NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:683
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10. talak

" Astaghfirullahaladzim.. siapa yang kamu bawa masuk ke dalam kamarmu Rudi? Amelia ke mana? " Firdaus terlonjak kaget saat ia pulang kerja,ia melihat Rudi dan kekasihnya keluar dari kamar Rudi dan Lia.

Rudi pun ikut kaget kepergok oleh bapaknya,,ia sudah izin dengan ibunya ingin menemani Kamila istirahat di dalam kamarnya.

"Eh.. Bapak sudah pulang kerja? Ini teman Rudi ia numpang Sholat di kamar Rudi."jawab Rudi gugup,Kamila  dengan gaya centilnya menghampiri firdaus ia ingin mencium tangan firdaus. Tapi ditolak secara halus oleh Firdaus dengan menelungkupkan kedua tangannya di dada..

"Selamat sore Pak..! Perkenalkan saya Kamila temen dekatnya Mas Rudi.." dengan gaya centilnya Kamila memperkenalkan dirinya pada Firdaus.

" Salam kenal kembali Mila..! Kamu tahu Rudi sudah memiliki istri? Sebaiknya jauhi Rudi ia sudah punya istri." Ucap Firdaus tegas. Rudi sangat kesal dengan sikap Bapaknya yang menurut Rudi terlalu ikut campur urusan pribadinya.

" Bapak apa-apaan sih,gak sopan sekali bicaranya. Amelia itu hanya istri diatas kertas dan sebentar lagi akan aku jadikan mantan.Kamila calon istri ku." Dengan tegas Rudi mengatakan jika Amelia istri atas kertas dan sebentar lagi akan jadi masa lalu.Dan dengan terang - terangan ia mengatakan Mila istri masa depannya.

Kamila yang pandai akting berusaha mengerti mertuanya dan ia dengan lembut meminta Rudi menglah.

" Turunkan nada bicara mu Mas.. beliau ini orang tua kita,yang wajib kita hormati.." ucap Mila dengan suara mendayu-dayu.

Firdaus menghembuskan nafasnya kasar.Ia menatap dalam Mila dan Rudi

"Dengar baik-baik Rudi.. Jika kamu ingin menikah Kamila, ceraikan Amelia kembalikan ia pada orang tuanya baik-baik." Ucap tegas Firdaus.

"Amelia memang tidak cocok untuk mendampingi Mas Rudi pak? Misi dan visi mereka berbeda.. yang cocok itu aku. Dan saya sudah bertemu Amelia tadi Ia sudah siap di talak." Firdaus yang sudah melangkahkan kakinya, menghentikan langkahnya.

Seketika ia menoleh menatap Mila dan Rudi..

" Kamu benar Lia tidak cocok mendampingi Rudi karena Lia wanita yang baik.. Wanita yang baik akan berjodoh dengan laki-laki yang baik.Begitu sebaliknya, laki-laki yang baik akan berjodoh dengan wanita yang baik .Rudi laki-laki yang tidak baik dan jodohnya cerminan dirinya." Sarkas Firdaus..

Mila dan Rudi saling bertatapan, Mila menggelengkan kepalanya.

"Bapakmu keterlaluan Mas..! Aku sakit hati dengan ucapannya." Rudi mengelus punggung kekasihnya itu ia menenangkan hati Mila.

" Abaaikan saja ucapan bapak ku, anggap saja angin lalu. Bapak ku sudah tua sudah bau tanah bahasanya suka ngelantur. Bentar lagi juga mati.! " Firdaus menggelengkan kepalanya mendengar anak kandungnya sendiri mendoakan dirinya mati..

Mila tersenyum dan bergelayut manja di lengan Rudi..

" Mas..! Temenin aku Shoping yuk?aku kalau moodnya berantakan shoping - shopping beli barang-barang yang aku suka, dengan begitu mood ku kembali membaik.." Rudi tersenyum dan menjawab dengan anggukan.

" Hayoo.. Mas temenin kamu belanja di Mall,mau beli apa saja boleh.Mas ke kamar sebentar ngambil dompet dulu." Rudi masuk ke dalam kamarnya,saat ia membuka laci dimana ia menyimpan uang cash..Rudi tertegun melihat uangnya yang tinggal sedikit.

" Kenapa uang ku semakin sedikit ya? Perasaan bulan ini pengeluaran ku tidak terlalu banyak?" Rudi menatap uangnya yang semakin menipis..

" Apa mungkin Lia yang nilep uang-uang ku? Ahh.. sepertinya tidak deh? Lia tidak tahu aku menyimpan uang didalam laci lemari. Dan aku selalu mengunci lemari ku."pikiran Rudi kacau,ia memijat pelipisny kepala mendadak pusing.

" Took.. took.. halow Mas. Jangan lama-lama aku sudah tidak nyaman dirumah mu." Rudi buru-buru keluar kamarnya mendengar panggilan Mila.

