NovelToon NovelToon
Maximilien

Maximilien

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kisah Pencinta Yang Asing

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Dan Perlawanan

Satu tahun telah berlalu sejak debu di Vance Tower mengendap dan pemakaman tragis Chelsea Van Der Wood menjadi berita utama di seluruh Eropa.

Di sebuah mansion minimalis yang aman di pinggiran New York, Max dan Guzzel baru saja merayakan ulang tahun pertama putra mereka, Leo Maximilien Vance. Kehidupan terasa begitu tenang, seolah-olah badai telah benar-benar menjauh.

Namun, di Amsterdam, di dalam kantor yang gelap dan dingin, Pieter Van Der Wood, ayah Chelsea, tidak pernah sekalipun memejamkan mata dalam kedamaian.

Baginya, Max dan Guzzel adalah pembunuh yang tidak menyentuh senjata, namun telah menghancurkan satu-satunya harta berharganya.

Pieter Van Der Wood bukan sekadar pengusaha, dia adalah penguasa kartel berlian yang memiliki jaringan akar hingga ke sistem perbankan global. Dendamnya tidak akan terpuaskan hanya dengan kematian fisik, ia ingin melihat Max dan Guzzel membusuk dalam kemiskinan, merasakan kehinaan yang dirasakan putrinya sebelum mengakhiri hidup.

Serangan itu dimulai tanpa suara. Dalam satu malam, saham utama perusahaan baru bentukan Max, V-Dante Global, mengalami aksi jual besar-besaran secara misterius.

Investor-investor besar dari Eropa tiba-tiba menarik dana mereka secara serentak.

"Max, kita kehilangan hampir 40% nilai pasar dalam enam jam," lapor Danesh dengan wajah pucat di ruang kerja Max. "Seseorang menyabotase jalur logistik kita di pelabuhan Rotterdam dan membekukan rekening cadangan kita di Swiss. Ini bukan sekadar persaingan bisnis, Max. Ini adalah upaya pemusnahan."

Max menatap layar monitornya yang memerah. Ia sudah menebak siapa pelakunya. Pieter Van Der Wood telah datang untuk menagih hutang nyawa putrinya.

Di saat yang sama, keluarga Guzzalie Dante juga diserang. Mr. Dante mendapati bahwa semua izin proyek properti mereka di New York dicabut secara tiba-tiba oleh pemerintah kota atas tuduhan "suap" yang difitnah kan dengan bukti-bukti yang sangat rapi.

Guzzel, yang sedang berjalan-jalan di taman bersama Leo kecil, menyadari bahwa pengawalan mereka tidak lagi cukup.

Beberapa mobil hitam tak dikenal terus membuntuti mereka. Rasa takut yang dulu pernah hilang kini kembali merayapi tengkuknya.

"Max, Ayah bilang kita kehilangan akses ke semua aset likuid kita," ujar Guzzel saat Max pulang dengan wajah yang sangat tegang.

"Bahkan kartu kreditku ditolak pagi ini. Apa yang terjadi?"

Max memeluk Guzzel dan Leo erat-erat. "Pieter Van Der Wood. Dia ingin kita merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki apa-apa. Dia ingin kita hancur secara finansial sebelum dia memberikan pukulan terakhir."

Keluarga Vance dan Dante yang dulunya adalah simbol kekayaan New York, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Satu per satu aset mereka disita. Mansion mewah mereka disegel. Mereka terpaksa pindah ke sebuah rumah kecil yang tersembunyi, yang dibeli Max atas nama Danesh bertahun-tahun lalu sebagai cadangan darurat.

Di sana, di ruang tamu yang sempit, Guzzel menatap Max yang terus bekerja di depan laptop dengan lampu temaram. Guzzel tidak menangis, sebaliknya, ia teringat bagaimana mereka memulai semuanya sebagai "V" dan "Lia".

"Kita tidak butuh berlian Chelsea untuk bahagia, Max," bisik Guzzel sambil meletakkan secangkir teh di meja Max.

