NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Perdana

Usai latihan, semua orang sarapan bersama. Setelahnya, paman Huang dan Jang pergi untuk melihat perkembangan pembangunan rumah.

Sementara Qing Jian akan pergi kehutan untuk berburu bersama Huang Feng.

Qing Lizi sendiri tetap dirumah, membuat Tanghulu Shan Zha yang akan dijual nanti keIbukota bersama Jiayi.

"Lizi, Lizi...!" seru tergesa tabib Tan dari ujung jalan setapak ladang.

Para wanita yang sibuk didapur umum rumah darurat kompak mendongak.

Hos Hos

Nafas tabib Tan patah-patah, punggungnya basah oleh keringat.

"Paman Tan, ada apa..?" tanya Lizi mendekat.

"Ada pasien dengan keluhan nyeri perut. Awalnya sudah membaik setelah berobat dengan tabib Gong, tapi dua hari terakhir kambuh dan malah semakin parah."

Satu alis Qing Lizi naik tinggi "keluhan pasien..?"

"Awalnya nyeri disekitar pusar lalu menjalar keperut kanan bawah. Kalau untuk berjalan, batuk atau bergerak, sakitnya makin parah. Sudah dua hari ini pasien demam tinggi, mual, diare, dan kehilangan nafsu makan."

"Usus buntu...!" batin Qing Lizi.

"Aku akan bersiap dulu..!"

Tabib Tan mengangguk.

"Jiayi, ayo...!"

Qing Lizi menyambar tas gendong rotannya, memasukkan obat-obatan serta alat bedah untuk melakukan operasi jika diperlukan.

Tak lupa dengan air roh spiritual yang akan Lizi campurkan pada cairan infus.

Qing Lizi, Jang Jiayi dan tabib Tan pergi kerumah pasien dengan menaiki kereta keledai kepala desa.

Rupanya pasien adalah tuan muda keluarga Bai, seorang kepala menteri dibiro hukum.

Ketika masuk kehalaman, sambutan tak mengenakan ketiga orang itu dapatkan. Lebih tepatnya untuk Lizi dan Jiayi.

Tatapan aneh, sinis dan skeptis tertuju pada dua gadis remaja itu.

"Tabib Tan, apa kau sedang mempermainkanku..?" tanya tak suka menteri Bai.

"Maaf tuan menteri, tapi ini adalah orang yang aku sebutkan. Usianya memang masih muda, namun kemampuan sangat luar biasa hebat."

Menteri Bai berdiri garang "kau pikir nyawa putraku itu hanya sebuah lelucon..? tabib ilahi saja tidak bisa menyembuhkannya, apa lagi gadis ingusan ini..?"

"Tuan menteri, aku tidak akan berani melakukan itu. Sungguh, gadis ini yang telah menyelamatkan nyawa kepala desa Zitan tempo lalu."

Ekor mata menteri Baik meruncing, menguliti raga Qing Lizi.

Dari dalam paviliun pribadi tuan muda Bai, rintihan kesakitan disertai tangisan tergugu jelas terdengar ditelinga.

"Salam tuan menteri..!" sapa Lizi dan Jiayi membungkuk.

Menteri Bai melengos, wajah khawatirnya pucat pasi. Tangan yang ia sembunyikan dibalik punggung mengepal bergetar.

Setelah sang putri yang harus terkurung selama hampir sepuluh tahun karena cacat wajah, kini putranya menderita penyakit langka.

"Mungkin tuan menteri sulit mempercayai, tapi aku bisa menyembuhkan tuan muda Bai."

Menteri Bai menoleh pada Lizi, menatap wajah cantik yang tegak menantang penuh keyakinan.

"Putraku menderita peyakit aneh, langka yang katanya malah sebuah kutukan. Apa kau yakin bisa menyembuhkannya..?"

Dahi Lizi mengernyit, bibirnya berkedut geli.

Penyakit langka...

Kutukan...

Sungguh, orang-orang diabad kuno itu sangat konyol. Ada penyakit yang sulit disembuhkan dianggap kutukan.

Ada yang mati sebelum hari pernikahan, langsung menuduh calonnya pembawa sial.

Ada anak lahir cacat, katanya bencana dari dewa.

Menggelikan sekali....

Padahal bukan penyakitnya yang aneh atau langka, hanya saja belum mengetahui metode pengobatannya.

"Sangat yakin, jaminannya nyawaku akan menjadi milik keluarga Bai jika aku sampai mencelakai tuan muda." jawab tegas Lizi.

Menteri Bai berpikir sejenak, menatap pintu kamar sang putra dan Lizi bergantian berulang kali.

Menteri Bai menghela nafas berat "baik, aku memilih percaya padamu. Tapi jika kau membahayakan nyawa putraku, maka hidupmu sepenuhnya menjadi milik keluarga Bai."

Lizi mengangguk "setuju...!"

Qing Lizi dibimbing memasuki kamar bersama Jiayi dan tabib Tan oleh menteri Bai.

Didalam kamar, nyonya Bai sedang menangis pedih disisi pemuda berusia kisaran enam belas tahun yang mengerang kesakitan diatas ranjang.

Disebelah nyonya Bai, seorang wanita yang cuma terlihat bagian matanya saja, tengah mengusap lemah punggung nyonya Bai.

"Suamiku...!" seru nyonya Bai menoleh.

"Ayah...!" lirih parau si wanita ninja.

Mata nyonya Bai menyipit "siapa mereka...?"

