NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-lima

Saat Afkar sedang menerima telepon penting di ruang depan, Raisa menghampiri Najwa yang baru saja meletakkan kopernya di lantai marmer.

Seperti rencana awal yang mereka susun....Raisa berjalan menghampiri Najwa sambil melemparkan sebuah tas belanjaan besar ke depan kaki Najwa "Eh, Najwa! Selamat datang ya. Di rumah ini, kita nggak suka ada orang nganggur. Tadi Mama bilang, karena kamu biasa kerja di pesantren, tolong rapihin baju-baju baruku ini ke lemari di lantai tiga. Oh ya, sekalian cuci sepatu ketsku yang kena lumpur kemarin ya. Anggap aja ini pemanasan biar kamu nggak kaget sama gaya hidup kami." ucap Raisa dengan melipat kedua tangannya di dada dengan gaya angkuhnya.

Najwa menatap tas belanjaan itu, lalu menatap Raisa dengan tatapan yang sangat tenang, bukan tatapan ketakutan, melainkan tatapan seperti seorang guru yang sedang melihat murid nakal.

Najwa tersenyum sangat manis "Terima kasih, Raisa. Tapi di pesantren, Kyai Rahman mengajariku tentang adab sebelum ilmu. Beliau bilang, menyambut tamu dengan tumpukan baju kotor adalah bentuk penghinaan pada tuan rumah sendiri. Aku tidak ingin orang-orang berpikir Tante Monica tidak bisa mendidikmu dengan baik. Jadi, lebih baik tas ini kamu simpan dulu, ya? Aku mau mencari kamarku yah"

Raisa terbelalak. Ia tidak menyangka gadis yang ia kira ndeso itu bisa bicara seberani dan secerdas itu.

"Heh! Lo berani ngelawan gue?!" tanya Raisa dengan melototkan kedua matanya.

Najwa tersenyum sambil berjalan melewati Raisa dengan anggun "Aku tidak melawan, Raisa. Aku hanya sedang membantumu agar tidak terlihat memalukan di depan Ayah. Mari, kita makan siang bersama, aku dengar Ayah sudah memesan menu spesial untukku." balas Najwa dengan elegan.

Dari kejauhan, di balik pilar rumah, Monica memperhatikan dengan tangan mengepal. Ia menyadari satu hal, Najwa bukan Maryam. Najwa adalah ancaman yang jauh lebih berbahaya....

" Najwa kenapa masih berdiri di situ nak" ucap Afkar lembut,ia melihat Najwa masih berdiri di ruang tamu...

" maafkan Najwa ayah....bukan maksud Najwa menolak,tapi Najwa masih kenyang, bukankah dua jam yang lalu kita sudah makan di rest area....?" jawab Najwa tersenyum sekaligus bertanya.

Afkar tersenyum mengangguk..." ayo... sebaiknya kita ke ruang makan...., perut Ayah sudah sangat lapar , kau menemani kami saja dan bisa memakan buah atau cemilan ringan lainnya..." lalu Afkar menoleh ke arah pembantu.

" Bi... tolong bawakan koper dan tas kecil milik nona muda ke kamarnya " tegas Afkar yang di angguki oleh pembantu.

Monica mendekat dan merangkul bahu Najwa, bukan merangkul sayang, melainkan lebih mencengkeram membuat Najwa sedikit meringis,namun ia mencoba tetap terlihat biasa, ia tidak mau terlihat lemah..." Ayo nak, kau bisa menemani kita makan siang, sekaligus belajar ,agar tidak canggung lagi.

" iya mama" balas Najwa tersenyum.lalu berjalan di belakang ayahnya,di ikuti Raisa dan Monika yang saling melempar tatapan tajam....

Sesampainya di meja makan, mereka makan siang dengan lahap tanpa berbicara .Najwa memakan jeruk yang baru ia kupas , memakannya dengan santai.... Raisa tidak menikmati makan siangnya yang terasa hambar itu, ia fokus pada gerakan tubuh Najwa yang terlihat santai,ia tidak suka itu, apalagi perhatian ayah yang terlihat sangat berlebihan kepada Najwa, itu membuatnya iri, dan semakin membenci Raisa.

" makan yang banyak nak....kau terlihat kurus" Ucap sang Ayah dengan lembut, memberikan puding mangga kesukaannya untuk sang putri.

" terimakasih ayah.... Najwa lebih suka dengan berat badan Najwa yang sekarang, dengan makan cukup,tidak kurang dan tidak berlebihan membuat tubuh Najwa terasa lebih sehat" balas Najwa tersenyum.

