NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Cerai

Malam ini Raras masih tidur sendiri, suaminya masih belum pulang dari luar kota. Raras menatap langit-langit kamar yang kosong, lipstik merah itu masih tergeletak di atas meja rias, seolah mengingatkan dia pada keputusan akhir.

"Apa aku terlalu gegabah ya..." gumamnya pelan,

“Siapa ya yang ada didekat mas Zayn selain pak Dav.”

Raras memikirkan siapa yang berpotensi jadi pelakor di rumah tangganya.

“Apa bu Mega ya, manager keuangan yang akhir-akhir ini dekat dengan mas Zayn. Tapi kan mereka dekat karena memang ada kerjaan yang harus di urus.”

Raras membayangkan saat Zayn berdua di dalam ruangannya, si wanita duduk di meja di hadapan suaminya. Keduanya saling tatap dan tertawa bersama.

Lalu saat di ruang rapat, tanpa ada yang tau keduanya saling lirik dan melempar senyum. Menyenggol satu sama lain menggunakan kaki dan dibarengi sentuhan-sentuhan sensual.

Pikiran Raras sangat sibuk, meski entah siapa wanita yang dia maksudkan. Tapi mengingat semua itu Raras jadi ingat hari kemarin, dia sama sekali tak melihat keberadaan manajer keuangan.

“Kemana ya bu Mega kemarin gak masuk? Atau jangan-jangan…”

Raras malah semakin terbayang wajah suaminya yang tertawa lepas dengan wanita lain. Dia juga membayangkan mereka pergi bersama dan cek in disebuah hotel.

“Nggak! Gak boleh, gak mungkin. Mas Zayn gak akan selingkuh, aku yakin. Tapi…”

Raras menjambak rambutnya sendiri, lalu melempar bantal ke sembarang arah. Hingga saking kesalnya tanpa sadar Raras tidur terlentang memenuhi kasur.

Mimpi buruk menghantui Raras, ia melihat Zayn sedang berdiri di depan pintu kamar bersama seorang wanita dengan rambut panjang yang mengenakan lipstik merah menyala. Wanitanya itu mencium pipi Zayn dan mengucapkan kata-kata sayang yang tak begitu jelas Raras dengar

Raras bangun dengan terkejut, keringat dingin menetes didahinya. Jam di dinding menunjukkan pukul dua lebih lima belas dini hari. Tubuhnya terasa lemas, dan dadanya terasa sesak.

"Duh, kenapa mimpi gitu sih..." gumamnya.

Raras mengambil minum diatas nakas lalu meneguknya hingga tandas. Saat hendak berbaring tak sengaja tangannya menyentuh sesuatu.

Raras langsung menoleh dan terkejut melihat suaminya tengah menatapnya dengan alis terangkat.

“Ada apa?” Tanya Zayn serak.

“Mas! Ngapain Kamu disini?” Teriak Raras karena kaget.

Zayn duduk dengan kening berkerut. “Kenapa?” tanyanya lagi.

“Mas kenapa disini, kapan pulang?” Tanya Raras lagi beringsut mundur.

Zayn merasa heran, tapi dia kembali mengatur ekspresinya seperti biasa.

“Saya pulang jam dua belas tadi.” Jawabnya mengusap wajah yang terasa lelah.

Raras menatap suaminya serius. Tanpa berpikir lagi, dia langsung mengutarakan niatnya.

“Mas, aku ingin kita cerai.”

Zayn terkejut hingga tubuhnya terlonjak. Matanya yang tadinya mengantuk kini terbuka lebar, menatap Raras dengan ekspresi yang tidak percaya.

"Cerai? Apa kamu sudah kehilangan akal?" ucapnya dengan suara yang lebih keras dari biasanya, tapi kemudian menurunkan nada saat melihat wajah Raras yang serius sekali. "Kenapa sampai bicara seperti itu? Ada masalah apa?"

Raras menutup bibirnya sebentar, mengumpulkan keberanian. Tapi mengingat hari masih malam, dan Zayn yang terlihat kelelahan Raras memilih untuk menunda pembicaraan.

“Besok kita bicarakan lagi.” Ucapnya lalu kembali berbaring membelakangi suaminya.

Zayn menatap punggung istrinya, ada rasa cemas dan rasa bingung memenuhi hatinya.

“Kenapa tiba-tiba dia minta cerai? Apa benar yang dikatakan papa, dia akan bosan dengan sikapku yang seperti ini? Apa ada pria lain yang dia sukai?” Pikiran-pikiran itu terus berkecamuk di kepala Zayn.

