NovelToon NovelToon
DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang gadis bernama Anindyta Kailila .
Dalam menggapai cita-citanya dengan
keadaan hidup yang sederhana.

Bekerja sebagai asisten seorang model papan atas, merupakan batu loncatan baginya untuk mengais rupiah dengan tetap harus pintar membagi waktu mengurus ayahnya yang sakit.

Jangan tanyakan tentang kisah cintanya.
Sebab semenit saja, otak dan hatinya tak pernah kosong, karena perintah dari sang model yang selalu datang bertubi-tubi.


Namun, apalah dayanya jika ternyata kegigihannya bekerja justru mempertemukannya dengan seorang CEO yang ternyata kekasih sang model.
Bahkan perasaan mereka tidak dapat di bendung untuk saling jatuh cinta.

Mungkinkah seorang asisten mendapatkan cinta seorang presdir bahkan kekasih bosnya sendiri...?

Ikuti ceritaku " Di Balik Layar"
Semoga di sukai pembaca.
Salam santun
salam sehat untuk semua
🙏🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 : OBROLAN BERSAMA GERALD

"Maaf... kamu ngegemesin." Ujar Darel seolah tidak bersalah. Padahal aslinya Anin senang sekali mendapat perlakuan Darel seperti itu. Anin merasa jika Darel tidak memandang statusnya yang hanya sebagai asisten.

Di mobil Gerald

"Kayaknya tadi malam ada yang makan malam berduaan di dapur Villa." Tiba - tiba Gerald menyeletuk membuka obrolan di dalam perjalanan. Membuat Anin tidak dapat berbohong.

"Kok kamu tau, kukira kamu tidur." Jawab Anin.

"Aku memang sudah tidur, tapi terbangun sadar Darel tidak ada di sebelahku. Jadi, aku keluar mencarinya. Ternyata aku malah melihat dua insan sedang asyik bercengkrama di atas meja makan, menikmati hidangan tengah malam." Ujar Gerald.

"Lho.... bukan nya dia baru datang tengah malam itu?" tanya Anin ga paham

"Ha... ha... ha... dia bohong kali. Dia bahkan sudah terlebih dahulu datang dari kita, Nin."

"Lho... kok bisa?"

"Buat seorang CEO apa sih yang ga bisa?"

"Iya juga siih, ha ha ha."

"Dia sengaja ga keluar, mau mantau dari jauh aja gimana sifat Felysia."

"Oh... mungkin ga lama lagi paling mereka jadian ya." Ucap Anin sambil menahan rasa sakit di hatinya.

"Ga tau juga sih. Aku bongkar dikit rahasianya sama kamu ya Nin. Felysia itu cinta pertamanya Darel. Dia naksir berat saat mereka masih sama sama kuliah dulu. Tapi, cintanya di tolak Felysia. Dia di hina karena saat itu masih belum kaya sekarang."

"Ya iyalah, mahasiswa mana ada yang kaya." Potong Anin.

"Iya, saat itu. Usaha orang tuanya juga belum berkembang dan besar seperti sekarang. Yang pasti, mereka tidak di ajarkan dan di didik dalam kemewahan. Makanya Darel dan Melisa memiliki sifat yang baik. Berbeda dengan Felysia. Kamu tau sendiri kan bagaimana sifat Felysia." Ujar Gerald

Anin hanya tersenyum hambar ketika Gerald memancingnya untuk mengisahkan tentang perangai Felysia yang tentu ia tau lebih dari orang lain tau. Namun, Anin memilih untuk tidak membukanya. Ia merasa tidak berhak mengumbar aib atasannya tersebut.

"Anin... kamu tau kan sifat Felysia. Dan apakah kamu betah bekerja dengannya?"

"Semua pekerjaan itu memiliki kesenangan dan resikonya masing-masing, apapun bentuk pekerjaannya." Ucap Anin bijak.

"Iya juga sih. Apa kamu terpaksa bekerja dengannya Anin?"

"Tentu saja tidak, aku secara sadar melakukannya. Dan memang aku sendiri yang menyanggupinya. Jadi aku menjalaninya dengan penuh syukur."

