NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Poligami / Cerai
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26 (Tersesat)

Fania turun dari truk yang membawanya. Dia sangat hati-hati karena takut ketahuan sopir truk yang merupakan pekerja di salah satu perusahaan milik suaminya. Setelah dirasa aman, Fania segera berlari menjauh. Dia berjalan menyusuri jalan yang sepi karena hari yang sudah malam.

"Aku harus cari penginapan, tapi ini daerah mana?" Fania terus berjalan, dia tidak ingin menemui hal yang berbahaya.

Setengah jam berlalu, Fania sudah sampai di jalan raya. Dia sedang bingung harus berjalan ke mana lagi. Dia duduk dan istirahat di depan minimarket yang sudah tutup. "Aku harus ke mana ini? Iya, aku harus cari konter untuk menghubungi seseorang."

Fania berjalan lagi untuk mencari konter Hp. Dia ingin menghubungi Devan bermodalkan kartu nama waktu itu. Setelah lama berjalan, akhirnya dia menemukan konter hp yang masih buka. "Permisi, Mas. Apa saya bisa meminjam handphone di sini? Saya tersesat dan ingin menghubungi keluarga."

Pemilik konter pun meminjami handphonenya pada Fania. "Boleh silakan!"

Fania tersenyum senang, dia menerima telepon genggam itu dan segera menghubungi nomor yang ada di kartu nama itu. "Terima kasih banyak."

Dalam gerak cepat, Fania langsung menelepon nomor tersebut. Panggilan pertama gagal, tapi dia tidak menyerah. Hingga panggilan ketiga pun tersambung. "Halo Assalamualaikum. Ini saya, Mas. Fania ...."

Fania pun mengobrol dengan Devan yang sangat terkejut saat dihubungi olehnya.Keduanya saling memberi solusi serta cara untuk bertahan. Fania juga sangat lega saat mendengar kabar Ibunya yang ternyata baik-baik saja. Hingga akhirnya panggilan berakhir dan Fania sudah mendapatkan solusi

"Terima kasih, Mas. Berapa biayanya?" tanya Fania pada pemilik konter.

"Tidak usah, Mbak. Kalau boleh tau, Mbaknya ini mau ke mana? Kok malam-malam masih ada di luar?" tanya pemilik konter yang penasaran.

"Saya tersesat dan kemalaman untuk pulang. Apa di sekitar sini ada penginapan?" jawab Fania sembari bertanya.

Pemilik konter itu menjawab, "Penginapan masih sangat jauh. Bagaimana kalau Mbaknya menginap saja di rumah saya. Kebetulan Ibu saya ada di dalam rumah. Kalau Mbaknya melanjutkan perjalanan itu akan sangat berbahaya karena sudah larut malam."

Fania berpikir sejenak, dia mempertimbangkan tawaran itu. "Saya terima tawarannya. Sebelum itu saya ucapkan terima kasih sudah membantu saya."

Pemilik konter memanggil Ibunya dan mempersilakan Fania masuk ke dalam rumah. Sementara itu, Devan langsung datang untuk menjemput karena itu salah satu peluang paling besar. Dia tidak ingin didahului oleh Raditya sehingga bisa kehilangan Fania lagi.

Keesokan harinya, Devan dan Halimah sudah sampai di kot tempat Fania berada. Mereka sangat bersemangat sekali sehingga tidak sabar untuk segera bertemu.

"Nak, apa tempatnya masih jauh?" Halimah bertanya pada Devan yang sedang fokus menyetir.

"Sebentar lagi kita sampai, Bu. Semalam, Fania memberi alamatnya di sekitar sini." Devan mencoba fokus sembari mencari alamat itu lagi. Sementara itu, Halimah hanya bisa berdoa sambil terus berharap.

Sekitar sepuluh menit, Devan sudah sampai di halaman rumah di mana Fania berada. Mereka segera keluar saat mobil berhenti, lalu tidak lama kemudian Fania keluar dan berlari menghampiri Ibunya.

"Ibu, akhirnya Ibu datang juga. Aku takut jika yang datang itu ...."

"Ibu sengaja datang cepat karena tidak ingin keduluan orang lain. Bagaimana kondisimu, Nak? Ibu harap kamu sudah sembuh. Apa pria jahat itu menyakitimu? Apa dia kasar sama kamu lagi, Nak?" tanya Halimah tanpa jeda karena penuh khawatiran.

Fania menggeleng, dia menjawab dengan sangat lembut. "Aku baik-baik saja, Bu. Allah memberiku kekuatan untukbisa kabur. Alhamdulilah aku bisa bertemu dengan Ibu lagi. Sekarang aku sudah tidak takut lagi karena sudah ada Ibu."

"Iya, Nak. Mulai sekarang kita berdua harus kompak, jangan sampai lemah atau lengah. Ya sudah, kamu pamitan dulu sama yang nolong kamu. Setelah itu kita pulang." Halimah dan Fania masuk ke dalam untuk berpamitan pada pemilik konter. Meeka pun langsung pulang untuk menyusun rencana selanjutnya.

