NovelToon NovelToon
SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

SATRIO YANG TERPINGIT ALAM

Status: tamat
Genre:Petualangan / Spiritual / Tamat
Popularitas:157.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syarifullah ellang maulana

Satrio seorang laki - laki yang membawa amanah ke barat dan amanah itu di berikan oleh Allah yang sepanjang perjalanan nya di kawani 3 syeh dan para leluhur, lalu apa saja rintangan yang di hadapi dan mengapa sehingga Satrio dipingit alam ikuti kisah nya hingga mengetahui jawaban nya 😊😄

Mau tau kehidupan sang Satrio ikuti terus perjalanan nya hingga dia menemukan pujaan hati nya.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifullah ellang maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL

Kita sebagai manusia hidup selalu bersandar kepada harapan, suami berharap mendapat kan istri yang sholeha, istri berharap mendapat kan suami yang sholeh, bertanggung jawab, bijaksana begitu pun bila kita sudah menjadi orang tua akan berharap mendapat kan anak yang sholeh dan sholeha, menurut ke pada orang tua, membanggakan orang tua dan masih banyak lagi harapan.........harapan yang kita tumpuk dalam angan - angan kehidupan.

Namun pernah tidak kita berfikir bagaimana proses kita dalam mewujudkan harapan - harapan itu menjadi nyata ? apakah harapan kita akan semudah itu terwujud tanpa ada suatu perjalanan berliku ? sekali lagi jawab nya tidak, bagai kan seorang penenun yang harus sabar menenun setiap helai benang hingga menjadi sebuah kain yang begitu indah, begitu juga harapan yang harus penuh kesabaran kita raih meski begitu banyak rintangan.

Lalu apakah hanya dengan kemampuan kita sendiri bisa mencapai harapan itu tanpa ada bantuan dari Allah ?? sekali lagi tidak anak ku, harapan tanpa perbuatan hasil nya kosong dan perbuatan tanpa harapan hasil nya sia - sia, mengapa begitu ?? sebab harapan itu terkandung di dalam doa maka bila kamu sedang berharap bawah lah semua harapan mu di dalam doa maka Allah akan menyeleksi semua harapan mu dan akan di kabul kan sehingga langkah mu tidak kehilangan arah 😊😊😊

.....................

Siang itu di pasar begitu ramai sebab ada kejadian ketua preman pingsan tertimpa papan nama di saat mengejar anak nya untuk di jadi kan bayaran judi, warga berkerumun menyaksikan hal itu dan pasti nya begitu banyak asumsi yang beredar di situ, sedang kan Bang Asmi sedang mencari wartel untuk menghubungi keluarga nya yang di luar pulau.

" Bapak.......Pak...........Bapak.........."

Kata gadis itu sambil melepas kan lengan nya dari pegangan Satrio dan menghampiri tubuh Bapak nya yang terkapar di dekat truk sayur............

Saat itu Satrio mendekati gadis itu dan Bapak nya untuk menolong siapa tau masih hidup pikir Satrio...........

" Dhek............Bapak nya hanya pingsan........di mana rumah sakit terdekat agar luka di dahi Bapak nya adhek bisa segera di obati........"

Kata Satrio sambil sedikit panik melihat luka Bapak itu....

" Ada di dekat sini mas........."

Jawab gadis itu sambil menangis............

" Ya sudah mari saya antar ke rumah sakit dhek......."

Kata Satrio sambil bangkit dari duduk nya........

" Terimakasih banyak mas sudah mau membantu......."

Jawab gadis itu sambil mencoba membantu Satrio menyingkir kan papan nama yang lumayan besar.........

Saat melihat kejadian itu ada beberapa warga yang membantu Satrio untuk menyingkir kan papan nama yang lumayan berat, namun ada juga yang terlihat tidak suka bila Satrio menolong ketua preman itu bahkan ada juga yang malah ingin menghabisi Satrio sebab sudah melukai pimpinan mereka hingga begitu parah, begitulah asumsi manusia.

Kurang lebih 1 jam akhir nya Bapak dan anak gadis nya pun pergi menuju rumah sakit terdekat dan Bang Asmi pun menghampiri Satrio dengan wajah yang lumayan panik sambil sedikit berlari Bang Asmi mendatangi Satrio yang sedang melipat terpal.