"Kamu memiliki beban lain Nin. Sehingga kamu begitu keras dalam mengumpulkan uang."

Anin diam.

"Maaf Nin, kamu boleh tidak menjawab jika pertanyaanku terlalu pribadi dan lancang." Lanjut Gerald lagi.

"Tidak. Bukan beban. Hanya obsesi ku yang mungkin tidak sesuai dengan kemampuanku. Sehingga aku harus mengencangkan ikat pinggang ku untuk mengumpulkan uang."

"Boleh aku tau apa obsesi mu?"

"Aku sangat ingin menjadi desainer bertaraf internasional. Untuk itu aku harus melanjutkan studi ku di LN. Tetapi... Aku harus mencari uang itu sendiri. Aku bukanlah berasal dari keluarga yang kaya, kami hanya keluarga sederhana."

"Kamu masih punya orang tua?"

"Masih, aku punya ayah tetapi sejak aku lulus kuliah, sudah lebih 1 tahun ini. Ayah mengalami stroke, awalnya beliau tidak dapat menggerakkan sebelah badannya. Tetapi aku tidak menyerah untuk selalu memberikan perawatan dan metode pengobatan untuknya. Sehingga, Alhamdulilah sekarang ayah sudah mulai bisa berjalan, walau dengan bantuan tongkat." Kisah Anin panjang.

"Ibumu...?"

"Ibu ku, sudah meninggal sejak aku SMP."

"Oh... kamu anak tunggal?"

"Tidak, aku punya kakak laki laki. Dia seorang polisi, tetapi bertugas di kota lain. Jadi hanya aku dan ayah yang tinggal serumah."

"Seperti itu. Kalau kamu Ge? Apa sudah lama bekerja dengan pak Bos?"

"Darel itu sahabatku , sejak kami sama sama kuliah mengambil S2 di LN. Jadi begitu pulang aku memilih untuk bekerja bersamanya."

"Berarti kamu bisa setara dengan nya, mengapa memilih menjadi asisten saja. Kamu juga dapat berkuliah di LN. Artinya kalian tergolong orang yang mampu."

"Kamu memang jeli ya Nin. Papaku punya perusahaan di Jakarta, sama seperti orang tua Darel. Tapi aku kabur, karena di paksa menikah dengan anak kolega bisnis ayahku. Jadi... ayah marah dong. Dan mencabut semua fasilitas ku. Mereka kira aku akan memohon untuk meminta fasilitas ku di berikan lagi. Sorry yaa..., mending aku pergi dan membangun bisnisku sendiri. Jadilah aku mulai dan minta pekerjaan pada Darel." Kisah Gerald panjang.

Sampai tidak terasa, mereka berdua pun telah sampai di Surabaya. Anin meminta di antarkan ke appartemen Felysia saja. Karena ia harus membereskan barang barang Felysia terlebih dahulu. Baru ia pulang kerumah untuk bertemu ayah dan kak Jovan yang sangat di rindukannya.

Di Villa.

Felysia tampak bingung dengan Darel. Yang hanya mengunci dirinya sendiri di kamar. Berulang kali Felysia mengetuk pintu kamar itu. Tapi tidak ada respon. Di telpon tidak di angkat, di WA pun tidak di balas sama sekali oleh Darel.

Ini sungguh di luar ekspektasi Felysia. Dia mengira Darel mengulur waktu di villa karena ia ingin berdua - duaan dengannya.

Atau sekedar ngobrol bersamanya. Tidak... Felysia benar benar kecewa. Ia pun memilih mengurung dirinya dikamar saja. Tapi kesepiannya tak lama.

Karena tiba tiba Dennis melakukan panggilan melalui Video Call. Cepat Felysia mengangkat panggilan itu.

"Honey... kamu di mana?" besok ke Jakarta ya...,kangen Han." Sapa Dennis di seberang sana

"Papi, aku masih di lokasi syuting. Sore nanti baru ke pulang. Iya... aku juga udah kangen banget pap." Ucapnya manja

"Kamu sama siapa di situ, honey?"

"Sendiri pap." Jawabnya sambil berkeliling memamerkan keadaan kamar villa itu pada Dennis.

