NovelToon NovelToon
Universe Network

Universe Network

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Zombie / Fantasi
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Candra S

Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkeliling Kota Erulean

Serikat bebas merupakan organisasi yang dijalankan dibawah naungan pemerintah kota Erulean. Kota-kota lain memiliki serikat bebasnya sendiri. Meskipun memiliki nama yang sama, pucuk pimpinannya berbeda satu dengan yang lain.

Tidak ada bus maupun taksi yang beroperasi sejak tadi, atau mungkin memang tidak ada sejak awal di kota ini. Berkat bantuan pejalan kaki yang lewat, Leon akhirnya tiba di salah satu cabang serikat bebas distrik utara setelah berjalan sekitar setengah jam.

"Ada cukup banyak orang."

Nomor antrian Leon berjarak dua puluh empat dari nomor panggilan terakhir. Merasa bersyukur terdapat lima area staf yang berbeda, waktu tunggu hanya berlangsung belasan menit sebelum nomornya disebutkan oleh salah satu meja.

"Selamat datang di serikat bebas. Tolong sebutkan kebutuhan anda pak."

"Saya ingin membeli kartu saku."

Staf cantik itu menjelaskan kepada Leon terdapat dua jenis kartu saku. Warna perak dengan kapasitas penyimpanan uang maksimal seratus dollar, serta warna emas hingga sepuluh ribu dollar. Karena ini merupakan pertama kalinya, Leon membeli sebuah kartu perak.

"Harga kartu perak adalah lima dollar. Apakah anda ingin langsung mencoba pembayaran melalui kartu?"

"Tentu."

Dengan bantuan staf cantik, Leon mentransfer seratus dollar dari akunnya ke dalam kartu.

Pembayaran melalui kartu sangat mudah. Setelah memasukkan angka lima dollar pada mesin pembayaran, Leon hanya perlu menempelkan bagian chip kartu, yang merupakan bagian depan kartu, menghadap sensor mesin.

"Anda dapat mengisi kembali saldo di mesin ATM serikat bebas maupun bank yang berafiliasi dengan serikat. Jika tidak, anda dapat melalui layanan seperti tadi."

Melihat anggukan Leon, staf cantik itu lanjut menjelaskan.

"Harap berhati-hati agar tidak kehilangan kartu saku. Berbeda dengan gelang EP, kartu saku tidak terikat dengan akun pribadi sehingga kehilangan kartu juga berarti kehilangan uang di dalamnya."

Kartu saku juga tidak memiliki password. Secara langsung menunjukkan bahwa hal itu merupakan sebuah dompet dalam bentuk kartu. Karena itulah kapasitas maksimum uang di dalamnya tidak besar.

"Baiklah, terimakasih."

Keluar dari gedung serikat, Leon menuju sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang telah dia tandai untuk dikunjungi. Di sana, dia membeli laptop Helix-10 dengan harga 1.300 dollar, beserta sebuah motor Raptor GX-500 seharga 49.500 dollar.

Walau merupakan motor listrik, Raptor GX-500 dapat melaju di berbagai medan yang sulit. Pada medan datar, Raptor GX-500 bahkan dapat menempuh perjalanan sejauh 3000 kilometer. Tentu Leon hanya mendengarnya tanpa membuktikan secara langsung. Namun bahkan jika tidak, Leon yakin itu dapat menempuh sejauh 2000 kilometer sebelum energi baterai habis. Ini merupakan salah satu jenis pesaing motor terbaik di kota Erulean.

Karena tidak ada hal lain yang dia butuhkan sekarang, Leon kembali menuju apartemen.

"Hmmm, jadi hanya makanan yang diproduksi dari pohon gado yang dijual dengan harga murah."

Leon mulai memeriksa berbagai pengetahuan umum di dunia ini, terutama kota tempat dia berada.

Sejak dimulainya wabah zombie sekitar 50 tahun lalu, manusia mengalami kemerosotan populasi. Berbagai jenis hewan juga tidak bertahan dan berubah menjadi zombie. Meski sebagian kecil tumbuhan ditemukan ikut terinfeksi virus dan bermutasi menjadi zombie, daya tahan tumbuhan lebih kuat sehingga banyak yang bertahan. Berkat itu, manusia dapat memperoleh makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan.

