Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4: "PERSEMBAHAN BUAH MAGIS DARI HUTAN TERLARANG"
Hari berikutnya pagi sekali, suasana akademi terasa lebih ramai dari biasanya. Kabar menyebar bahwa ada delegasi dari Klan Baihu – saingan utama Klan Qinglong – yang akan datang memberikan "persembahan khusus" untuk mempererat hubungan antara kedua klan.
"Klan Baihu selalu memberikan sesuatu yang unik saat datang berkunjung. Tahun lalu mereka memberikan pedang besi yang bisa mengeluarkan percikan api!" cerita Chen Hao saat mereka sedang sarapan di kantin akademi.
Luan mengangguk sambil mengunyah bakso yang gurih. "Wah keren banget! Aku penasaran apa yang mereka berikan tahun ini."
Lin Mei yang sedang memeriksa daftar tumbuhan obat yang dibutuhkan akademi mengangkat kepalanya. "Jangan terlalu dekat dengan apa pun yang mereka berikan ya. Kadang kala persembahan seperti itu menyimpan rahasia tersembunyi."
Tepat pukul sepuluh pagi, sebuah kereta bergambar macan putih datang memasuki akademi dengan diiringi oleh beberapa ahli kungfu berpakaian putih dengan sabuk kuning. Dari dalam kereta keluar seorang pemuda tampan dengan rambut pirang dan mata berwarna keemasan – ini adalah Bai Hu Chen, putra sulung Pemimpin Klan Baihu.
"Selamat datang di Akademi Qinglong, Bai Hu Chen." ujar Master Qing Long dengan tatapan yang sopan tapi tetap tegas.
"Terima kasih Tuan Master. Saya datang membawa persembahan dari Klan Baihu – buah magis dari Hutan Terlarang yang bernama 'Buah Cahaya Putih'. Buah ini bisa meningkatkan kemampuan qi seseorang secara drastis dalam waktu singkat." jawab Bai Hu Chen dengan senyum yang sedikit menyembunyikan sesuatu.
Dia kemudian menunjukkan sebuah kotak kayu berwarna putih yang di dalamnya ada tiga buah bulat berwarna putih keemasan yang bersinar lembut. Bau harum yang menyegarkan langsung menyebar ke sekeliling ruangan.
"Buah ini sangat langka dan hanya tumbuh sekali setiap lima tahun. Kami ingin memberikan satu buah untuk akademi dan dua buah lainnya untuk diberikan kepada siswa terbaik akademi sebagai penghargaan." ujar Bai Hu Chen sambil menatap sekeliling dengan tatapan yang menyelidiki. Matanya kemudian berhenti di Zhao Luan dan Lin Mei yang sedang berdiri di belakang kelompok siswa.
"Kelihatannya ada siswa baru yang menarik di akademi ini ya. Mungkin mereka bisa berpartisipasi dalam seleksi untuk mendapatkan buah magis ini?" tanya Bai Hu Chen dengan tatapan yang sedikit menantang.
"Tentu saja. Setiap siswa berhak berpartisipasi." jawab Master Qing Long dengan tenang.
Pada sore hari, pengumuman resmi dibuat – semua siswa bisa berpartisipasi dalam ujian khusus untuk mendapatkan Buah Cahaya Putih. Ujiannya terdiri dari tiga tahap: lari melintasi jalan berbahaya di hutan dekat akademi, mengumpulkan bunga langka bernama "Bunga Malam Emas", dan duel satu lawan satu dengan peserta lain.
"Kita harus ikutan ya Luan! Buah magis itu bisa membantu kita meningkatkan kemampuan kungfu dengan cepat." ujar Zhao Tian dengan semangat yang tinggi saat mereka sedang berlatih di lapangan.
"Aku tidak tahu ya... Kak Lin Mei bilang kita harus berhati-hati dengan apa yang mereka berikan." jawab Luan dengan sedikit ragu.
Lin Mei yang datang membawa makanan untuk mereka tersenyum lembut. "Aku tidak melarang kamu ikutan, tapi ingat ya – kekuatan yang didapat dengan cepat biasanya memiliki konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kalau kamu merasa tidak nyaman, kamu bisa berhenti kapan saja."
"Baik kak, aku akan ingat pesanmu." jawab Luan dengan senyum.
