Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Believe in me
Setelah sampai di istana mereka, Corbeau segera membandingkan putrinya yang pingsan. "Tidurlah, Leah putriku. "
Tidak lama kemudian, Raye datang menghampiri Corbeau. "Tuan. Bagaimanakah kondisi Nona Leah?." Tanya Raye yang mencemaskan Leah.
"Leah baik baik saja. Aku rasa kebanyakan menggunakan dark energy bisa membuat dia sampai seperti ini." Jawab Corbeau menjelaskan keadaan Leah yang sekarang.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya, tuan?." Raye kembali bertanya membuat salah alis Corbeau naik.
"Maksud saya adalah Tasan Prince. Apakah ini keputusan terbaik melepaskan dia?." Lanjut Raye menjelaskan maksud dari pertanyaan sebelumnya.
Corbeau yang memahami itu menyeringai seraya berkata, "Kau tenang saja. Dark energy yang dikeluarkan oleh Leah cukup kuat hingga merasuki mata serta hati anak itu. Dia akan terus dibayang-bayangi oleh kehadiran putriku yang membuat dia tidak punya pilihan lain selain menyerah.
Setelah berkata demikian, Corbeau segera memerintahkan Raye untuk melakukan sesuatu.
"Raye. minta Keire dan para Ravens untuk bersiap. Tidak lama lagi, kita akan mengambil kembali yang menjadi milik kita." Perintah Corbeau dengan tegas.
"Baik." Balas Raye kemudian meninggalkan tempat.
'Dan tidak lama lagi, orang itu juga akan bangkit kembali.' Lanjut Corbeau dalam hati.
"HAHAHAHA." Tawa Corbeau yang menggema diseluruh ruangan.
...****************...
Sasuke kini terbangun dan melihat wajah teman-temannya yang sudah ada di depannya. "Sasuke-Kun. kau sudah bangun." Kata Hanada yang bahagia melihat Sasuke bangun.
Ia dan Zakuro sampai tidak sadar telah memeluk Sasuke dengan erat.
"Kalian berdua, beri Sasuke ruang. Bagaimanapun dia habis pingsan." Tegur Sakuraba memperingatkan Hanada dan Zakuro untuk melepaskan Sasuke dan memberinya ruang.
Sasuke kemudian duduk di kasurnya dan meneliti apa yang disekilingnya. Dia ternyata ada di Ruang UKS Akademi.
"Apa yang terjadi?." Tanya Sasuke yang linglung akibat apa yang telah terjadi.
"Kau pingsan setelah terhempas oleh Dark energy. Beruntung Igarashi berhasil menangkapmu sebelum kau terhempas lebih jauh lagi." Kata Akiko menjelaskan apa yang terjadi saat Sasuke pingsan.
"Dan untuk memastikan kau baik-baik saja, kami membawamu kesini." Lanjut Igarashi yang duduk di kursi dekat jendela.
Sasuke kemudian berusaha beranjak dari tempat tidur, tetapi ditahan oleh Sakuraba aga karena Sasuke masih belum pulih.
Tidak lama kemudian, Kenichi mendatangi mereka. "Yo!." Ucap Kenichi setelah masuk keruangan.
"Bagaimana keadaanmu?." Tanya Kenichi pada Sasuke to the point.
"Aku baik-baik saja. maaf sudah merepotkan kalian semua." Jawab Sasuke dengan memasang senyumannya. Dia sedikit menyesal karena membuat teman-temannya khawatir padanya.
"Ada yang ingin kubicarakan pada kalian. Tetapi sebelum itu, Aku ingin tahu apa yang terjadi padamu Sasuke?."
Sebagai seorang ketua kelas, Mengetahui apa yang terjadi pada salah satu dari anggota kelasnya merupakan kewajibannya.
"Ah. saat aku berlari menuju kelas, Aku melihat burung gagak yang mengetuk-ketuk jendela. Aku mencoba membuka jendela tersebut. Burung gagak Itu kemudian terbang kearahku dan tanpa sadar aku sudah ada di tempat lain dan bertemu wanita yang lebih aneh dari gadis grim." Jawab Sasuke menjelaskan yang terjadi menghiraukan. tatapan membunuh Akiko.
