NovelToon NovelToon
Tergoda Paman Tunanganku

Tergoda Paman Tunanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Terlarang
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

💗 Dijodohkan dengan keponakannya malah tergoda dengan pamannya.

------------- 💫

‎Viona dijodohkan dengan anak dari sahabat mendiang ayahnya yang bernama Farel. Awalnya Viona menyetujui, namun kehadiran Arsen yang merupakan paman dari Farel menggoyahkan hatinya.

‎Bukan sekedar ingin ikut menjaga, tapi sikap yang Arsen tunjukkan lebih dari itu. Kedekatan yang terjalin diantara keduanya membawa mereka pada hubungan yang tak seharusnya.

‎"Jatuhnya begitu alami. Ataukah, kamu memang sengaja ingin menggodaku?" - Arsen.

‎Ketika rahasia hubungan mereka mulai terbongkar, ketegangan melanda keluarga besar. Viona harus memilih antara memenuhi harapan mendiang ayahnya dengan menikahi Farel, atau mengikuti hatinya yang menginginkan Arsen.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 : Kebenaran yang terpendam.

‎Setelah menyelesaikan semua berkas yang ada di mejanya, Arsen menutup laptop dan mengambil jasnya yang tergantung di belakang kursi. Dia melihat ke arah Viona yang masih duduk di sofa, gadis itu sedang memainkan ponselnya sambil sesekali tersenyum.

‎"Sudah selesai," ucap Arsen sambil melangkah mendekat, membuat Viona terkejut dan segera mengalihkan pandangannya ke arahnya. "Ayo kita pulang."

‎‎Viona mengangguk, memasukkan ponselnya kedalam tas dan berdiri. Tangan Arsen langsung menyambut tangannya dan menggenggamnya, membuat Viona terpaku sejenak.

‎‎"Apa Paman ingin kita keluar dengan bergandengan tangan seperti ini?" tanya Viona dengan nada cepat, dia menarik cepat tangannya dari genggaman Arsen. "Aku tidak mau. Diluar masih banyak orang, aku tidak mau jadi bahan gosip di kantor,"

‎‎Arsen terkejut sejenak, memijat pelipisnya dan menghela napas panjang, "Maaf, aku lupa dan tidak berfikir ke arah itu."

‎‎Arsen menatap ke arah pintu ruangannya yang masih tertutup rapat, "Kamu jalan saja dulu didepan, aku akan mengikuti kamu dibelakang."

‎‎Viona mengangguk pelan, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu. Sebelum keluar dia menoleh ke arah Arsen yang masih berdiri di depan sofa dengan tatapan tertuju padanya.

‎‎"Paman, aku tunggu didepan lift ya," ucapnya sebelum melangkah keluar dari ruangan.

‎‎Setelah Viona pergi, Arsen kembali menghela napas. Dia tahu dia harus lebih hati-hati supaya tidak membuat Viona berada dalam masalah. Dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mengirimkan pesan pada Ferry untuk menyiapkan mobil ditempat yang sepi.

‎‎Setelah mengirim pesan, Arsen memasukkan ponselnya kembali ke saku dan menyusul Viona keluar. Dia tetap menjaga jarak hingga lift terbuka dengan Viona yang masuk terlebih dahulu sebelum akhirnya dia ikut masuk kedalam lift.

-

-

-

‎"Viona, kamu sudah pulang sayang,"

‎Viona menghentikan langkahnya tepat begitu dia masuk kedalam rumah dan mendengar suara Tante Saskia yang langsung menyapanya. Disampingnya, Arsen ikut berhenti dan melihat Bima dan Saskia yang sedang duduk santai di ruang depan. Tatapan Bima sedikit menajam saat melihat Viona pulang bersama dengan Arsen, bukan dengan Farel.

‎‎Saskia berdiri dan menghampiri mereka, "Viona, bukannya kamu harusnya pulang dengan Farel. Apa Farel tidak menjemputmu?"

‎‎Viona menoleh ke arah Arsen sebentar sebelum menjawab, "Tadi aku ada sedikit pekerjaan tambahan yang harus aku selesaikan, Tan, jadi aku pulang terlambat. Tapi aku sudah bilang sama Farel kok, dan sudah meminta Farel untuk tidak datang menjemput dan menunggu dirumah saja,"

‎‎Saskia sedikit terkejut, namun dia mencoba tetap bersikap tenang. Jika Viona sudah meminta Farel untuk menunggu dirumah, seharusnya putranya itu sudah pulang sejak tadi. Tapi ini... sudah jam delapan tapi Farel belum juga pulang. Tadinya dia pikir Farel belum sampai dirumah karena mengira putra itu sedang mengajak Viona makan malam diluar setelah menjemputnya, tapi ini malah Viona pulang bersama Arsen.