Hari berikutnya, ujian resmi dimulai. Ratusan siswa berkumpul di gerbang masuk hutan. Bai Hu Chen sendiri menjadi salah satu pengawas ujian bersama dengan beberapa guru akademi.
"Ujian mulai sekarang! Peserta yang pertama kali kembali dengan Bunga Malam Emas akan langsung lolos ke tahap terakhir!" teriak Bai Hu Chen dengan suara yang keras dan jelas.
Semua peserta langsung berlari memasuki hutan. Luan berjalan dengan tenang, mengikuti aliran energi alam di sekitarnya agar bisa menemukan jalan yang paling aman. Zhao Tian berlari cepat di depannya, sementara Chen Hao memilih jalan yang lebih terpencil agar bisa menghindari kerumunan.
Setelah beberapa jam berjalan, Luan menemukan sebuah tempat yang sangat indah di tengah hutan – dan tepat di tengahnya tumbuh sekelompok Bunga Malam Emas yang berwarna keemasan dan bersinar lembut di bawah naungan pepohonan. Tapi saat dia akan mengambilnya, suara dering yang tajam terdengar dari belakangnya.
"Bunga itu adalah milikku!" teriak seorang siswa dari Klan Baihu yang juga ikut serta dalam ujian. Dia langsung menyerang Luan dengan gaya kungfu khas Klan Baihu yang cepat dan ganas.
Luan menghindar dengan gerakan Wu Wei Shen Quan nya. "Kita bisa berbagi saja kan? Ada banyak bunga di sini!" ujar Luan dengan suara tenang.
"Tidak! Aku harus mendapatkan bunga itu untuk memenangkan ujian!" jawab siswa itu dengan marah, menyerang lagi dengan kekuatan yang lebih besar.
Luan tidak punya pilihan lain selain membela diri. Dia menyerap kekuatan serangan lawannya dan mengembalikannya dengan lembut, membuat lawannya terjatuh tanpa terluka. "Maaf ya, tapi aku juga butuh bunga ini untuk teman-temanku." ujar Luan sambil mengambil beberapa bunga dan memberikan sisanya kepada siswa Klan Baihu.
"T-Terima kasih..." bisik siswa itu dengan rasa malu.
Saat Luan mulai berjalan kembali ke akademi, dia melihat Bai Hu Chen yang sedang menyaksikan dari balik pepohonan. Pria itu tersenyum dengan cara yang membuat Luan merasa tidak nyaman sebelum menghilang ke dalam hutan.
Setelah semua peserta kembali, ditemukan bahwa Zhao Tian, Chen Hao, dan Luan adalah tiga peserta pertama yang berhasil mendapatkan Bunga Malam Emas. Mereka akan melaju ke tahap terakhir – duel satu lawan satu untuk mendapatkan dua Buah Cahaya Putih.
"Besok kita akan melakukan duel. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik ya!" ujar Zhao Tian dengan erat tanggannya bersama Luan dan Chen Hao.
Di malam hari, Lin Mei datang ke kamar Luan dengan wajah yang khawatir. "Luan, aku sudah memeriksa Buah Cahaya Putih tadi dengan hati-hati. Ada sesuatu yang tidak benar dengan buah itu. Aku merasakan energi gelap yang tersembunyi di dalamnya."
"Apa maksudmu kak?" tanya Luan dengan sedikit takut.
"Buah itu memang bisa meningkatkan kemampuan qi dengan cepat, tapi setelah beberapa waktu, energi itu akan mulai merusak tubuh dari dalam. Kita harus memperingatkan Master Qing Long segera!" jawab Lin Mei dengan suara serius.
Namun saat mereka akan pergi mencari Master Qing Long, pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka dengan kuat. Bai Hu Chen berdiri di sana dengan wajah yang sudah tidak lagi sopan.
"Kamu tidak akan bisa memberitahu siapapun tentang rahasia Buah Cahaya Putih ini, Lin Mei." ujarnya dengan suara dingin. "Buah itu adalah bagian dari rencana Klan Baihu untuk menguasai seluruh dunia kungfu. Dan siapa pun yang menghalangi akan menghadapi konsekuensi yang menyakitkan!"
..."DUEL YANG MENYIMPANG"...