Mobil melaju ke jalanan yang ramai. Fania menceritakan caranya kabur dari rumah suaminya.Halimah ikut gemetar saat membayangkan jika dalam posisi putrinya. Dia menangis memeluk putrinya sembari terus berucap syukur.

"Nak, Ibu sangat senang sekali bisa berkumpul lagi denganmu. Ibu bersyukur kamu bisa terlepas darinya," ucap Halimah berulang-ulang.

Fania selesai bercerita, dia duduk dengan tenang dan berbicara pada Devan yang sejak tadi diam. "Mas Devan, saya mengucapkan banyak terima kasih. Mas sudah menolong Ibu, sudah mengupayakan semuanya.Sekarang, saya hanya bisa berharap pada Anda untuk mengurus semuanya. Saya minta tolong agar bisa terlepas dari pria itu. Saya mohon bantuannya."

Devan mengangguk, dia melihat Fania dari spion belakang. "Seperti yang saya katakan sebelumnya jika saya bersedia membantu sampai masalah selesai. Mak Fania cukup diam sembari mengamati karena segala sesuatunya akan saya usahakan. Anda bisa terlepas sari pria itu dengan bukti yng sudah saya kumpulkan."

Fania mengangguk senang, dia sangat lega sudah mendapatkan bantuan agar bisa terlepas dari suaminya. "Terima kasih, Mas. Saya pasrahkan semuanya pada Anda."

Devan dan Fania bekerja sama untuk membuat laporan ke pengadilan. Merek kompak berjalan bersama untuk melawan Raditya yang keras kepala mempertahankan rumah tangganya yang sudah rusak.

Bebeapa hari berlalu, Fania sudah lebih baik.Kondisi kesehatannya sudah normal sehingga bisa beraktivitas lagi. Dia tinggal di rumah sewa yang lokasinya sangat aman. Hari ini mereka akan pergi ke pengadilan untuk mengajukan gugatan perceraian.

"Sudah siap untuk tahap ini?" Devan bertanya pada Fania, dia ingin tahu jika Fania cukup yakin.

Fania menjawab mantap. "Insya Allah saya sudah siap. Semoga semuanya lancar, dan masalahnya cepat selesai. Saya ingin segera bebas dan hidup tenang."

"Saya akan bantu sekuat tenaga. Mungkin jalanya akan sedikit terjal mengingat dia mempunyai kuasa. Namun tetap saja dengan bukti yang kita punya dia akan kalah. Kekerasan yang dia lakukan itu sudah bisa memberatkan keputusan."

"Iya semoga saja tiadak terjadi hal yang rumit. Kasian Ibu yang harus tertekan dengan masalah ini. Saya khawatir dengan kesehatan Ibu yang sepertinya sedang menurun," balas Fania dengan penuh kekhawatiran.

Devan tahu apa yang dirasakan oleh Fania. Dia tidak bisa memungkiri hal itu karena memang begitulah kenyataannya. Akhirnya mereka berangkat menuju ke pengadilan agama. Fania sudah siap menjadi janda demi kesehatan jiwa dan raganya.

****

Di lokasi lain, Raditya sedang bertengkar dengan istrinya. Zelina sering marah-marah karena sikap suaminya yang berubah drastis semenjak Fania pergi. "Radit, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa? Kamu sudah jauh berubah, kamu sering abaikan aku. Kamu lebih sibuk dengan wanita itu. Di mana perasaanmu? Mengapa kamu jadi seperti ini?"

"Sudah berapa kali aku bilang, jika Fania itu lebih penting dari apapun. Dia adalah aset yang berharga. Jika kamu ingin tetap di sisiku, sebaiknya kamu diam saja menikmati apa yang ada. Aku tidak suka wanita yang suka mencampuri urusanku," balas Raditya sinis, dia sangat kesal dengan Zelina yang suka ikut campur.

Zelina menggeram kesal, dia sangat membenci Fania lebih dari apapun. Sejak dia muncul masalah demi masalah selalu datang. Bahkan kehadirannya sudah membuatnya sering ribut dengan Raditya.

"Fania, Fania, Fania, bagaimana jika aku hilangkan saja wanita itu? Jika dia hilang maka semua masalah selesai. Fania, tunggu saja, aku akan bertindak setelah ini," batin Zelina dalam hati yang penuhh dendam.

1
nunik rahyuni
ya ampun thor g ada hbis hbisnya...kasian fania...mudahsn ada yg menolong..
kok si radit bnyk beruntung nya thor..buat dia menderita jg ..kok g rela aq manusia itu masih bisa ketawa krn rencana nya mulus terus😡😡
nunik rahyuni
sadis bener jd perempuan ..kok tega nya...tp lihat nanti hukum karma itu nyata...😡
nunik rahyuni
laporkan langsung sj kepolisi ..mudahan si radit langsung dipenjara....org kya itu sungguh sangat berbahaya
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!