" Ucok............aku harus pulang kampung sekarang ya.......ini ada uang kamu pakai buat makan dan tolong jaga truk nya.........aku tidak lama di kampung Cok........"

Kata Bang Asmi sambil terburu - buru........

" Ada apa dengan keluarga Abang..........lalu saya harus menunggu berapa hari Bang........?? "

Kata Satrio yang terlihat juga bingung melihat Bang Asmi yang terburu - buru mengambil tas di dalam truk........

" Tunggu aku sampai datang ya Cok..........jangan kemana - kemana kamu Cok........anak istri ku di kampung terkena bencana aku harus segera pulang Cok........."

Kata Bang Asmi sambil mengenakan sepatu nya........

" Inalillahi wa'inalillahi rojiun............baik Bang, Abang hati - hati di jalan dan jangan panik Bang......."

Kata Satrio sambil mengelus pundak Bang Asmi yang mata nya mulai berkaca - kaca........

Saat itu Bang Asmi tidak mampu berkata - kata lagi hanya mampu mengangguk dan memeluk Satrio erat seakan mereka berdua tidak akan berjumpa lagi, setelah itu Bang Asmi pun segera pergi dari hadapan Satrio sambil membasuh air mata nya yang menetes di pipi nya.

Satrio berharap semua akan baik - baik saja setelah Bang Asmi pergi meninggal kan Satrio di tempat yang tidak ada satu orang pun yang di kenal nya di situ, Satrio hanya senyum memandang langit sambil mengucap kan kata........

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar "

Satrio memohon dan meminta hanya kepada Allah Rob nya, sebab Satrio faham betul tidak ada manusia yang benar - benar tulus dalam segala hal, sudah menjadi watak manusia bila melakukan sesuatu pasti mengharap suatu imbalan yang pasti imbalan itu untuk ke egoan nya.

Baru saja Satrio membaca doa itu sambil melihat para kuli sayur mengangkat sayuran dari atas truk untuk di turun kan dan di berikan kepada tengkulak yang sudah memesan nya namun tiba - tiba datang lah segerombolan preman berserta sesepuh daerah tersebut mendatangi Satrio yang sedang menyeruput kopi hangat di hadapan nya.

" Hai anak muda...........siapakah diri mu dan mengapa kamu menghajar pimpinan kami hingga luka parah......!!"

Kata laki - laki yang sudah terlihat tua sebab rambut dan jenggot nya sudah putih........

" Assalamualaikum Pak..........mari lah duduk lalu kita bicara agar saya paham siapa yang Bapak maksud......."

Jawab Satrio sambil bangkit dari duduk nya dan mempersilahkan orang tersebut duduk.........

" Tidak perlu banyak basa basi...........jawab saja pertanyaan ku.........ada urusan apa kamu menghajar pimpinan kami........."

Kata laki - laki tua itu lagi kepada Satrio dengan wajah geram........

" Astowfirullohalazim ya Allah.........saya tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun Pak tapi saya juga tidak akan lari bila bertemu masalah............."

Jawab Satrio yang mulai terpancing emosi nya dengan sikap laki - laki tua itu..........

" Sombong kamu anak muda seperti nya kamu belum tau siapa aku..........aku tau di dalam raga mu begitu banyak ilmu kanuragan maka hadapi aku..........."

Kata laki - laki itu yang mulai memerah wajah nya sebab merasa tertantang oleh Satrio.........

" Segera lah bertaubat Pak........sebelum Allah menarik semua nikmat yang di berikan pada hidup mu........"

Kata Satrio sambil tersenyum kepada laki - laki tua itu.....

Dan yang terjadi laki - laki tua itu terpental kurang lebih 200 m dari hadapan Satrio, padahal saat itu Satrio hanya sedang berdzikir asma Allah sambil tersenyum memandang ke arah laki - laki itu, saat itu semua orang yang bersama laki - laki tua itu segera pergi dari hadapan Satrio sambil berlari tunggang langgang dan membawa laki - laki tua yang sedang pingsan.

Satrio pun membalik kan badan nya lalu berjalan menuju warung di mana diri nya tadi meletakkan kopi.

