NovelToon NovelToon
DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Pendamping Sakti / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action / Epik Petualangan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beruang Terbang

PROLOG

-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN

-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI

-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-

Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.

Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.

Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.

Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Taruhan yang Menggetarkan Jiwa

Shen Tianyang melangkah maju dengan sikap tenang, seolah badai yang akan meledak di hadapannya tak lebih dari hembusan angin biasa. Dari dalam cincin penyimpanannya, ia mengeluarkan sebuah tanaman roh berwarna merah darah, berkilau samar di bawah cahaya matahari.

“Ini adalah Lingzhi Darah Seribu Tahun,” ucapnya pelan, namun suaranya menggema jelas di seluruh alun-alun.

Sesaat itu juga, udara di sekitar arena berubah. Semua orang memang pernah mendengar kabar bahwa Shen Tianyang memiliki Lingzhi Darah Seribu Tahun, tetapi melihatnya secara langsung adalah perkara lain.

Aura kehidupan yang kuat, bercampur dengan aroma obat yang murni, membuat jantung para praktisi berdetak lebih cepat. Itu adalah tanaman obat langka dan berharga—bahkan bagi keluarga besar sekalipun.

Namun, Shen Tianyang belum berhenti.

Ia tersenyum tipis, lalu berkata dengan nada yang tenang namun mengandung tekanan yang tak terlihat.

“Tentu saja, jika taruhannya hanya sampai di situ, bukankah itu berarti aku meremehkan Keluarga Yao?”

Tangan lainnya terangkat. Sebuah Lingzhi Neraka berwarna hitam keabu-abuan muncul di telapak tangannya—tepatnya setengah bagian.

Begitu benda itu terlihat, dunia seakan berhenti berputar.

Setengah Lingzhi Neraka itu memang telah sebagian dikonsumsi oleh Bai Yanhan dan Su Meiling, tetapi sisa yang ada masih merupakan harta tak ternilai. Aura kelam dan dalam yang dipancarkannya membuat banyak orang tanpa sadar menahan napas.

Pada saat itulah naluri para tetua bergerak lebih cepat daripada pikiran mereka.

Beberapa tetua melompat ke atas panggung tanpa memedulikan etika. Shen Tianwu beserta beberapa tetua Keluarga Shen juga segera menyusul.

Bahkan para tetua Keluarga Yao ikut naik, wajah mereka dipenuhi keterkejutan yang tak mampu disembunyikan.

Itu bukan sembarang tanaman roh.

Itu adalah Lingzhi Neraka, legenda yang hanya tercatat dalam kitab-kitab kuno..!!

Alun-alun besar itu mendadak sunyi senyap, seolah seluruh suara dunia telah diserap oleh tanaman hitam kelabu tersebut. Semua mata tertuju ke arah para tetua yang memeriksa dengan saksama, memastikan keasliannya.

“Benar… ini memang Lingzhi Neraka..!!!”

Seruan itu datang dari Kepala Balairung Pil Roh, suaranya bergetar oleh campuran rasa iri, kagum, dan keterpukauan. Mata tuanya menatap setengah Lingzhi Neraka di tangan Shen Tianyang dengan sorot yang membara.

Begitu verifikasi selesai, gelombang kehebohan pun meledak.

Semua orang berseru, berdiskusi, dan hampir tak percaya pada apa yang baru saja mereka saksikan. Shen Tianyang benar-benar mempertaruhkan setengah Lingzhi Neraka dan Lingzhi Darah Seribu Tahun sekaligus.

Ini adalah taruhan yang begitu besar, sampai-sampai sebagian keluarga besar pun tak akan sanggup menanggungnya.

Lalu, Shen Tianyang mengalihkan pandangannya. Tatapannya jatuh pada Yao Tianhua dan seorang tetua Keluarga Yao di sampingnya.

“Sekarang,” ucapnya perlahan, “apa taruhan kalian?”

Wajah Yao Tianhua dan sang tetua langsung mengeras. Sebagai ahli alkimia, mereka memahami lebih dari siapa pun apa arti Lingzhi Neraka. Itu adalah tanaman roh tingkat Misterius, sesuatu yang bahkan lebih langka daripada tanaman roh tingkat Roh.

Setelah hening sesaat, sang tetua akhirnya berbicara, seolah telah mengambil keputusan besar.

“Pil Inti Binatang Seribu Tahun, dan Buah Seribu Pola. Bagaimana..?”

Pil Inti Binatang Seribu Tahun adalah inti esensi yang terkondensasi dari binatang buas yang hidup selama seribu tahun—bahan yang sangat berharga dalam alkimia.

Sedangkan Buah Seribu Pola, tanaman roh tingkat Misterius yang hanya berbuah sekali dalam seribu tahun, dikenal sebagai bahan utama dalam peracikan Pil Pendirian Dasar.