‎‎"Tante kenapa?" tanya Viona saat melihat Saskia termenung, "Farel sudah pulang kan?"

‎‎Bima yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka menghela napas pelan, sebelum akhirnya membuka mulut.

‎‎"Viona," panggilnya lembut, "Kamu pasti sudah lelah setelah bekerja seharian. Kamu bisa naik ke kamarmu untuk beristirahat dulu ya,"

‎‎Bima kemudian menoleh ke arah Arsen, "Biarkan Paman Arsen disini sebentar, karena Paman ingin bicara dengannya."

‎‎Viona tampak sedikit cemas melihat tatapan Bima yang kini tertuju penuh pada Arsen. "Tapi Paman---"

‎‎"Tidak apa-apa sayang," ujar Saskia, menyentuh bahu Viona dengan lembut. "Kamu memang perlu beristirahat dulu. Nanti kalau Farel pulang, dia pasti akan menemuimu."

‎‎Meskipun masih ragu, Viona akhirnya mengangguk. Dia menatap Arsen sebentar sebelum beranjak naik ke kamar atas. Setelah memastikan Viona naik, Bima berdiri dan memberikan isyarat pada istrinya untuk meninggalkan mereka berdua diruangan itu.

‎‎Saskia mengangguk paham, sebelum pergi dia memberikan tatapan singkat pada Arsen, kemudian melangkah menuju ke kamarnya dengan langkah yang tenang.

‎‎Suasana tampak hening sejenak sebelum Bima mengarahkan pandangannya kembali pada adiknya yang masih berdiri diam dengan wajah tenang.

‎‎"Aku mengijinkan Viona bekerja di perusahaanmu semata karena keinginan ayah, jadi kamu jangan coba-coba memanfaatkan momen itu untuk mendekati Viona apalagi sampai bermain curang dibelakangku, Arsen." ucap Bima dengan nada pelan namun tegas.

‎‎Arsen akhirnya mengangkat pandangannya, sudut bibirnya menyunggingkan senyum tipis, "Sebenarnya apa yang sedang Kakak takutkan disini? Takut Viona berpaling padaku atau takut Viona tahu tentang sebuah fakta tentang putra Kakak?"

‎‎"Diam kamu, Arsen!" bisik Bima tajam, matanya semakin menyala tajam dengan suara napasnya yang mulai terdengar berat.

‎‎Arsen melangkah sedikit ke depan dan menurunkan suaranya, "Bahkan setelah Kakak menjodohkan Farel dengan Viona, putra Kakak masih belum banyak berubah."

‎‎Dia menoleh ke arah Bima sebelum melanjutkan, "Lalu apa yang Kakak harapkan sekarang? Menunggu Viona tahu kebenarannya sendiri dan pergi dengan rasa kecewa atau memilih menceritakan kebenarannya sebelum mereka melangkah semakin jauh. Supaya Viona bisa mengambil keputusan sendiri untuk tetap melanjutkan atau mengakhiri pertunangan mereka,"

‎‎Bima mengepalkan kedua tangannya erat, rahangnya mengeras dan sorot matanya semakin tajam. "Itu bukan sesuatu yang perlu kamu campuri, Arsen. Ini urusan keluargaku dan aku tahu apa yang harus aku lakukan disini!"

‎‎"Tapi bukan dengan memulai hubungan dengan kebohongan, Kak!" tegas Arsen, kali ini suaranya sedikit meninggi. "Apa Kakak pernah memikirkan bagaimana perasaan Viona jika dia tahu pria yang menjadi tunangannya sekarang pernah menghamili seorang perempuan. Bahkan Kakak membuatnya lepas dari tanggungjawab dengan---"

‎‎"Arsen, cukup!" bentak Bima. "Semua itu sudah berlalu, jadi kamu tidak perlu mengungkitnya lagi!"

‎‎Arsen menghela napas panjang, matanya menunjukkan campuran antara frustrasi dan keprihatinan. Dia tidak melanjutkan pembicaraan, namun tatapannya tetap tertuju pada Bima dengan tatapan yang tidak bisa ditawar.

