NovelToon NovelToon
Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Orang Disabilitas / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur.

Tidak menyangka jika suami dan keluarganya hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

UPDATE SETIAP HARI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baik, Permainan Dimulai

Jarum jam dinding menunjukkan pukul 23:00 WIB, tapi mata Candira Anandini masih enggan terpejam. Entah mengapa feelingnya tidak enak. Sebenarnya sudah biasa jika suaminya lebih suka tidur larut malam. Tapi, bukankah sekarang sudah hampir tengah malam untuk menyusulnya tidur.

Dengan langkah pelan, Dira keluar kamar setelah menggunakan Hearing Aid.

Dira bukan penderita disabilitas sejak lahir, tapi trauma berat pasca ledakan bom di tanah kelahirannya membuat dia harus kehilangan pendengarannya.

Bukan hanya pendengaran yang hilang, tapi seluruh keluarganya meninggal dunia. Menyisakan dirinya di antara puing-puing reruntuhan bangunan dan mayat. Kejadian 25 tahun yang lalu, merubah hidup seorang Candira Anandini.

Mengalami kritis di usia 3 tahun akibat ledakan dahsyat tersebut, Pemerintah membawa Dira ke Jakarta. Sejak hari itu, dia tinggal sebatang kara di Panti Asuhan. Tapi karena kecerdasannya, Dira berhasil tumbuh dan sukses dengan usahanya.

Dira menikah dengan Agung Fahmi baru 2 tahun yang lalu dan mereka belum dikarunia momongan.

Sebagai seorang yang menyadari kekurangannya, Dira memang terkesan tidak peduli dengan usianya yang telah matang. Kalau kata orang kampung Dira sudah disebut sebagai Perawan Tua. Lantaran usia 28 tahun Dira baru mengakhiri masa lajangnya atas pinangan dari teman masa kuliahnya. Pernikahan yang awalnya terasa harmonis, menjadi semakin hari semakin hambar.

Tuntutan dari Ibu Mertuanya yang menginginkan momongan menjadi pemicu utamanya. Dira dianggap sebagai perempuan mandul, karena tak kunjung bisa hamil.

Di rumah mewah ini Dira tinggal bersama Suami, Ibu Mertua dan dua Adik Ipar Perempuan. Semua kebutuhan Dira yang memenuhi, tapi mereka tak bisa bersikap baik dengan Dira secara tulus.

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur. Firasatnya ternyata tidak pernah salah. Keinginannya untuk pergi ke dapur, awalnya hanya ingin mengambil minum dan mengecek keberadaan suaminya harus menelan kekecewaan setelah mendengar bagaimana keluarga yang dikasihinya ingin menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan kekurangannya.

"Tunggu... Aku gak bisa melakukannya malam ini, karena besok ada rapat pemegang saham di Perusahaan. Dan Dira masih dibutuhkan otaknya, tahu sendiri aku tidak terlalu paham urusan bisnis." Ucap Agung.

"Ya... Harus nunggu lagi dong. Malas banget tahu gak sih, tiap hari harus bersikap sok manis di depan perempuan cacat."

Adik Agung yang kedua bernama Ambar baru kuliah semester tiga. Sedangkan adiknya yang pertama bernama Arimbi sudah lulus dan ikut bekerja di Perusahaan milik Dira.

"Arimbi sejak pulang dari Kantor sampai sekarang belum sampai rumah?" Tanya Ibu mereka yang bernama Arumi, yang meskipun malam hari tetap berdandan ala badut hajatan.

"Entah, katanya ada party dengan teman-temannya." Jawab santai Agung.

"Ya sudah, kita lanjutkan rencananya besok pagi saja saat si tuli itu pergi ke Kantor. Tugas kamu Agung, malam ini cari kunci untuk membuka brangkasnya. Kamu suaminya, kamu berhak atas semua harta yang dia punya. Setelah itu, menikahlah dengan kekasihmu."

"Iya, aku kasihan dengan Dara yang harus hamil tanpa aku. Besok aku bawa Dara ke sini, dan Ibu bilang saja dia adalah keponakan dari Desa." Ucap Agung dengan rencana barunya.

Andara Kirana, adalah kekasih gelap Agung yang baru menjalin hubungan 3 bulan yang lalu, dan saat ini Dara sedang hamil.

"Bagus, karena hanya Dara yang pantas menjadi Istrimu. Sudah cantik, masih muda dan tentunya subur. Tidak seperti si tuli yang mandul mana sudah tua lagi." Ucap Ibu Arumi dengan pedasnya.

Kalimat demi kalimat terdengar menyakitkan, membuat Dira tak kuasa menahan air matanya di balik tembok.

"Jadi, aku memelihara banyak ular?"

Dengan langkah pelan, Dira kembali ke kamarnya untuk menunggu... Agung.

Dira bukan seorang disabilitas biasa, sejak kecil dalam pengawasan Dinas Sosial Dira sudah dididik menjadi seorang perempuan tanggung yang tidak mudah tumbang meskipun badai menghantam.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

Setelah masuk kamar, Dira langsung mengunci pintu, mematikan ponsel dan melepas alat bantu dengar miliknya.

Karena...

Malam ini, terakhir untuknya menjadi Dira yang dianggap bodoh.

Karena mulai besok pagi, Dira akan mulai memainkan peran barunya. Bukankah membalas ular licik, kita harus lebih cerdik daripada ular? Jadi, Dira butuh tidur nyenyak.

Pagi hari, tidak seperti biasanya.

"Hah... Sudah jam berapa ini? Aku telat bangun, mana ada kuliah pagi." Teriak Ambar saat melihat jam dinding di kamarnya sudah jam 08:00 WIB.

Tanpa mandi hanya mencuci muka dan gosok gigi, Ambar menyambar tas lalu turun untuk sarapan. Serta... Ingin memaki Kakak Iparnya.

