NovelToon NovelToon
My Kaisar

My Kaisar

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Bagi Freya Aurelia, mahasiswi seni yang hidupnya penuh warna dan kebebasan, Istana Welas adalah labirin kuno yang membosankan. Namun, sebuah insiden "salah masuk kamar" menyeretnya ke dalam pusaran protokol kerajaan yang kaku.
Di sana ada Kaisar Welas, sang putra mahkota yang perfeksionis, dingin, dan kaku layaknya robot. Dua dunia yang bertolak belakang ini dipaksa bersatu saat titah Buyut menjodohkan mereka demi sebuah stabilitas tradisi.
Satu bulan. Itulah waktu yang mereka miliki untuk membuktikan bahwa perjodohan ini adalah sebuah kesalahan besar. Namun, di antara perang urat syaraf, noda saus sambal di kemeja mewah, dan pelarian ke warung mie ayam, garis-garis benci itu mulai memudar.
Dapatkah Freya mewarnai hidup Kaisar yang hitam-putih? Atau justru Freya yang akan terbelenggu dalam kaku-nya adab istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Pagi itu, suasana Istana Welas masih tenang, namun di balik ketenangan itu, sebuah misi rahasia sedang dijalankan. Freya tidak bisa tidur semalaman. Bayangan senyum sinis Kholid dan debar jantung saat dipeluk Kaisar (yang ia bantah habis-habisan sebagai faktor kelelahan) membuatnya bertekad untuk membuktikan omongannya.

"Sttt! Pelan-pelan, Frey! Kalau ketahuan Kepala Keamanan, kita berdua bisa dikurung di ruang bawah tanah," bisik Pangeran Ethan sambil mengendap-endap di koridor sayap utara menuju ruang pusat kendali CCTV.

"Duh, lo pangeran masa takut sama satpam sendiri sih, Than?" balas Freya ketus, meski ia juga berjalan dengan jinjit. "Pokoknya gue harus dapet rekaman itu. Gue nggak mau dianggap tukang fitnah sama si Kanebo Kering itu."

Ethan menggelengkan kepala. Ia merasa hidupnya jauh lebih seru sejak ada Freya. Dengan akses sidik jarinya sebagai keluarga inti, Ethan berhasil membuka pintu ruang kendali. Para petugas di dalam sontak berdiri tegak dan membungkuk hormat.

"Tinggalkan kami sebentar. Ada urusan internal keluarga," perintah Ethan dengan nada otoritas yang jarang ia gunakan. Setelah ruangan kosong, Freya langsung menyerbu meja operator.

"Oke, jam kejadian... pas jamuan makan malam... area panel listrik sayap timur..." Freya bergumam sambil jarinya menari-nari di atas keyboard.

Matanya membelalak saat melihat rekaman di menit ke-45. Sosok pria dengan jas abu-abu metalik—jas yang sama dengan yang dipakai Kholid kemarin—terlihat masuk ke ruang panel, mematikan saklar utama dengan sengaja, lalu keluar sambil membenahi kerahnya.

"Kena lo, Ular!" seru Freya puas.

Satu jam kemudian, sebuah pertemuan mendadak digelar di Ruang Konsultasi Kerajaan. Di sana telah duduk Raja Welas, Buyut, Kaisar yang tampak bingung karena dipanggil mendadak, serta Pangeran Danu dan Putri Sarah bersama putra mereka, Kholid.

Kholid duduk dengan santai, mengira ini hanya formalitas evaluasi acara kemarin. "Ada apa ini? Kenapa gadis ini juga ada di sini dengan laptop bututnya?" tanya Kholid dengan nada merendah.

Freya maju ke tengah ruangan, meletakkan laptopnya di meja marmer yang biasanya hanya digunakan untuk dokumen negara. "Laptop gue emang butut, tapi isinya bisa bikin lo pengen pindah ke planet lain, Kholid."

Kaisar menatap Freya dengan cemas. "Freya, apa yang kamu lakukan?"

"Gue lagi bersihin nama gue, Kai. Liat aja," sahut Freya mantap. Ia menekan tombol play dan memutar rekaman CCTV yang sudah ia pindahkan.

Layar laptop menampilkan visual jernih. Kholid masuk ke ruang panel, mematikan listrik, dan tersenyum licik ke arah kamera tersembunyi sebelum keluar. Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap. Wajah Kholid yang tadinya cerah berubah menjadi pucat pasi. Putri Sarah menutup mulutnya karena tidak percaya, sementara Raja Welas terlihat sangat murka.

