Ah," desah Rosalie. Wanita itu menahan sakit luar biasa di perutnya. Hanya selang beberapa detik, kakinya lemas dan ia pun jatuh pingsan.

Salah seorang pelayanan yang tidak sengaja melihatnya, refleks berteriak histeris saya melihat majikannya jatuh pingsan di ambang pintu.

"Nyonya, Nyonya. Tolong!" teriak pelayan wanita tersebut. Sontak hal itu membuat kegaduhan di dalam rumah, membuat seluruh pelayan yang sedang bekerja segera menghampiri majikan mereka.

Ana yang baru saja merebahkan diri di atas tempat tidurnya, lantas bangkit saat mendengar suara teriakan dari lantai bawah.

"Kakak!" seru Ana. Ia berlari dengan menuruni anak tangga.

"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Ana panik. Ia bertanya pada beberapa orang yang mengelilingi Rosalie.

"Kami tidak tahu, Nyonya. Nyonya Rosalie pingsan begitu saja," jawab salah seorang pelayan.

"Cepat bawa dia masuk ke mobil. Aku akan mengantarnya ke rumah sakit," perintah Ana. Gadis itu kembali berlari menuju kamarnya dan mengambil ponsel. Ia segera menyusul Rosalie yang sudah lebih dulu di jaringkan di bangku belakang mobilnya.

Sepanjang perjalanan, Ana berusaha meng hubungi Ben. Gadis itu berulang kali menelepon namun Ben sama sekali tidak menjawabnya.

"Ke mana dia? Ah, Ya Tuhan," gumam Ana. Ia takut dan khawatir terjadi sesuatu pada Rosalie.

Sembari memangku kepala Rosalie, Ana terus berusaha menelepon suaminya.

Karena Ana sudah mengetahui kondisi kesehatan Rosalie melalui Ben, gadis itu langsung membawa Rosalie ke rumah sakit besar yang memiliki peralatan medis lengkap.

"Ahh ...." Rosalie sadar, wanita itu membuka mata dan merintih kesakitan. Kedua tangannya memegang perut karena rasa nyeri hebat yang ia rasakan.

"Kak, sebelah mana yang sakit?" tanya Ana. "Bertahanlah, Kak. Kita akan segera sampai," lanjutnya.

Tangan Ana mengusap keringat di wajah Rosalie, gadis itu menangis karena tidak kuasa melihat wanita di pangkuannya merintih kesakitan.

"Cepat, Pak. Cepat!" seru Ana pada sopir di bangku kemudi.

"Iya, Nyonya. Mohon bersabar," jawab sopir tersebut. Kondisi kota besar memang tidak luput dari kemacetan, dan hal itu membahayakan kondisi Rosalie yang semakin mengkhawatirkan.

"Ana ... Ana ...." Suara Rosalie terdengar lirih, sebelah tangannya mencengkram bahu Ana dengan kuat. Melihat hal itu, Ana semakin histeris, ia menangis dan takut.

Mobil memasuki rumah sakit dan langsung berhenti di depan ruang UGD. Sopir turun lebih dulu dan berteriak meminta pertolongan, mengabarkan pada perawat UGD bahwa ia membawa pasien kritis.

Dengan cepat, beberapa perawat datang membawa emergency stretcher, yaitu tempat tidur pasien dengan roda.

Dengan tangan gemetar, Ana membantu perawat yang datang memindahkan tubuh Rosalie ke atas tempat tidur.

"Silahkan tunggu di luar, Bu," tegur perawat saat Ana hendak masuk ke dalam ruang pemeriksaan untuk melihat kondisi Rosalie.

Dengan kaki lemah, gadis itu keluar dari ruang UGD dan kembali berusaha menghubungi Ben. Ia bahkan meminta sopir mencari tahu nomor kantor milik Ben.

"Hai, Anastasia. Ada apa?" tanya Ben. Ana senang saat mendengar suara laki-laki itu.

"Kak Rose ada di rumah sakit. Bisakah kau datang sekarang juga?"

