Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Kedua Suamiku
Hari istimewa yang di tunggu tunggu oleh Bagas dan Dita akhirnya tiba .
Semenjak selesai sholat subuh tetangga Bagas sudah sibuk mempersiapkan apa yang akan di bawa. Sedangkan Dara saat ini sedang berada di kamar tamu tepatnya dia sedang membungkus kado istimewa yang akan dia kasih nanti.
"semoga kamu bahagia dengan pernikahan kedua mu mas, jagalah istrimu, sayangi dia, berikan nafkah yang layak, jika memang anak yang menjadi alasan kamu menikah lagi semoga anak yang di kandung memang anak mu dan hasil pemeriksaan yang diam diam aku lakukan salah" ucap Dara lirih tangannya terus membungkus kado yang sudah dia terima tiga hari yang lalu.
setelah selesai membungkus kado, Dara memutuskan untuk melihat ke kamar suaminya. Apakah suaminya sudah siap apa belum. Untuk baju yang akan di pakai saat ijab Kabul sudah Dara siapkan dari semalam.
Ceklek.
Pintu di buka oleh Dara. Dara melihat kalau saat ini suaminya baru selesai mandi.
"udah mandi dek?" tanya Bagas.
"sudah mas, aku kira kamu tadi belum bangun makanya aku kesini. Ya sudah mas siap siap, baju sudah aku siapkan aku taruh di lemari gantung. Aku juga mau siap siap dulu" ucap Dara dengan senyum.
"terimakasih.." ucap Bagas. Yang hanya di jawab dengan anggukan kepala Dara.
entahlah melihat Dara yang tersenyum dengan tulus dihari pernikahan yang keduanya, Bagas merasa bersalah. Tapi hal tersebut segera dia tepis.
Pukul enam pagi rumah Bagas sudah ramai dengan tetangga yang sedang bersiap siap menuju kediaman pengantin wanita. Karena ijab Kabul akan di laksanakan pukul tujuh tepat. Tak ketinggalan selain calon pengantin
Tampak Bu Dewi dengan senyum yang tak pernah luntur sudah siap untuk mendampingi putranya.
"ibu, Dara dimana?, sudah jam berapa ini, nanti bisa telat kita" tanya Bagas yang jengkel karena belum melihat Dara. Bagas sudah mengecek kamar tamu. Tapi hasilnya nihil Dara tidak ada dikamar.
"loh iya, Dari tadi ibu juga gak lihat Dara sama sekali. Apa jangan jangan Dara kabur?" ucap Bu Dewi yang baru keinget istri pertama Bagas yang belum muncul.
"Dara tadi katanya izin keluar sebentar mau jemput paman dan bibinya yang kebetulan ada dijakarta. Katanya sudah kirim pesan ke kamu" ucap Bu Diah yang memang tadi berpapasan dengan Dara saat keluar dari rumah.
Bagas yang mendengar ucapan Bu Diah sontak langsung mengecek handphone miliknya dan benar kalau Dara mengirim pesan kalau dia akan menuju kelokasi bersama paman dan bibinya sebagai perwakilan dari keluarga Dara.
"kita berangkat saja dulu. Toh Dara juga sudah pernah ke rumah Dita" ucap Bu Dewi yang berfikir positif. Memang Bagas sudah menyuruh orang tua Dara ikut serta menghadiri pernikahan nya dengan istri kedua. Namun Dara bilang kalau orang tuanya tidak bisa hadir karena ada acara juga dan akan di wakili oleh paman dan bibinya.
"dia pasti akan datang kan Bu, jika tidak datang mau ditaruh mana mukaku di hadapan orangtua Dita" ucap Bagas yang mulai gusar.
"kamu tenang, ibu yakin pasti Dara akan datang. sekarang yang penting kita berangkat dulu agar tidak terlambat. Pasti dia akan datang bersama perwakilan keluarga nya" ucap Bu Dewi yang menenangkan putranya. Bu Dewi sebenarnya pengen marah tapi dia takut kalau darah tingginya kumat. Jadi dia mencoba untuk berfikir positif dan tidak banyak pikiran.
"baiklah, ayo kita berangkat dulu" ucap Bagas final. Bagas berjalan bergandengan dengan sang ibu menuju ke mobil dan di ikuti oleh para tetangga serta saudara Bagas menuju kediaman Dita yang akan di tempuh selama empat puluh lima menit.
Sementara itu rombongan Dara juga sudah siap. Paman dan bibi Dara sudah datang bersama drivernya. Semua orang yang melihat Dara saat ini yang tampil cantik dan terlihat anggun tampak terpesona.
apalagi dengan menggunakan baju merek sella sauki warna coksu serta kerudung pasmina yang melingkar di kepala menambah kesan manis.
"Dara is back. This is it the real Dara" sorak Riska dengan gembira. Saat ini rombongan Dara juga sudah memulai perjalanan menuju ke tempat mempelai wanita di tengah perjalanan tidak lupa di selingi percakapan ringan.
"kamu ini nduk nduk,, semenjak mengajukan penceraian aura cantiknya malah meluber kemana mana. Coba wanita lain pasti wajahnya kusut alis kucek" sahut bibi Dara sambil geleng geleng.