"Apa maksudmu?." Kenichi Sepertinya masih belum paham dengan ucapan Sasuke.
"Aku akan menjelaskan detailnya nanti. sekarang kita membahas apa yang ingin kau katakan pada kami." Igarashi menengahi dan mengganti topik pembicaraan.
"Baiklah. mengenai satu minggu kedepan, untuk mengisi kekosongan selama satu minggu, kita akan melakukan inter-school sparring." Kenichi menginformasikan apa yang tertinggal pada Kelompok Alpha.
"Bisa kau jelaskan detailnya pada saat kami tidak ada, Kenichi-kun." Hanada kini meminta Kenichi untuk menjelaskan apa yang terjadi saat mereka tidak di kelas.
"Baiklah." Kenichi lalu mulai menceritakan apa yang terjadi.
...****************...
Flashback.
Tidak lama setelah Kelompok Alpha meninggalkan kelas, Miss Kanade beserta Keenam orang anak dari sekolah lain muncul.
"Selamat pagi semuanya." Kanade memberi salam pada anggota kelasnya.
"Selamat pagi." Jawab anggota Kelas Margery.
Kanade mengarahkan pandangannya keseluruh kelas. Namun tidak ada tanda-tanda bahwa Kelompok Alpha berada di kelas.
"Dimana Kelompok Alpha?." Tanya Kanade sambil mencari Kelompok Alpha.
"Ah. Mereka sedang mencari Sasuke-Kun." Jawab Ichika sambil memasukkan ponselnya kedalam saku jeansnya.
"Baiklah kalau begitu aku akan memperkenalkan siswa dari sekolah lain. Silahkan masuk." Ucap Kanade mempersilahkan keenam anak tersebut masuk.
Mereka ternyata adalah enam orang anak yang sama pada saat mereka bertengkar dengan Kelompok Alpha.
"Perkenalkan. Namaku Adalah Lalah. Aku berasal dari Edelweiss Sanctuary Academy. Salam Kenal." Ucap gadis berambut Biru muda yang sebagian rambutnya dimodel bun style.
"Namaku Terry. Aku berasal dari Edelweiss Sanctuary Academy. Salam Kenal." Kata anak lelaki berambut hitam.
"Namaku Milia. Aku adalah murid dari Edelweiss Sanctuary Academy. Salam Kenal." Anak perempuan berambut hitam tersebut memperkenalkan dirinya.
"Hai. Namaku Damian. Aku merupakan Siswa Edelweiss Sanctuary Academy. Salam kenal semuanya." Ucap anak lelaki berambut orange dan putih tersebut.
"Hai. Perkenalkan Namaku adalah Cecilia. Aku juga bersekolah di Edelweiss Sanctuary Academy. Salam kenal semuanya." Kata gadis berambut ungu panjang tersebut.
"Selamat siang semuanya. Namaku adalah Asher. Aku bersekolah di Edelweiss Sanctuary Academy. mohon bantuannya." Kini anak laki-laki berambut biru itu berbicara.
"Baiklah. terima kasih atas perkenalannya." Ucap Kanade menyadari perkenalan tersebut. lalu dia melihat kearah murid-muridnya.
"Lusa. kalian akan melakukan Inter-school sparring sebagai ganti dari Ujian tengah semester. Tiga dari kalian akan dipilih secara acak untuk menghadapi mereka. Dan jangan lupa untuk memberi tahu hal ini pada Kelompok Alpha juga." Kanade menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh Margery Class nantinya.
"Baik." Jawab seluruh anggota Kelas Margery.
End Flashback.
...****************...
Setelah mendengar hal yang tersebut, ada beberapa diantara anggota Kelompok Alpha yang sudah menyadari bahwa anak-anak yang mereka temui tadi datang bukan sekedar untuk study banding.
"Lalu. Bagaimana dengan pembagiannya?." Kata Igarashi setelah Kenichi bercerita panjang lebar.
Kenichi menggelengkan kepalanya. "Pembagian dilakukan secara acak pada Hari H. Jadi ini bukan tanggung jawabku." Jelas Kenichi.
