"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."
Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.
Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.
Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.
Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.
Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.
Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasain! 22
"Run, ayo kita rujuk. Ayo kita kembali sama-sama ya. A-aku, a-aku bakalan jatuhin talak ke Jelita. Aku, aku masih cinta sama kamu, Run.'
Haaaa?
Hahahah
Tawa keras meluncur dari mulut Arundari. Ia bahkan langsung menutup mulutnya dengan cepat saat merasa bahwa apa yang dilakukannya tidak lah sopan.
Tapi bukan berarti Arundari berhenti tertawa. Wanita itu malah semakin keras tawanya sampai air matanya keluar.
"Run,"panggil Heri. Ia hendak menyentuh tangan Arundari.
Namun oleh Arundari, tangan miliknya langsung ditarik dari atas meja. Arundari juga menatap Heri dengan tatapan tajam yang menusuk lalu berkata, "Kita bukan mahrom lagi. Kita sudah cerai secara agama bahkan disaksikan oleh istri baru mu dan banyak orang. Jadi kamu nggak boleh nyentuh aku barang sedikit pun. Inget itu, Her. Haram!"
Heri hanya bisa diam. Wajahnya langsung masam. Ternyata ditolak oleh Arundari, membuat hatinya tidak karuan.
Sebelum ini, dia masih bebas menyentuh, memeluk, bahkan mencium wanita itu. Tapi sekarang, mereka sungguh terasa asing.
"Lalu soal ajakan ku tadi, Run?" Heri mengingatkan kembali tentang ajakan rujuk yang dia usulkan tadi kepada mantan istrinya itu.
"Nggak, aku nggak mau. Baik sekarang, nanti atau di masa depan, aku nggak bakalan mau rujuk sama kamu, Her. Udahlah, jangan pernah ngarep hal yang nggak mungkin. Luka yang kamu torehkan ke hatiku, beneran dalam banget. Dan aku nggak mau jadi orang yang bodoh, karena nerima kamu lagi buat jadi imamku. Hah, imam. Jujur saja aku nggak mau punya imam modelan tukang selingkuh kayak kamu. Sekarang lebih baik kamu pulang. Dan tunggu proses peradilan. Ingat Her, rasa sakit yang kamu berikan ini, akan aku balas dengan cara ku."
Setelah mengatakan hal tersebut, Arundari beranjak dari duduknya dan melenggang masuk ke rumah. Heri hanya diam, menatap kepergian Arundari dengan tatapan nanar.
Ternyata tujuannya malam-malam menyelinap pergi dari kediaman Jelita adalah untuk mendatangi Arundari dan mengajak rujuk. Sungguh di luar dugaan sekali pria ini. Dia baru saja menikah satu hari tapi sudah berniat untuk menceraikan istri barunya.
Apakah Heri ketakutan karena merasa akan kehilangan banyak hal?
Entahlah, tapi yang pasti pria semacam dia ini tidak bisa diberi kesempatan kedua.
Heri melenggang pergi pada akhirnya. Bukan kembali ke rumah Jelita melainkan ke HTU. Setidaknya masih ada beberapa klien yang menggunakan jasa agen travel miliknya, sehingga Heri masih bisa merasa tenang.
"Pak gawat, Pak!!"
Baru saja dirinya mendorong pintu HTU, salah satu karyawannya langsung berlari mendatanginya. Wajah orang itu pucat pasi bahkan tangannya tampak bergetar hebat.
"Ada apa?" tanya Heri enggan. Saat ini dia hanya ingin masuk ke ruangannya dan berisitirahat tanpa memikirkan banyak hal.
"Ini Pak, beberapa orang membatalkan rencana perjalanan umroh mereka dan meminta uang mereka dikembalikan."
APA?
Heri membelalakkan matanya. Dia yang awalnya merasa lesu dan malas untuk melakukan sesuatu, menjadi lebih bertenaga.
"Cuma satu orang kan? Atau satu keluarga?" tanya Heri penasaran. Dia mengambil ponsel milik karyawannya itu untuk memeriksanya langsung.
"Sayangnya tidak sedikit, Pak. Sekitar 20 orang menyatakan untuk mundur. Mereka mengatakan tidak masalah DP 15% hangus, tapi minta uang sisanya untuk segera dikembalikan."
