NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Mata Sisi terbuka lebar.

Tubuhnya membeku. Bibirnya masih menempel pada bibir Lucien.

Deg! Deg!

Deg! Deg!

Hanya suara jantungnya sendiri yang terdengar, berdentum keras karena terkejut. Kenapa bisa sejauh ini?

Krekk.

Sisi tersentak ketika pintu tertutup rapat. Refleks, ia mendorong tubuh Lucien menjauh darinya.

“Pertunjukannya sudah selesai,” ujar Lucien datar, seolah tidak ada apa-apa yang baru saja terjadi. “Kau bisa kembali ke kamarmu.”

Sisi menatapnya dengan tatapan tak percaya.

Segitu saja?

Itu… ciuman pertamaku.

Dan dia mencurinya hanya untuk sandiwara?

Astaga…

Rasanya aku ingin memukulnya sekarang juga!

“Kau sudah sering melakukan ini?” tanya Sisi tanpa sadar.

Oh, sial.

Ia langsung menutup pipinya dengan kedua tangan, malu dengan pertanyaan yang lolos begitu saja.

“Kau wanita pertama yang kupilih sendiri,” jawab Lucien dingin.

Entah kenapa, dada Sisi tiba-tiba berdebar tak terduga.

“Tolong jangan membuatku mengulanginya untuk kedua kali,” lanjut Lucien dengan nada kesal.

Sisi tersenyum getir.

“Kalau begitu… aku merasa terhormat,” ujarnya, berusaha mencairkan suasana.

“Masalahnya, kau sendiri yang menawarkan diri,” balas Lucien mengejek.

Sisi menggertakkan giginya, tinjunya mengepal.

Pria ini benar-benar membuatku kesal!

Ia merapikan gaun tidurnya dan berjalan menuju kamarnya. Namun sebelum memutar gagang pintu, Sisi berhenti dan menoleh.

“Oh ya,” katanya santai. “Sepertinya aku tadi menyentuh tempat tidurmu.”

“Tidak masalah. Akan kubuang besok,” jawab Lucien acuh.

Dibuang? Jadi…

Sebegitu bencinya dia pada wanita?

“Ups,” ujar Sisi ringan. “Kau bisa membuang tempat tidur itu. Tapi bagaimana dengan--”

Ia sengaja berhenti, membuat Lucien mengerutkan kening.

“Bibirmu?” lanjut Sisi polos. “Aku juga menyentuhnya.”

Buku yang dipegang Lucien jatuh ke lantai.

Wajah pria itu mengeras.

“Jadi, apakah aku harus membuangmu juga?” ancamnya dingin.

“Kalau kau bisa,” jawab Sisi dengan nada ceria palsu, “itu akan sangat membantu.”

Tanpa menunggu reaksi, ia langsung berlari ke kamarnya.

Biarkan saja dia marah seumur hidup, pikirnya. Aku tidak peduli. Hahaha.

***

Pagi-pagi sekali, Sisi sudah berada di dapur, para pelayan menyiapkan sarapan dan menyajikannya di ruang makan.

Ia harus mengakui, dapur Masion Alastor membuatnya terpukau. Terutama ruang makan yang begitu luas, mungkin cukup untuk menampung dua puluh orang. Semalam Lucien tidak memberinya tur apa pun. Pria itu langsung membawanya ke kamar, lalu selesai.

Menyebalkan.

“Terima kasih, Bu” ucap Sisi sambil tersenyum ketika wanita tua itu meletakkan hidangan terakhir.

Sisi menyiapkan teh. Salah satu pelayan dapur mengatakan bahwa keluarga Alastor sangat menyukai teh, jadi ia menyesuaikannya dengan selera mereka.

Saat ia selesai menyiapkan empat cangkir, sosok ayah mertuanya muncul.

“Selamat pagi, Ayah,” sapa Sisi dengan senyum manis.

Lord Alastor duduk di hadapannya dengan wajah terkejut.

“Apa yang baru saja kau panggil aku?”

“Ayah,” ulang Sisi lembut.

Ia sedikit gugup, takut menyinggung pria itu.

“Bagus! Bagus! Bagus!” seru Lord sambil tertawa puas dan segera mengambil secangkir teh.

Sisi menghela napas lega.

Lady kemudian datang dan duduk di samping suaminya. Sisi segera menyerahkan secangkir teh lagi.

“Ibu, silakan minum,” ujarnya sopan.

Lady menerimanya dengan senang hati. Setelah menyeruput teh, wanita itu menggenggam tangan Sisi, membuatnya terkejut.

“Kau tahu?” ucapnya lembut. “Istri-istri Lucien sebelumnya tidak pernah memanggilku Ibu. Kau satu-satunya yang memperlakukan kami seperti keluarga sendiri.”

Sisi tersenyum tulus.

Untuk pertama kalinya, ia merasa seolah memiliki orang tua lagi. Orang tua Lucien, bahkan Lyra terlihat begitu baik. Namun justru itu yang membuatnya bertanya-tanya.

Bagaimana mungkin Lucien tumbuh sedingin itu di keluarga seperti ini?

“Jangan terlalu senang.”

Suara dingin itu membuat Sisi terdiam.

Lucien sudah turun tanpa ia sadari.

Ia melirik dengan setengah senyum, tetapi Lucien hanya membalasnya dengan tatapan dingin sebelum kembali naik ke atas.

Sisi menghela napas pelan.

Bisakah aku bertahan hidup dengan sikapnya?

Atau justru tergoda untuk menggantungnya suatu hari nanti?

Ia hampir tertawa sendiri.

Sisi terkejut ketika Lady duduk di sampingnya saat ia masih memegang cangkir teh.

“Apa kau menikmati malam pertamamu?” tanya Lady Alastor dengan suara sangat rendah.

PFFTT...

Sisi menyemburkan teh yang diminumnya. Panas dan kaget. Lord segera menyerahkan tisu.

“Hati-hati, Nak,” ujarnya.

“Jadi?” Lady kembali bertanya. “Apa kau menikmatinya?”

Ya ampun… diulang lagi.

Sisi menunduk. Wajahnya terasa panas.

“Yah…” gumamnya canggung.

Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

“Cukup bagus,” ucap sebuah suara rendah.

Mata Lady berbinar.

“Apa kau…?” tanyanya antusias, lalu berkata, “Aku melihat kalian berciuman.”

Sisi membeku.

Adegan itu kembali terputar di kepalanya.

Ciuman pertamaku…

Dan ada penonton.

Ia ingin berlari menabrak dinding dan mati di tempat.

Wajahnya memerah, kepalanya tertunduk karena malu.

Untungnya, suara ceria menyelamatkannya.

“Selamat pagi!”

Lyra berlari masuk ke ruang makan.

“Selamat pagi!” balas Sisi cepat, hampir lega.

Lady tersenyum dan tidak melanjutkan pertanyaannya dan itu sangat disyukuri Sisi.

“Lyra, panggil kakakmu. Kita akan sarapan,” perintah Lady Alastor.

“Aku tidak mau!” tolak Lyra spontan.

“Biar aku saja,” ujar Sisi cepat sambil berdiri.

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!