Kenichi kemudian berjalan menuju arah pintu. "Itu saja yang ingin aku katakan. Jika Sasuke sudah baikan, segeralah kembali ke Asrama." Setelah mengatakan hal tersebut Kenichi kemudian meninggalkan ruangan.
Tidak lama setelah itu, Akiko, Hanada, dan Zakuro memutuskan untuk meninggalkan Sasuke, Igarashi, dan Sakuraba.
"Ayo kita kembali." Ajak Sakuraba sambil. membantu Sasuke untuk berdiri.
Igarashi Hanya mendekati mereka tanpa ada niat membantu. Dia masih memikirkan apa yang diucapkan oleh Corbeau Sebelumnya.
'Sasuke...' Batinnya sedih sambil melihat Sasuke yang dibantu oleh Sakuraba.
...****************...
"Baiklah aku akan menjelaskan pada kalian Siapa Murid-Murid dari Edelweiss Sanctuary Academy ." Ucap Kenichi sambil berdiri di depan kelas.
Sementara itu, Akiko yang pada dasarnya bertugas sebagai sekretaris kelas diminta menjadi operator yang menampilkan Presentasi tentang siswa Edelweiss Sanctuary Academy. dan Miss Kanade hanya mengawasi mereka dari belakang kelas.
Lampu kelas dimatikan bersamaan dengan saat layar monitor diturunkan. Lampu proyektor lalu menyala dan menampilkan Slide Pertama.
"Baiklah ini adalah informasi yang hanya bisa kuberikan pada kalian. Mengingat dengan siapa yang akan menjadi rekan kelompok nanti diacak, aku tidak bisa membantu banyak tentang formasi yang harus dipakai. Jadi ada baiknya kalau kita memahami Tentang mereka terlebih dahulu." Kenichi memberikan penjelasan pada teman sekelasnya.
Akiko kemudian segera menampilkan Slide kedua.
"Yang pertama adalah Lalah." "Dia dikenal sebagai The Elite. Ini karena dia sangat tidak terkalahkan baik oleh teman seangkatan, Senior maupun Junior. Kemampuan utamanya adalah Crystal dan dia menggunakan stone hammer sebagai senjata. Bagi kita semua yang memiliki kemampuan daya hancur lebih pada sihir dan senjata, pertajam kemampuan itu." Kata Kenichi menerangkan tentang Lalah.
"Yang kedua, Dia adalah Terry." "Terry menggunakan kemampuan racun dan senjatanya adalah Riffle gun. Dengan julukannya sebagai The Mad, dia mungkin saja bisa menghabisi kita dengan racunnya itu. Jaga jarak dan jangan terlalu gegabah. itu pesanku untuk menghadapi dia." Kenichi kemudian melihat kearah Hanada dan Kurohana.
"Rumor mengatakan dia adalah Emolia yang sangat kuat. Kurohana, Hanada, jika kalian melawannya persiapkan diri kalian dengan baik." Saran Kenichi pada Hanada dan Kurohana.
"Kami mengerti." Balas keduanya.
"Selanjutnya, Millia. Dia dikenal sebagai The Butterfly karena vajra yang dimilikinya mampu menerbangkan serbuk-serbuk pengering layaknya kupu-kupu yang menerangkan serbuk sari. Hanada, Mimori, dan Mamoru berhati-hatilah apabila dia menjadi lawan kalian." Terang Kenichi
"Baik." Balas Hanada dan Si Kembar.
"Lalu yang selanjutnya adalah Damian." "Tidak ada yang menarik dari segi kemampuan Sihirnya. Dia adalah pengguna Sihir air layaknya Mamoru. Tapi axes yang dia gunakan cukup mengganggu karena bisa berubah menjadi air dan kadang bisa bergerak sendiri seperti memiliki otak. Kita harus persiapkan diri kita untuk kejutan yang dia punya." Jelas Kenichi mengenai Damian.
"Selanjutnya adalah Cecilia. Dia menggunakan sebuah boneka untuk disatukan dengan tubuh kita. Sasuke, Zakuro, Ichika, Danny, Arashi, dan Eve. Gunakan Agility kalian untuk menghindari pergerakannya apabila dia menjadi lawan kalian nanti."