Taruhan Keluarga Yao tak kalah mengejutkan.

Kerumunan kembali bergemuruh. Jika Keluarga Yao menang, keuntungan yang mereka peroleh akan melampaui bayangan siapa pun.

“Baik,” kata Shen Tianyang tanpa ragu. “Disepakati.”

Sang tetua Keluarga Yao segera menjelaskan aturan.

“Pertandingan ini adalah peracikan pil. Siapa yang berhasil meracik pil terbaik dalam waktu tercepat, dialah pemenangnya. Kualitas pil akan dinilai bersama.”

Shen Tianyang mengangguk. Ia tak memiliki keberatan sedikit pun.

Shen Tianwu menepuk bahunya dengan penuh dorongan, seakan menyalurkan keyakinan seorang ayah kepada putranya. Tak lama kemudian, Shen Tianyang dan Yao Tianhua mengeluarkan tungku alkimia masing-masing. Para tetua memeriksanya dengan teliti untuk memastikan tak ada kecurangan.

Setelah pemeriksaan selesai, semua orang mundur dari panggung tinggi. Dengan satu pengumuman singkat, pertandingan pun dimulai.

Shen Tianyang bergerak cepat. Ia memasukkan satu paket bahan obat ke dalam tungku alkimianya tanpa ragu. Yao Tianhua mengerutkan kening, mencoba mengintip, namun tak mampu mengenali bahan apa yang digunakan lawannya.

Hal itu membuat hatinya terasa sedikit terganggu.

Namun kepercayaan dirinya tetap kokoh.

Ia berasal dari Keluarga Yao, keluarga alkimia ternama. Semua bahan yang ia miliki adalah kelas atas. Dalam benaknya, mustahil ada orang yang bisa meracik pil dengan tingkat yang sama, apalagi melampauinya.

Sementara itu, ketika banyak orang melihat tungku alkimia Shen Tianyang—kasar, sederhana, dan tampak usang—tak sedikit yang menggeleng pelan.

Di mata mereka, tungku itu terlalu buruk.

Terlalu sederhana.

Terlalu tidak layak untuk pertarungan sebesar ini.

Dii saat sebagian besar orang telah diam-diam memvonis kekalahan Shen Tianyang, tak seorang pun menyadari bahwa di balik ketenangan wajahnya, sebuah badai alkimia yang mengguncang nasib tengah perlahan terbentuk.

 

Tawa keras tiba-tiba meledak dari arah kerumunan.

“Menggunakan tungku seperti itu untuk meracik pil? Ini benar-benar menggelikan! Bahkan tak sebanding dengan panci yang digunakan keluargaku untuk memasak sup!” ejek seorang pemuda dengan suara lantang.

Beberapa orang langsung tertawa mengikuti, suara mereka bercampur menjadi gelombang ejekan yang menusuk telinga.

Namun, hanya mereka yang benar-benar memahami dunia alkimia yang tetap diam.

Mereka tahu satu kebenaran mendasar—keberhasilan meracik pil tidak sepenuhnya bergantung pada tungku, melainkan pada sang peracik itu sendiri.

Jika seseorang telah mencapai tingkat Mahaguru Alkimia, bahkan tanpa tungku sekalipun, pil tetap bisa tercipta.

Di atas panggung tinggi, Shen Tianyang sedang meracik Pil Pembersih Sumsum.

Sebelumnya, ia sempat memperhatikan bahan-bahan yang dimasukkan Yao Tianhua ke dalam tungkunya.

Dari kombinasi tanaman roh tersebut, jelas bahwa Yao Tianhua sedang meracik Pil Yuan Roh, sebuah pil tingkat rendah Ranah Bela Diri Fana yang berfungsi membantu kultivasi.

Pil itu dikenal sebagai yang paling mahal di antara pil tingkat rendah, sekaligus memiliki tingkat kesulitan peracikan yang sangat tinggi.

Dalam banyak kompetisi alkimia, pil inilah yang sering dijadikan tolok ukur kemampuan seorang alkemis.

Shen Tianyang pernah meracik Pil Yuan Roh sebelumnya. Namun biaya bahannya sangat tinggi, hanya sedikit lebih murah dibanding Pil Pembersih Sumsum. Itulah sebabnya ia jarang meraciknya.

Waktu pun terus berjalan.

Proses menunggu hasil terasa membosankan bagi sebagian besar orang. Mereka makan, minum, berbincang ringan, sesekali melirik ke arah dua pemuda di atas panggung yang tengah menentukan nasib mereka.

Berbeda dengan Yao Tianhua, Shen Tianyang sama sekali tidak mengejar kecepatan. Untuk meracik Pil Pembersih Sumsum, ia memilih kehati-hatian mutlak.