"Awas ya..., kalau kamu nakal. Hati - hati, mata mata ku banyak ku pasang untuk wanita kesayanganku."

"Iya papi tayaaaang, mana berani aku mengkhianati papi hmm...." Ujar Felysia sambil memanyunkan bibirnya karena benar benar takut kehilangan semua fasilitas mewah yang di berikan Dennis padanya. Sebab, hasilnya sebagai model tentu sudah tidak cukup untuk menutupi gaya hidupnya yang gelamor dan terlanjur tinggi itu.

"Jangan begitu wajahmu, aku makin kangen sama kamu. Apa perlu ku kirimkan jet pribadiku sekarang ke lokasi syuting mu, honey?" tawar Dennis

"Terserah papi saja." Jawab Felysia yang sengaja membuka 2 kancing kemejanya agar bagian dadanya lebih terlihat untuk memancing gairah sugar daddy nya itu.

"Honey !!!" Hardik Dennis seolah marah.

Felysia makin tertawa nakal ke arah Dennis yang makin gusar.

"Malam ini Jet ku menjemput mu." Tegasnya.

"Iya pap. Nanti ku kabari jika sudah di surabaya ya sayangku." Ucapnya.

Dan sambungan VC itu pun berakhir.

Felysia nampak termenung setelahnya. Dia bingung di sisi lain ia ingin memiliki Darel kembali. Tapi di sisi lain, ia pun sudah terikat janji dan nyaman pada Dennis ladang uangnya itu. Felysia membuang kasar asap rokok yang sedari tadi di hisapnya.

Tak lama terdengar ketukan di luar pintu dan suara menyebut namanya. "Felysia... kamu di dalam?"

"Iya Darel." Jawabnya cepat. Lalu ia mematikan rokoknya dan membuka pintu.

Sepintas Darel menghirup aroma rokok di ruangan itu. "Kita pulang sekarang." Ajaknya singkat.

"Oke, aku sudah siap sekarang." Ucapnya salah tingkah dan mengambil tas tangannya.

Dan mereka berdua pun berjalan beriringan menuju mobil Darel.

Bersambung

...Mohon dukungannya 🙏...

...Komen kalian sangat autor harapkan lho...

...Kasih 👍💌✍️🌹...

...seikhlasnya yaa...

...Biar makin semangat...

...Terima kasih...

1
Maryati
nyimak
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmmm
yuiwnye
waaah om pol blm bisa move on
yuiwnye
pak haji ketiduran lupa ngawasin 😎
ولدي انعم
Luar biasa
yuiwnye
naaah masalah B3 nin, hempaskan bisa jd racun 😆😆
yuiwnye
Bimo koq Ndak tanggapi utk kenalin anin ke ortu nya,,,,hmmm mencurigakan 😎🤔
yuiwnye
waaah kacau nih mulih Bimo atau Dar der Ling , nin 🤔😆
yuiwnye
ada yang panas tp bukan kompor 😆😆
🌼EmeLBy🌼
iya salam kemal juga
selamat membaca yaaak
Emi Asmiati
kasian felysia
Emi Asmiati
salam kenal thor...
Eka Burjo
duuuh habis baca Rahmad GiMan senyum senyum, ngakak malah, lalu baca part ini ko gedeg aq🙄
Eka Burjo: siap, mau lanjut lagi baca biar ga pinisirin 😁
total 2 replies
Eka Burjo
Luar biasa
Relka Putriana
Biasa
Erlinda
si darel nya aja yg super goblok dan lemah iman .sebagai seorang CEO dan suami dari ann di seharus nya bersikap tegas atas tindakan si jalang Santy ..tapi seperti yg aq bilang si Daren nya yg lemah iman.begitu melihat gundukan dan paha mulus .
Abdul Wahab Sjahrani
mantul alur ceritax thor
Ni'matul Ulfah
setuju curhat dg Anin. FE bisa mengambil pelajaran dari kehidupan Anin. walau bagaimanapun ortu Anin telah berjasa shg FE ada.
Indah Setyorini
menarik dan selalu bikin pinisirin....
Sovia Eva Yunita
bagus buat pembaca dg pemahaman dan ananat dari disampaikan penulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!