NovelToon NovelToon
Gus, I'Am In Love

Gus, I'Am In Love

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Keputusan Zavier untuk melanjutkan studi ke Universitas Kairo, menjadi kejutan sekaligus bukti keseriusannya. Ia tidak memilih New York yang gemerlap atau kenyamanan di pesantren ayahnya. Ia memilih Kota Seribu Menara untuk menempuh jalan para ulama.

Suasana di Bandara Soekarno-Hatta sangat emosional. Mas Zayn berdiri dengan bangga, melihat putranya yang kini mengenakan jas hitam rapi dan membawa ransel. Abigail tak kuasa menahan air mata, ia terus memeluk putra sulungnya itu.

Di sudut ruang tunggu, Alice berdiri bersama keluarga Hernandez. Tidak ada sentuhan, tidak ada pelukan. Jarak di antara Zavier dan Alice tetap terjaga sejauh dua meter, namun tatapan mata mereka berbicara lebih banyak daripada ribuan kata.

Zavier mendekati Alice untuk terakhir kalinya sebelum masuk ke area imigrasi. Ia memberikan sebuah kotak kecil berisi sebuah jam tangan digital dan sebuah catatan kecil.

"Zavier," panggil Alice lirih. "Empat tahun di Kairo itu lama."

Zavier menatap Alice dengan ketegasan yang persis milik Zayn. "Empat tahun hanyalah sebentar dibandingkan penantianmu yang enam tahun itu, Alice. Jam itu sudah aku atur dua zona waktu, Kairo dan Jawa. Setiap kali jam itu berbunyi di waktu sepertiga malam, ketahuilah bahwa aku sedang menyebut namamu di depan Ka'bah hatiku."

.

.

Di Kairo, Zavier tidak hidup mewah. Meskipun kakeknya menawarkan apartemen di area elit, Zavier memilih tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama mahasiswa lainnya agar bisa merasakan perjuangan menuntut ilmu.

Ia menjadi primadona di kalangan mahasiswa Indonesia karena kecerdasannya. Namun, Zavier tetaplah Zavier. Ia dikenal sebagai "Gus Dingin dari Jawa". Banyak mahasiswi yang mencoba mendekatinya, namun Zavier selalu punya cara untuk menghindar.

Setiap minggu, ia hanya mengirimkan satu email singkat kepada Alice yang berisi rangkuman kitab yang ia pelajari. Tidak ada kata sayang, tapi di setiap akhir email selalu tertulis: "Tetaplah berhijab dengan rasa bangga, karena di sini, aku sedang memantaskan diri untuk menjadi imammu."

Sementara itu di pesantren, Alice semakin menunjukkan kelasnya. Ia tidak hanya menjadi asisten pengajar, tapi kini mulai hafal 15 juz Al-Qur'an. Alice tumbuh menjadi wanita yang sangat disegani. Kehadiran Alice di ndalem sudah dianggap seperti bagian dari keluarga oleh Mas Zayn dan Abigail.

Suatu malam, Zayn menelepon Zavier lewat panggilan video. "Zavier, ada santri putra yang berani datang ke Mas Daddy untuk menanyakan kemungkinan melamar Alice."

Zavier yang saat itu sedang duduk di tepi Sungai Nil dengan kitab di pangkuannya, seketika menutup kitabnya dengan keras. Matanya berkilat tajam, sisi bad boy Hernandez-nya keluar.

"Katakan pada santri itu, Mas Daddy," suara Zavier terdengar berat dan sangat posesif. "Langkahi dulu doa-doa tahajudku kalau dia merasa lebih pantas dari aku. Dan katakan padanya, jangan berani menyentuh apa yang sudah menjadi komitmen seorang Zavier Aydan."

Zayn tertawa di seberang telepon. "Tenang, Jagoan. Mas sudah mengusirnya sebelum dia selesai bicara. Mas hanya ingin tahu sejauh mana kamu menjaga milikmu."

Tiga setengah tahun berlalu (Zavier lulus lebih cepat karena kecerdasannya). Sebuah foto terkirim ke ponsel Alice. Foto Zavier mengenakan toga khas Al-Azhar dengan latar belakang masjid kuno. Di foto itu, Zavier memegang sebuah kertas bertuliskan bahasa Arab yang artinya:

"Tugas mencari ilmu sudah selesai. Sekarang waktunya menjemput janji. Tunggu aku di gerbang pesantren minggu depan."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading😍😍😍😍

1
ros 🍂
😍😍
kalea rizuky
suka deh endingnya
kalea rizuky
hot ya gus/Curse/
kalea rizuky
bagus deh q baru baca novel mu yg andrian ke anak cucunya skg nemu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!