Lebih dari setengah jam berlalu hingga seluruh bahan obat di dalam tungkunya berubah menjadi bubuk halus. Di dalam tungku, qi spiritual obat berwarna-warni berputar perlahan, memenuhi ruang sempit itu dengan aura yang padat.

Langkah berikutnya adalah yang paling berbahaya—menggabungkan berbagai jenis qi spiritual obat, lalu menyatukannya dengan bubuk obat.

Tahapan ini menuntut konsentrasi mental yang luar biasa. Satu kesalahan kecil saja bisa menyebabkan tungku meledak.

Dua jam berlalu secepat kilat.

Wajah Shen Tianyang kini tampak tegang, keringat membasahi dahi dan punggungnya.

Sebaliknya, Yao Tianhua terlihat santai, bahkan sesekali melirik ke arah Shen Tianyang dengan senyum tipis penuh arti.

Dalam hatinya, ia merasa yakin—lawannya pasti telah memasuki tahap paling kritis, dan kemungkinan besar telah membuat kesalahan.

“AKU SELESAI! LIMA PIL YUAN ROH..!!"

Teriakan Yao Tianhua mengguncang alun-alun, memicu kegemparan baru. Pada saat itu, Shen Tianyang jelas belum selesai. Ekspresi wajahnya yang tegang membuat banyak orang yakin bahwa ia sedang berada di ambang kegagalan.

“Jenius Keluarga Yao memang layak menyandang namanya. Lima Pil Yuan Roh dalam dua jam..!!"

".... Itu adalah pil terbaik di tingkat rendah Ranah Bela Diri Fana. Tampaknya Tuan Muda Keluarga Shen akan kalah,..!!!” ujar seseorang.

“Aku dengar Pil Yuan Roh sangat sulit diracik. Jika Shen Tianyang juga meracik pil itu, maka kekalahannya sudah pasti. Dia tertinggal jauh dalam waktu,” sahut yang lain.

Kerumunan mulai ramai dengan spekulasi. Hampir semua orang merasa bahwa Shen Tianyang berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan—terlebih lagi karena taruhan yang ia ajukan terlalu besar.

Yao Tianhua pun menunggu dengan hati penuh kegirangan tersembunyi. Dalam benaknya, kemenangan sudah di depan mata. Lingzhi Darah Seribu Tahun dan Lingzhi Neraka akan menjadi miliknya, dan namanya akan menggema di seluruh Kerajaan Bela Diri Selatan.

Namun, Shen Tianyang tidak membiarkan mereka menunggu terlalu lama.

Ia mengembuskan napas panjang, seolah melepaskan beban berat dari dadanya.

“Akhirnya… selesai...!!”

Kerumunan mendadak terdiam.

Namun keheningan itu langsung dipecahkan oleh ejekan Yao Tianhua.

“LALU KENAPA...? KAU TETAP KALAH..!!!”

Shen Tianyang tersenyum tipis. Ia menyeka keringat di dahinya, lalu berkata dengan suara tenang namun jelas,..

“Aku telah berhasil meracik tiga Pil Pembersih Sumsum. Silakan diperiksa.”

"TIGA PIL PEMBERSIH SUMSUM...!!"

Seolah disambar petir, seluruh alun-alun membeku. Wajah-wajah dipenuhi keterkejutan dan ketidakpercayaan. Banyak orang bahkan mengira pendengaran mereka keliru.

Pil Pembersih Sumsum adalah pil tingkat menengah Ranah Bela Diri Fana—nilainya jauh melampaui Pil Yuan Roh!

“Mustahil! Usianya baru enam belas tahun..!! Tidak mungkin dia bisa meracik Pil Pembersih Sumsum..!!!”

Kepala Balairung Pil Roh menjerit tak terkendali sambil melompat ke atas panggung. Beberapa tetua segera menyusul, sementara Shen Tianwu telah berdiri di sisi Shen Tianyang, sorot matanya tajam dan penuh kebanggaan.

“Shen Tianyang, ini bukan saatnya bercanda,” ujar Yao Tianhua dengan wajah kaku. Ia benar-benar tak sanggup mempercayainya—dan begitu pula sebagian besar orang yang hadir.

Namun Shen Tianyang tetap tenang. Senyumnya tak berubah sedikit pun.

“Silakan,” katanya lembut namun mantap, “Periksa sendiri.”

Pada detik itulah, nasib taruhan besar itu mulai berbalik arah—dan langit di atas alun-alun seakan ikut menahan napas.

Bersambung Ke Bab 23

1
Ananrac
🔥🔥🔥🔥
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjutttyy
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjut thor
Beruang Terbang: siiyyyaappp Komendan laksanakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!