"Ibu... Ibu... sarapannya mana? Kenapa meja makan kosong." Teriaknya lagi.

"Apa sih kamu pagi-pagi sudah ribut, biasa juga jam segini kamu sudah tidak ada di rumah." Ucap Ibu Arumi.

"Kenapa si tuli? Kenapa tidak membangunkanku? Dan kenapa dia tidak masak untuk kita semua makan?" Tanya Ambar menunjuk meja makan.

"Iya... ya... Kemana si tuli, coba tanya Mas mu gak mungkin kan jika Mas mu minta jatah pagi buta dengannya?" Ibu Arumi justru mengkhawatirkan perihal yang tidak seharusnya menjadi urusannya.

"Makanya, bawa Kak Dara ke sini secepatnya supaya Mas Agung gak harus menggauli Istri tulinya." Suara Arimbi yang dicari terdengar.

"Kamu pulang jam berapa semalam? Kok sekarang sudah rapi lagi?" Aku pulang hampir subuh, dan yah aku harus ke Kantor. Sudah pasti si tuli itu menunggu laporan keuangan untuk rapat. Aku berangkat dulu, Mas Agung kasihan tidur di ruang tamu." Ucap Arimbi lalu melenggang santai, tidak tahu jika boom menunggunya.

"Astaga... Jadi Dira sudah berangkat, lalu meninggalkan suaminya di rumah? Keterlaluan, semalam pakai acara kunci pintu segala jadinya Agung tidak tidur dengan nyenyak di kamarnya."

"Sudahlah Bu, aku berangkat dulu. Setelah ini, kita balas perbuatannya. Lihat saja, bagaimana si tuli itu akan merangkak mengemis cinta dari Mas Agung." Ucap Ambar.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Arin
/Heart/
Putrii Marfuah
menjauh Dari yang selalu membuat Luka, bukan kalah tapi agar tetap waras
Lienaa Likethisyow
semoga bahagia selalu ya kalian👍👍dan tetap semangat..makasih thor atas ceritanya🙏🙏
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
akhir yang bahagia walaupun tidak semulus jalan tol
Ita rahmawati
maksudnya selesai ini beneran tamat kah 🤔
padahal sedang suka sukanya baca kisah si mbim 😂
Ita rahmawati
pilihan yg udh bener minim,,jgn terus lari to coba bertahanlah mungkin kamu akan menemukan kebahagiaan 🤗
mbim panggilan yg manis menurutku 😂
Ita rahmawati
ayo tuan muda berjuanglah temukan arimbi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga arimbi berjodoh sama tuan muda ya thor
Ita rahmawati
Arimbi 😔
Pawon Ana
yang terpenting adalah menerima diri sendiri tanpa kata" seharusnya atau tapi atau seandainya"
biarkan semua berjalan sebagai bagian dari alur yang memang harus dijalani
jangan menghindar atu menjauh, rasakan setiap rasa yang datang, marah kecewa kesal sakit hati sebagian bagian dari alur
sulit memang tapi justru itu membuat kita nyaman karena kita jujur .✌️💪
Pawon Ana
tidak ada seseorangpun yang bisa hidup sendirian,kita hanya mengira kita merasa aman jika sendiri tapi kita terkadang lupa kita butuh seseorang untuk tempat pulang,
Lienaa Likethisyow
mantap...👍👍👍👍..lanjut thor ...💪💪💪
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya dianggap tidak pernah cukup,terkadang memilih diam bukan karena mereka benar hanya saja terlalu lelah untuk berjalan memenuhi ekspektasi mereka
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya hidup dibawah tatapan orang lain dinilai disimpulkan tanpa pernah dipahami,dan dituntut menjadi sesuatu tanpa pernah ditanya.✌️ sangat tidak nyaman💪
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Setiap manusia memiliki perjalanan yang panjang dalam hidupnya. Ada awal, ada proses, dan pada akhirnya selalu ada yang disebut pulang. Kata “pulang” bukan hanya sekadar kembali ke rumah secara fisik, tetapi juga memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia dapat dimaknai sebagai perjalanan spiritual, emosional, maupun sosial. Pulang selalu identik dengan kerinduan, kenyamanan, serta pengingat bahwa ada tempat yang menerima kita dengan apa adanya.
Dalam budaya Indonesia, konsep pulang seringkali dikaitkan dengan kampung halaman, keluarga, dan akar identitas. Pulang bukan sekadar aktivitas berpindah tempat, tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam. Pulang bisa berarti kembali pada nilai, kembali pada Tuhan, kembali pada diri sendiri, atau bahkan kembali pada tujuan hidup yang sejati.
Pulang memiliki makna universal, tetapi setiap individu menginterpretasikannya dengan cara yang berbeda. Ada yang memaknai pulang sebagai sebuah perasaan lega setelah perjalanan panjang, ada yang melihatnya sebagai jalan kembali ke akar budaya, dan ada pula yang menganggapnya sebagai pertemuan kembali dengan diri yang hilang. Makna pulang selalu melekat dengan rasa aman, damai, dan penerimaan...😊👍💪
Pawon Ana
bagus ceritanya, narasinya tertata, bahasanya halus, ini lebih ke konflik psikologis ya ....
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Lienaa Likethisyow
sesak rasanya/Sob//Sob/
Pawon Ana
terkadang juga kita memilih diam karena sadar tidak mungkin menjelaskan pada semua orang untuk bisa memahami,diam atau bicara itu sebuah pilihan.
Putrii Marfuah
maaf y Thor, gak niat numpuk, tapi lagi repot ama pesanan. JD gak bisa full . pas senggang ,playing bisa 1 bab
Erchapram: Alhamdulilah rejeki memang gak kemana
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!