"Rumah sakit? Kirim alamatnya sekarang, aku akan ke sana!"

🖤🖤🖤

1
Sandisalbiah
hah.. harusnya dr awal Ana tdk berasa di antara mereka.. mungkin akan lebih baik jika Ana pergi krn sepertinya Rose tdk yakin dgn apa yg dia inginkan.. ingin ank tp dia tak bisa melahirkan, memperoleh ank dr wanita lain tp dia tak ingin berbagi suami...
Sandisalbiah
nyatanya Ben sendiri telah membelah hatinya utk Ana, Rose.. itu fakta menyakitkan yg tak bisa kau hindari... Ben terlalu lama merasakan dahaga dan kau memberinya obat utk dahaganya itu.. jd ini salah siapa ?
Sandisalbiah
hah.. berasa jalan di antara semak berduri hidup Ana dan Rose sekarang.. semoga tdk saling menyakiti walau tetap akan ada yg tersakiti
Sandisalbiah
Ana sibuk memikirkan perasaan Rose tp sebaliknya Rose sibuk dgn egonya mengingatkan Ana kan segala batasan dan larangan dr nya... belum lewat sehari tp hatimu sudah penuh dgn rasa curiga.. sakit kau rasa padahal duri itu kamu sendiri yg membawa meletakan dgn posisi yg kamu atur sedemikian rupa tp tetap kau yg tersakiti krn ulah mu sendiri Rose, jgn jd kan Ana sebagai kambing hitam di kemudian hari..
Sandisalbiah
memanfaatkan kelemahan Ana utk menutupi kelemahanmu Rose.. kau egois hanya memikirkan keinginanmu tanpa memikirkan perasaan org lain, bukan hanya hidup Ana tp perasaanya pun kau jajah dgn sengaja dan secara sadar.. jgn harap kau akan menemukan kebahagiaan dlm ego mu itu
Sandisalbiah
semoga nantinya tdk ada drama dr Roseline.. yg merasa tersakiti dan menuduh Ana sebagai pihak ke tiga merusak rumah tangganya krn hadirnya Ana di antara mereka justru krn keinginan Rose itu sendiri
Sandisalbiah
harusnya mereka tdk tinggal serumah.. utk menjaga perasaan masing³.. ada dua hati wanita yg nantinya akan tersakiti.. bukan perkara gampang berbagi suami apa lagi kalau sudah melibatkan hati
Sandisalbiah
lalu bagaimana dgn Ana, masa depannya setelah melahirkan dan pernikahan kontrak nya berakhir..? bagaimana dia melanjutkan hidupnya... ?
Habibah Habibah
bagus karyanya ,ceritanya mudah dipahami
Martha Bani Pertiwi
cinta tumbuh karena saling membutuhkan.
Siti Sofiah
suka ceritnyà..happy ending
Rismawati Damhoeri
mau sehat, mau sakit umur itu tak bisa di perpanjang, kalau udah ajal ya mati aja. walaupun sehat
wkwkwkwkw jalu
suka ceritanya
wkwkwkwkw jalu
ceritanya bagus...sayang gk ada bonchap nya...
wkwkwkwkw jalu
sebenarnya kasihan rosalie...dia sakit..tapi dengan cara memasukkan perempuan lain ke rumahnya...sama saja dengan menggali sakitnya lebih parah
wkwkwkwkw jalu
baru baca...sukkaa
Healer
dlm novel tiada yg salah baik rose/Ben/ana...cuma rose nmpk jahat sikit tapi cuba la fahami watak rose itu sendiri......intinya jujur dgn pasangan dan keluarga itu penting dan sbg peringatan utk diri sendiri dan kaum wanita jgn membawa wanita lain ke rumah tangga mu jika tidak mau stress dan mkn hati berulam jantung kerana hati manusia bole berbagi terutamanya lelaki
Healer
kasihan jg ya si rose terlalu berat ujian nya
Nani Krisnawati
mungkin ana hamil
Rika
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!