NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Di pesta 1 tahun pernikahan, dia dikhianati oleh suami dan sahabatnya. Terlibat dalam kecelakaan mobil yang membuatnya meregang nyawa,

Namun tuhan memberi Reta kesempatan untuk menjalani kehidupan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan mengambil kembali semua yang pernah menjadi miliknya. Berencana menghubungi satu-satunya keluarga,

"Mulai sekarang kamu adalah wanitaku." tegas Max menatap tajam gadis yang telah ia lucuti,

Secuil tragedi mengantar mereka ke hubungan yang salah.

Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelinap keluar

Suasana hening dalam kamar serta udara dingin yang menyelimuti, tampak ranjang luas berisi sepasang orang yang sempat memadu kasih.

"Ng...?" Ana mengernyit membalikkan tubuh,

Kedua matanya terbuka, menatap langit kamar yang terasa asing. Berkedip sejenak sebelum beralih menatap lantai berisi potongan kain berserakan,

Seketika terbelalak mengingat kejadian semalam, tragedi yang membuat Ana harus menghabiskan malam dengan Max.

Masih terasa jelas bagaimana pria itu merobek serta menjamah paksa setiap bagian tubuhnya, bahkan sakit di antara selangkangan tidak akan sembuh dalam waktu dekat.

"Sial! Padahal aku sudah mendapat tubuh gadis perawan...tapi si brengsek itu malah memperkosaku!" Ana memekik dalam hati,

Menoleh ke sisi lain, dan mendapati pria bertelanjang dada tidur di sampingnya.

"Hh! Dasar pria mesum...setan, babi! Kenapa kamu menyentuhku?"

Ana terus menghardik, menatap tajam paras tampan di depannya.

Perlahan memberanikan diri melirik ke arah selimut tebal yang menutupi tubuh. Segera mengangkat cepat demi menatap sekilas penampilannya yang begitu terbuka tanpa sehelai kain,

"Argh! Bajuku sudah habis dirobeknya!"

Gadis itu mengepalkan tangan, rasa kesalnya memuncak. Ingin rasanya mencabik namun tak berani,

Kakinya melangkah menuruni ranjang dengan hati-hati, berusaha tak menimbulkan suara.

Mengutip acak sisa pakaian yang bisa dipakai, lalu mencari beberapa barang bawaannya pergi dari kamar.

"Aku harus pulang! Sebelum mama sama papa curiga,"

Langkahnya terhenti, tak sengaja melihat noda darah yang telah mengering. "Sial, keperawananku!"

"Sudah kuputuskan. Aku akan balas dendam sendiri tanpa meminta bantuanmu!"

"Semoga kita tidak pernah bertemu lagi!"

CEKLEK.

Suara pintu terdengar nyaring, membangunkan Max dari tidurnya. Langsung dia bangkit, mencari gadis kecil yang tak lagi di sampingnya.

Seorang pelayan masuk membawa alat kebersihan, membuat Max risih.

Dengan wajah datar mengacungkan telunjuk, berisyarat agar pelayan itu pergi meninggalkan kamar.

Namun anehnya pelayan tadi tetap diam, malah berjalan maju mendekat ke samping ranjang.

"Apa kamu bodoh? Aku tidak butuh pelayanan kamar,"

"Saya telah lama menunggu Tuan. Bahkan tadi malam, semua rencana sudah berjalan dengan baik."

"Tapi entah dari mana jalang itu muncul dan merebut posisiku," sahut wanita tadi dengan raut polos.

Max terjingkat, mendengar pengakuan yang membuatnya menyesal. Ternyata benar, semalam dia telah salah paham.

"Tuan," panggilnya tersenyum lembut.

Pelayan itu melepas kancing bajunya, sembari melangkah naik ke atas ranjang.

Dengan senyuman menggoda, memperlihatkan dua gumpalan yang begitu besar.

"Ayo, kita nikmati pagi ini. Tuan..." bisiknya mulai menunduk,

Tak ragu menggerayangi dada bidang pria yang terus duduk memasang raut datar.