Jegleeer
Seperti mendengar petir di siang hari bolong, Heri benar-benar tercengang. Dia juga berdiri terpaku, bahkan ponsel milik karyawannya hampir terlepas dari tangannya.
"Pak?" panggil si karyawan yang akhirnya menyadarkan Heri.
"Mari kita rapat. Apa Jelita sudah datang?"
Karyawan tersebut menggeleng, dan Heri sudah langsung tahu jawabannya.
"Sudahlah, sekarang panggil semuanya ke ruang rapat,"sambungnya.
Dengan perasaan yang tidak karuan ditambah dengan pikiran kusut, Heri memimpin rapat. Dia membahas tentang siapa saja yang membatalkan keberangkatan umroh.
Ternyata dua puluh orang itu masih bertambah. Bahkan selama rapat dijalankan, karyawan yang bertugas sebagai admin terus mendapat pesan.
"Sebenarnya kenapa mereka tiba-tiba batalin?" tanya Heri. Kepada siapa pria itu bertanya? Jawabannya adalah kepada dirinya sendiri.
"Maaf Pak Heri kalau saya lancang. Apa mungkin karena ini ya, Pak,"ucap Roby yang merupakan salah satu karyawan HTU juga. Selain sebagai karyawan HTU, Roby juga merangkap sebagai pemegang orgen ketika team gambus HTU tampil dan membuat konten di youtube.
"Ada apa memangnya?" tanya Heri tidak mengerti.
"Bapak coba buka saja akun instagram HTU. Anu, di sana banyak komen netizen yang ... ."
Roby tak melanjutkan ucapannya. Atau lebih tepatnya dia tidak berani untuk mengatakan apa yang dia lihat di akun resmi milik HTU.
Kening Heri berkerut ketika mendengar karyawannya tidak bicara dengan jelas. Dia akhirnya memilih untuk memeriksanya langsung. Pun dengan karyawan yang lain.
Betapa terkejutnya Heri beserta karwayan HTU yang lain ketika membaca komenan netizen.
"Travel umroh zalim."
"Iya dasar munafik. Bisa-bisanya selingkuh."
"Ah cewek gatelnya yang ini. Gila ya, atasnya kudung bawahnya warung."
"Kok tega ya sama-sama wanita, malah menyakiti."
"GIla, kurang baik apa Mbak Arun ma dia. Lihat postingan-postingan mereka, tuh deket banget. Eh ujung-ujungnya ngrebut lakinya."
"Cewek cowok gue yakin sama sih. Sama-sama kegatelan, dan nggak punya otak. Ih malu padahal sering nyanyi lagu islami, mana travel umroh lagi."
"Hueeeh cuiih najis-najis. Jangan sampe deh pake travel umroh yang isinya pelacur kek gini dan lakinya tukang selingkuh."
Semakin dibaca, semakin brutal saja komenan mereka. Heri mengusap wajahnya kasar lalu bergumam lirih, "dari mana mereka tahu?"
Dia menghempaskan tubuhnya di kursi dan rapat berhenti dengan sendirinya. Heri masih membaca dan mencoba menelusuri tentang hal terkait.
Betapa terkejutnya dia saat melihat foto dan video dirinya dan Jelita yang tengah bersama.
"D-dari mana mereka dapet ini?" ucapnya dalam hati.
Tak hanya itu, bahkan foto pernikahannya pun tersebar dan diunggah secara anonim. Keterangan yang tertulis dalam foto itu jelas sekali membuat orang mengetahui tentang apa yang terjadi dengan dirinya, Arundari dan Jelita.
"H-hapus semua komenan itu. Lalu batasi komen sekarang!" pekik Heri memberi perintah.
"B-baik Pak," jawab karyawan yang memegang media sosial milik HTU.
Setelah itu semua bubar. Heri belum memberi petunjuk terkait klien yang meminta uang mereka dikembalikan. Lalu para karyawan juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa menunggu instruksi dari atasan.
"Kalau kayak gini, kayaknya nasih HTU bakalan nggak lama deh"ucap Roby saat dia berjalan menuju kursinya. Orang yang diajak bicara oleh pria itu adalah Anis. Tapi Anis hanya diam dengan wajahnya yang datar.
Rasain!
TBC
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