Namun bagaimana tanah bisa subur tanpa cacing, serangga, dan mikroorganisme kecil yang menyuburkan tanah? Akibatnya, tanah menjadi gersang dan buah serta hasil lainnya semakin jarang.

Lima tahun setelah wabah, sebuah organisasi peneliti berhasil merekayasa sebuah tumbuhan yang dapat bertahan hidup di tanah yang tidak subur, serta menghasilkan buah empat kali dalam setahun. Meskipun rasanya tidak enak, kandungan nutrisi di dalam buah gado cukup untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan manusia.

"Bukannya tidak ada tanaman lain. Hanya saja pertumbuhannya lambat, dan hasilnya tidak banyak."

Sehingga semuanya masuk akal bagi Leon. Kota Erulean memiliki total populasi lebih dari tiga ratus ribu. Tanpa sumber daya pohon gado, kehidupan di kota sebesar ini tidak akan bertahan.

Leon memilah-milah berbagai informasi hingga matahari mulai terbenam. Dia memiliki banyak bahan makanan di dalam penyimpanannya. Namun dia ingin melihat secara langsung restoran yang menyediakan hidangan lain selain buah gado.

Restoran yang dia tuju berada di salah satu area tersibuk di distrik utara. Melihat menu, Leon menemukan tidak ada daging yang disajikan. Benar saja, berdasarkan informasi yang telah dia pelajari, satu-satunya cara kota ini memperoleh daging hewan adalah dengan mengimpornya dari luar.

"Saya pesan mie wamen dan roti kukus parlo."

"Pesanan diterima, satu porsi mie wamen dan satu porsi roti kukus parlo. Harap menunggu tuan."

Di restoran ini, seseorang wajib membayar dimuka untuk mengambil tempat, minimal seribu dollar. Menu yang dipesan Leon, yaitu seporsi mie wamen seharga 450 dollar, sedangkan roti kukus parlo 200 dollar, dengan total pesanan 650 dollar. Sisa uang akan ditransfer kembali ke akun Leon ketika dia akan keluar nanti.

Sambil melihat-lihat menu lain, Leon memperhatikan harga semua menu berada dia atas angka seratus dollar, yang sangat tinggi dibandingkan produk olahan dari pohon gado yang dijual di pinggir jalan. Rata-rata pengunjung juga berpakaian mewah, menunjukkan setidaknya mereka merupakan bagian dari kalangan atas.

"Silahkan menikmati hidangan anda tuan."

Penasaran dengan rasa mie, Leon langsung mencobanya setelah pelayan itu pergi. Namun dia kurang puas dengan rasanya. Dibandingkan mie wamen, Leon lebih menikmati roti kukus parlo, meskipun porsinya tidak mengenyangkan. Menyisakan setengah porsi roti agar langit-langit lidahnya nyaman nanti, Leon terlebih dahulu menghabiskan porsi mie sebagai makan malam. Kemudian, dia menenggak air dingin yang disediakan secara gratis sebelum meninggalkan restoran.

"Untuk 650 dollar, makanannya cukup mengecewakan."

Bagaimana tidak, jumlah tersebut sebanyak seperenam kali jumlah uang yang dia keluarkan untuk membeli laptop dan sebuah motor. Sial, itu bahkan sudah termasuk layanan internet yang cukup besar!

Leon berhenti di sebuah taman dekat dengan gedung apartemen. Mencari bangku taman, Leon kebetulan saling bertatap muka dengan sosok yang dikenalnya.

"Oh, halo bibi Reina, selamat malam."

Bibi Reina adalah pedagang kios makanan yang dia kunjungi tadi siang. Sepulangnya dari serikat bebas, dia juga mencoba membeli makanan lain, yang dia rasa sangat tidak layak dijadikan sebagai makanan.

"Selamat malam Leon. Perkenalkan ini suamiku Jerry, dan ini anak perempuan kami Nana."

"Senang berkenalan denganmu paman Jerry. Halo Nana, selamat malam."

"Selamat malam kakak."

Gadis kecil itu cukup riang anak berusia lima tahun.

Setelah bibi Reina membisikkan sesuatu ke paman Jerry, mungkin menjelaskan siapa pemuda dihadapannya, pria itu berbicara kepada Leon.

"Pendatang dari kota lain ya? Apa kamu sudah terbiasa dengan kota Erulean?"

