NovelToon NovelToon
Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Fantasi
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Nadine, seorang gadis belia harus menikah muda karena sebuah insiden, kehidupan yang sederhana dengan sang suami membuatnya bahagia , Nadine tidak mau tahu tentang kehidupan suaminya, yang ternyata seorang CEO yang kabur dari keluarga nya karena akan di jodohkan. namun kejadian tragis menimpanya, pasangan suami istri itu kecelakaan, sang suami di bawa pergi oleh mata-mata dari keluarga nya, lalu Amnesia, sedangkan Nadine koma saat melahirkan putra pertama mereka sampai usia putranya empat tahun,

Assalamualaikum....
Yuh... ikuti kisah selanjutnya....
Nadine yang sudah sadar dan berusaha mencari sang suami yang ternyata Amnesia

mohon dukungannya para pembaca...
terimakasih 🥰🥰🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Di ruang kerja itu... suasana menjadi dingin saat Aditya menanyakan tentang kopi yang baru Nadin buat

Nadine tidak membalas dengan kegagapan. Ia mengatur napasnya, menarik sedikit keberanian dari kedalaman jiwanya, lalu menjawab dengan nada suara yang tenang namun tetap rendah, menjaga martabat penyamarannya.

"Kopi adalah bahasa kejujuran, Tuan Muda," ucap Nadine pelan, matanya tetap menatap ujung sepatu Aditya. "Orang desa seperti saya diajarkan bahwa kepahitan kopi harus diseimbangkan dengan kehangatan rempah dari tanah sendiri, bukan dengan kemanisan buatan. Saya hanya meracik apa yang menurut hati saya bisa menenangkan pikiran yang sedang lelah."

Aditya tertegun. Ia meletakkan cangkir porselen itu kembali ke tatakannya dengan tangan yang sedikit bergetar. Kalimat itu... cara pelayan ini menyusun kata-kata... terlalu puitis dan cerdas untuk seorang pelayan rendahan yang baru datang dari pelosok.

"Bahasa kejujuran?" ulang Aditya, ia bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan memutari meja, mendekati Nadine. "Kamu pelayan baru, tapi kamu berani menggurui pemilik rumah ini tentang cara menikmati hidup... usiaku lebih dewasa... aku lebih tahu apa arti ketenangan?"

Nadine sedikit memundurkan langkahnya, namun ia kembali menjawab dengan cerdik. "Saya tidak menggurui, Tuan. Saya hanya melayani. Terkadang, orang yang paling tinggi kedudukannya justru yang paling sering lupa rasa asli dari ketenangan. Saya hanya ingin Tuan Muda mengingat kembali rasa itu melalui secangkir kopi.... dan untuk usia... kedewasaan seseorang tidak dilihat dari usianya"

Aditya menyipitkan mata. Ia berusaha mencari kebohongan di balik kacamata tebal Nadine, namun ia hanya menemukan pantulan bayangannya sendiri. "Siapa namamu tadi? Mona?"

Nadine mengangguk..."Benar, Tuan Muda. Mona... . Saya hanyalah seseorang yang lewat untuk memastikan pekerjaan saya selesai."

Aditya mendengus kasar, namun kemarahannya yang meledak-ledak sejak pagi tadi entah mengapa surut seketika. "Kamu aneh. Pergilah. Tapi besok dan seterusnya, hanya kamu yang boleh menyentuh mesin kopi di ruangan ini. Jangan biarkan pelayan lain merusak selera saya lagi."

"Baik, Tuan Muda. Permisi."

Begitu Nadine keluar dan menutup pintu kayu jati yang berat itu, ia menyandarkan punggungnya dan mengembuskan napas panjang. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa sakit. Ia berhasil. Ia menggunakan kecerdasannya untuk menarik perhatian Aditya tanpa membongkar siapa dirinya yang sebenarnya.

Namun, di dalam ruangan, Aditya kembali menyesap kopinya. Ia menatap ke arah pintu dengan tatapan kosong. "Kenapa... kenapa kopi ini rasanya seperti rindu, tetapi saat menghirup aromanya membuat dada ini terasa sesak?" gumamnya lirih.