Bai Hu Chen melangkah masuk ke kamar dengan langkah yang lambat tapi penuh ancaman. Udara di dalam kamar menjadi dingin dan berat. Luan langsung berdiri di depan Lin Mei untuk melindunginya.
"Jangan kamu menyakitinya! Apa pun yang kamu inginkan, aku akan menghadapinya sendirian!" teriak Luan dengan suara tegas meskipun hatinya sedang berdebar kencang.
Bai Hu Chen tersenyum sinis. "Berani sekali anak muda yang tidak tahu diri. Baiklah, jika kamu ingin melindungi dia, maka kamu harus memenangkan duel besok dan mengambil Buah Cahaya Putih. Tapi ingat – kalau kamu tidak memakannya, aku akan menyebarkan berita bahwa Akademi Qinglong menolak persembahan Klan Baihu dan ingin memulai perang!"
Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan pergi meninggalkan kamar dengan cepat. Lin Mei langsung mendekati Luan dan memegang tangannya dengan kuat.
"Kamu tidak boleh memakan buah itu Luan! Bahaya banget untuk tubuhmu!" ujar Lin Mei dengan suara gemetar khawatir.
"Aku tahu kak, tapi aku tidak punya pilihan lain. Kalau aku tidak melakukannya, kedua klan akan berperang dan banyak orang yang akan terluka." jawab Luan dengan wajah penuh tekad. "Kamu tidak usah khawatir, aku akan mencari cara untuk mengatasi efek buruk buah itu."
Di pagi hari berikutnya, lapangan duel sudah penuh dengan penonton dari kedua klan. Master Qing Long berdiri di atas panggung pengawas bersama dengan beberapa pemimpin Klan Baihu. Bai Hu Chen berdiri di sisi lain panggung dengan senyum yang menyembunyikan tipu daya.
"Selamat datang pada tahap akhir seleksi Buah Cahaya Putih!" teriak salah satu pengumum dengan suara keras. "Peserta hari ini adalah Zhao Tian, Chen Hao, dan Zhao Luan. Duel akan berlangsung secara bergantian – yang menang dua kali berturut-turut akan mendapatkan buah magis!"
Duel pertama adalah antara Zhao Tian dan Chen Hao. Mereka bertarung dengan sangat sengit tapi tetap menghormati satu sama lain. Setelah beberapa menit bertarung, Zhao Tian berhasil mengalahkan Chen Hao dengan teknik cepat yang membuatnya terpental mundur.
"Pemenang duel pertama adalah Zhao Tian!" teriak pengumum membuat penonton dari Klan Qinglong bersorak sorai.
Duel kedua adalah antara Zhao Tian dan Luan. Mereka berdiri berhadapan dengan tatapan penuh rasa hormat. "Aku tidak akan menyerah begitu saja ya Luan!" ujar Zhao Tian dengan senyum.
"Aku juga sama kakak Tian! Mari kita berikan yang terbaik!" jawab Luan dengan semangat.
Duel dimulai dengan cepat. Zhao Tian menggunakan gaya kungfu nya yang kuat dan cepat, sementara Luan menghadapinya dengan gaya Wu Wei Shen Quan nya yang lembut namun efektif. Mereka saling menyerang dan menghindari dengan sangat cepat, membuat penonton terpana melihatnya.
Setelah beberapa menit bertarung, Zhao Tian mulai merasa kelelahan. Dia mencoba menggunakan kekuatan penuhnya tapi Luan bisa menyerap dan mengembalikannya dengan lembut. Akhirnya Zhao Tian terpaksa menyerah dengan senyum puas.
"Kamu benar-benar kuat Luan. Aku mengaku kalah!" ujar Zhao Tian dengan penuh hormat.
"Pemenang duel kedua adalah Zhao Luan!" teriak pengumum membuat penonton semakin bersorak.
Duel terakhir adalah antara Luan dan Chen Hao. Mereka sudah saling mengenal dengan baik jadi duel mereka terasa lebih seperti latihan bersama. Namun Chen Hao memberikan yang terbaiknya dan membuat Luan harus bekerja ekstra keras untuk mengalahkannya. Setelah beberapa menit bertarung, Luan berhasil mengalahkan Chen Hao dengan gerakan yang cerdik.