"Ini baru hari pertamaku paman. Tapi saya sudah melihat cukup banyak hal disekitar."

"Kamu sudah makan?"

"Sudah paman, tidak perlu khawatir."

Sepertinya mereka adalah orang-orang yang baik.

"Kalau begitu ikut dengan kami. Gadis kecil kami bosan di rumah dan ingin jalan-jalan."

Cukup penting untuk bersosialisasi dengan orang lain. Karena itu, Leon menyetujui undangan Jerry dan berjalan-jalan di taman bersama mereka. Salah satu kios mengalihkan perhatian Leon. Dia tidak menyangka melihat kristal mana yang dipajang di kios tersebut.

"Silahkan. Satu dolar lima sen untuk kristal tidak murni, dan sembilan dollar lima puluh sen untuk kristal murni." Melihat ketertarikan Leon, pedagang itu memperkenalkan dagangannya.

Dari samping, paman Jerry langsung membisikkan sesuatu kepada Leon.

"Jika kamu tertarik, beli saja yang tidak murni. Untuk kristal murni, lebih aman jika kamu membelinya dari serikat bebas."

"Baik paman."

Leon sudah mengetahui hal tersebut sore ini lewat internet. Cukup disayangkan dia mengetahui serikat bebas menjual kristal mana setelah dia pulang ke apartemen. Meskipun dia berencana untuk mengunjungi serikat bebas besok untuk membeli kristal mana, dia terkejut menemukan hal itu dijual di dekat tempat tinggalnya.

"Aku ingin membeli yang tidak murni."

Harga satuan kristal adalah per gram. Leon memilih salah satu batu kristal dan menyerahkannya kepada pedagang untuk ditimbang. Kristal mana ternyata sangat ringan. Kristal yang dia pilih menyerupai sebuah kerikil tak beraturan dengan bagian terpanjangnya sekitar empat sentimeter. Meskipun begitu, beratnya tidak sampai enam gram.

Setelah meninggalkan kios, Jerry memberi tahu Leon.

"Kamu harus merendam kristal itu ke dalam alkohol hingga benar-benar murni. Jika tidak, sangat beresiko untuk menyerap energi di dalamnya."

"Berapa lama proses pemurniannya?"

"Dua hingga tiga hari sampai cairan alkohol berubah menjadi keruh, kemudian kamu harus merendamnya dalam cairan baru. Jika setelah dua hari airnya tidak berubah warna, maka kristal itu sudah murni. Jika tidak, maka kamu harus menggantinya dengan yang baru hingga kristal benar-benar murni."

Jerry juga memberi tahu Leon sebuah cara berhemat. Air alkohol keruh sisa proses pemurnian masih dapat digunakan ulang untuk merendam kristal baru yang sama sekali belum dimurnikan. Namun jika air alkohol sudah benar-benar berwarna hitam, maka itu tidak dapat digunakan sama sekali.

"Ini tidak layak disebut. Sebenarnya, aku adalah ketua guild kecil bernama guild tombak hitam. Kami juga menjual kristal kami kepada serikat bebas. Jika kamu mau, kamu bisa datang dan membelinya dengan harga yang sama dengan serikat."

Leon menyetujuinya dan saling bertukar kontak dengan Jerry.

Setelah berpisah, Leon kembali ke rumahnya dan berbaring di atas kasur. Tatapannya terpaku pada bagian paling bawah menu layar sistem. Terdapat sebuah misi yang telah dia baca sejak pertama kali melihat sistem. Hal inilah yang menyebabkan mengapa Leon tidak bergegas untuk memperlengkapi senjata dan perlengkapan lain, kemudian berburu zombie di luar kota. Melainkan malah berjalan-jalan di kota, melihat kios dagangan, berkunjung ke serikat bebas, berbelanja, dan sebagainya.

- Misi : Miliki sejumlah bawahan/budak/penduduk/karyawan/dan sebagainya.

- Progres berjalan : 1 koin bintang ungu per jumlah tertinggi.

- Jumlah saat ini : 0

- Jumlah tertinggi : 0

[Selesai]

* Tekan selesai untuk menghentikan progres misi. Hadiah akhir akan diberikan berdasarkan jumlah tertinggi.

- Total hadiah akhir : 0 koin ilahi

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!