NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 (BONUS) Sebelum Mereka Menyadari

Marcus tidak suka rasa tidak nyaman.

Dan malam itu, rasa itu menempel di kulitnya seperti bau besi.

Ia berdiri di depan jendela kamar kerja, ponsel di tangan. Pesan anonim yang diterima Selene sore tadi masih terngiang di kepalanya, meski Selene berusaha menutupinya dengan tawa palsu.

“Wanita yang kau anggap tak melihat apa-apa.”

“Konyol,” gumam Marcus. Namun dadanya terasa sempit.

Di bawah, Elena baru saja kembali. Langkahnya terdengar pelan di lorong. Tidak terburu-buru. Tidak ragu. Seperti seseorang yang tahu persis ke mana ia berjalan.

Marcus menoleh ketika pintu terbuka.

“Elena,” panggilnya.

Elena berhenti. Wajahnya menghadap lurus ke arahnya, mata tertutup, ekspresi lembut seperti biasa.

“Ya?”

“Kau ke mana hari ini?”

Keheningan menggantung sepersekian detik terlalu lama.

“Galeri,” jawab Elena. “Seperti yang kukatakan.”

Marcus menatapnya. Tidak ada getar di suara itu. Tidak ada celah. Elena masih terlihat sama—rapuh, tenang, mudah diatur.

Tapi entah kenapa, Marcus merasa ia sedang ditatap balik.

“Baik,” katanya akhirnya. “Istirahatlah.”

Elena mengangguk dan berbalik pergi.

Saat pintu menutup, Marcus baru sadar—ia lupa bernapas.

******

Di kamar lain, Selene menatap layar ponselnya yang kosong. Pesan itu sudah ia hapus, tapi rasa dinginnya masih menjalar di tulang belakang.

“Ini cuma kebetulan,” gumamnya pada diri sendiri.

Namun saat ia menoleh ke cermin, bayangan di sana tampak berbeda. Seolah ada sesuatu yang mengintai dari balik pantulannya sendiri.

******

Sementara itu, di tempat lain yang jauh dari rumah Marcus, Adrian menutup map terakhir di atas meja.

“Ini cukup untuk menjatuhkan mereka,” katanya.

Elena berdiri di sampingnya, wajahnya tanpa emosi.

“Belum,” jawabnya tenang. “Ini cukup untuk membuat mereka tak tidur.”

Adrian menatapnya. “Kau berubah.”

Elena tersenyum tipis.

“Tidak. Aku hanya berhenti berpura-pura lemah… di tempat yang salah.”

Ia mengambil tongkat putihnya, memegangnya seperti simbol—bukan kebutuhan.

“Kita biarkan mereka berpikir aku masih menunggu,” lanjutnya.

“Karena orang paling ceroboh adalah mereka yang yakin sedang menang.”

Di luar, malam bergerak pelan.

Dan di rumah Marcus, dua orang mulai menyadari satu hal yang sama—

sesuatu telah berubah.

Mereka hanya belum tahu sejak kapan.

Adrian melangkah lebih dekat, menurunkan suaranya. “Marcus mulai merasa ada yang tidak beres. Selene juga.”

“Itu wajar,” jawab Elena pelan. “Kebenaran selalu membuat orang gelisah sebelum terlihat.”

“Kau yakin ingin tetap melanjutkan sandiwara ini?” tanya Adrian. “Jika mereka tahu lebih cepat—”

“Mereka tidak akan tahu,” potong Elena. Suaranya datar, nyaris tanpa emosi. “Karena mereka terlalu sibuk menjaga kebohongan mereka sendiri.”

Ia menoleh sedikit, seolah mendengarkan sesuatu yang tak bisa didengar oleh orang lain. Bukan suara—melainkan pola. Kebiasaan. Kesalahan yang berulang.

“Elena,” panggil Adrian lagi, kali ini lebih hati-hati. “Jika semuanya terbongkar… kau akan sendirian di depan mereka.”

Elena tersenyum kecil. Bukan senyum hangat. Bukan pula pahit.

“Seseorang harus berdiri paling depan,” katanya. “Dan aku sudah terlalu lama berada di belakang.”

Ia melangkah pergi, meninggalkan Adrian dalam diam.

Malam itu, tanpa mereka sadari, dua pihak sedang menyiapkan langkah yang sama—

namun hanya satu yang benar-benar tahu ke mana arah akhirnya.

Mereka belum tahu siapa yang sedang mereka hadapi.

Bab selanjutnya… rahasia lama akan menyebut nama Elena dengan cara berbeda.

...****************...

...Visualisasi Elena, Adrian, Marcus dan Selene...

Elena

Adrian

Marcus dan Selene

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!