‎‎"Kakak bisa terus menyembunyikannya dari Viona, tapi kebenaran tidak akan pernah hilang begitu saja," ujarnya dengan suara yang lebih rendah namun tetap jelas. "Aku hanya takut saat kebenaran itu terkuak nanti, keretakan yang terjadi akan jauh lebih besar dari yang Kakak bayangkan. Viona pantas mengetahui semua hal tentang orang yang akan dia nikahi."

‎‎Pada saat itu, terdengar suara pintu gerbang rumah terbuka dan mobil masuk ke halaman. Kedua pria itu menoleh ke arah pintu depan, tepat ketika Farel masuk dengan wajah yang sedikit memerah dan rambut sedikit berantakan. Farel terkejut melihat Ayah dan Pamannya sedang berdiri dengan suasana yang tegang.

‎‎Arsen menoleh ke arah Farel sebentar, kemudian menatap sang Kakak sejenak sebelum melangkah pergi menuju arah tangga. Sementara itu Bima masih berdiri terpaku, menatap arah tangga tempat Arsen menghilang.

‎‎"Pa, ada apa ini? Apa Papa bertengkar dengan paman lagi?" tanya Farel sambil melangkah mendekat, mencoba menata rambutnya yang berantakan.

‎‎Bau alkohol yang mulai menyebar di ruangan membuat Bima semakin kesal. Dia menghela napas dalam-dalam, matanya menyala dengan kemarahan yang tak tertahankan lagi.

‎‎"Kamu bertanya apa yang terjadi? Padahal kamu sendiri yang membuat semua jadi seperti ini!" serunya dengan suara yang menggema. "Bukannya menjemput dan menunggu Viona malah pergi keluyuran tidak jelas! Pergi ke kamarmu sekarang dan bersihkan tubuhmu! Jangan sampai Viona melihatmu dengan keadaan seperti ini."

‎Farel terkejut dengan kemarahan papanya, wajahnya sedikit memerah bukan hanya karena mabuk, tapi juga karena rasa malu. Dia melangkah dengan langkah yang sedikit goyah menuju arah tangga tanpa berani menatap pada papanya lagi.

‎‎Setelah Farel pergi, Bima menghela napas panjang dan menjatuhkan tubuhnya duduk ke sofa dengan tubuh lemas. Tangannya menyentuh keningnya, wajahnya penuh dengan kekhawatiran. Dia tahu bahwa masalah yang selama ini dia sembunyikan tidak bisa terus ditutupi. Dan sekarang Farel pulang dengan kondisi mabuk seperti ini, dia khawatir Viona akan tahu dan merasa kecewa pada putranya itu.

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
drama perpisahan di depan mata noh paman Bima🤧🤧
Zuri
mna bisa begitu... cobranya udah dapet sarang yg enak mana mau dilepas.. ehh/Silent//Silent/
Zuri
jujur lebih baik ya Vio
Zuri
mana bisa bgituu... yg jebol gawang Arsen loh/Slight//Slight/
Zuri
Farel itu ngamuknya gegara gagal unboxing🤣🤣
Zuri
disidang🤧🤧
zee
wah tambah seru nih
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak masih setia menyimak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
salah sendiri punya pikiran kotor🤧🤧
🔥Violetta🔥: Nggak kotor nggak anuuun🤣🤣
total 1 replies
Zuri
sadar kali kak, bukan dasar/Silent/
🔥Violetta🔥: Efek mabok tulisan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
tenang saja vio.. pamanmu akan melindungimu🤭🤭
🔥Violetta🔥: Melindungi sampai kedalam-dalam 😅😅
total 1 replies
Mita Paramita
Arsen dan viona udh ga bisa dipisahkan ini🤣 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Sudah menyatu seakar-akarnya, Kak🤭🤣🤣
total 1 replies
Zuri
mereka lagi main bareng🤣
🔥Violetta🔥: Main bola /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
sedia payung sebelum hujan🤣🤣
🔥Violetta🔥: Udah nahan dia dari lama 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
jebol juga akhirnya kalo godaannya gini
🔥Violetta🔥: Mana tahan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
mau nerkam apa gimana dirimu Arsen😏😏
🔥Violetta🔥: Sudah tidak tahan dia 🤭🤭🤭
total 1 replies
Zuri
dirimu kn emang gak bisa jaga Vio. mau ngrusak iya/Smug/
Zuri
udah di bawa kabur🤣🤣
Zuri
rencanamu mau unboxing gagal total rell🤣
Zuri
mendadak jadi maling/Facepalm//Facepalm/
🔥Violetta🔥: Maling cinta 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
bukannya eemang itu ya yang kamu harapkan? hayoo ngakuu😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!