"Tuh, liat kan, kan?! Saya nggak pernah nuduh tanpa alasan, tapi ini... ada buktinya!" seru Freya sambil menunjuk ke layar. "Dia sengaja bikin acara kacau cuma buat jatuhin Kaisar. Ternyata adab yang kalian agung-agungkan itu nggak nempel ya di dia?"

Kaisar berdiri, matanya menatap Kholid dengan kilat kekecewaan yang mendalam. "Kholid... kau merisiko keselamatan tamu negara hanya untuk ego pribadimu?"

Raja Welas menggebrak meja. "Kholid! Ini adalah pelanggaran berat! Kau telah mempermalukan nama Welas!"

Kholid menunduk, tak mampu membela diri. "Maafkan saya, Ayahanda... saya hanya..."

"Cukup!" Buyut menyela dengan suara beratnya. Beliau menoleh pada Freya. "Nona Freya, karena kamu yang berhasil mengungkap kebenaran ini, menurutmu hukuman apa yang pantas untuk anggota keluarga yang tidak tahu malu ini?"

Kaisar melirik Freya, khawatir gadis itu akan meminta Kholid dipenjara atau diusir. Tapi Freya justru menunjukkan senyum jahil yang membuat bulu kuduk Kholid berdiri.

"Em... gimana kalau hukumannya dia jadi Aspri (Asisten Pribadi) saya di kampus?" usul Freya dengan nada santai.

"Apa?!" seru Kholid dan Kaisar bersamaan.

"Iya, jadi Aspri gue," lanjut Freya. "Biar dia ada kerjaan yang bermanfaat, bukan sukanya ngerjain orang. Dia harus bawain tas gue, cuciin palet lukis gue yang penuh cat kering, beliin gue batagor di kantin, dan yang paling penting... dia harus liat gimana rakyat jelata hidup tanpa protokol kaku."

Kaisar hampir saja tersedak air liurnya sendiri. "Freya, itu... itu sangat tidak lazim."

"Justru itu seninya, Kai! Biar dia belajar rendah hati," balas Freya.

Buyut terdiam sejenak, lalu tawa kecil keluar dari bibirnya. "Ide yang brilian. Kholid, mulai besok, kau akan menjadi asisten Nona Freya. Tanpa pengawal, tanpa fasilitas pangeran. Kau akan mengikuti jadwalnya di kampus selama satu bulan."

"Buyut, tolong jangan—" Kholid mencoba memohon.

"Atau kau ingin kucabut gelar pangeranmu selamanya?" ancam Buyut dengan mata menyipit. Kholid pun bungkam.

Keesokan harinya, gerbang kampus Seni Budaya gempar. Sebuah mobil mewah berhenti, tapi bukan Kaisar yang turun. Melainkan Kholid, dengan wajah masam, mengenakan kemeja biasa (yang menurutnya sangat murah) dan menjinjing tas lukis besar milik Freya yang penuh noda cat.

Freya berjalan di depannya dengan santai, memegang gelas kopi plastik.

"Ayo, Aspri! Langkahnya dicepetin! Gue ada kelas lukis lima menit lagi!" seru Freya tanpa menoleh.

"Kau benar-benar keterlaluan, Freya," gerutu Kholid sambil tersengal-sengal membawa tabung gambar yang berat.

"Eits! Jangan panggil 'Freya'. Panggil 'Bos' atau 'Nona'. Dan inget, palet gue harus bersih mengilap setelah kelas selesai, atau gue aduin ke Buyut kalau lo kerjanya malas-malasan!"

Di lantai dua gedung fakultas, Kaisar berdiri diam memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia datang untuk memastikan keamanan, tapi melihat Kholid yang biasanya sombong kini harus membawa tas penuh cat, Kaisar merasa ada beban yang terangkat dari pundaknya.

Ethan muncul di samping Kaisar. "Gila ya, Kak. Freya bener-bener 'nanganin' Kholid pakai cara yang paling menyakitkan buat seorang pangeran: kerja keras."

Kaisar tersenyum sangat tipis. "Dia memang... tidak terduga."

"Lo mulai suka ya sama dia?" goda Ethan.

Kaisar tidak menjawab. Ia hanya terus menatap Freya yang sedang tertawa lepas sambil menjahili Kholid, menyadari bahwa hidupnya memang butuh sedikit "kekacauan" yang dibawa oleh gadis rebel itu.

1
Nita Aprika Nita
🤣🤣
Nita Aprika Nita
Ya Allah.. karya mu bagus banget kak.. tapi kok sepi yang baca dan like y..
Nadhira Ramadhani: bantu kasih bintang 5 dong kak🤣
total 1 replies
Thata Ayu Lestary
bagusss bgttt karya nya kak , besttttt
Nadhira Ramadhani: baca ceritaku juga yang lain kak 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!