Max mengernyit, menatapnya sinis. "Menjijikkan!"

"Ayolah Tuan. Aku tidak akan membuatmu kecewa," tambahnya, tak segan menaruh bokong ke atas pangkuan Max.

GREP!

Laki laki itu tak sungkan mendepak tubuh pelayan tadi ke atas ranjang. Dengan gagah berada di atas, menatap wanita yang tengah menggeliat ria selayaknya wanita penghibur.

"Tunjukkan, seberapa indah suaramu.."

"Ah..." tanpa ragu wanita itu mendesah dengan penuh nafsu.

"Apa kamu masih perawan?" tambah Max berhasil membuat wanita tadi tertegun.

Tampak gugup kehilangan suara tuk menjawab,

"Sepertinya tidak," Max menggeleng sambil tersenyum remeh.

"Memang tidak. Tapi aku bisa membuat Tuan puas," sahutnya masih percaya diri.

"Hhh. Aku tidak mau menyentuh barang kotor," tegas Max, beranjak pergi.

Tanpa ragu mengacuhkan wanita yang tampak kesal mendapat penolakannya.

Wanita seksi dengan wajah menggoda, lebih cantik dari gadis rata-rata, namun tak cukup untuk merebut perhatian Max.

"Ayolah Tuan. Sekali saja!"

"Saya berjanji, akan membuat Tuan merasa senang."

Tanpa pikir panjang, dia mempertontonkan tubuh tanpa sehelai kain.

Namun Max tak bergeming, lanjut menekan layar telpon di tangan.

Tak berselang lama, dua orang pria dengan jas rapi melangkah masuk.

"Bawa pergi..." tegasnya datar,

Mereka mengangguk patuh, segera menyeret paksa wanita tanpa busana tadi keluar dari ruangan.

"Tu-tunggu! Biarkan aku memakai baju--"

"TUNGGU!!!"

Max membuang muka, mengabaikan jeritan yang telah mengusik harinya. Pandangan itu justru teralih ke arah pria yang baru saja masuk,

"Pft..." Fero terkekeh,

Menertawakan nasib atasannya yang selalu berurusan dengan puluhan jalang kiriman.

"Ada apa?"

"Ehem. Bukan apa-apa,"

"Saya hanya sedikit takjub karena dalam beberapa jam, Tuan berhasil menarik dua wanita." ujar Fero tersenyum kagum,

"Dimana gadis itu?"

"Tenang, aku sudah mengurus pengawal untuk mencari siapa yang telah mengirimnya kesini." jawab Fero tampak terbiasa menangani hal semacam itu,

"Bukan dia, yang kumaksud!"

"Bukan? Lalu perempuan mana yang Tuan maksud?" gumam Fero mengangkat alis.

Dia adalah Sekertaris yang telah bekerja sangat lama dengan Max, mereka begitu akrab bagaikan teman.

Bahkan Max sengaja tak pernah mengganti posisi Fero karena puas dengan hasil kerjanya, namun terkadang hal itu membuat Fero besar kepala sampai berani bertindak lancang,

"Jangan berlagak bodoh. Dimana gadis yang telah kutiduri semalam?!" ketus Max menggertakkan gigi.

"Baiklah! Saya sudah ingat." timpal Fero berusaha lepas dari amukan tuannya.

Meski hanya dia yang berani mengomentari hidup Max, tapi instingnya selalu ketakutan saat Max marah.

"Tadi pagi. Sekitar 3 jam yang lalu,"

"Ada seorang wanita memakai jas, berjalan keluar dari kamar Tuan."

"Kenapa kau membiarkan dia pergi begitu saja!" sontak Max merasa kesal.

"Maaf. Saya tidak pernah melakukan apapun, sebelum ada perintah dari tuan,"

"Ck. Sebelum kesabaranku habis! Cepat pergi dan telusuri semua hal tentang perempuan itu,"

"Cari tau apa yang membuatnya datang kemari."

1
Lili
Untung cuma om tiri naa😍🤣
Anonymous
Tuan Maxime😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!