" ah...benar nak, lihatlah mama sekarang, biarpun mama tidak muda lagi, tapi tubuh mama tetap terawat, seperti masih gadis" celetuk Monica yang membuat semuanya tersenyum.

" benar mah....mama masih cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi" sahut Najwa memuji Monica yang membuat Monica semakin besar kepala.

Setelah selesai makan siang... Najwa di antara pembantu untuk memasuki kamarnya...Begitu pintu kamar terbuka, Najwa terpaku sejenak. Kamar itu sangat luas, mungkin seukuran separuh asrama di pesantrennya. Langit-langitnya tinggi dengan lampu kristal kecil yang berkelip, tempat tidur berukuran king size dengan sprei sutra, dan jendela besar yang menyuguhkan pemandangan kolam renang.

Namun, bagi Najwa, kemewahan ini terasa dingin. Ia meletakkan tas kainnya yang kusam di atas sofa beludru, lalu duduk bersimpuh di lantai, posisi yang lebih nyaman baginya daripada duduk di kasur empuk itu.

Tak lama kemudian, pintu diketuk dengan kasar. Monica masuk tanpa menunggu izin, diikuti Raisa yang bersedekap dengan wajah angkuh. Monica menutup pintu rapat, memastikan suaranya tidak akan terdengar sampai ke kamarnya di ujung lorong.

Monica berjalan mengelilingi Najwa, matanya menelisik dari ujung kepala hingga ujung kaki "Jangan pikir karena Afkar memberikan kamar ini, kau sudah menjadi bagian dari kami. Di rumah ini, kau hanyalah sebuah kesalahan yang terpaksa kami tampung."

Najwa mendongak pelan, wajahnya tetap tenang tanpa ada gurat ketakutan "Tante Monica... kesalahan itu adalah rahasia masa lalu Papa. Saya ke sini bukan untuk merebut apa yang Tante miliki. Saya hanya ingin mengenal Ayah saya."

Raisa mendekat, menendang koper kain Najwa dengan ujung sepatunya "Halah, basi! Lo pasti cuma mau mengincar harta Kakek Suhadi, kan? Lo pikir dengan tampang sok suci lo itu, lo bisa nipu kami? Denger ya, dua kakak gue, Alendra dan Adriansyah, bakal balik sebentar lagi. Mereka nggak bakal sudi punya adek kayak lo. Lo bakal jadi keset di rumah ini!" ucap Raisa dengan penuh percaya diri.

Najwa berdiri perlahan. Meski tubuhnya sedikit lebih kecil dari Raisa, aura yang ia pancarkan membuat Raisa tanpa sadar mundur satu langkah.

Najwa menjawab dengan suaranya yang lembut namun setiap katanya mengandung penekanan "Raisa, harta itu titipan. Allah bisa memberi dan mengambilnya secepat hembusan napas. Jika kedua kakakmu belum menyukaiku, itu hak mereka. Tapi ingat satu hal..."

Najwa melangkah mendekati Monica, menatap mata wanita licik itu dengan keberanian yang ia pelajari dari Kyai Rahman.

"Saya dididik untuk menghormati orang tua, jadi saya akan tetap menghormati Tante sebagai istri Papa. Tapi saya juga dididik untuk tidak tunduk pada kezaliman. Jika Tante ingin saya menjadi 'budak' seperti yang Tante rencanakan tadi di ruang tengah... mohon maaf, tenaga saya hanya untuk beribadah dan membantu Ayah, bukan untuk melayani kesombongan yang tidak ada ujungnya."

Wajah Monica memerah, tangannya gemetar menahan amarah "Kau... kau berani menguping?!"

Najwa tersenyum tipis, sebuah senyum yang sangat mirip dengan Rukayyah saat menghadapi musuh "Suara di rumah ini menggema, Tante. Dan hati yang tenang bisa mendengar lebih banyak daripada yang terlihat. Sekarang, jika Tante dan Raisa tidak keberatan, saya ingin mandi dan bersiap untuk Shalat Ashar. Ayah bilang kakek akan kesini ."

Mendengar nama kakek Monica langsung menarik tangan Raisa keluar dari kamar dengan kasar. "Biarkan dia sombong sekarang, Raisa. Kita lihat bagaimana dia bertahan saat Alendra dan Adriansyah mengerjainya nanti malam. Mereka jauh lebih kejam daripada Mama."

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!