"MENGERTI!!!." Ucap keenam anak itu dengan keras dan lantang.
"Terakhir adalah, Asher. Tidak banyak yang kuketahui soal dia. Dia adalah anak yang tertutup. Tetapi, kudengar dia cukup berbakat dalam sihir batu."
Setelah itu, Kenichi mengakhiri presentasinya. Akiko lalu segera menutup slide dan mematikan laptopnya.
"Aku harap dengan informasi ini, kalian bisa bertahan sampai akhir." Kata Kanade kemudian melangkah maju kedepan kelas.
"Setelah ini, aku akan memberikan kalian Holy's Stone untuk tambahan energi kalian." Imbuhnya
...****************...
Setelah presentasi panjang tadi, Igarashi mengajak Sasuke pergi ke hutan sekolah.
"Ada apa, Igarashi?." Tanya Sasuke tersenyum.
Igarashi tidak tega mengatakan ini tetapi, dia harus mengucapkannya.
"Mengenai Inter-school sparring besok, Mundurlah Sasuke." Ucap Igarashi tegas.
Mendengar hal ini, Sasuke kaget dan menanyakan alasannya pada Igarashi.
"Kenapa?. tidak seperti biasanya kau berkata seperti itu?." Tanya Sasuke keheranan.
"Ini demi kebaikanmu." Jawab Igarashi Singkat.
"Tapi, aku ingin..."
"PLAK."
"INI DEMI KEBAIKANMU. JADI MUNDURLAH." Bentak Igarashi Setelah dia menampakkan Sasuke.
Sasuke hanya memegangi pipinya yang ditampar oleh Igarashi.
"Apa kau lupa bahwa kau baru saja terluka kemarin?. Apa kau mau terluka lagi?." Igarashi memarahi Sasuke. Tetapi Sasuke masih tetap diam.
"Kau bisa saja mati ditangan mereka." Lanjutnya
Sasuke berjalan mendekati Igarashi dan memeluknya.
"Aku akan baik-baik saja." Ucap Sasuke lembut.
"Apa yang..."
"Aku pasti baik-baik saja." Potong Sasuke.
Kini dia melepaskan pelukannya dan memegang kedua telapak tangan Igarashi.
"Akiko memberi tahuku kalau aku tidak boleh terus bergantung padamu. Dengan kata lain, Aku harus menunjukkan padamu kemampuanku. Aku ingin bisa menjadi seseorang yang bisa diandalkan oleh semua orang. Jadi, kumohon biarkan aku ikut, Igarashi. Percayalah padaku." Ucap Sasuke berusaha meyakinkan Igarashi.
Igarashi menunduk. "Baka. Bakasuke. Kau selalu saja seperti ini." Gumam Igarashi pelan. Kemudian dia kembali melihat kearah Sasuke.
"Baiklah. lakukan sesukamu. Dan jangan pernah menyesali keputusanmu itu." Akhirnya, Igarashi mengizinkan Sasuke. Dan tentu saja, Sasuke kemudian tersenyum senang.
"Terima kasih, Igarashi." Ucapnya membungkuk lalu kemudian meninggalkan Igarashi sendiri.
"Bukankah itu adalah hal yang bagus." Ucap Sakuraba yang tiba-tiba muncul dari Belakang.
Igarashi menoleh kearah Sakuraba sebentar dan kembali melihat kearah Sasuke pergi. "Dia bahkan tidak memanggillku mama." Ucapnya datar membuat Sakuraba tertawa kecil.
"Jangan ketawa kau!." Bentak Igarashi pada Sakuraba.
"Sasuke berusaha untuk menunjukkan pada kita bahwa dia ingin menjadi seorang yang bisa diandalkan. Jadi percayalah padanya." Ucap Sakuraba setelah menghentikan tawanya.
"Aku tau." Balas Igarashi singkat.
Sakuraba lalu mengajak Igarashi pergi untuk mencari Sasuke.
'Semoga keputusanku ini sudah benar.' Batin Igarashi masih kurang yakin.
TBC
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ini tipo 😅😅
Apa lagi coba
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih