NovelToon NovelToon
Pewaris Kekuatan Dewa Api

Pewaris Kekuatan Dewa Api

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Harem / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Wang Qiu'er

Di benua Xuanyuan yang luas, di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, keluarga besar Lin menguasai wilayah Selatan dengan gemilang. Lin Feng, putra sulung dari garis keturunan utama, seharusnya menjadi harapan masa depan keluarga. Namun, saat upacara pembukaan dantian di usia 12 tahun, kebenaran kejam terungkap: dantiannya rusak parah sejak lahir, meridiannya tersumbat, dan qi langit & bumi tak mampu mengalir masuk.

Sejak saat itu, julukan "Tuan Muda Sampah" melekat padanya. Saudara-saudara tiri yang iri, tetua keluarga yang kecewa, serta para pelayan yang dulu merendah kini berani menghinanya secara terang-terangan. Tunangannya yang cantik dari sekte terkemuka membatalkan pertunangan dengan alasan "tak layak", dan ayahnya sendiri, Patriark Lin, hanya bisa menghela nafas sambil menatap sedih anaknya.

Namun, takdirnya mulai berubah ketika Lin Feng mewarisi kekuatan Dewa Api.
Bagaimana kisah Lin Feng? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wang Qiu'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Begitu pintu suite di lantai teratas Menara Api Surgawi tertutup dengan klik pelan, Ye Qingyu langsung mendorong Lin Feng ke dinding. Bibirnya menempel ganas pada bibir pria itu, lidah mereka saling bertarung dalam pergulatan lidah yang panas dan basah. Tangan Ye Qingyu sudah membuka ikatan jubah Lin Feng dengan cepat, memperlihatkan dada bidang yang masih berdenyut panas dari sisa pertarungan di plaza tadi.

“Kau tadi… membakar mereka seperti itu,” desahnya di sela ciuman, suaranya bergetar karena hasrat. “Aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Sekarang… bakar aku. Pakai kristal itu. Buat aku merasakan api mu yang baru.”

Lin Feng mengangkat tubuh Ye Qingyu dengan satu tangan, seperti gadis itu tak berbobot. Ia membawanya ke ranjang besar, melemparkannya pelan tapi tegas hingga tubuh sempurna gadis itu memantul di atas seprai sutra merah. Jubah hitam Ye Qingyu sudah terbuka lebar, kedua puncak kembar montoknya yang bulat sempurna terpampang, puncak merah mudanya tegak karena dingin udara dan panas tatapan Lin Feng.

Ia mengeluarkan Kristal Api Primordial dari cincin ruang angkasa. Batu merah keemasan itu berdenyut seperti jantung hidup. Lin Feng menekannya ke dada Ye Qingyu, tepat di antara belahan dua puncak kembarnya yang dalam dan lembut. Kristal itu langsung menyala terang, energi api murni mengalir masuk ke tubuh gadis itu melalui pori-pori.

Ye Qingyu menjerit kecil, bukan sakit, tapi kenikmatan yang luar biasa. Tubuhnya melengkung, dua puncak kembarnya terangkat tinggi, kulit putihnya memerah karena panas api yang meresap. “Ahh… Lin Feng… panas sekali… tapi enak… lebih dalam…!”

Lin Feng menindihnya, mulutnya langsung menangkap salah satu kuncup yang sudah keras, mengisap dan menggigit lembut sambil lidahnya berputar. Tangan kirinya meremas puncak kembar satunya, jari-jarinya memilin kuncup hingga Ye Qingyu menggelinjang dan mendorong dada ke atas meminta lebih.

“Lebih… aku mau lebih banyak…” pintanya, suaranya manja dan memohon.

Lin Feng melepas sisa pakaian mereka berdua. Tubuh Ye Qingyu telanjang sempurna di bawah cahaya kristal, kulit putih mulus berkilau keringat, pinggang ramping yang bisa dipegang satu tangan, pinggul lebar yang menggoda, dan kaki panjang jenjang yang terbuka lebar. Bagian intimnya sudah basah berkilau, mengundang.

Ia memasukkan kristal lebih dalam ke antara dua puncak kembar Ye Qingyu, membiarkan energi api mengalir ke seluruh tubuh gadis itu. Ye Qingyu bergetar hebat, orgasme kecil datang hanya dari sensasi panas itu saja. Cairan hangat mengalir dari antara pahanya, membasahi seprai.

Lin Feng tidak menunggu lagi. Ia mengangkat kedua kaki Ye Qingyu ke bahunya, membuat tubuh gadis itu terbuka sepenuhnya. Dengan satu dorongan kuat, ia masuk dalam-dalam hingga Ye Qingyu menjerit panjang, kuku-jarinya mencakar punggung Lin Feng.

“Ya… seperti itu… hancurkan aku…!” desahnya, pinggulnya bergerak naik-turun menyambut setiap hantaman.

Lin Feng bergerak ganas, setiap dorongan keras membuat ranjang berderit, dua puncak kembar Ye Qingyu bergoyang liar, bokong montoknya memantul setiap kali ia menghantam dari atas. Tangan Lin Feng turun ke pinggulnya, meremas kuat sambil menarik tubuh gadis itu lebih dalam. Kristal di dada Ye Qingyu semakin terang, energi api mengalir ke tombak penghancur Lin Feng, membuat setiap gerakan terasa seperti ledakan panas.

Mereka berganti posisi berkali-kali. Ye Qingyu di atas, menggoyang pinggulnya dengan ritme liar, dua puncak kembarnya melonjak-lonjak di depan wajah Lin Feng yang ia hisap dan gigit lembut. Lalu kembali ke gaya lain, Lin Feng memegang pinggul ramping dari belakang, menghantam keras sambil menampar bokong montok itu hingga memerah indah. Ye Qingyu menjerit setiap kali mengeluarkan cairan kenikmatan datang satu, dua, tiga kali, tubuhnya kejang hebat, cairan hangat membanjiri ranjang.

Akhirnya Lin Feng membalik Ye Qingyu menghadapnya lagi. Ia memeluk tubuh gadis itu erat, dada mereka menempel, puncak kembar montok Ye Qingyu tertekan di dada Lin Feng. Mereka bergerak bersama dalam ritme lambat tapi dalam, mata saling tatap penuh gairah.

“Qingyu… kau milikku selamanya,” geram Lin Feng, suaranya parau.

“Ya… aku milikmu… isi aku… buat aku penuh dengan apimu…” balas Ye Qingyu, kakinya melingkar di pinggang Lin Feng.

Lin Feng mencapai puncak terakhir—ia mendorong dalam-dalam, memenuhi Ye Qingyu dengan panas api murni yang dibantu kristal. Gadis itu menjerit panjang, tubuhnya kejang hebat, puncak kenikmatan terkuat malam itu membuatnya gemetar tak berdaya, air mata kenikmatan mengalir di pipinya.

Mereka ambruk bersama, napas tersengal. Kristal Api Primordial kini redup, energinya terserap sepenuhnya ke tubuh mereka berdua. Ye Qingyu memeluk Lin Feng erat, wajahnya bersembunyi di leher pria itu, bibirnya mencium pelan kulit yang masih panas.

“Kau… membuatku tak bisa berpikir lagi,” bisiknya sambil tersenyum manja. “Setiap kali kita bersama… rasanya seperti aku terbakar dan lahir kembali.”

Lin Feng membelai rambut hitam panjangnya, jari-jarinya menyusuri punggung mulus yang basah keringat. “Besok… kita cari tahu siapa yang mengirim Klan Api Hitam tadi. Tapi malam ini… kau adalah satu-satunya yang kuinginkan.”

Ye Qingyu mengangkat wajah, mencium bibir Lin Feng lembut tapi dalam. “Dan kau adalah satu-satunya yang bisa membuat bayanganku menyala begini terang.”

Mereka tertidur saling peluk, tubuh telanjang mereka menempel tanpa celah, siap menghadapi apa pun yang datang besok… selama api mereka terus membara bersama.

1
Dian Pravita Sari
gak gaya tamat Curtis ngambang srmua
Dian Pravita Sari
dlogok jarang gak teks aku pules kau smbil. links. gak tanggung jawab jgn hynkejst kontrak yo. lejat reputasi fukl th mana bagian boro konsumen mau aku protes biar do blek. list kmli
Lekat Wahyudi
😍👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍
Wang Chen: semoga terhibur ya kak
total 1 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
Wang Chen: terimakasih, kak.
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
mantap
Wang Chen: terimakasih kak
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
ok
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Mulai baca
Wang Chen: selamat membaca kak
total 1 replies
Wang Chen
Jika suka dengan karya ini, jangan lupa kasih like, comment, share, subscribe, dan follow ya hehe
Wang Chen
bantu likom ya gess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!