"Kita punya satu sama lain. Kita punya Leo. Dia bisa mengambil uang kita, tapi dia tidak bisa mengambil cinta yang kita bangun."

Max mendongak, matanya yang lelah kembali bersinar. "Dia pikir dia bisa menghancurkanku dengan mengambil hartaku. Dia lupa bahwa aku menjadi 'V' karena aku tidak butuh dunia luar. Aku akan melawan, Guzzel. Aku akan menggunakan semua keahlian hacking dan jaringan bawah tanah yang aku miliki saat aku masih menjadi anonim di aplikasi dulu."

Max menyadari bahwa bertahan hanya akan menunda kehancuran. Ia harus menyerang balik. Dengan bantuan Danesh, Max melakukan perjalanan rahasia ke Amsterdam, meninggalkan Guzzel dan Leo dalam perlindungan ketat keluarga Dante.

Max berhasil menyusup ke dalam sistem keamanan Van Der Wood. Ia menemukan bukti bahwa Pieter telah melakukan pencucian uang melalui yayasan atas nama Chelsea selama bertahun-tahun. Max tidak ingin uang itu, ia ingin Pieter tahu bahwa dia tidak bisa menang melawan pria yang tidak lagi takut kehilangan harta.

Dalam sebuah pertemuan rahasia di dermaga Amsterdam yang berkabut, Max berdiri berhadapan dengan Pieter Van Der Wood.

"Kau membunuh putriku!" raung Pieter, mengarahkan senjatanya ke arah Max.

"Chelsea membunuh dirinya sendiri karena obsesi yang kau tanamkan padanya, Pieter!" balas Max dengan tenang.

"Kau bisa mengambil semua uangku, kau bisa membuatku bangkrut. Tapi lihatlah dirimu. Kau sendirian di menara berlianmu. Sedangkan aku? Meski aku tidak punya sepeser pun di bank, aku punya istri yang menungguku dan putra yang memanggil namaku."

Max meletakkan sebuah flashdisk di atas meja kayu di antara mereka. "Di sana ada bukti semua kejahatanmu. Jika dalam sepuluh menit kau tidak memulihkan nama keluarga Dante dan berhenti menyerang perusahaanku, seluruh dunia akan tahu bahwa raja berlian Amsterdam adalah seorang kriminal biasa. Aku tidak butuh uangmu, Pieter. Aku hanya butuh kau pergi dari hidup kami."

Pieter Van Der Wood, yang melihat keberanian luar biasa di mata Max, keberanian seorang pria yang tidak lagi terikat pada materi akhirnya runtuh.

Ia menyadari bahwa memiskinkan Max tidak akan membuatnya merasa lebih baik atas kematian Chelsea.

Satu bulan kemudian, serangan itu berhenti. Nama keluarga Dante dibersihkan, dan meskipun Max harus memulai bisnisnya kembali dari bawah karena banyak aset yang sudah hilang, ia tidak peduli.

Max kembali ke New York, disambut oleh Guzzel dan Leo di bandara. Tidak ada lagi limusin mewah atau pengawal berbaju hitam yang berlebihan. Mereka hanya sebuah keluarga kecil yang sederhana.

"Kita bangkrut?" tanya Guzzel sambil tersenyum menggoda saat melihat Max hanya membawa satu koper.

"Secara finansial? Mungkin kita butuh beberapa tahun untuk kembali ke puncak," jawab Max sambil menggendong Leo dan mencium bibir Guzzel dengan penuh gairah. "Tapi secara hati? Aku adalah pria terkaya di dunia karena memilikimu." (Hadehhh max bisa aja 🤣)

Di bawah langit New York, Max dan Guzzel berjalan kaki menuju rumah baru mereka. Mereka telah melewati trauma, skandal, api, dan kemiskinan. Kini, yang tersisa hanyalah masa depan yang jujur, tanpa rahasia, dan tanpa bayang-bayang dari masa lalu.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading 🥰

1
ren_iren
pliss jangan rusak aurelia dgn dendam ke saudaranya kak....
iluh asrini
cerita yang sangat menarik terimakasih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!