Meski dia sadar dengan sikap buruknya tapi Zayn tak pernah ada pikiran untuk menceraikan istrinya sampai kapanpun.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan paginya, Raras terbangun lebih awal. Dia melihat Zayn yang masih tertidur lelap, wajahnya sangat damai saat tidur, berbeda dengan saat sadar dia akan bersikap dingin pada siapapun.

Raras memutuskan untuk mandi lebih dulu, sekalian menunggu Zayn bangun dari tidurnya. Hingga selang beberapa waktu Zayn terbangun dan kini keduanya telah rapi siap untuk pergi bekerja.

“Bisa kita bicara sekarang?” Tanya Raras duduk dihadapan suaminya.

Zayn menarik napas panjang, “Bicaralah.”

Raras mengambil lipstik merah dari meja rias dan menunjukkan itu pada suaminya. "Bi Inem menemukan ini di saku jas mu kemarin. Dan ini bukan milikku, mas.”

Zayn melihat lipstik itu, lalu menghela nafas panjang. "Cuma karena itu kamu ingin kita cerai?"

"Bukan cuma itu!" suara Raras sedikit naik, mata mulai berkaca-kaca. “Mas apa kamu lupa dengan kesepakatan kita. Meski pernikahan ini tanpa cinta dan kita gak akan saling mengganggu satu sama lain. Tapi bukan berarti aku bisa menerima semua ini, mas. Aku gak bisa menerima ketidaksetiaanmu mas. Aku paling benci dikhianati, pernikahan itu suci, mas!”

“Tapi gak seperti itu Ras..”

“Kalau ada wanita lain yang kamu sukai aku gapapa mas, tapi jangan pernah menodai pernikahan ini. Ceraikan aku lebih dulu, baru kamu boleh menyentuh wanita lain.”

“Aku gak mau disentuh oleh tangan yang bekas menyentuh wanita lain. Aku memastikan kebersihan tubuhku sendiri dan aku juga mau kamu seperti itu!”

“Ras, saya tidak seperti yang kamu tuduhkan.” sangkal Zayn.

“Aku merasa jijik membayangkan kamu menyentuh wanita lain lalu menyentuhku saat kamu pulang. Kalau kamu memang maunya seperti itu aku akan menerima perceraian ini mas.”

“Dengarkan saya Ras.” Sela Zayn, tapi Raras seolah tak mendengar dia meluapkan semua isi hati dan perasaannya.

“Aku masih bisa terima dengan sikap dingin dan cuekmu itu mas, dan aku juga masih bisa terima kamu menceraikan aku. Tapi aku sama sekali gak bisa terima kalau kamu mengkhianati aku, sampai kapanpun aku gak bisa!”

Menghela napas panjang Zayn mengusap wajahnya. Selama setahun lebih menikahi Raras baru kali ini Zayn melihat kemarahan istrinya. Bahkan tak ada lagi Raras yang penurut dan selalu berkata lembut. Kini Zayn jadi tau ekspresi istrinya saat marah, dan itu cukup membuatnya ketar ketir apalagi sampai mengatakan kata cerai.

“Apa sudah selesai?” Tanya Zayn dengan tenang.

Raras menatap Zayn dengan kening berkerut.

“Kalau masih ada kekesalan yang kamu simpan keluarkan sekarang, saya akan mendengarkannya.” Ucap Zayn membuat Raras merasa dongkol.

“Saya bisa terima kemarahan kamu dan saya juga mengerti kekesalan kamu bahkan tuduhan kamu, tapi saya yakinkan sekali lagi. Sebelum dan sesudah nikah saya tidak pernah memiliki wanita lain. Selama ini saya hanya mengenal satu wanita, yaitu kamu.”

Raras semakin heran dengan sikap tenang suaminya, dan kini hatinya mulai goyah. Benarkah Zayn selingkuh?

“Beri aku waktu sehari untuk mengumpulkan bukti dan memberikan penjelasan paling masuk akal sama kamu.”

“Hah?!”

“Apa kamu keberatan?”

“Bukan itu. Tapi… tapi kenapa ekspresimu seperti itu mas?”

“Bagaimana? Apa saya harus salto?”

“Ya gak gitu juga. Setidaknya kamu membela diri dan kembali mengomeliku, mas. Aku jadi terlihat seperti istri yang pemarah.” Raras benar-benar tak habis pikir memiliki suami es akan seperti ini jadinya.

“Bagaimana caranya saya membela diri, toh buktinya juga belum terlihat.” ucapnya tersenyum tipis yang tak terlihat.

“Ah gak tau lah. Aku pergi duluan.” Pamitnya langsung pergi keluar kamu dengan wajah memerah, kini Raras merasa malu dengan tingkahnya sendiri.

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!