"Pemenang akhir adalah Zhao Luan!" teriak pengumum dengan suara riang. Master Qing Long datang membawa kotak kayu berisi Buah Cahaya Putih dan memberikannya kepada Luan.
"Selamat anak muda. Kamu telah menunjukkan keberanian dan keahlian kungfu yang luar biasa." ujar Master Qing Long dengan senyum puas. Namun Luan bisa melihat bahwa matanya penuh dengan kekhawatiran.
Bai Hu Chen datang mendekati mereka dengan cepat. "Bagus sekali Zhao Luan! Sekarang silakan makan buah magis ini untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai persembahan dari Klan Baihu!" ujarnya dengan suara yang memaksa.
Luan melihat ke arah Lin Mei yang sedang berdiri di pinggir lapangan dengan wajah khawatir. Dia mengambil salah satu buah dan membawanya ke mulutnya. Tapi sebelum dia bisa memakannya, Lin Mei tiba-tiba berteriak:
"Tunggu Luan! Jangan memakannya!"
Lin Mei berlari cepat ke tengah lapangan dengan membawa sebuah cawan berisi ramuan berwarna hijau muda. "Ini ramuan yang aku buat dari tumbuhan obat khusus. Minum ini dulu sebelum kamu memakan buah itu!" ujarnya dengan cepat.
Luan tidak berpikir panjang dan menelan ramuan itu dengan cepat. Rasanya pahit sekali tapi dia bisa merasakan energi hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah itu dia memakan Buah Cahaya Putih dengan cepat.
Setelah beberapa detik, tubuh Luan mulai bersinar dengan cahaya putih keemasan. Tapi tidak seperti yang diharapkan Bai Hu Chen, cahaya itu tidak terlihat ganas – malah terlihat tenang dan damai.
"Apa... apa ini?" bisik Bai Hu Chen dengan wajah terkejut.
"Ramuan yang aku berikan bisa menetralisir energi gelap di dalam buah itu dan hanya menyisakan energi positifnya." ujar Lin Mei dengan suara tegas. "Kita sudah tahu tentang rencana kamu Bai Hu Chen. Jangan berpikir kamu bisa menguasai dunia kungfu dengan cara yang curang!"
Mendengar itu, beberapa pemimpin Klan Baihu yang ada di sana mulai merasa marah. Mereka mengetahui bahwa rencana mereka telah terbongkar. Master Qing Long berdiri dengan tenang dan berbicara dengan suara yang jelas:
"Kita sudah tahu tentang rencana kamu untuk menggunakan Buah Cahaya Putih yang diracuni untuk menguasai seluruh dunia kungfu. Tapi kita tidak akan membalas dengan kekerasan. Kami mengundang Klan Baihu untuk bekerja sama dengan kami untuk menjaga kedamaian di dunia kungfu."
Beberapa pemimpin Klan Baihu mulai berpikir dan mengangguk dengan setuju. Mereka merasa malu karena telah diperdaya oleh Bai Hu Chen yang hanya ingin kekuasaan untuk dirinya sendiri.
"Kamu telah mengkhianati Klan Baihu dengan perilakumu Bai Hu Chen. Kamu akan diadili sesuai dengan hukum klan!" ujar salah satu pemimpin Klan Baihu dengan suara tegas. Bai Hu Chen mencoba melarikan diri tapi langsung ditangkap oleh beberapa ahli kungfu dari kedua klan.
Setelah kejadian itu, hubungan antara Klan Qinglong dan Klan Baihu menjadi lebih baik. Mereka bekerja sama untuk menjaga kedamaian dan mengembangkan ilmu kungfu bersama-sama.
Luan merasa tubuhnya menjadi lebih kuat setelah memakan Buah Cahaya Putih yang sudah dimurnikan. Dia bisa merasakan bahwa kontrolnya terhadap gaya Wu Wei Shen Quan nya menjadi semakin baik.
"Terima kasih banyak kak Lin Mei! Kalau bukan karena kamu, aku sudah terkena efek buruk buah itu." ujar Luan dengan penuh rasa syukur saat mereka sedang berjalan kembali ke asrama.
"Tidak apa-apa Luan. Itu tugasku sebagai temanmu kan?" jawab Lin Mei dengan senyum lembut. "Sekarang kamu harus berlatih lebih keras lagi ya, karena turnamen kungfu tahunan sudah tidak lama lagi!"