" Maaf sayang menunggu lama aku mengamankan  aset terlebih dahulu.. Takutnya Lia pulang melihat lemari belum aku kunci ia bisa bergeliya mengambil barang-barang berharga ku." Mila dengan wajah cemberut menggandeng tangan Rudi.

Tanpa pamitan dengan Firdaus Rudi dan Lia pergi begitu saja.

Padahal Firdaus sedang duduk sambil menghisap rokoknya diteras rumah.

Dengan mengendalikan mobil Avanza Veloz milik Mila,sepasang kekasih yang belum halal itu pergi meninggalkan rumah Rudi. Menuju mall ayang ada dikota kecil itu.

**

Dirumah sederhana milik bude gendis. Amelia sedang fokus menulis cerbung. Bukunya hari ini sudah Masuk sistem rekomendasi..

Cerita rumah tangga pemeran utamanya wanita tangguh, banyak disukai oleh para kaum hawa khususnya emak-emak ada 20 ribu pembaca.

" Alhamdulillah cerbug ku banyak yang membacanyaa. Semoga setiap harinya pembacaku selalu naik." Lia jadi semangat menulis ribuan kata.

Ia sampai lupa makan sangking asiknya menulis.

Lia sekarang menulis di laptop uang dari Rudi ia belikan laptop.

Bersama dengan Asih tetangga Bude gendis ia pergi ke pusat penjual elektronik.

Setiaap harinya lia pergi kerumah Bude gendis untuk menulis.

"Lia.! Makan dulu hari sudah mau sore kamu belum makan? Apa kamu mau menginap dirumah Bude? " Tanya Bude Gendis.

Lia menghentikan kegiatannya menulis,ia menatap Budenya dan tersenyum.

" Aku belum lapar Bude, sebelum aku diusir oleh Mas Rudi dan pacarnya aku sudah makan dirumah Mertua ku." Lia bisa ngungsi dirumah Budenya karena di gusur oleh Rudi, pacarnya ingin tiduran dikamarnya Rudi.Lia yang saat itu sedang tiduran diusir paksa oleh Rudi.

"Pernikahanmu sudah tidak sehat nduk,minta  Rudi menceraikan mu.. laki-laki sudah berani membawa perempuan lain kerumahnya, sementara ada istrinya sahnya.. itu, laki-laki sudah tidak waras. Ia sudah tidak menghargai kamu lagi..Anaknya Ainun tidak tahu diri sudah diselamatkan dari rasa malu, tiada tahu terimakasih." Gendis geram mendengar cerita Lia.

Ia tidak terima keponakannya diperlakukan sesadiis itu..

"Iya Bude pulang dari rumah Bude Lia mau pamitan dengan Bapak mertua Lia. Lia ingin tinggal dirumah Bude dan minta Mas Rudi menjatuhkan talak Pada Lia. Boleh kan Bude Lia tinggal bersama Bude." Kedatangan pacar suaminya kerumah mertuanya sudah menginjak-injak harga dirinya.

Ditambah pula keluarga besar Rudi menerima perempuannya itu dengan senang hati.

Bahkan mereka dengan kompak memuji dan menyanjung wanita kurus tinggi langsing dada rata itu.

Tanpa menghiraukan perasaan Lia, hati Lia Sanga sakit. Walaupun pernikahannya  hanya dadakan dengan Rudi. Pernikahan mereka sangat sakral mereka sudah mengikat janji suci dihadapan Allah subhanahu wa ta'ala..

" Bude ikut kamu pulang, biarkan Bude yang bicara dengan orang tua Rudi.. Jika Rudi tidak mau menjatuhkannya talak padamu. Bude ingin tahu apaa alasannya,kenapa ia tidak mau menalakmu?? Semua harus dipertanyakan." Ujar Bude gendis.

Nafas wanita paruh baya itu naik turun menahan emosi yang bergejolak.

Setelah ba'diah  asar Lia dan Bude gendis siap-siap berangkat menuju erumah Rudi.

Lia menggenggam erat  tangan Bude tidak bisa dibohongi jika ada perasaan takut.Yang Lia takutkan Rudi dan keluarganya akan menyakiti Budenya dan dirinya..

"Asih ikut ya Bude, untuk menenangkan kita.. dan buat jaga-jaga kita tidak tahu apa yang terjadi di sana.. Bude tahu sendiri keluarga Mas Rudi suka main keroyokan." Gendis setuju Aish ikut .

Dengan berjalan kaki mereka bertiga berangkat kerumah mertua Lia.

" Jangan cepat-cepat Lia jualannya. Santai saja sudah seperti orang mau nagih hutang saja." Asih yang memiliki tubuh tambun kualaahan mengimbangi langkah Lia dan Bude Gendis.

" Anggap saja olahraga As.. supaya kamu kurus sering-sering jalan jauh seperti ini." Sahut Lia.

Butuh waktu 20 menit mereka berjalan kaki. Akhirnya tiga wanita beda generasi itu sampai didepan rumah dengan bangunan modern itu.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!