Tiba-tiba, sebuah notifikasi muncul di layar monitor pribadi Aditya yang sangat rahasia. Sebuah pesan masuk dari pengirim anonim yang dikirim oleh Noah dari rumah kontrakan.

"Kopi tanpa gula itu pahit, seperti ingatan yang dipaksa hilang. Tapi cinta selalu punya cara untuk pulang."

Aditya tersentak. Ia langsung memeriksa sistem keamanannya. "Siapa yang meretas komputerku?!" teriaknya pada asisten yang berada di luar.

Sementara itu, di gang sempit dekat mansion, Noah tersenyum di depan laptopnya... laptop pemberian dari Om Joy. "Ibu sudah mulai, sekarang giliran Noah yang ganggu pikiran Ayah."ucapnya tersenyum bangga... perpisahan sementara dengan ibunya membuat Noah semakin gencar belajar otodidak tentang caranya meretas dengan baik tanpa bisa diketahui oleh siapapun....

___

sementara di ruang kerjany Aditya membanting mouse di mejanya, matanya merah karena amarah dan kebingungan.

"

"Agus... masuk? teriak Aditya menggema di ruang kerjanya yang cukup luas.

Agus, asisten setia Aditya yang juga merupakan orang kepercayaan Tuan Pratama, masuk dengan tergesa-gesa. "Ada apa, Tuan Muda?"

"Komputerku baru saja ditembus. Bukan hanya pesan aneh soal kopi dan ingatan, tapi si peretas ini masuk lewat protokol keamanan yang seharusnya tidak bisa ditembus oleh siapapun di negeri ini!" Aditya memutar monitornya ke arah Agus "Cari tahu siapa dia. Lacak alamat IP-nya. Aku ingin tahu siapa yang berani bermain-main dengan pikiranku."

Agus segera membungkuk. "Baik, Tuan Muda. Saya akan segera menghubungi tim IT pusat dan divisi keamanan siber."

Sementara itu, di rumah kontrakan sempit yang hanya diterangi lampu neon redup, Noah duduk bersila dengan wajah serius yang sangat kontras dengan usianya yang baru empat tahun lebih. Jemari kecilnya menari di atas keyboard laptop pemberian Joy dengan kecepatan yang luar biasa.

"Noah, apa yang kamu lakukan, Nak?" tanya Neneknya sambil membawa sepiring nasi goreng.

"Sedang memasang tembok, Nek," jawab Noah tanpa menoleh. "Orang jahat di rumah Ayah sedang mencoba mencari rumah kita. Tapi Noah sudah buatkan seribu rumah palsu supaya mereka bingung."

Di layar laptop Noah, terlihat ribuan titik koordinat palsu yang menyebar ke seluruh dunia, dari Rusia, Amerika, hingga kutub utarauntuk menyesatkan tim IT Aditya. Noah menggunakan algoritma mirroring yang sangat canggih untuk menyembunyikan lokasi aslinya di gang sempit Jakarta.

Satu jam kemudian, Agus kembali ke ruang kerja Aditya dengan wajah pucat.

"Laporannya, Agus?" tanya Aditya dingin.

"Tuan... tim IT kita... mereka menyerah," jawab Agus ragu. "Peretas ini bukan orang sembarangan. Setiap kali kami mencoba melacak lokasinya, sinyalnya berpindah-pindah ke seluruh dunia setiap tiga detik. Dia bahkan sempat meninggalkan pesan pendek di server utama kita."

"Apa pesannya?"

Agus ragu sejenak sebelum membacanya dari tablet. "'Jangan cari aku di luar, carilah di dalam hatimu yang terkunci.'"

Aditya terdiam. Tangannya mencengkeram pinggiran meja. Pesan itu senada dengan ucapan pelayan lusuh bernama Mona tadi. Kepalanya kembali berdenyut hebat. Kenapa semua orang seolah-olah sedang berusaha membongkar pintu rahasia di ingatannya?