" Mas nya orang mana ya ?? kok saya baru lihat ?? "

Kata Ibu pedagang kopi dan gorengan..........

" Saya orang jauh Bu..........kemari dengan tujuan mengantar sayur ke tengkulak pasar......."

Jawab Satrio sambil kembali duduk.........

" Mas hati - hati........itu tadi yang mas hajar dukun terkenal daerah sini mas.........bisa saja mereka menggunakan cara halus untuk melukai mas nya.......belum lagi gerombolan para preman itu kawan nya banyak mas......."

Kata Ibu itu sambil menggoreng tahu isi..........

" Iya Bu terimakasih sudah di ingat kan.........maaf ya Bu kalau kedatangan saya di sini malah jadi rusuh......."

Kata Satrio sambil mengambil tape goreng di hadapan nya..........

" Tidak mas.........kita malah senang tadi seumpama kepala preman itu mati biar tidak membuat onar lagi di pasar sini mas........"

Kata Ibu itu sambil menata gorengan di sebuah loyang plastik.........

Saat itu Satrio hanya tersenyum mendengar kan cerita Ibu itu yang dengan semangat menceritakan semua ke buruk kan ketua preman, namun seperti nya keluarga dari dukun itu ada yang tidak terima melihat keluarga nya dipukul hingga pingsan seperti itu dan mereka pun berniat membalas dendam kepada Satrio.

...............

Dimanakah letak nya keadilan di muka bumi ini ?? apakah Satrio bersalah sehingga di perlakukan seperti itu ?? bila benar Satrio bersalah dan harus menerima balasan dari mereka apa yang sudah Satrio perbuat ?? apakah Satrio tidak boleh membela diri saat diri nya mulai terancam keselamatan nya ??

Apakah Satrio tetap sendiri di saat para preman dan saudara dukun itu menyerang Satrio ataukah Allah mengirimkan bantuan yang berwujud manusia agar membantu Satrio?? untuk mengobati rasa penasaran pembaca ikuti terus petualangan Satrio mengarungi perjalanan hidup demi menjaga sebuah amanah.

Jangan lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar di saat author update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏

1
Herybae Hery
Luar biasa
Fatkhur Kevin
kasian satrio
Fatkhur Kevin
bagus
Uripno Yusup
di akhir chapter author jgn sering komentar sendiri ttg crita yg sdh ditulis, bikin boring sj
EsterEka.
Terimakasih jg buat karya nya yg banyak mengajarkan nilai kehidupan. sehat selalu buat author nya dn sukses untuk setiap karya nya.. ini kali ke 2 nya saya baca kisah hidup nya satrio 🙏🙏
EsterEka.
bener bgt itu yg widhi bilang
EsterEka.
reporter berjalan ni ibu ibu. sebar gosip aja
EsterEka.
pertandingan tinju kali ah
EsterEka.
hmmm manis nya. rasa gula kalah kayak nya 🤭🤭
EsterEka.
nah ketahuan dech belang nya fito sm arik
EsterEka.
tega nian kau widhi, satrio di kata pepes kudanil
EsterEka.
karena sejati nya tubuh kita adalah bait suci nya Allah
EsterEka.
perubahan seribu wajah nya satrio
EsterEka.
ibu kandung hilang kewarasan nya dgn tega nya menyuruh istri dr anak nya sendiri untuk menghabisi satrio dgn kejam
EsterEka.
betul sekali hal itu terkadang di izinkan terjadi karna ada maksud baik Tuhan
EsterEka.
Terkadang semesta menghadirkan seseorang di hidup kita, untuk kita bisa menghargai dn memaknai cinta itu sendiri.
EsterEka.
ngarep ni perempuan, mimpi sebelum tidur. bangun bangun mbk akhiri halu mu. makan nasi kuning tuh lebih enak.
EsterEka.
dengarkan suara hati mu sebagai naluri yg kuat sebagai instinct mu ani.
EsterEka.
hilang ini kewarasan nya ita. berusaha sekuat tenaga dgn cara yg sangat menjijikan untuk merebut seseorang yg bukan milik nya.. perlu di cuci ni otak perempuan licik
EsterEka.
Hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!