Menteri Bai menjelaskan indentitas Lizi dan Jiayi.

"Apa kau yakin..?"

"Tidak ada salahnya mempercayai mereka. Lagi pula tabib Gong yang menjadi harapan terakhir kita saja tidak bisa menyembuhkan Yulin." ucap pasrah bercampur takut menteri Bai.

"Aku mengikuti pengaturan suamiku..!"

Semua menyingkir, memberi jalan Qing Lizi untuk memeriksa pasien.

Denyut nadi melemah, wajah pucat pasi dengan keringat sebesar biji kedelai membasahi dahi dan pipi.

"Acrh...!" erangan tuan muda Bai kala perut yang keras kembung itu bagian bawahnya Lizi tekan pelan.

"Kapan terakhir kali tuan muda Bai makan dan minum..?"

"Sejak kemarin petang putraku sudah tidak bisa menelan apa pun." jawab nyonya Bai parau.

Lizi mengangguk, membuka keranjang gendong rotannya.

"Siapkan air hangat, kain bersih yang banyak dan tolong beri ruang untuk kami bertiga mengobati tuan muda." kata Lizi.

Pelayan gegas menyiapkan apa yang dimau Lizi. Setelahnya semua keluar ruangan, menunggu cemas diberanda paviliun.

Kini tinggal Lizi, Jiayi, tabib Tan dan tuan muda Bai Yulin didalam kamar.

Kasur ditarik, digantikan dengan kain bersih enam lapis.

Lizi mengeluarkan botol infus yang langsung disambut kerlingan bibir dan alis oleh Jiayi juga tabib Tan.

Namun Lizi acuh "ini namanya infus----

Lizi menjabarkan fungsi dan kandungan yang ada didalam infusan itu.

Lizi Juga mengajari cara memakaikannya pada pasien.

Setelahnya giliran pemberian anastesi.

Lagi-lagi jarum suntik serta botol kaca cairan obat, mengubah wajah Jiayi dan tabib Tan.

Lambat laun ringisan tuan muda Bai menghilang setelah obat bius bereaksi.

Lizi menyiapkan peralatan operasi.

"Lizi, apa yang mau kau lakukan...?" tanya tabib Tan terbelalak melihat pisau bedah, gunting, dan alat asing lainnya.

"Kita akan melakukan operasi, karena hanya itu cara untuk menyembuhkan usus buntu."

Qing Lizi menyibak pakaian atas tuan muda Bai, dan mulai menyayat kulit perut bagian bawah.

Sayatan terbentuk, Lizi lues menggerakkan tangan yang memegang peralatan medis dari abad moderen.

"Lihat, ini asal penyakitnya." Lizi menunjukkan apendiks yang menempel pada usus besar.

Setelah usus buntu diangkat, area dalam dibersihkan dari nanah, lalu dijahit dengan menggunakan benang domba.

Lizi menghela nafas lega setelah membalutkan perban pada luka jahitan operasi.

"Selesai...!"

Jang Jiayi dan tabib Tan ikut menghembuskan buliran oksigen yang sudah terkumpul diparu-paru.

"Ayo bersihkan..!"

Kain yang berlumuran darah dilorot, baju tuan muda Bai diganti oleh tabib Tan.

Setalah Lizi membereskan semua alat operasi serta botol infusan yang sudah kosong, tabib Tan membuka pintu utama paviliun.

"Bagaimana..?" tanya kompak tuan dan nyonya Bai.

"Tuan muda akan pulih dalam lima hari kedepan, untuk sekarang belum siuman karena masih dalam pengaruh obat bius."

"Benarkah..?" pekik tak percaya sekaligus bahagia tuan, nyonya dan nona muda Bai.

Lizi tersenyum lalu mengangguk.

Lizi menyerahkan bubuk obat sekaligus resep tonik herbal. Ia juga membuat pengaturan soal makanan yang harus dikonsumsi pada masa pemulihan.

Satu sirup pear yang telah dicampur air roh spiritual tak luput Lizi bagikan.

"Jangan terlalu banyak bergerak agar jahitan pada perut tuan muda tidak terbuka."

Pesan akhir Qing Lizi sebelum mendengar lenguhan lirih dari bibir tuan muda Bai.

1
Datu Zahra
gassss Lizi, kaya kaya kaya 🤭
Datu Zahra
cair cair 😍
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, pake jungkir balik segala 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ternyata ruang dimensi, suka dong cerita yang memiliki ruang dimensi dan bisa kultivasi
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sang sistem ada juga ternyata 😍
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lagi lagi nemuin ayah yang durjana
azka aldric Pratama
hadir
Erna Fkpg
💪💪💪🙏🙏🙏
Lala Kusumah
kereeeeeennn Lizi'er 👍👍👍
Lala Kusumah
puaaassss banget bacanya, makasih ya Mak, sehat selalu 🙏🙏🙏😍😍😍
Lala Kusumah
kereeeeeennn Lizi'er n klg juga friends 👍👍👍👍😍😍😍😍
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ngipas yuk Lizi tapi hati-hati dengan keluarga ayah tak tahu diri mu itu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
6 kopi buat penyemangat pindahan kakak
Chen Nadari
👍👍👍👍👍
Abel Incess
wow Qing Lizi lngsung tajir
Murni Dewita
double up thor
Ona Sukatendel
thor perbanyak episode nta dong
si_
next
Erna Fkpg
💪💪💪🙏🙏🙏
Yusrina Ina
kurang author lagi upnya 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!