Aditya berjalan keluar ruangan dan tanpa sengaja berpapasan lagi dengan Nadine yang sedang membawa tumpukan handuk bersih. Kali ini, Aditya tidak hanya melihatnya sebagai pelayan jelek. Ia berhenti tepat di depan Nadine, membuat Nadine terpaksa berhenti dan menunduk.

"Mona," panggil Aditya dengan suara rendah yang mengancam.

"I-iya, Tuan Muda?"

"Apa kamu punya saudara yang pintar dengan komputer?" tanya Aditya tiba-tiba, matanya mencoba menembus kacamata tebal Nadine.

Nadine jantungnya berdegup kencang, namun ia tetap tenang. "Komputer, Tuan? Di kampung saya, sinyal telepon saja sulit. Saya bahkan tidak tahu cara menyalakan benda itu."

Aditya mendengus, merasa pertanyaannya konyol. Bagaimana mungkin pelayan kusam ini berhubungan dengan peretas tingkat dunia? Namun, saat Nadine berjalan melewatinya, Aditya kembali mencium aroma melati yang sangat lembut, aroma yang entah mengapa membuatnya merasa ingin menangis tanpa sebab.

Di saku seragam Nadine, sebuah alat komunikasi kecil yang terhubung dengan Noah bergetar. Noah membisikkan sesuatu melalui earpiece yang tersembunyi di balik hijab Nadine, "Ibu, Ayah sedang bingung. Teruslah jadi obatnya, biar Noah yang jadi badainya."

Nadine tersenyum tipis di balik tundukannya. Permainan ini baru saja dimulai.

1
@Mita🥰
Noah mau di bikin kan adik🤭🤭
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya mereka kembali bersatu , semoga mereka mampu menyingkirkan parasit dari kehidupan mereka...dan Noah menjadi anak yang paling bahagia...
Sri Supriatin
alhamdullilah n sukses utk selanjutjya ms Adit n Nadine 😍😍😍
Indriani Kartini
Alhamdulillah, mulailah berjuang bersama2
nunik rahyuni
syukurlah..mudah mudahn g ada lg yg mengganggu...buat ortu mu tak bisa bekutik adit klo tidak mereka akan betingkah lg memisahkan kalian
Sukarti Wijaya
alhamdulillah sdh menyatu🤭👍
Meiny Gunawan
lanjuuttt....💪
@Mita🥰
wah Ardan ketemu noah
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 syukur in kamu Aurel 🤣🤣🤣
Rosna Marleni
kapan lah para lampir itu tobatnya ya....gak sabaran nunggu mereka bertobat dan menjadi orang baik....kasihan Nadin penderitaannya masih belum berakhir...semangat Nadin semoga perjuanganmu tidak sia sia...
Dewi kunti
Adelia dan Ardan sedang mendatangi pesta kerabatnya,sedangkan Adelia berpura-pura menjadi gadis polos,ini benar gak nulis nya,trus belum ada pergerakan mungkin ya bukan pergelangan 🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: 🙏🙏🙏🥰, terimakasih koreksinya
total 1 replies
Rosna Marleni
kenapa gak jujur aja Adit supaya Nadin bahagia....
Sukarti Wijaya
masih diulur2 ya thor, bikin penisirin😄
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih untuk hari ini 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
tks upnya yg buanyaak 👍💪💪💪
Sri Supriatin
Thor bikin readers penasaran dulu 🤭🤭😍😍
@Mita🥰
la kirain langsung jujur sama Nadine adit
Sri Supriatin
sy ikut seneng thor perjalanan bertahun...tahun slmt berpieran Amnesia Adit semoga membuahkan hasil...bertemu abang Asep membangun desa bersama 🙏🙏🙏
nunik rahyuni
sedikit sandiwara dlu..hancurkn ego kelg mu...mereka hidup diatas derita ank istrimu..ingat kekejaman mereka..pindh kn smua aset kerja keras mu buat mereka miskin biar bisa merasakn bagaimn jd org miskin biar g terus memandang rendah org
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya ingatan Aditya kembali lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!