"bibi bisa saja. Ini semua karena Dara melepas mas Bagas dengan Bismillah dan berakhir Alhamdulillah bibi. Jadi di hati rasanya sudah bisa ikhlas dan sudah mulai menerima kenyataan kalau memang jodoh ku dengan mas Bagas sampai disini saja" ucap Dara dengan senyum cantik.
"keponakan siapa dulu, omnya juga ganteng paripurna hahaha" sahut om nya Dara dengan ketawa.
Tak terasa rombongan Hawa sudah sampai di tempat kediaman mempelai wanita. Bagas dan Bu Dewi sudah menunggu di depan mobil . Karena mereka berencana untuk masuk bersama sama agar terlihat seperti keluarga harmonis di hadapan semua orang.
Sang tuan rumah juga sudah bersiap menyambut kedatangan mereka. begitu juga dengan para keluarga besar, tetangga, dan sahabat Dita.
semua orang yang berada di depan terkejut ketika melihat mobil Mercedes Benz v clas tiba tiba berhenti disana. Mereka semua bertanya tanya tamu siapakah itu.
Beberapa menit kemudian muncul lah satu persatu penumpang dari Mercedes di mulai dari Om Agung om nya Dara, lalu bibi, Riska dan terakhir yang keluar Dara. Ketika dara keluar semua terpukau dengan kecantikan Dara seolah olah mereka melihat Dara seperti bidadari yang baru turun dari khayangan. Wajah cantik dengan lesung pipi serta mempunyai gigi gisul yang menambah kecantikan Dara. Bagas pun tak kalah terpana saat melihat istrinya yang tampil begitu cantik. Dia tidak percaya apakah istrinya secantik itu.
Dengan langkah yang anggun dan penuh percaya diri. Dara menghampiri suaminya dan Bu Dewi yang sudah menunggu.
" maaf mas kami baru datang, apakah mas dan yang lainnya sudah lama menunggu?" tanya Dara. Ucapan Dara sontak membuat kasak kusuk orang yang belum tahu istri pertama Bagas terutama sahabat Dita yang memang saat acara lamaran tidak datang.
"Gilak, istri pertama nya spek bidadari masih aja kurang. Tapi katanya istri pertamanya gak bisa beri dia keturunan makanya istri pertamanya menyuruh untuk nikah lagi" ucap sahabat Dita Veni.
"iya kalau kayak gini pengantin nya kalah cantik sama istri pertama secara istrinya kayak bidadari surga adem banget dilihat" ucap Rosa yang membenarkan.
"tidak kami juga baru sampai kok" sahut Bu Dewi dengan singkat.
"ini si Dara dandan bisa cantik terus mobil juga bagus sewa dimana dia, gak mungkin kan punya ?" batin Bu Dewi yang sebenarnya sudah gatal ingin bertanya tapi dia urungkan niatnya.
"mas,, semoga pernikahan yang kedua mu ini bisa menjadi sakinah mawadah warahmah, semoga acaranya nanti lancar" ucap Dara yang mendoakan suaminya dengan tulus.
Bagas yang berada disampingnya Bu Dewi diam terpaku. Dia masih belum percaya kalau yang di hadapan nya adalah istrinya. Namun ucapan lembut yang mendoakan agar pernikahannya lancar membuyarkan lamunannya.
"amin,, ya sudah ayo masuk" ucap Bagas yang dijawab dengan anggukan oleh Dara.
Rombongan Bagas dan keluarga bersiap untuk memasuki tempat yang sudah disediakan. Terlebih dulu mereka menyalami orang tua Dita. Namun orang tua Dita terkejut saat di rombongan Bagas ada seseorang yang sangat dia kenali.
"loh, pak agung bagaimana kabar anda pak?, ternyata kalian masih kerabatnya Bagas" kata ayahnya Dita dengan bangga karena bisa berbesanan dengan pengusaha kaya nomor dua di jakarta.
"bisa di bilang begitu, tapi lebih tepatnya lagi saya disini menemani ponakan saya Dara istri pertama Bagas untuk menghadiri pernikahan suaminya" ucap paman agung dengan tenang.
Dara yang mendengar namanya disebut dia menganggukkan kepala. Sedangkan ayahnya Dita terkejut mengetahui fakta kalau sebenarnya istri pertama Bagas bukan dari panti asuhan. Sedangkan Bagas sedang ketar ketir karena ingat kalau dia bilang ke ayahnya Dita kalau istri pertamanya berasal dari panti asuhan
"sudah ayo masuk, sepertinya mas Bagas sudah gak sabar ingin menemui calon mempelai wanitanya" ucap Dara yang tidak mau adanya keributan. Dara ingin pernikahan suaminya berjalan dengan lancar sehingga dapat melancarkan rencanannya.
Bagas beserta rombongannya memasuki tempat acara. Berhubung penghulu juga sudah tiba maka akad nikah segera dilaksanakan. Akad nikah berjalan dengan lancar meskipun Bagas harus mengulang tiga kali ijab Kabul.
Assalamualaikum
Maaf ya kemarin tidak update karena author lagi tidak enak badan.